13 Des 2012

SEKILAS TENTANG BUNGA LOTUS:

sekilas bunga lotus

Bunga Lotus sering juga di sebut Sacred Water Lotus,(Nymphaea lotus L.) adalah tanaman air yang sudah dibudidayakan bangsa Cina sejak 1200 SM. Selain keelokan bunganya, tanaman yang kerap disebut dengan bunga seroja, padma atau lotus ini juga sarat manfaat.


teratai
Bunga Lotus seri disamakan dengan Bunga Teratai (nymphaea sp). Namun keduanya bukanlah jenis bunga yang sama walaupun mereka masih satu keluarga , sama-sama hidup diair, dan memiliki bentuk bunga yang hampir mirip. Teratai memiliki bunga yang menempel dengan air sehingga terkesan mengapung diatas air, namun bunga lotus memiliki tangkai yang menjulang keatas air sekitar 5-10 cm sehingga bunga lotus tidak menempel pada air. Selain itu warna bunga lotus terbatas hanya kuning muda, putih, dan pink, sedangkan bunga teratai jauh lebih beragam.


lotus
Walaupun berbeda, namun kedua bunga ini memiliki khasiat yang sama untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan juga sebagai kecantikan. Semua komponen dari tanaman ini pun bisa digunakan sebagai obat mulai dari daun, batang,umbi/rimpang, biji, kelopak bunga, penyangga bunga, dn tunas bijinya baik digunakan saat segar maupun setelah dikeringkan. Kedua bunga ini dapat menyembuhkan banyak penyakit mulai dari disentri, diare, maag, demam, insomnia, hipertensi, mimisan, sakit jantung, beri-beri, batuk darah,  sakit kepala, berak dan kencing darah, muntah darah,  anemia, kanker nasopharynx, ejakulasi dini dll.

Setiap bagian dari tanaman ini juga memiliki kegunaan loh!! Berikut ini nih kegunaan-kegunaannya :

Tunas Biji:
-          Menenangkan jantung yang berdebar atau gelisah
-          Muntah darah
-          Mata merah atau mata bengkak
-          Insomnia (susah tidur malam)
-          Demam
-          Dehidrasi
-          Ejakulasi dini
-          Hipertensi (Darah tinggi)

Biji:
-          Muntah-muntah
-          Enteritis kronis (radang usus kronis)
-          Diare
-          Malasorbtion (gangguan pencernaan)
-          Susah tidur
-          Sakit saat buang air kecil
-          Lemah lesu
-          Keputihan
-          Pendarahan pada wanita
-          Kanker nasopharing (kanker yang terletak diwilayah rongga hidung, sinus, leher, dan sekitar bagian kepala)

Rimpang/Umbi
  -         Sakit lambung (Maag)
-          Dehidrasi
-          Sakit jantung
-          Muntah, batuk darah dan mimisan
-          Anemia (Kurang darah)
-          Berak dan kencing darah
-          Hipertensi (darah tinggi)
-          Gangguan haid
-          Neurosis

Benang sari:
-          Keputihan
-          Muntah darah dan disentri
-          Wasir
-          Enuresia (tidak bisa menahan kencing)
Daun, Dasar Daun akar dan Batang:
-          Demam
-          Diare karena panas dalam
-          Pingsan karena cuaca panas
-          Sakit kepala
-          Pendarahan pada wanita
-          Beri-beri
-          Mimisan, muntah darah, dan berak darah

Remptacle:
-          Darah berlebih saat haid
-          Pendarahan saat hamil
-          Waris
-          Berak darah dan kencing darah
-          Mulas pada bagian perut bawah karena tersumbat oleh darah
Bunga:
-          Pendarahan dikulit
-          Menyembuhkan luka yang bernanah

sumber: http://maag-yogya.blogspot.com/p/atasi-maag-akar-teratai.html

Baca selengkapnya >>

12 Des 2012

Jadikan Gugus PAUD sebagai Sarana Bertukar Pengalaman

jadikan Gugus PAud sebagai
Sarana Bertukar  Pengalaman

JAKARTA. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Ditjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog mendorong agar Gugus PAUD dijadikan sarana tukar pengalaman antar pendidik PAUD. Program yang digagas oleh Ditjen PAUDNI tersebut akan terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas lembaga PAUD.

Gugus PAUD merupakan pengelompokan beberapa lembaga. Rerata satu Gugus terdiri dari enam lembaga PAUD yang memiliki satu lembaga inti atau yang dijadikan percontohan. “Saya harap PAUD inti dapat berbagi pengalaman kepada lembaga lain yang ada dalam gugus,” ujar Reni saat memberi arahan pada penganugerahan pemenang Lomba Gugus PAUD dan Lembaga PAUD Berprestasi Tingkat Nasional, akhir pekan lalu.

Reni menyebutkan, program Gugus PAUD akan dikembangkan hingga ke 6.563 kecamatan seluruh Indonesia. Ia berharap langkah ini dapat memperbaiki kualitas lembaga dan pendidik PAUD yang hingga kini masih perlu ditingkatkan. “Ke depan perlu ada akreditasi lembaga untuk peningkatan mutu dan kualitas,” ucapnya.

Jawa Timur Juara Umum  

Kepala Subdit Kemitraan dan Kelembagaan Direktorat Pembinaan PAUD Mansur Simamora, selaku salah satu juri dalam lomba Gusus dan Lembaga PAUD berprestasi Tingkat Nasional mengakui cukup sulit melakukan penilaian. Sebab seluruh lembaga yang menjadi nominasi memiliki segudang prestasi. “Luar biasa sulit menentukan pemenang,” ungkapnya.

Lomba tersebut diikuti 27 provinsi, namun setelah dilakukan penilaian maka juri menetapkan 14 provinsi sebagai nominator. Adapun juara I-III lomba Lembaga PAUD diraih masing-masing oleh Jawa Timur, DIY dan Jawa Tengah. Sedangkan juara harapan ditempati oleh Provinsi Jambi, Kalimantan Timur, Bali, Jawa Barat dan Banten.

Sementara Juara I-III Lomba Gugus PAUD dipegang oleh Jawa Timur, Jawa Barat dan Lampung. Sementara juara harapan digenggam provinsi Jawa Tengah, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. (Yohan Rubiyantoro/HK)
sumber: http://www.paudni.kemdikbud.go.id/jadikan-gugus-paud-sebagai-sarana-bertukar-pengalaman/
Baca selengkapnya >>

11 Des 2012

Pamong Belajar, Utamakan Kemaslahatan Program

Pamong Belajar, Utamakan Kemaslahatan Program
SEMARANG. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog menegaskan agar para pamong belajar mengutamakan kemaslahatan program. Model yang dikembangkan harus membawa manfaat besar bagi masyarakat.   

Hal tersebut disampaikan Dirjen saat bertandang ke Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal dan Informal (PP PAUDNI) Regional II Semarang (4/12). Di salah satu Unit Pelaksana Teknis Ditjen PAUDNI tersebut, Reni Akbar Hawadi, sapaan Dirjen PAUDNI melakukan Pembakuan Hasil Uji Coba Model PAUD dan Pendidik dan Tenaga Kependidikan. “Saya melihat beberapa model yang kebermanfaatannya kurang bagi masyarakat,” ucapnya.

Kritik membangun yang disampaikan Reni tersebut mengandung maksud agar pamong belajar lebih inovatif dalam mengembangkan model. Manfaat bagi masyarakat harus benar-benar diperhitungkan sebelum mengembangkan model tersebut. Karena itu perlu disusun Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria sehingga seluruh proses pekerjaan tertata rapi. “Kita menggunakan uang rakyat, harus dipertanggungjawabkan sebaik-baiknya,” katanya.

Guru Besar Universitas Negeri Semarang Prof. Sukestiyarno menilai memang perlu ada pembakuan model. Pakar ekonomi statistik tersebut menekankan agar para pamong memiliki kesamaan pandangan tentang suatu model. “Hasil pengembangan model sebaiknya adalah suatu produk bukan kajian ilmiah,” sarannya. (Yohan Rubiyantoro/HK)

sumber: http://www.paudni.kemdikbud.go.id/pamong-belajar-utamakan-kemaslahatan-program/
Baca selengkapnya >>

29 Nov 2012

Pertemuan Himpaudi Campakamulya Bulan November 2012

Ketua TP PKK dan Kepala Pusbindik
Campakamulya, (29/11), Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Campakamulya, dengan dimotori oleh , yaitu Nia Kurnia Mediawati,S.Pd. (kepala PAUD Al-muthmainnah) mengadakan pertemuan rutin yang selalu dilaksanakan tiap 2 bulanan. Pertemuan ini dihadiri oleh 6 Paud Non Formal dan 1 PAUD Formal (TK), yaitu: Kober Nurul Ilmi, Kober Cerdas Ria, SPS Al-Muthmainnah, Kober At Tafsiri, Kober Bina Amanah, Kober Al-Ihsan dan TK PGRI Kecamatan Campakamulya.

Pertemuan yang dilaksanakan di TK PGRI Campakamulya, juga dihadiri Oleh Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Campakamulya, Kepala Pusbindik TK/SD Kecamatan Campakamulya, Pengawas TK/SD, Penilik PLSPO, Pamong Belajar dan Instruktur dari Yayasan Ibu. Yayasan Ibu adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang perwakilannya berkedudukan di sukanagara bergerak di bidang PAUD.

Pertemuan yang dijadwalkan sejak pukul 08.00 itu diisi oleh pemberian materi oleh: Tim Penggerak PKK, Penilik PLSPO, Pamong Belajar dan Yayasan Ibu. Kepala Pusbindik TK/SD Kecamatan Campakamulya memberikan pembinaan kepada Guru PAUD untuk bersabar dan selalu meningkatkan kompetensi.

kegiatan ini dihadiri oleh 19 orang Guru PAUD, dan akan selesai sampai dengan Pukul 16.00. untuk materi yang diberikan oleh pemateri adalah tentang Rencana Kegiatan Harian. (deniwildan)
Baca selengkapnya >>

27 Nov 2012

Hasil Kejuaraan dalam rangka HUT PGRI Campakamulya Tahun 2012


Tim Voli Pusbindik TK/SD Campakamulya
Dalam rangka memeriahkan Kegiatan HUT PGRI Tahun 2012 tingkat Kecamatan Campakamulya digelar berbagai kejuaraan baik untuk guru dan tenaga kependidikan maupun untuk siswa. Adapun kegiatan tersebut dilaksankan di berbagai tempat.

Untuk Futsal di Lapangan Kecamatan Campakamulya, Bola Voli di Lapangan SMPN 1 Campakamulya, Catur, Lomba Baca Puisi dan Lomba Baca Pidato di SDN Bojongkopo, Tenis Meja dan Lomba Karaoke di Aula Desa Campakamulya, Bulu Tangkis di GOR Desa Cibanggala.

berikut hasil Kejuaraan tersebut:
I. Kejuaraan Guru dan Tenaga Kependidikan
1. Futsal
    1. MI Muslimin
    2. SMPN 2 Campakamulya
    3. SDN Sukajembar
2. Bola Voli
    1. SMPN 1 Campakamulya
    2. SMPN 2 Campakamulya
    3. MI Muslimin
3. Tenis Meja
A. Putra
    1. Yono SMPN 2 Campakamulya
    2. Agus Nugraha SDN Sukajembar
    3. Ade Saepuloh SDN Sukajembar
B. Putri
   1. Elis Sopiah SDN Sukajembar
   2. Ai Khomisah SDN Sukapura
   3. Wiwi herawati SMP PGRI Campakamulya
4. Catur
   1. Syamsurizal SDN Sukapura
   2. Ahyar SDN Cigulingan
   3. Acep Juhendi SDN Sadarmanah
5. Bulu Tangkis
A. Putri
   1. SDN Cibanggala
   2. SDN Sukajembar
   3. SDN Sukajembar
B. Putra
   1. Desa Cibanggala
   2. SDN Cintawinaya
   3. SMPN 2 Campakamulya
6. Karaoke
   1. Ely Marliah SDN Langensari
   2. Susilawati SDN Sukabungah
   3. Debby Anggraeni SMPN 2 Campakamulya
   Harapan 1 Lilis Sri C. SMPN 1 Campakamulya
   Harapan 2 Ahmad Gojali SDN Citiis
   Harapan 2 Gilang Romadon SDN Cintawinaya

II. Kejuaraan siswa
1. Lomba Baca Puisi
A. Tingkat SD
    1. Muhamad Nawaf SDN Cintawinaya
    2. Putri Cahya Novita SDN Cintawinaya
    3. Syifa Fitri Irawan MI Marthaussibyan
    Harapan 1 M. Ariswantoni SDN Warungkadu
    Harapan 2 Ahmad Abdulatif SDN Citiis
    Harapan 3 Suci Amalia SDN Warungkadu
B. Tingkat SMP
    1. Ahmad Muhiban Mts. Marthaussibyan
    2. Phelia Fitriyani Agustin SMPN 1 Campakamulya
    3. Agis Robi Rusman SMPN 1 Campakamulya
    Harapan 1 Siti Rofiah SMPN 2 Campakamulya
    Harapan 2  ZAnia Hasanul M. Mts Marthaussibyan
    Harapan 3  Agus Firmansyah SMPN 2 Campakamulya
2. Lomba Baca Pidato
A. Tingkat SD
    1. M. Aris Pardodi SDN Warungkadu
    2. Zihad Zamaludin SDN Neglasari
    3. Syifa Fitri Irawan MI Marthaussibyan
    Harapan 1 Nani HArdianti SDN Sukapura
    Harapan 2 Ai Siti PAtonah SDN Bojongkopo
    HArapan 3 Euis Kamila SDN Sukajembar
B. Tingkat SMP
    1. Numufidah Azahra MTs Marthaussibyan
    2. Fitri Andriani SMPN 1 Campakamulya
    3. Parid Hasan Sidik SMPN 2 Campakamulya
    Harapan 1 Riandi Permana P SMPN 1 Campakamulya
    Harapan 2 Linda Yunita SMPN 2 Campakamulya
    Harapan 3 Asep Hidayat MTs Marthaussibyan
Baca selengkapnya >>

26 Nov 2012

Kemeriahan Upacara HUT PGRI Campakamulya

Kemeriahan Upacara HUT PGRI Campakamulya
Campakamulya (26/11), Setalah kurang lebih sepekan melaksanakan kegiatan-kegiatan lomba yang diikuti oleh guru, tenaga kependidikan dan siswa se Campakamulya, pada hari senin (26/11) Panitia HUT PGRI Kecamatan Campakamulya menutup kegiatan dengan Upacara penaikan bendera yang dilaksanakan di Lapangan Upacara SDN Bojongkopo. Upacara ini diikuti oleh guru-guru, tenaga kependidikan, siswa dan tamu undangan.

Upacara yang dimulai sejak pukul 08.00 wib dan dipimpin oleh Sekretaris Camat Campakamulya dilaksanakan secara khidmat. Para peserta upacara termasuk tamu undangan antusias mengikuti upacara sampai dengan selesai. Pengibaran bendera dan paduan suara dilaksanakan oleh murid-murid SDN Warungkadu.

Upacara diakhiri oleh Pelepasan Purna bakti dan pembagian hadiah hasil lomba selama sepekan. Juga diakhiri oleh joged bersama dengan para penyanyi juara lomba karaoke.(deniwildan)
Baca selengkapnya >>

19 Nov 2012

Kegiatan Lomba dalam Rangka HUT PGRI di Campakamulya

Tim Futsal Pusbindik TK/SD Campakamulya

Campakamulya (17/11), Paradigma pembangunan nasional yang telah dilaksanakan pemerintah khususnya dalam bidang pendidikan mempunyai kecenderungan menitikberatkan pada pendidikan 9 tahun (wajar dikdas). Investasi pemerintah dalam bidang pendidikan adalah salah satu upaya untuk meningkatkan dan mempersiapkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) yang mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotor baik yang diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal maupun non formal, karena faktor pendidikan sangat menentukan terhadap maju mundurnya suatu negara.

Konsisten dengan pendidikan Nasional bahwa secara universal pendidikan pada dasarnya relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mencakup seluruh lapisan masyarakat, dan secara langsung berkaitan dengan kemampuan guru-guru sebagai elemen pendidikan yang paling menentukan.

PGRI sebagai tempat berhimpunnya segenap guru dan tenaga kependidikan lainnya yang merupakan organisasi perjuangan dan profesi terus berusaha untuk mendukung program pemerintah dalam pendidikan nasional.

Salah satu upaya tersebut adalah dengan segenap daya upaya yang dimiliki mencoba mengadakan kegiatan Hari ulang tahun PGRI yang 67 tingkat kecamatan campakamulya.

Berdasarkan atas segala keterbatasan yang kita miliki Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Campakamulya akan mengadakan kegiatan dalam Rangka HUT PGRI ini dengan melaksanakan kegiatan:
1. Kegiatan untuk Guru dan Tenaga Kependidikan
a Kompetisi Futsal
b Turnamen Bola Voli
c Turnamen Tenis Meja
d Turnamen Bulu Tangkis
e Invitasi Catur
f Lomba Karaoke Lagu Nostalgia
2. Untuk Siswa (SD, MI, SMP, Mts)
a Lomba Baca Puisi     
b Lomba Pidato     
Dan kegiatan-kegiatan tersebut akan dilaksanakan dari Tanggal 17 November 2012 sampai dengan 26 November 2012.

Adapun mengenai tempat pelaksanaan, asalnya akan diselenggarakan di Lingkungan SMPN 2 Campakamulya. Akan tetapi dengan berbagai pertimbangan kegiatan ini dilaksanakan di SDN Bojongkopo, SMPN 1 Campakamulya dan GOR Cibanggala. Mohon maaf atas perubahan ini.

Mengenai dana yang akan digunakan dalam kegiatan ini bersumber dari anggota PGRI . Dan sampai saat ini dana tersebut baru mencapai 35 % dari yang diharapkan. Sejalan dengan itu pula panitia berusaha mencari sumber lain dengan membuat proposal ke instansi dan perusahaan. 

Kegiatan HUT PGRI Tahun ini bertema “Pengabdian Tanpa Pamrih, berjuang tak harap imbalan, cianjur cerdas tujuan kami”. Semoga kegiatan ini menjadi pengikat tali silaturahmi elemen pendidikan yang ada di campakamulya. Kami berharap bukan saja prestasi yang dikedepankan, akan tetapi sportifitas dan persaudaraan yang menjadi tujuan saudara-saudara mengikuti kegiatan ini.

Untuk Kegiatan pertama dilaksanakan defile kontingen dari masing-masing sekolah, setelah itu finish di Lapangan SDN Bojongkopo untuk seterusnya melaksanakan Upacara Pembukaaan. Upacara Pembukaan dipimpin oleh Bapak Nanang Abas, S.Pd.I.

Kompetisi yang dilaksanakan pertama adalah Futsal, dengan main pertama adalah Pusbindik TK/SD Campakamulya VS SMPN 2 Campakamulya, dan hasilnya adalah 1 - 3 untuk kemenangan SMPN 2 Campakamulya. (deniwildan)

Baca selengkapnya >>

23 Okt 2012

Ditjen PAUDNI Usulkan Kenaikan Tunjangan Pamong Belajar


JAKARTA. Kesejahteraan pamong belajar perlu ditingkatkan lagi. Untuk itu, saat ini tengah diusulkan kenaikan tunjangan fungsional bagi pamong belajar.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog saat membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis Calon Tim Penilai Jabatan Fungsional Pamong Belajar dan Angka Kredit, di Hotel Belezza Suites Jakarta, Senin (8/10).

Pakar psikolog keberbakatan yang akrab dipanggil Reni Akbar Hawadi ini mengungkapkan keprihatinannya atas tunjangan fungsional pamong belajar yang saat ini belum sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu, jumlah pamong belajar juga dinilai Reni belum maksimal.

“Jumlah pamong belajar yang ada saat ini sejumlah 3.476 orang. Sementara idealnya berdasarkan koridor MP3EI berjumlah 10.127 orang,” kata Reni.

Ia berharap nantinya tunjangan fungsional pamong belajar sama dengan tunjangan guru pada pendidikan formal. “Saat ini kami sedang mengusulkan tambahan tunjangan fungsional bagi pamong belajar. Selain itu kami mengusulkan tambahan tenaga untuk pamong belajar”, tutur Reni. (Teguh Susanto/HK)

Sumber: http://www.paudni.kemdikbud.go.id/dirjen-paudni-usulkankenaikan-tunjangan-fungsional-pamong-belajar/
Baca selengkapnya >>

22 Okt 2012

Sejarah Kerajinan Kaca

Sejarah Kerajinan Kaca

Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang asal mula kerajinan kaca di gunakan manusia. Kaca diambil dari bahan alami, ditemukan saat ada sebagian dari letusan gunung berapi dalam bentuk batu yang mencair. Setelah batu-batu itu mengeras,   oleh manusia Zaman Batu digunakan sebagai alat pemotong karena pada bagian tepinya tajam. Tetapi , diyakini bahwa sekitar 3500 SM buatan obyek gelas pertama  ditemukan di Mesir dan Timur Mesopotamia dalam bentuk vas dan pot dan dari sana kemungkinan para  Phoenician  (peradaban kuno) sepanjang pantai Mediterania berasal. Kaca berongga juga sudah di produksi dan berkembang pada abad ke-16 SM di Mesir dan  beberapa wilayah produksi Yunani, China dan Tyrol Utara


KERAJINAN KACA kuno
Pengerajin kaca Mesir Setelah 1500 SM diketahui telah mulai mengembangkan metode memproduksi pot kaca dan contoh paling awal dari Mesir gelas tiga vas bantalan nama pharaoh Thoutmosis  3 yang membawa glassmakers ke Mesir sebagai tawanan perang dari Asia. Selama tahun-tahun berikutnya produksi kaca dianggap menyebar dari Alexandria ke Italia.
Penemuan glassblowing ini disebabkan pengrajin Suriah dari daerah Sidon-Babel.  tetapi Romawi kuno mulai kemudian meniup kaca di dalam cetakan unyuk menghasilkan berbagai bentuk. Roma wilayah yang  mulai menggunakan kaca untuk tujuan arsitektur, dengan penemuan kaca yang bening (melalui pengenalan oksida mangan). Akan tetapi wilayah Mesir/ Alexandria tetap daerah pembuatan kaca paling penting di Timur, memproduksi barang-barang mewah kaca terutama untuk ekspor.

Menjelang tahun 1000 M, perubahan yang signifikan dalam teknik pembuatan gelas Eropa berlangsung. Mengingat kesulitan dalam mengimpor bahan baku, soda kaca bertahap digantikan oleh kaca dibuat dengan menggunakan kalium yang diperoleh dari pembakaran pohon. Pada titik ini, kaca yang terbuat utara Alpen mulai berbeda dari kaca yang dibuat di daerah Mediterania, dengan Italia, misalnya, menempel soda abu sebagai bahan baku dominan.

Di Abad pertengahan, kota Venesia Italia memainkan perananya sebagai pusat pembuatan gelas dari dunia barat. Armada pedagang Venesia memerintah gelombang Mediterania dan membantu pengrajin kaca pasokan Venesia dengan pengetahuan teknis sebagaimana  rekan-rekan mereka di Suriah, dan dengan pengaruh artistik Islam. Sampai akhir abad ke-13, pembuatan gelas paling di Venice terjadi di kota itu sendiri. Namun, kebakaran yang sering disebabkan oleh tungku api yang berlebih.  Pada 1291, mendapat pesanan  pembuatan gelas ke pulau Murano.

Pada abad ke-14, sentra industri pembuatan gelas yang lain dikembangkan di Italia Altare, dekat Genoa dan selama abad ke-16, pengrajin dari Altare membantu memperluas gaya dan teknik baru dari kaca Italia ke bagian lain dari Eropa, khususnya Perancis. Pada paruh kedua abad ke-15, pengrajin Murano mulai menggunakan pasir kuarsa dan kalium yang terbuat dari tumbuhan laut untuk menghasilkan kristal sangat murni. Pada akhir abad ke-16, sekitar 3.000  dari 7.000 penduduk pulau itu ikut dalam beberapa cara dalam industri pembuatan gelas.

Perkembangan kristal timbal telah dikaitkan dengan beberapa pengerajin gelas Inggris, yang dipatenkan kaca baru di 1674. Dia telah ditugaskan untuk mencari pengganti kristal Venesia yang diproduksi di Murano dan berdasarkan pasir kuarsa murni dan kalium. Dengan menggunakan proporsi yang lebih tinggi dari oksida timah bukan kalium, ia berhasil memproduksi sebuah gelas yang brilian dengan indeks bias tinggi yang sangat cocok untuk memotong mendalam dan ukiran. Pera pengeajin kaca tidak berhenti sampai tahap terakhir dari Revolusi Industri, bagaimanapun, bahwa teknologi mekanik untuk produksi jumlah banyak dan  penelitian ilmiah yang mendalam  hubungan antara komposisi kaca dan kualitas fisik mulai muncul di industri.

Seorang tokoh kunci dan salah satu dari nenek moyang penelitian kaca modern beberapa ilmuwan Jerman, yang menggunakan metode ilmiah untuk mempelajari efek dari berbagai unsur kimia pada sifat optik dan termal dari kaca, juga menemukan tungku tangki. Hal ini dengan cepat menggantikan tungku panci tua dan memungkinkan produksi terus menerus dalam jumlah jauh lebih besar dari kaca cair. Menjelang akhir abad ke-19, beberapa insinyur Amerika menemukan mesin otomatis meniup botol yang baru tiba di Eropa setelah pergantian abad.

Meskipun perkembangan pembuatan kaca berkembang terakhir 40 tahun lalu, tetapi perkembangan teknologi tentang kaca secara alami terus-menerus akan berkembang. kedepan kaca juga digunakan dalam perkembangan teknologi   seperti:  sistem kontrol terkomputerisasi, teknik pelapisan, teknologi kontrol surya dan “materi pintar”, integrasi mikro-elektronik dan mekanik tahu-cara membuat kaca yang mampu untuk “bereaksi” terhadap kekuatan eksternal. KERAJINAN KACA ok!………….


Baca selengkapnya >>

21 Okt 2012

RPP Tematik Kelas 2 : Saling Menghormati | Pertemuan 5, 6, 7 dan 8

saling menghormati
TEMA                         : SALING MENGHORMATI
KELAS /SEMESTER : 2 (dua)/ 1 (satu)
WAKTU                 : 4  kali pertemuan @ 5 JP/hari (4 hari)
I.   KOMPETENSI DASAR
§ Mengenal pentingnya hidup saling menghormati (PKn).
§ Mengenal pentingnya hidup saling menghormati (IPS).
§ Mendengarkan: Menyebutkan kembali dengan kata-kata atau kalimat sendiri isi teks pendek (BI).
§ Berbicara: Menceritakan kegiatan sehari-hari dengan bahasa yang mudah dipahami orang lain.
§ Membaca: Menyimpulkan isi teks pendek (10-15 kalimat) yang dibaca dengan membaca lancer.
§ Menulis: Menulis kalimat sederhana yang didiktekan guru dengan menggunakan huruf tegak bersambung dan memperhatikan penggunaan huruf kapital dan tanda titik.
§ Melakukan alat ukur waktu dengan satuan jam (MAT).
§ Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan mengurutkan bilangan.
§ Mengidentifikasi ciri-ciri benda padat dan cair yang ada di lingkungan sekitar (IPA).
§ Mengekspresikan diri melalui gambar ekspresif (SE-BUD & KETRMPL).
§ Mengidentifikasi unsur musik dari berbagai sumber bunyi yang dihasilkan oleh benda bukan alat musik.
§ Menyanyikan lagu wajib dan lagu anak dengan atau tanpa iringan sederhana.

II.   INDIKATOR
§ Menyebutkan pentingnya  saling menghormati (PKn).
§ Menceritakan akibat jika tidak saling menghormati diantara sesama teman.
§ Menjelaskan tata cara saling menghormati.
§ Menyebutkan pentingnya  saling menghormati (IPS).
§ Menceritakan cara menghormati dalam keluarga.
§ Menjelaskan pentingnya saling menghormati di tempat umum.
§ Menyampaikan pesan secara lisan kepada orang lain (BI).
§ Menyampaikan pesan secara lisan kepada orang lain.
§ Menjawab pertanyaan tentang isi teks.
§ Menanyakan atau menanggapi cerita teman sekelas.
§ Membaca teks cerita dengan lafal dan intonasi yang tepat.
§ Menjawab atau mengajukan pertanyaan dari isi teks yang dibaca.
§ Menceritakan isi teks yang dibaca menggunakan kalimat atau kata-kata sendiri.
§ Menulis pengalaman dengan huruf sambung (memperhatikan ketepatan dan kecepatan).
§ Menulis kalimat sederhana yang didektekan guru dengan huruf sambung secara tepat, rapi dan mudah dibaca.
§ Menggunakan alat ukur dengan satuan jam dan menit (MAT).
§ Mengurutkan bilangan.
§ Membaca waktu.
§ Memberi makna pada hasil pengamatan. (IPA)
§ Mengungkapkan gagasan secara lisan.
§ Menunjukkan hasil kegiatan dalam bentuk gambar atau secara lisan.
§ Menunjukkan beragam jenis benda padat dan benda cair yang ada di sekitar.
§ Bekerjasama dengan teman.
§ Memberi tanggapan secara santun.
§ Membedakan kuat dan lemahnya bunyi dengan gerakan/tepukan (SE-BUD)
§ Menunjukkan kesesuaian gerakan/tepukan dengan rangkaian bunyi yang diperdengarkan.
§ Menyanyikan lagu sesuai dengan tanda dinamik.
§ Menyanyikan lagu wajib dengan iringan alat musik ritmis.
§ Menggambar dan mewarnai objek menarik.


III.   LANGKAH PEMBELAJARAN
1.   Kegiatan Awal/Pendahuluan
§ Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.
§ Mengajak siswa menyanyikan lagu “Nasihat” sambil menggerakkan anggota badan sesuai dengan syair lagu (Orkes, Budaya-Keterampilan).
§ Bertanya jawab tentang ”Nasihat”.
§ Menginformasikan tema yang  akan dipelajari bersama (Saling Menghormati).




2.   Kegiatan Inti
1) Semua siswa ditugaskan untuk membaca wacana di halaman 78 dan 79.
2) Menunjuk salah satu siswa untuk membaca dengan keras dan dengan intonasi yang benar
3) Bertanya jawab tentang makna teks misalnya:
§ Mengapa ana tidak masuk sekolah?
§ Siapa yang mengirim surat?
§ Siapa yang membawa surat ana?
§ Diserahkan kepada siapa surat itu?
§ Ada kepentingan apa ana tidak masuk sekolah?
§ Dan sebagainya
4) Siswa dikelompokkan dengan teman sebangkunya dan mendiskusikan sikap orang tua Ana dan mengapa kita harus menghormati guru? (BI, PKn, IPS, IPA, Mat).
5) Semua siswa diminta mengamati gambar di hal 79 tentang topik “Saling Menghormati di Tempat Umum” kemudian menugaskan siswa membaca teks/bacaan secara bergantian.
6) Memanggil salah satu siswa (bisa bergantian) maju kedepan untuk menceritakan kembali isi teks/bacaan tersebut (BI, PKn, IPS, IPA, Mat).
7) Semua siswa diminta menulis teks yang didektekan guru tentang bagaimana tata cara menghormati jika berada di tempat umum misalnya:
§ Kita harus saling menghormati
§ Hormatilah anggota keluargamu
§ Hormatilah bapak dan ibu guru
§ Mintalah ijin sebelum pergi ke sekolah
§ Ucapkanterima kasih setelah meminjam sesuatu
§ di jalan harus tertib,
§ berjalan disebelah kiri,
§ tidak boleh membunyikan bel terlalu sering,
§ tidak boleh berteriak seenaknya
§ dsb (BI, PKn, IPS, IPA, Mat)
8) Semua siswa ditugaskan membuat karangan tentang peristiwa menyenangkan di tempat umum (atau dimana saja) Bersama keluarganya dengan menggunakan huruf kapital dan tanda baca dan apa saja aturan yang harus ditaati (BI, PKn, IPS, IPA, Mat).
9) Bagian “Cakrawala” guru memberikan penjelasan dan bercerita tentang “Malioboro” (Salah satu pusat Pariwisata di Kota Yogyakarta yang sudah terkenal di seluruh Indonesia) bahka luar negeri.
10) Siswa dikelompokkan secara acak dengan anggota 4 anak, dan setiap kelompok membuat karangan pendek tentang tempat-tempat wisata yang ada di daerahnya.
§ Ada berapa banyak tempat wisata
§ Dimana, apa namanya dsb. (BI, PKn, IPS, IPA, Mat).
11) Bagian “Ayo Bercerita” semua siswa ditugaskan untuk mengarang cerita tentang tempat wisata yang pernah dikunjungi (dimana, apa namanya, dengan siapa saja kesana, apa saja yang disukai dan tidak disukai di tempat wisata itu, apakah ada yang berjualan cinderamata dsb). Siswa dapat mengungkapkan perasaannya terhadap obyek alam di sekitar (BI, PKn, IPS, IPA, Mat, Seni-Bud & Ketrm).
12) Bagian “Ekspresikan Dirimu” (halaman 81) semua siswa ditugaskan menggambar lingkungan sekitar yang menarik di daerah sekitarnya dan mewarnai supaya indah. (BI, Seni-Bud, IPA)
13) Gambar ditukarkan dengan teman disampingnya kemudian masing-masing saling menceritakan perasaannya tentang gambar temannya (gambar apa, apakah bagus, ada apa saja dalam gambar tersebut dsb (BI, PKn, IPS, IPA, Mat)
14) Bagian “Cakrawala” hal 81 guru memberikan penjelasan tentang berbagai macam bunyi (seperti bunyi detak jantung) semua siswa diminta mengamati detak jantungnya sendiri kemudian memperagakan bunyi detak jantungnya dengan cara membuka dan menutuk telapak tangan (BI, PKn, IPS, IPA, Mat, Orjas).
15) Memberikan penjelasan bahwa bunyi dikaitkan dengan nada-nada lagu yang rangkaiannya disebut MELODI. Tangga nada terdiri atas do re mi fa sol la si do jika diganti dengan angka 1 2 3 4 5 6 7 1’.
16) Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Nasihat” bersama-sama dan dengan memperhatikan tinggi rendahnya nada yang sesuai.
17) Setelah selesai menyanyikan lagu tersebut dilanjutkan dengan bertanya jawab tentang syair lagu. Bahwa yang disayang handai tolan adalah anak yang sopan santun dan tak pernah bohong. Apakah anak-anak sudah melakukan semua itu? (I, PKn, IPS, IPA, Mat, Penjas).
18) Bagian “Cakrawala” hal 84, guru menerangkan adanya wujud benda-benda yang ada di lingkungan kita. Ada benda padat, benda cair, dan ada benda yang bentuknya bisa berubah dari bentuk semula.
19) Semua siswa dikelompokkan dengan anggota 4 – 5 anak. Kemudian setiap kelompok ditugaskan untuk mengamati lingkungan sekitar. Tempat pengamatan setiap kelompok berbeda. (misalnya di taman, lapangan sekolah, ruang UKS, dsb) Setiap kelompok mengidentifikasi dan mencatat hasil pengamatannya apa nama benda, termasuk benda cair atau padat. Bagi kelompok yang banyak catatannya menjadi pemenang (BI, PKn, IPS, IPA, Mat, Penjas).
20) Terakhir semua siswa diminta menyimak bagian ”Berbudi Pekerti” (halaman 92) dan diharapkan semua siswa menerapkan perilaku-perilaku positif yang ada dalam petunjuk berbudi pekerti tersebut.

3.    Kegiatan Akhir/Penutup
§ Bersama-sama siswa menyimpulkan hasil belajar sesuai dengan hasil klarifikasi.
§ Bertanya jawab untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajari selama pembelajaran (evaluasi hasil belajar).
§ Mengajak semua siswa berdoa untuk mengakhiri pelajaran.

IV.   ALAT DAN SUMBER BELAJAR
§ Gambar-gambar tentang sikap saling menghormati di keluarga, di sekolah dan di masyarakat.
§ Lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
§ Buku teks siswa (Bahasa Indonesia, PKn, IPA, Matematika, Orkes, Budaya-Keterampilan, IPS dan Agama).
§ Kurikulum mata pelajaran (Bahasa Indonesia, PKn, IPA, Matematika, Orkes, Se-Bud-Keterampilan, IPS dan Agama).


V.   PENILAIAN
§ Penilaian Lisan (dalam proses).
§ Penilaian Tingkah laku (Pengamatan).
§ Penilaian Produk.
§ Penilaian Portofolio.
§ Penilaian Tertulis Obyektif.
§ Penilaian Tertulis Subyektif.
§ Penilaian Unjuk Kerja (dalam proses).
§ Penilaian Buku Kerja Tematik terbitan ESIS.




Mengetahui,


Kepala Sekolah Guru Kelas 2

Baca selengkapnya >>

11 Okt 2012

RPP PKn Paket B Kelas VII Sem I :Menjelaskan hakikat dan arti penting hukum bagi warga negara



Menjelaskan hakikat dan arti penting 
 hukum bagi warga  negara
Nama PKBM                       : .....................................................
Mata Pelajaran                 :    Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas / Semester              :    VII / I
Standar kompetensi       :   1. Menunjukkan sikap positif  terhadap       
                                                         norma-norma yang berlaku dalam
                                                         kehidupan bermasyarakat, berbangsa 
                                                         dan bernegara
                                                                            Kompetensi Dasar           :  2   Menjelaskan hakikat dan arti penting   
Baca selengkapnya >>

7 Okt 2012

Mendikbud: Orang Cerdas Cinta Damai



PALANGKARAYA. Ciri orang cerdas adalah cinta damai. Orang yang suka bertengkar artinya tidak cerdas. Hal itu ditekankan oleh Mohammad Nuh pada sambutan puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-47 yang bertemakan Aksara Membangun Perdamaian dan Karakter Bangsa, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (16/9).
Dengan melek aksara, kata Nuh, seseorang bisa mengembangkan kecerdasannya. Orang cerdas, lanjut Nuh, adalah orang yang pola pikirnya yang tidak terkotak-kotak, kreatif, dan mampu bertoleransi dengan perbedaan. Hal ini penting terkait keanekaragaman di Indonesia baik dari budaya, agama, suku, dan lainnya.
Selain itu, Nuh juga menyatakan orang cerdas adalah yang mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya. Tidak menambah masalah dengan permasalahan baru, “Jadi bukan mempersoalkan persoalan itu sendiri,” kata Nuh.
Oleh karena itu, Nuh mendorong seluruh elemen bangsa untuk mengentaskan buta aksara. Tidak cukup hanya sekedar bisa baca-tulis-hitung (calistung), tapi juga memperluas keaksaraan itu menjadi kemampuan observasi, mengolah dan menganalisis, serta menyajikanya.
“Ini adalah modal yang kuat bagi manusia untuk mengembangkan 3T, teknologi, talenta, dan toleransi. (Dina Julita/HK)
Baca selengkapnya >>

26 Sep 2012

Jangan Marahi Anak Yang Sering Bertanya

Add caption

JAKARTA.  Para orang tua dan guru Taman Kanak-Kanak (TK) tidak boleh memarahi anak-anak yang sering bertanya. Sebab, hal tersebut merupakan salah satu ciri bakat intelektual anak.  Itu juga menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi Psikolog pada persamuhan dengan 33 guru TK dan 31 kepala sekolah TK berprestasi tingkat nasional, Kamis (6/9). Reni, sapaan Dirjen PAUDNI mengakui banyak orangtua yang sering kesal karena putra-putri mereka terlalu sering bertanya tentang segala hal.

“Jangan dimarahi, orangtua dan guru harus mau meladeni dan mengarahkan,” ujar Reni yang merupakan Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tersebut. Dirjen PAUDNI juga mengatakan, jangan kesal terhadap anak-anak yang mau mengerjakan segala sesuatunya sendiri. “Banyak anak-anak yang tidak mau dibantu ibunya saat pakai baju, pakai sepatu, dan lainnya. Biarkan saja, itu menandakan kemandirian,” imbuh Reni yang merupakan pakar psikologi perkembangan.

Kunci Anak Sukses

Pada pertemuan yang turut dihadiri Sesditjen PAUDNI Dr. Gutama, dan pejabat dari seluruh direktorat di lingkungan Ditjen PAUDNI tersebut, Reni memberikan kunci sukses mendidik anak menjadi persona yang unggul.

Menurutnya, sejak usia dini anak-anak harus dibekali kecerdasan intelektual (intellectual quotient), kecerdasan emosional (emotional quotient), kecerdasan spiritual (spiritual quotient), kreativitas (creativity quotient), dan daya tahan menghadapi tantangan atau kesulitan hidup (adversity quotient).

“Percuma jika memiliki anak ber IQ di atas rerata, tetapi tidak memiliki kreativitas dan kecerdasan emosional. Semuanya ini harus dipupuk sejak usia dini,” ucap Dirjen PAUDNI.  Selain itu, sejak kecil anak-anak harus dididik agar luwes dalam bergaul dan berani memiliki cita-cita setinggi langit. (Yohan Rubiyantoro/HK)
Baca selengkapnya >>

19 Sep 2012

Penuntasan Tuna Aksara Jadi Gerakan Masyarakat

Penuntasan Tuna Aksara jadi
Gerakan Masyarakat

PALANGKARAYA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh mengharapkan komitmen semua pihak untuk keaksaraan orang dewasa tidak lagi sebagai gerakan yang berorientasi pada upaya menuntaskan tuna aksara. Namun lebih kuat lagi menjadi gerakan masyarakat yang mampu mengurangi kesenjangan pengetahuan dan keterampilan.
Demikian ditegaskan mendikbud pada puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-47 2012 di Palangkaraya, Minggu (16/9). Hadir dalam kesempatan itu, Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, Sekda Jawa Timur keduanya sebagai penerima penghargaan Anugerah Keaksaraan, para pejabat eseleon I dan II serta fokum profesi Provinsi Kalimantan Tengah.

“Keberaksaraan mampu meningkatkan perannya dalam pembangunan, antara lain bidang ekonomi, budaya, dunia informasi digital dan mewujudkan Indonesia yang damai, adil dan makmur. Keaksaraan mampu meningkatkan keberdayaan masyarakat tunas aksara,” tegas dia.

Menurut mendikbud, program peningkatan keaksaraan yang dilaksanakan baik ditingkat nasional, daerah maupun masyarakat antara lain meliputi pendidikan keaksaraan dasar, pendidikan keaksaraan usaha mandiri, program kecakapan hidup, perluasan akses bahan bacaan pada Taman Bacaan Masyarakat di ruang publik, dan penguatan kualitas tenaga tutor diyakini mampu turunkan angka tuna aksara.

“Upaya pemerintah menurunkan jumlah tuna aksara selama ini menunjukan hasil yang memuaskan. Setidaknya hal itu terlihat dari penurunan prosentasi angka tuna aksara menjadi 95,6 persen atau tinggal sekitar 6,7 juta orang yang tuna aksara hingga 2011,” jelasnya.

Nuh menambahkan, disparitas antar provinsi juga menunjukan penurunan yang signifikan yaitu hanya tersisa dua provinsi dengan prosentase tuna aksara orang dewasa di atas 10 persen. Dua provinsi itu yaitu Papua dan Nusa Tenggara Barat. Meski provinsi yang prosentasenya kecil masih memiliki angka absolut tuna aksara yang cukup besar, karena jumlah penduduk yang besar seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Pemerintah berkomitmen untuk menuntaskan ketunakasaraan pada 2015. Berdasarkan kelompok usia, terdapat sekitar 500.000 tuna aksara untuk kelompok 15-24 tahun sekitar 2,3 juta untuk kelompok usia 25-44 dan 3,9 juta untuk kelompok 45-59 tahun,” jelasnya.

Karena itu, katanya, pada 2013-2015 strategi penuntasan tuna aksara akan difokuskan pada daerah 3 T dan klaster 4. Contohnya, untuk Papua dilakukan Gerakan Daerah Pengentasan Ketunaaksaraan yang akan disertai Peraturan Daerah Khusus. Gerakan Pemberdayaan Masyarakat yang lebih menyeluruh untuk provinsi lainnya serta keaksaraan berbasiskan bahasa ibu yang disertai bahan ajar elektronik dan perangkatnya.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang mengatakan, memastikan semua tujuan dan target yang telah disepakati pertemuan Dakar  yang pada 2015 angka tuna aksara dibawah 50 persen, bagi Kalimantan Tengah hal itu dapat terlampui.

“Saat ini angka tuna aksara usia 15 tahun ke atas tinggal tersisa 2,5 persen atau 97,5 persen penduduk Kalimantan Tengah usia 15 tahun ke atas sudah melek aksara. Apalagi, hal ini diperkuat dalam UUD 1945 setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Jadi, ada atau tidaknya kesepakatan Dakar Pemda Kalteng berkewajiban memberi pelayanan pendidikan yang terbaik,” ujar Teras Narang.(mulya)

SUMBER: http://www.paudni.kemdikbud.go.id/dikmas/index.php/component/content/article/56-pembelajaran-dan-peserta-didik/1209-penuntasan-tuna-aksara-jadi-gerakan-masyarakat.html
Baca selengkapnya >>

18 Sep 2012

Ibu Negara Resmikan Rumah Pintar di Morotai

Ibu Negara Resmikan Rumah
Pintar di Morotai 

MOROTAI. Ibu Negara Ani Yudhoyono meresmikan Rumah Pintar di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, Sabtu (15/9). Wujud kerja sama antara Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut diberi nama Rumah Pintar Burung Bidadari.
Rumah Pintar yang didirikan dalam rangka mendukung kegiatan Sail Morotai 2012 itu memiliki lima sentra. Yaitu Sentra Bermain, Sentra Buku, Sentra Komputer, Sentra Kriya, dan Sentra Audio Video.  Usai meresmikan, Ibu Negara bersama Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengajak anak-anak di Rumah Pintar bernyanyi bersama.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengapresiasi upaya pembangunan rumah pintar di kabupaten yang terletak di bibir Samudera Pasifik tersebut.  Agung berharap hal itu dapat memacu peningkatan kualitas sumber daya manusia di kabupaten yang digadang-gadang menjadi magnet ekonomi regional di wilayah Asia Pasifik itu.

 Dukungan Ditjen PAUDNI

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) turut mendukung pembangunan Rumah Pintar di Morotai. Bantuan yang diberikan berupa Alat Permainan Edukatif (APE) luar ruang dan dalam ruang, serta buku-buku.

Selain itu, Ditjen PAUDNI juga membangun PAUD Terpadu di Kabupaten Morotai, serta merintis Taman Bacaan Masyarakat. Direktur Jenderal PAUDNI Prof. Dr Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, yang mengunjungi Morotai pekan lalu meminta agar pemerintah kabupaten tidak menyia-nyiakan bantuan dari pemerintah pusat.

Reni, Sapaan Dirjen PAUDNI meminta agar seluruh infrastruktur yang telah dibangun dapat dijaga keberlanjutannya. Reni, yang turut didampingi Direktur PAUD Dr Erman Syamsuddin juga membuka pelatihan kewirausahaan di Morotai yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan PAUDNI Regional VI Sentani Jayapura.

UPT Ditjen PAUDNI yang salah satu wilayah kerjanya adalah Provinsi Maluku Utara tersebut menggelar pelatihan montir, pembuatan kapal fiber, kerajinan tempurung kelapa, pelatihan teknisi computer, dan sablon kilat.

Hance, Pemilik LKP Mediacom Morotai menilai pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat. Sebab Morotai memiliki banyak sumber daya alam yang dapat diolah, tetapi kualitas SDM nya masih rendah. “Kami ingin pelatihan kewirausahaan seperti ini diselenggarakan kembali oleh Ditjen PAUDNI,” harapnya.  (Yohan Rubiyantoro/HK)

Sumber: http://www.paudni.kemdikbud.go.id/ibu-negara-resmikan-rumah-pintar-di-morotai/

Baca selengkapnya >>

13 Sep 2012

Lagi gak bisa mikir

Lagi gak bisa mikir
Udah beberapa minggu ini, admin  lagi kacau balau, nggak bisa mikir nggak bisa ngapain, cuman buat copas pun udah males ...hehehehe...... mana kerjaan kantor numpuuuk lagi...... (ah males aja itu mah)

So, admin minta maaf sama temen-temen yang udah ngasih komentar, iklan ataupun cuman blogwalking di  buku tamu... admin ga bisa respon.

perlu dimaklumi ya... he..he...admin lagi diakhir masa kuliah (sombong...nyaa). oke dech... bulan depan kita ber-Blogger ria lagi yu..uuuuuu...

pusieng..pusieng....pening..pening...................................

mohon do'a dan dukungannya ya...................
semoga lancar dan lulus.... amiin....
Baca selengkapnya >>

18 Agt 2012

Selamat Idul Fitri

Taqoballaahu Mina Wa Minkum Minal Aidzin Wal Faidizin

Baca selengkapnya >>

17 Agt 2012

DIRGAHAYU NEGERI KU

Dirgahayu Negeri Ku

Baca selengkapnya >>

16 Agt 2012

Ujian Ulang Bagi Peserta PLPG Periode/Gelombang 4, 5, 6, 7, 8 Rayon 134/UNPAS

Ujian Ulang PLPG

Sebagai informasi kepada temen-temen yang menginginkan informasi tentang ujian ulang PLPG rayon Unpas, admin menyediakan informasi ini walaupun rada telat sih... tapi ga apa apa dari pada tidak kan...he.. he...

Untuk Gelombang 1 - 3 Peserta ujian ulang mencapai 322 orang, dan dari Kecamatan Campakamulya 2 orang. Untuk periode 4 - 8, peserta ujian mencapai 107 orang, dan dari Kecamatan Campakamulya sebanyak 1 orang.

Selamat kepada para peserta yang udah lulus, maju terus pantang mundur pada peserta yang harus ngulang, jangan sedih dan bimbang itu mah cuma perjuangan yang belum selesai aja.. oke.....!!!

Nah.. di bawah ini informasi yang diambil admin dari http://sergur134.unpas.ac.id/

1. Ujian Ulang akan diselenggarakan pada tanggal 24 Agustus 2012.

2. Jenis Ujian ulang terdiri dari:

     a. Ujian ulang Esai (SUTL)                  

     b. Ujian Ulang Piliahan Ganda & Esai (SUTN & SUTL)

     c. Ujian ulang Pilihan Ganda (SUTN)    

     d. Ujian Ulang Pilihan Ganda, Esai, & Peer Teaching (SUTN, SUTL, & PRAKTIK)

3. Bagi peserta yang terpanggil untuk mengikuti ujian ulang, sebelum mengikuti ujian ulang dianjurkan untukmengingat dan Mempelajari kembali soal-soal yang dianggap sulit pada saat Uji kompetensi akhir PLPG, serta embaca dan mempelajari Modul PLPG yang sudah diperoleh pada saat PLPG.

4. Ketentuan peserta ujian ulang disampaikan melalui DIKBUD/Dinas Pendidikan Kab/Kota masing-masing.

Dalam rangka menghindari penipuan terhadap peserta Sertifikasi Guru, Rayon 134/Unpas menghimbau kepada peserta Sertifikasi Guru untuk tidak percaya kepada oknum baik yang mengaku sebagai Assessor/Instruktur, Panitia atau siapapun yang mengatasnamakan Rayon 134 yang menawarkan atau bahkan menjanjikan KELULUSAN dengan keharusan memberikan imbalan baik berupa uang atau dalam bentuk apapun. Kelulusan peserta Sertifikasi Guru tergantung kepada kemampuan, usaha dan kerja keras Bapak/Ibu.


Untuk mendapatkan peserta ujian ulang periode atau gelombang 4 - 8 silahkan klik tautan di bawah ini (yang berwarna merah):

Apabila membutuhkan juga bagi peserta periode atau gelombang 1 -3 silahkan klik tautan di bawah ini (yang berwarna biru)

Baca selengkapnya >>

14 Agt 2012

Angka Kecukupan Gizi

angka kecukupan gizi

AKG itu Angka Kecukupan Gizi, jumlah gizi yang kita butuhkan dalam sehari. Kecukupan gizi tiap orang bisa beda-beda, makanya di tabel informasi nilai gizi itu ada tulisannya di bawahnya, "persen AKG berdasarkan kebutuhan energi 2000 kkal. Kebutuhan energi anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah."

Biasanya di tabel itu disebutin gizi-gizi yang terkandung, terus banyaknya, terus persentase AKG-nya. Misalnya kebutuhan kalsium sehari itu 700mg. Kalo kalsium yang terkandung di makanan atau minuman itu cuma 21mg, berarti baru 3% AKG. Angka kecukupan gizi pria dan wanita dewasa sampai usia lanjut berkisar antara 1600-2550 kkal.

Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan (AKG) adalah tingkat konsumsi zat-zat gizi esensial yang dinlai cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi hampir semua orang sehat di suatu negara. AKG untuk Indonesia didasarkan atas patokan berat badan untuk masing-masing kelompok menurut umur, gender, dan aktivitas fisik yang ditetapkan secara berkala melalui survei penduduk. Di samping itu, AKG disusun pula untuk kondisi khusus, yaitu bagi ibu hamil dan menyusui. AKG digunakan sebagai standar untuk mencapai status gizi optimal bagi penduduk dalam hal penyediaan pangan secara nasional dan regional serta penilaian kecukupan gizi penduduk golongan masyarakat tertentu yang diperoleh dari konsumsi makanannya.

AKG berbeda dengan Angka Kebutuhan Gizi (Dietary Requirements). Angka kebutuhan gizi adalah banyaknya zat-zat gizi yang dibutuhkan seseorang (individu) untuk mencapai dan mempertahankanstatus gizi adekuat, sedangkan AKG (Angka Kecukupan Gizi) adalah kecukupan gizi untuk rata-rata penduduk.

Selain kebutuhan gizi menurut umur, gender, aktivitas fisik, dan kondisi khusus, dalam keadaan sakit, penetapan kebutuhan gizi haru memperhatikan perubahan kebutuhan karena infeksi, gangguan metabolik, penyakit kronik, dan kondisi abnormal lainnya. Dalam hal ini perlu dilakukan perhitungan kebutuhan gizi secara khusus dan penerapannya dlam bentuk modifikasi diet atau diet khusus.


Baca selengkapnya >>

13 Agt 2012

Menjadi Diri Sendiri

menjadi diri sendiri

Bermodal keberanian “Menjadi Diri Sendiri”, Oprah menjadi presenter paling populer di Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar. Copy acara “The Oprah Winfrey Show” telah diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.

Lahir di Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang pembantu rumah tangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh neneknya di lingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Luar biasanya, di usia 3 tahun Oprah telah dapat membaca Injil dengan keras.

“Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia” katanya dalam suatu wawancaranya.

Pada usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua minggu setelah dilahirkan.

Setelah kejadian itu, Oprah lari ke rumah ayahnya di Nashville. Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan disiplin tinggi. Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun tertekan berat, namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi.

Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Oprah pernah memenangkan kontes kecantikan, dan saat itulah pertama kali dia menjadi sorotan publik..

Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia menjadi wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut. Oprah memulai debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking. Dan keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian di Amerika. Sungguh luar biasa!

Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik hatinya untuk berupaya membantu sesama. Tayangan acaranya di telivisi selalu sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. Oprah sadar, bila dia bisa mengajak seluruh pemirsa telivisi, maka bersama, akan mudah mewujudkan segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.

Oprah juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi.

Dan yang terakhir, pada 2 januari 2007 lalu, Oprah menghadiri peresmian sekolah khusus anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johannesburg, Afrika selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara televisinya. Oprah menyisihkan 20 juta poundsterling ( 1 pounds kira2 Rp. 17.000,- )atau 340 milyiar rupiah dari kekayaannya. “Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak2 perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini” ujarnya berharap.

Kisah Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib. Dia berjuang keras untuk keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan nestapa menjadi manusia sukses yang punya karakter. Semangat perjuangannya pantas kita teladani!

Baca selengkapnya >>

12 Agt 2012

RPP Tematik Kelas 2 SD: Saling Menghormati | Pertemuan 1, 2 , 3 dan 4

saling menghormati

TEMA               : SALING MENGHORMATI
KELAS /SEMESTER    : 2 (dua)/1 (satu)
WAKTU       : 4  kali pertemuan @ 5 JP/hari (4 hari)


I.   KOMPETENSI DASAR
  • Mengenal pentingnya hidup saling menghormati (PKn).
  • Mengenal pentingnya hidup saling menghormati (IPS).
  • Mendengarkan: Menyebutkan kembali dengan kata-kata atau kalimat sendiri isi teks pendek (BI).
  • Berbicara: Menceritakan kegiatan sehari-hari dengan bahasa yang mudah dipahami orang lain.
  • Membaca: Menyimpulkan isi teks pendek (10-15 kalimat) yang dibaca dengan membaca lancer.
  • Menulis: Menulis kalimat sederhana yang didiktekan guru dengan menggunakan huruf tegak bersambung dan memperhatikan penggunaan huruf kapital dan tanda titik.
  • Melakukan alat ukur waktu dengan satuan jam (MAT).
  • Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan mengurutkan bilangan.
  • Mengidentifikasi ciri-ciri benda padat dan cair yang ada di lingkungan sekitar (IPA).
  • Mengekspresikan diri melalui gambar ekspresif (SE-BUD & KETRMPL).
  • Mengidentifikasi unsur musik dari berbagai sumber bunyi yang dihasilkan oleh benda bukan alat musik.
  • Menyanyikan lagu wajib dan lagu anak dengan atau tanpa iringan sederhana.


II.   INDIKATOR
§ Menyebutkan pentingnya  saling menghormati (PKn).
§ Menceritakan akibat jika tidak saling menghormati diantara sesama teman.
§ Menjelaskan tata cara saling menghormati.
§ Menyebutkan pentingnya  saling menghormati (IPS).
§ Menceritakan cara menghormati dalam keluarga.
§ Menjelaskan pentingnya saling menghormati di tempat umum.
§ Menyampaikan pesan secara lisan kepada orang lain (BI).
§ Menyampaikan pesan secara lisan kepada orang lain.
§ Menjawab pertanyaan tentang isi teks.
§ Menanyakan atau menanggapi cerita teman sekelas.
§ Membaca teks cerita dengan lafal dan intonasi yang tepat.
§ Menjawab atau mengajukan pertanyaan dari isi teks yang dibaca.
§ Menceritakan isi teks yang dibaca menggunakan kalimat atau kata-kata sendiri.
§ Menulis pengalaman dengan huruf sambung (memperhatikan ketepatan dan kecepatan).
§ Menulis kalimat sederhana yang didektekan guru dengan huruf sambung secara tepat, rapi dan mudah dibaca.
§ Menggunakan alat ukur dengan satuan jam dan menit (MAT).
§ Mengurutkan bilangan. 
§ Membaca waktu.
§ Memberi makna pada hasil pengamatan. (IPA)
§ Mengungkapkan gagasan secara lisan.
§ Menunjukkan hasil kegiatan dalam bentuk gambar atau secara lisan.
§ Menunjukkan beragam jenis benda padat dan benda cair yang ada di sekitar.
§ Bekerjasama dengan teman.
§ Memberi tanggapan secara santun.
§ Membedakan kuat dan lemahnya bunyi dengan gerakan/tepukan (SE-BUD)
§ Menunjukkan kesesuaian gerakan/tepukan dengan rangkaian bunyi yang diperdengarkan.
§ Menyanyikan lagu sesuai dengan tanda dinamik.
§ Menyanyikan lagu wajib dengan iringan alat musik ritmis.
§ Menggambar dan mewarnai objek menarik.


III.   LANGKAH PEMBELAJARAN
1.   Kegiatan Awal/Pendahuluan
§ Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.
§ Mengajak siswa menyanyikan lagu “Nasihat” sambil menggerakkan anggota badan sesuai dengan syair lagu (Orkes, Budaya-Keterampilan).
§ Bertanya jawab tentang ”Nasihat”
§ Menginformasikan tema yang  akan dipelajari bersama (Saling Menghormati).




2.   Kegiatan Inti 
  1. Semua siswa diminta mengamati gambar di hal 73 dan bertanya jawab tentang makna gambar (diskusi kelas dipimpin oleh guru). 
  2. Dilanjutkan bertanya jawab tentang sikap saling menghormati di keluarga, masing-masing siswa dan juga di sekolah masing-masing, di kelasnya dan lingkungan sekitar. (BI, PKn, IPA, IPS, Mat).
  3. Semua siswa diminta mengamati gambar di hal 74 dan 75 tentang topik “Saling Menghormati di Keluarga”. Siswa secara bergantian ditugaskan membaca dengan suara nyaring dan intonasi yang benar, yang lain menyimak teks yang sedang dibaca.
  4. Siswa dikelompokkan dengan anggota 2 anak, dan ditugaskan untuk berdiskusi, bagaimana kehidupan mereka di keluarga. Apakah seperti yang ada dalam bacaan, (masing-masing siswa menceritakan pengalaman di rumahnya sendiri bergantian) (BI, PKn, IPA, IPS, Mat).
  5. Diskusi dilanjutkan dengan membahas mengapa kita harus saling menghormati antar sesama anggota keluarga (siswa menemukan sendiri dikaitkan dengan kehidupan siswa di keluarganya) (BI, PKn, IPA, IPS, Mat) Bagian “Cakrawala” semua siswa diberi penjelasan apa yang dimaksud dengan menghormati dan bagaimana caranya melakukannya. (Dilanjutkan dengan peragaan bagaimana menghormati orang yang lebih tua) (BI, PKn, IPA, IPS,Mat).
  6. Bagian “Ajang Pendapat” semua siswa diminta mengamati gambar di hal 77 tentang sikap dan perilaku menghormati.
  7. Siswa dikelompokkan dengan teknik mencari pasangan (Cooperative Learning). Dan ditugaskan mendiskusikan gambar-gambar tersebut. Dan apa yang terjadi jika tidak saling menghormati antar sesama (BI, PKn, IPA, IPS,Mat).
  8. Semua siswa diminta mengamati gambar di hal 78 tentang topik Saling Menghormati di sekolah. Menugaskan siswa membaca teks/bacaan secara bergantian.
  9. Bertanya jawab isi teks secara klasikal dan dikaitkan dengan suasana di kelasnya sendiri. Apakah kalau ada siswa yang tidak masuk akan melakukan hal yang sama dengan cerita dalam teks tersebut. Semua siswa ditugaskan untuk membuat karangan pendek tentang sikap jika tidak masuk sekolah (BI, PKn, IPA, IPS,Mat).
  10. Terakhir semua siswa diminta menyimak bagian ”Berbudi Pekerti” (halaman 92) dan diharapkan semua siswa menerapkan perilaku-perilaku positif yang ada dalam petunjuk berbudi pekerti tersebut.


3.    Kegiatan Akhir/Penutup
  • Bersama-sama siswa menyimpulkan hasil belajar sesuai dengan hasil klarifikasi.
  • Bertanya jawab untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajari selama pembelajaran (evaluasi hasil belajar).
  • Mengajak semua siswa berdoa untuk mengakhiri pelajaran.



IV.   ALAT DAN SUMBER BELAJAR
  • Gambar-gambar tentang sikap saling menghormati di keluarga, di sekolah dan di masyarakat.
  • Lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  • Buku teks siswa (Bahasa Indonesia, PKn, IPA, Matematika, Orkes, Budaya-Keterampilan, IPS dan Agama).
  • Kurikulum mata pelajaran (Bahasa Indonesia, PKn, IPA, Matematika, Orkes, Se-Bud-Keterampilan, IPS dan Agama).



V.   PENILAIAN
§ Penilaian Lisan (dalam proses).
§ Penilaian Tingkah laku (Pengamatan).
§ Penilaian Produk.
§ Penilaian Portofolio.
§ Penilaian Tertulis Obyektif.
§ Penilaian Tertulis Subyektif.
§ Penilaian Unjuk Kerja (dalam proses).
§ Penilaian Buku Kerja Tematik 



Mengetahui,


Kepala Sekolah Guru Kelas 2


Baca selengkapnya >>