27 Mei 2013

PEMBINAAN GURU PAUD SE KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2013

Bunda PAUD sedang
Melaksanakan Pembinaan

Sabtu, 25 Mei 2013, Pusbin POPLS Wilayah IV Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur pada hari tersebut kedatangan sekitar 300 orang Guru PAUD se Kabupaten Cianjur. Acara yang dihadiri oleh Bunda PAUD Kabupaten Cianjur, Ny. Hj. Yana Rosdiana Mochtar Sholeh bertujuan untuk mensinergikan kegiatan PAUD yang ada di Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini bertajuk Pembinaan Guru PAUD Se Kabupaten Cianjur Tahun 2013.

Pada Pembinaan ini, Bunda PAUD memberikan pembinaan yang sangat mendalam, selain itu Bunda juga memberikan Bantuan Insentif untuk seluruh Guru PAUD dan Pemberian Bea Siswa bagi Guru PAUD yang sedang mengikuti perkuliahan di Jurusan PAUD.

Pembinaan ini dimulai pada Pukul 08.00 sampai dengan Pukul 12.30 dan bertempat di Gedung PGRI Kecamatan Sukanagara.

Selain Itu, Bunda PAUD juga membuka Jambore PAUD Kecamatan Sukanagara, yang didukung oleh Pemerintah Kecamatan Sukanagara dan Yayasan Ibu. Acara ini dilaksanakan satu hari dan bertempat di Lapangan Kecamatan Sukanagara.

Baca selengkapnya >>

7 Mei 2013

Curug Tonjong: Jalan Menuju Sekolah Ku


Curug Tonjong:
Jalan Menuju Sekolah Ku
Desa Sukasirna merupakan sebuah desa di Kecamatan Campakamulya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung Barat. Sebuah desa yang masih asri jauh dari keramaian kota, meskipun hanya dari kota kecamatan. Jarak antara desa dan kota kecamatan kurang lebih 10 km. Dikelilingi oleh bukit-bukit terjal sehingga mempengaruhi pada mata pencaharian penduduknya, yaitu sebagai petani. Di desa ini hanya terdapat 3 (tiga) Sekolah Dasar Negeri, 1 (satu) Madrasah Ibtidaiyyah dan 2 (dua) Kelompok Belajar Kesetaraan Paket B.

Kondisi Geografis ini lah yang menyebabkan terdapat banyak air terjun-air terjun yang apabila ditata dan diolah akan menjadi aset pariwisata di Kecamatan Campakamulya. Salah satu air terjun yang biasa banyak dikunjungi oleh masyarakat sekitar adalah Curug Tonjong, yang berada di Kp. Jamilega RT. 04 RW 01 yang berbatasan langsung dengan Kp. Cilondok Desa Cilangari Kabupaten Bandung Barat. 

Keberadaan Curug Tonjong ini belum mendapat perhatian maksimal dari Pemerintah Setempat, baik dari Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten.  Aliran air curug ini berasal dari sungai kecil (solokan) Tonjong yang berhulu di Bukit Harendong Papak. Sebuah bukit yang merupakan Rencana Utama (grand design) dari Pemerintah Hindia Belanda dulu sebagai wilayah datar untuk perumahan ketika Bendungan Cibanggala dibangun.

Curug Tonjong ini bermuara di aliran Sungai Cisokan (daerah hulu), yang merupakan batas alam antara Desa Sukasirna dan Desa Cilangari, sekaligus Batas Alam Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat. Curug Tonjong ini berada di bawah SDN Sirnarasa Kecamatan Campakamulya, sehingga sebagian siswanya berasal dari seberang Timur Sungai Cisokan, yaitu Desa Cilangari Kabupaten Bandung Barat. Jalur jalan ini hanya bisa dilalui dengan jalan kaki dari Pasar Cilangari ataupun dari SDN Sirnarasa.

Apabila dikelola dengan baik curug ini merupakan aset pariwisata yang sangat potensial, di samping keberadaannya yang sangat indah, juga aliran Sungai Cisokannya dapat dijadikan tujuan wisata Arung riam maupun arung jeram.

Suasana alami Curug Tonjong dapat dilihat ditayangan berikut ini:

atau kawan-kawan dapat mengunduhnya dengan klik tautan ini

Baca selengkapnya >>

5 Mei 2013

Pakaian Seragam Pramuka yang baru

Seragam Pramuka baru
Walaupun telat pisan namun apa salahnya apabila kita mengenal kembali atau refreslah yang udah tahu mah, tentang Baju Seragam Pramuka yang baru menurut Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor 174 Tahun 2012. Di bawah ini dijelaskan sedikit mengenai seragam Pramuka.

1. Pengertian
  1. Pakaian Seragam Anggota Gerakan Pramuka selanjutnya disebut Pakaian Seragam Pramuka adalah pakaian yang dikenakan oleh semua anggota Gerakan Pramuka yang bentuk, warna, dan tata cara pemakaiannya ditentukan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
  2. Warna Pakaian Seragam Pramuka adalah coklat muda dan  coklat tua. Warna tersebut dipilih dari salah satu warna yang banyak dipakai oleh para pejuang kita di masa perang kemerdekaan (1945-1949).
  3. Pakaian Seragam Harian, adalah pakaian yang dikenakan anggota Gerakan Pramuka pada waktu melakukan kegiatan kepramukaan harian. Pakaian seragam harian juga digunakan pada waktu mengikuti upacara.
  4. Pakaian Seragam Kegiatan adalah pakaian yang dikenakan oleh semua anggota Gerakan Pramuka pada saat mengikuti kegiatan lapangan, agar lebih mudah melakukan aktivitas yang diperlukan.
  5. Pakaian Seragam Upacara adalah pakaian yang dikenakan oleh anggota dewasa Gerakan Pramuka yang pemakaiannya secara khusus untuk upacara memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan RI, Hari Pramuka, Pelantikan Pengurus Kwartir/Mabi, upacara pembukaan dan penutupan kegiatan nasional, kegiatan-kegiatan tertentu yang ditetapkan oleh kwartir, menghadiri upacara dimana TNI menggunakan seragam PDU 4 dan acara resmi kepramukaan di luar negeri.
  6. Pakaian Seragam Khusus adalah pakaian yang dikenakan secara khusus, karena adanya pertimbangan tertentu.
2. Fungsi
Pakaian Seragam Pramuka berfungsi sebagai sarana pendidikan dan identitas bagi anggotanya guna meningkatkan citra Gerakan Pramuka.

3. Tujuan
Pakaian Seragam Pramuka bertujuan agar para anggota Gerakan Pramuka yang mengenakannya berakhlak sesuai Satya dan Darma Pramuka, memiliki jiwa korsa, dan berdisiplin.

4. Sasaran
a. Terwujudnya pemakaian Pakaian Seragam Pramuka secara benar.
b. Terciptanya ketertiban dan keindahan.
c. Terciptanya rasa bangga menjadi anggota Gerakan Pramuka.

temen-temen dapat mengunduh SK nya secara full version dengan mengklik tautan ini 
semoga hal ini dapat bermanfaat......
Baca selengkapnya >>

2 Mei 2013

Jusuf Kalla : Makmurkan Masjid dengan Program-program PAUD

Jusuf Kalla : Makmurkan Masjid
dengan Program-program PAUD

BOGOR. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal merangkul Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyelenggarakan peluncuran Program Pemberdayaan Masyarakat. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Masjid Al Amaliyah, Ciawi Bogor, Sabtu 27/4/2013.

Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla (JK), meluncurkan empat program DMI yaitu; Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Masjid, Pos Kesehatan Masyarakat (POSKESMAS) di Masjid, Kantor Kas Bank Syariah di Masjid serta Penataan Pengeras Suara dan Akustik di Masjid.

Dalam tausiyahnya, JK mengatakan, fungsi masjid pada zaman Nabi Muhammad SAW, sangat luas. Selain sebagai rumah ibadah, juga berfungsi untuk tempat musyawarah, pusat pemerintahan, pengadilan, dan tempat mengatur strategi perang.

Kalla menyebutkan, Jumlah masjid di Indonesia merupakan yang terbanyak di dunia, dengan jumlah sebanyak 290.000 bangunan. Sedangkan untuk mushalla atau surau sebanyak 550.000 bangunan. Jusuf Kalla berharap masjid bisa melayani sekitar 800 orang di lingkungan sekitar.

“Karena itulah masjid harus dimaksimalkan,” Kata JK. “Dahulu, anak-anak dilarang bermain di masjid. Saat ini, DMI  ingin mendekatkan anak – anak ke masjid, DMI akan menjadikan masjid sebagai pusat Pendidikan terutama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” kata mantan wapres RI tersebut.

Lima tahun kedepan PAUD akan dikembangkan hingga menjangkau sepuluh ribu masjid di seluruh Indonesia. Sehingga masjid akan terus berfungsi mulai waktu Subuh hingga Dhuhur dan seterusnya. Dengan begitu, masjid akan menjadi ramai dan makmur.

Bila sejak usia dini anak anak didekatkan ke masjid. Maka mereka akan mencintai masjid dan memiliki karakter Islami. “Dari masjid lah, anak-anak itu dibentuk akhlak dan budi pekertinya sehingga menjadi anak yang berilmu pengetahuan, budi pekerti yang baik dan berkeimanan,” tambahnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dirjen PAUDNI Kemdikbud, Direktur Pelayanan PT. ASKES , Asisten III bidang Kesra Pemda Kabupaten Bogor, Asisten III bidang Kesra Pemda Provinsi Jawa Barat, MUI Jawa Barat, dan juga sekitar 5.000 jamaah DMI. (Teguh Susanto/HK).

Baca selengkapnya >>

29 Apr 2013

Gerakan Pramuka Berperan Penting

Gerakan Pramuka Berperan Penting

JAKARTA. Gerakan Pramuka berperan penting dalam pendidikan karakter secara sistematik, dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Dirjen PAUDNI Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, saat mewakili Mendikbud M. Nuh pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pramuka Aula HM. Sarbini, Cibubur, Jakarta, Kamis (18/4).

Pramuka dapat membangkitkan dan menguatkan kesadaran serta keyakinan semua orang Indonesia. “Tidak akan ada masa depan yang lebih baik tanpa membangun dan menguatkan karakter bangsa Indonesia,” katanya.

Masa depan itu, tambah Dirjen, tidak akan terwujud tanpa kejujuran, disiplin diri, kegigihan, semangat belajar yang tinggi, tanggung jawab, persatuan di tengah kebhinekaan, semangat berkonstribusi bagi kemajuan bersama, rasa percaya diri, dan optimisme.

Untuk itu, tambah Guru Besar Universitas Indonesia ini, pendidikan formal yang diselenggarakan di sekolah tidaklah cukup, tapi juga harus dilengkapi pendidikan nonformal dan informal.

Ini karena pendidikan bukan hanya mengejar menjadikan kaum muda mencapai tingkat intelektual yang diukur dengan intellectual quotient (IQ) saja.

“Tapi harus dilengkapi juga dengan emotional quotient (EQ) dan spiritual quotient (SQ), bahkan sekarang perlu ditambah dengan social quotient (SQ) sehingga dapat memperkuat modal sosial bangsa kita,” tambah Dirjen.

Pendidikan Nonformal

Pramuka, kata Reni Akbar-Hawadi–sapaan akrab Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi–merupakan pendidikan nonformal sebagaimana yang ditegaskan dalam pasal 26 UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 dan diperkuat pada pasal 11 UU RI No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.

Gerakan Pramuka dapat menjadi jawaban dan solusi masalah kaum muda dan menjadi pilihan kaum muda.  Pendidikan kepramukaan harus dapat menjawab tuntutan kualitas sumber daya manusia mendatang yang membutuhkan good character dalam mengelola bangsa Indonesia.

Jadi, katanya, kepramukaan buat anak-anak penting dimasukkan ke dalam ekstrakulikuler wajib dan ini supaya mereka dapat meninternalisasikan nilai kepramukaan yang ada di dalam kode kehormatan pramuka, Satya dan Darma Pramuka pada kehidupan sehari-hari.

“Supaya mereka jadi mengetahui bagaimana berakhlak lebih baik, pendidikan karakter adalah salah satu kendaraan untuk  meningkatkan kesadaran murid baik di luar maupun di dalam di sekolah,” ungkap Dirjen yang juga meyakini bahwa hal ini akan mendapat dukungan dari orangtua. (Sugito/HK)

Baca selengkapnya >>