27 Mei 2013

PEMBINAAN GURU PAUD SE KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2013

Bunda PAUD sedang
Melaksanakan Pembinaan

Sabtu, 25 Mei 2013, Pusbin POPLS Wilayah IV Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur pada hari tersebut kedatangan sekitar 300 orang Guru PAUD se Kabupaten Cianjur. Acara yang dihadiri oleh Bunda PAUD Kabupaten Cianjur, Ny. Hj. Yana Rosdiana Mochtar Sholeh bertujuan untuk mensinergikan kegiatan PAUD yang ada di Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini bertajuk Pembinaan Guru PAUD Se Kabupaten Cianjur Tahun 2013.

Pada Pembinaan ini, Bunda PAUD memberikan pembinaan yang sangat mendalam, selain itu Bunda juga memberikan Bantuan Insentif untuk seluruh Guru PAUD dan Pemberian Bea Siswa bagi Guru PAUD yang sedang mengikuti perkuliahan di Jurusan PAUD.

Pembinaan ini dimulai pada Pukul 08.00 sampai dengan Pukul 12.30 dan bertempat di Gedung PGRI Kecamatan Sukanagara.

Selain Itu, Bunda PAUD juga membuka Jambore PAUD Kecamatan Sukanagara, yang didukung oleh Pemerintah Kecamatan Sukanagara dan Yayasan Ibu. Acara ini dilaksanakan satu hari dan bertempat di Lapangan Kecamatan Sukanagara.

Baca selengkapnya >>

7 Mei 2013

Curug Tonjong: Jalan Menuju Sekolah Ku


Curug Tonjong:
Jalan Menuju Sekolah Ku
Desa Sukasirna merupakan sebuah desa di Kecamatan Campakamulya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung Barat. Sebuah desa yang masih asri jauh dari keramaian kota, meskipun hanya dari kota kecamatan. Jarak antara desa dan kota kecamatan kurang lebih 10 km. Dikelilingi oleh bukit-bukit terjal sehingga mempengaruhi pada mata pencaharian penduduknya, yaitu sebagai petani. Di desa ini hanya terdapat 3 (tiga) Sekolah Dasar Negeri, 1 (satu) Madrasah Ibtidaiyyah dan 2 (dua) Kelompok Belajar Kesetaraan Paket B.

Kondisi Geografis ini lah yang menyebabkan terdapat banyak air terjun-air terjun yang apabila ditata dan diolah akan menjadi aset pariwisata di Kecamatan Campakamulya. Salah satu air terjun yang biasa banyak dikunjungi oleh masyarakat sekitar adalah Curug Tonjong, yang berada di Kp. Jamilega RT. 04 RW 01 yang berbatasan langsung dengan Kp. Cilondok Desa Cilangari Kabupaten Bandung Barat. 

Keberadaan Curug Tonjong ini belum mendapat perhatian maksimal dari Pemerintah Setempat, baik dari Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten.  Aliran air curug ini berasal dari sungai kecil (solokan) Tonjong yang berhulu di Bukit Harendong Papak. Sebuah bukit yang merupakan Rencana Utama (grand design) dari Pemerintah Hindia Belanda dulu sebagai wilayah datar untuk perumahan ketika Bendungan Cibanggala dibangun.

Curug Tonjong ini bermuara di aliran Sungai Cisokan (daerah hulu), yang merupakan batas alam antara Desa Sukasirna dan Desa Cilangari, sekaligus Batas Alam Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat. Curug Tonjong ini berada di bawah SDN Sirnarasa Kecamatan Campakamulya, sehingga sebagian siswanya berasal dari seberang Timur Sungai Cisokan, yaitu Desa Cilangari Kabupaten Bandung Barat. Jalur jalan ini hanya bisa dilalui dengan jalan kaki dari Pasar Cilangari ataupun dari SDN Sirnarasa.

Apabila dikelola dengan baik curug ini merupakan aset pariwisata yang sangat potensial, di samping keberadaannya yang sangat indah, juga aliran Sungai Cisokannya dapat dijadikan tujuan wisata Arung riam maupun arung jeram.

Suasana alami Curug Tonjong dapat dilihat ditayangan berikut ini:

atau kawan-kawan dapat mengunduhnya dengan klik tautan ini

Baca selengkapnya >>

5 Mei 2013

Pakaian Seragam Pramuka yang baru

Seragam Pramuka baru
Walaupun telat pisan namun apa salahnya apabila kita mengenal kembali atau refreslah yang udah tahu mah, tentang Baju Seragam Pramuka yang baru menurut Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor 174 Tahun 2012. Di bawah ini dijelaskan sedikit mengenai seragam Pramuka.

1. Pengertian
  1. Pakaian Seragam Anggota Gerakan Pramuka selanjutnya disebut Pakaian Seragam Pramuka adalah pakaian yang dikenakan oleh semua anggota Gerakan Pramuka yang bentuk, warna, dan tata cara pemakaiannya ditentukan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
  2. Warna Pakaian Seragam Pramuka adalah coklat muda dan  coklat tua. Warna tersebut dipilih dari salah satu warna yang banyak dipakai oleh para pejuang kita di masa perang kemerdekaan (1945-1949).
  3. Pakaian Seragam Harian, adalah pakaian yang dikenakan anggota Gerakan Pramuka pada waktu melakukan kegiatan kepramukaan harian. Pakaian seragam harian juga digunakan pada waktu mengikuti upacara.
  4. Pakaian Seragam Kegiatan adalah pakaian yang dikenakan oleh semua anggota Gerakan Pramuka pada saat mengikuti kegiatan lapangan, agar lebih mudah melakukan aktivitas yang diperlukan.
  5. Pakaian Seragam Upacara adalah pakaian yang dikenakan oleh anggota dewasa Gerakan Pramuka yang pemakaiannya secara khusus untuk upacara memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan RI, Hari Pramuka, Pelantikan Pengurus Kwartir/Mabi, upacara pembukaan dan penutupan kegiatan nasional, kegiatan-kegiatan tertentu yang ditetapkan oleh kwartir, menghadiri upacara dimana TNI menggunakan seragam PDU 4 dan acara resmi kepramukaan di luar negeri.
  6. Pakaian Seragam Khusus adalah pakaian yang dikenakan secara khusus, karena adanya pertimbangan tertentu.
2. Fungsi
Pakaian Seragam Pramuka berfungsi sebagai sarana pendidikan dan identitas bagi anggotanya guna meningkatkan citra Gerakan Pramuka.

3. Tujuan
Pakaian Seragam Pramuka bertujuan agar para anggota Gerakan Pramuka yang mengenakannya berakhlak sesuai Satya dan Darma Pramuka, memiliki jiwa korsa, dan berdisiplin.

4. Sasaran
a. Terwujudnya pemakaian Pakaian Seragam Pramuka secara benar.
b. Terciptanya ketertiban dan keindahan.
c. Terciptanya rasa bangga menjadi anggota Gerakan Pramuka.

temen-temen dapat mengunduh SK nya secara full version dengan mengklik tautan ini 
semoga hal ini dapat bermanfaat......
Baca selengkapnya >>

2 Mei 2013

Jusuf Kalla : Makmurkan Masjid dengan Program-program PAUD

Jusuf Kalla : Makmurkan Masjid
dengan Program-program PAUD

BOGOR. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal merangkul Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyelenggarakan peluncuran Program Pemberdayaan Masyarakat. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Masjid Al Amaliyah, Ciawi Bogor, Sabtu 27/4/2013.

Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla (JK), meluncurkan empat program DMI yaitu; Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Masjid, Pos Kesehatan Masyarakat (POSKESMAS) di Masjid, Kantor Kas Bank Syariah di Masjid serta Penataan Pengeras Suara dan Akustik di Masjid.

Dalam tausiyahnya, JK mengatakan, fungsi masjid pada zaman Nabi Muhammad SAW, sangat luas. Selain sebagai rumah ibadah, juga berfungsi untuk tempat musyawarah, pusat pemerintahan, pengadilan, dan tempat mengatur strategi perang.

Kalla menyebutkan, Jumlah masjid di Indonesia merupakan yang terbanyak di dunia, dengan jumlah sebanyak 290.000 bangunan. Sedangkan untuk mushalla atau surau sebanyak 550.000 bangunan. Jusuf Kalla berharap masjid bisa melayani sekitar 800 orang di lingkungan sekitar.

“Karena itulah masjid harus dimaksimalkan,” Kata JK. “Dahulu, anak-anak dilarang bermain di masjid. Saat ini, DMI  ingin mendekatkan anak – anak ke masjid, DMI akan menjadikan masjid sebagai pusat Pendidikan terutama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” kata mantan wapres RI tersebut.

Lima tahun kedepan PAUD akan dikembangkan hingga menjangkau sepuluh ribu masjid di seluruh Indonesia. Sehingga masjid akan terus berfungsi mulai waktu Subuh hingga Dhuhur dan seterusnya. Dengan begitu, masjid akan menjadi ramai dan makmur.

Bila sejak usia dini anak anak didekatkan ke masjid. Maka mereka akan mencintai masjid dan memiliki karakter Islami. “Dari masjid lah, anak-anak itu dibentuk akhlak dan budi pekertinya sehingga menjadi anak yang berilmu pengetahuan, budi pekerti yang baik dan berkeimanan,” tambahnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dirjen PAUDNI Kemdikbud, Direktur Pelayanan PT. ASKES , Asisten III bidang Kesra Pemda Kabupaten Bogor, Asisten III bidang Kesra Pemda Provinsi Jawa Barat, MUI Jawa Barat, dan juga sekitar 5.000 jamaah DMI. (Teguh Susanto/HK).

Baca selengkapnya >>

29 Apr 2013

Gerakan Pramuka Berperan Penting

Gerakan Pramuka Berperan Penting

JAKARTA. Gerakan Pramuka berperan penting dalam pendidikan karakter secara sistematik, dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Dirjen PAUDNI Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, saat mewakili Mendikbud M. Nuh pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pramuka Aula HM. Sarbini, Cibubur, Jakarta, Kamis (18/4).

Pramuka dapat membangkitkan dan menguatkan kesadaran serta keyakinan semua orang Indonesia. “Tidak akan ada masa depan yang lebih baik tanpa membangun dan menguatkan karakter bangsa Indonesia,” katanya.

Masa depan itu, tambah Dirjen, tidak akan terwujud tanpa kejujuran, disiplin diri, kegigihan, semangat belajar yang tinggi, tanggung jawab, persatuan di tengah kebhinekaan, semangat berkonstribusi bagi kemajuan bersama, rasa percaya diri, dan optimisme.

Untuk itu, tambah Guru Besar Universitas Indonesia ini, pendidikan formal yang diselenggarakan di sekolah tidaklah cukup, tapi juga harus dilengkapi pendidikan nonformal dan informal.

Ini karena pendidikan bukan hanya mengejar menjadikan kaum muda mencapai tingkat intelektual yang diukur dengan intellectual quotient (IQ) saja.

“Tapi harus dilengkapi juga dengan emotional quotient (EQ) dan spiritual quotient (SQ), bahkan sekarang perlu ditambah dengan social quotient (SQ) sehingga dapat memperkuat modal sosial bangsa kita,” tambah Dirjen.

Pendidikan Nonformal

Pramuka, kata Reni Akbar-Hawadi–sapaan akrab Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi–merupakan pendidikan nonformal sebagaimana yang ditegaskan dalam pasal 26 UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 dan diperkuat pada pasal 11 UU RI No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.

Gerakan Pramuka dapat menjadi jawaban dan solusi masalah kaum muda dan menjadi pilihan kaum muda.  Pendidikan kepramukaan harus dapat menjawab tuntutan kualitas sumber daya manusia mendatang yang membutuhkan good character dalam mengelola bangsa Indonesia.

Jadi, katanya, kepramukaan buat anak-anak penting dimasukkan ke dalam ekstrakulikuler wajib dan ini supaya mereka dapat meninternalisasikan nilai kepramukaan yang ada di dalam kode kehormatan pramuka, Satya dan Darma Pramuka pada kehidupan sehari-hari.

“Supaya mereka jadi mengetahui bagaimana berakhlak lebih baik, pendidikan karakter adalah salah satu kendaraan untuk  meningkatkan kesadaran murid baik di luar maupun di dalam di sekolah,” ungkap Dirjen yang juga meyakini bahwa hal ini akan mendapat dukungan dari orangtua. (Sugito/HK)

Baca selengkapnya >>

19 Apr 2013

Tahun 2020, Semua Guru TK Ditargetkan Berpendidikan S1

Tahun 2020, Semua Guru TK Ditargetkan Berpendidikan S1

“Saat ini, guru paud formal atau TK berjumlah 267.576 orang. Akan tetapi yang baru berpendidikan sarjana baru 54.888 orang. Jadi masih ada 212.688 guru yang belum sarjana,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog saat menghadiri pertemuan penyusunan rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2014 dengan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) di Jakarta, Kamis (11/4).

Dirjen menyatakan, kondisi ini menjadi salah satu tantangan bagi perkembangan PAUD saat ini. Apalagi, sebagai bagian dari warga Asia Pasifik, Indonesia memiliki target bersama untuk menjadikan seluruh guru TK berpendidikan sarjana pada tahun 2020. Peningkatan kualitas guru ini niscaya akan meningkatkan pula kualitas PAUD.

Selain itu, tantangan lain yang dihadapi oleh Ditjen PAUDNI adalah masih ada 30.124 desa yang belum memiliki PAUD. Hal ini menghambat peningkatan angka partisipasi kasar (APK) PAUD yang saat ini masih berkisar 34 persen pada usia 0-6 tahun, dan 63,60 persen pada usia 3-6 tahun.  Artinya, Ditjen PAUDNI masih harus mengejar target APK PAUD sebesar 75 persen pada tahun 2015.

Untuk itu, Dirjen yang juga akrab dipanggil Reni Akbar-Hawadi ini berharap, pemerintah daerah dapat  turut serta memberikan kepedulian yang besar terhadap PAUD. Sampai saat ini ia menilai, masih banyak daerah yang belum menyediakan anggaran yang cukup untuk membangun PAUD di daerahnya.

Harapan ini terkait dengan minimnya anggaran PAUD dari APBN, dibandingkan dengan kebutuhan. Untuk mencapai target PAUD, dibutuhkan dana sebesar Rp17 triliun. Akan tetapi, tahun ini anggaran Ditjen PAUDNI hanya sejumlah Rp2,4 triliun. Tentunya, anggaran itu tidak hanya diperuntukkan bagi PAUD, tapi masih harus dibagi untuk pendidikan nonformal dan informal.

Oleh karena itulah Dirjen PAUDNI tak henti-hentinya menyuarakan penerbitan peraturan daerah (perda) PAUD kepada pemerintah daerah. Dengan itu, maka akan terjadi sinergi antara APBN dengan APBD.

“Kami telah bersurat kepada walikota dan gubenur untuk membuat perda PAUD. Perda ini penting, karena banyak yang beranggapan Paud bukanlah prioritas, sehingga anggaran untuk PAUD di banyak daerah masih sedikit sekali,” kata Guru Besar Universitas Indonesia ini.

Selain itu, Dirjen juga meminta kepada Bappenas untuk mendorong pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan PAUD pada kegiatan musrengbangnas yang akan dilaksanakan 30 April mendatang

PAUDNI menanggulangi kemiskinan

Sementara itu, pada acara yang sama, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan Bappenas Dra. Nina Sardjunani, MA menyatakan bahwa pada rapat kabinet terakhir Presiden mempertanyakan mengenai keberhasilan pendidikan dalam menanggulangi kemiskinan.

Menurut Nina, PAUDNI adalah jenis pendidikan yang langsung menjawab penanggulangan kemiskinan. Oleh karena itu PAUDNI harus mendapatkan perhatian yang serius.

“Dalam Ditjen PAUDNI, terdapat pendidikan keaksaraan dan kursus. Itu merupakan pendidikan yang direct terkait dengan penanggulangan kemiskinan. PAUD juga pada ujung-ujungnya akan berdampak pada pengurangan kemiskinan,” kata Nina.

Pendidikan keaksaraan merupakan program untuk mengentaskan buta aksara.Penurunan buta aksara sangat penting karena aksara bukan sekedar rangkaian huruf atau abjad saja, tapi juga merupakan sarana yang menghantarkan cakrawala pengetahuan serta peradaban suatu bangsa.

Sementara pada bidang kursus dan pelatihan, Ditjen PAUDNI tetap memfokuskan pada pendidikan kecakapan hidup. Program ini merupakan upaya nyata untuk melatih masyarakat agar menguasai bidang-bidang keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja untuk berwirausaha. Warga miskin dan putus sekolah merupakan sasaran utama pada program ini. Oleh karena itulah, PKH merupakan salah satu aspek yang sangat strategis dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan pengangguran. (Dina Julita/HK)

sumber: http://www.paudni.kemdikbud.go.id/tahun-2020-semua-guru-tk-ditargetkan-berpendidikan-s1/
Baca selengkapnya >>

18 Feb 2013

Pembukaan O2SN dan Apresiasi Seni SD Kecamatan Campakamulya Tahun 2013

O2SN dan Apresiasi Seni
Di awali dengan defile yang dilaksanakan oleh seluruh sekolah dasar yang berada di Kecamatan Campakamulya sebanyak 18 SD, ditambah oleh kontingen undangan berupa drumband dari SMPN 1 Campakamulya, MTs Martaussyibyan dan MTs Muslimin rangkaian kegiatan Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) dan Apresiasi Seni Sekolah Dasar Tingkat Kecamatan Campakamulya dimulai.

Dengan antusias para peserta melaksanakan defile yang diawali dari daerah Bojongsari Desa Campakamulya ((kurang lebih 5 km) dan berakhir di lapangan campakamulya. setelah itu dilaksanakan Upacara pembukaan dengan inspektur upacara perwakilan Muspika, yaitu Subakat (dan kaposmil campakamulya). Upacara pembukaan tersebut juga dihadiri oleh Sekcam Campakamulya, Kasubsektor, Kepala Puskesmas dan Tokoh Pendidikan Kecamatan Campakamulya.

Pada Kesempatan ini juga diumumkan hasil dari Lomba tata upacara bendera dan wawasan wiyata mandala sekolah dasar tingkat Kecamatan Campakamulya Tahun 2013.

Selamat bertanding para peserta.... maju terus pantang mundur
Baca selengkapnya >>

14 Feb 2013

Mengenal Boneka Horta


boneka horta
Boneka Rumput ”HORTA” merupakan suatu media tanam yang dikemas dalam bentuk boneka dengan bagian kepala dapat ditumbuhi rumput. Mainan ini merupakan jenis mainan baru di Indonesia. Boneka ini sangat cocok digunakan sebagai latihan untuk anak-anak merawat tanaman.

Permainan ini dimulai ketika anak merendam kepala boneka di air kemudian mengamati pertumbuhan rumput dibagian kepala boneka setiap hari. Pada saat rumput telah memenuhi kepala boneka, anak dapat berkreasi dengan memangkas rumput menjadi bentuk yang diinginkan.

Boneka Horta terbuat dari serbuk kayu yang dibentuk berbagai macam (seperti kepala orang, panda, kura-kura, sapi, babi, kodok, kucing, gajah, kuda, macan) dan benih rumput di atasnya yang jika disiram dapat tumbuh rambut berupa rumput dikepalanya. Disajikan dalam kemasan yang belum ditumbuhi rumput.

Boneka Horta sangat diminati banyak kalangan di seluruh Indonesia. Terbukti distributornya sudah di seluruh Indonesia bahkan beberapa di luar negeri. Liputan televisi dan media cetak sudah banyak dimuat mengenai Boneka rumput Horta.

Boneka HORTA cocok untuk segala kalangan umur sebagai :
kado/hadiah pesta, ulang tahun, valentine
souvenir kegiatan kantor (bisa dipasang logo perusahaan)
souvenir pernikahan, tersedia tipe panda dan kura-kura kecil
hiasan untuk memperindah kantor/rumah
hobby merawat atau koleksi tanaman
alat pembelajaran pada anak ( Melatih kedisiplinan, rasa cinta lingkungan, kasih sayang).
Boneka Horta UNIK : Boneka Horta termasuk produk ide baru yang sangat menarik. Memilikinya akan membuat perasaan puas dan menyenangkan.
Boneka Horta KREATIF : Boneka Horta mengajak pemiliknya merawat rambutnya secara bebas sesuai imajinasi dan mengasah kreatifitas. Sehingga aktivitas merawatnya menumbuhkan pola pikir kreatif dan imajinatif.
Boneka Horta EDUKATIF : Boneka Horta memberi wawasan ilmu lingkungan dimana anak bisa belajar cara menumbuhkan tanaman, belajar proses pertumbuhan tanaman, belajar tentang fotosintesis, belajar tentang etiolasi, belajar tentang hidroponik, dan juga menumbuhkan kecintaan pada lingkungan.
Boneka rumput horta cocok dijual di :
Mall atau Pusat Perbelanjaan
Pasar Kaget
Pameran atau Expo
Sekolah atau Kampus

Tempat Wisata
Taman Bermain


Pemesanan via sms ke 081519218214.
sumber: http://www.bonekahorta.biz/2009/03/mau-tahu-apa-itu-boneka-horta.html

Baca selengkapnya >>

6 Feb 2013

Anggaran Bantuan Rp48,01 Miliar untuk Daerah Terpadat Buta Aksara

Anggaran Bantuan Rp48,01 Miliar
untuk Daerah Terpadat Buta Aksara

JAKARTA. Sebagai tanda keberlanjutan “perjuangan” pemberantasan buta aksara, tahun ini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (Ditjen PAUDNI) mengganggarkan bantuan sebesar Rp48,01 miliar. Bantuan ini diprioritaskan bagi daerah terpadat buta aksara di Indonesia.

“Meskipun, Indonesia sudah mengurangi 50 persen jumlah buta aksara sejak tahun 2000, dan berhasil melampaui target yang harusnya dicapai pada tahun 2015, tapi jumlah buta aksara di Indonesia masih besar,” kata Direktur Jenderal PAUDNI di Jakarta, Kamis (31/1).

Dijelaskan Lydia, yang akrab dikenal dengan Reni Akbar-Hawadi, berdasarkan data tahun 2011 jumlah penduduk Indonesia berusia 15-59 tahun yang masih buta aksara ada 6,7 juta orang. Sebanyak 2,26 juta orang adalah laki-laki dan 4,46 juta perempuan.

Berdasarkan penyebarannya, sebanyak 5,41 juta orang atau 80,52 persen buta aksara berada di 13 provinsi di Indonesia. Di antara daerah-daerah tersebut, secara khusus terdapat enam provinsi dengan jumlah buta aksara lebih dari 200.000 orang. Jawa Timur dan Jawa Tengah pun bertengger pada peringkat atas daerah terpadat buta aksara.

Dari provinsi-provinsi tersebut, sebanyak 2,54 juta orang tersebar di 33 kabupaten dengan jumlah buta aksara di atas 50.000 orang. Kabupaten Nias Selatan di Sumatera Utara menjadi yang terpadat di Indonesia.

Di daerah-daerah terpadat buta aksara itulah pemberian bantuan akan diutamakan. Untuk mengentaskan buta aksara di ketiga belas provinsi itu, telah dianggarkan sejumlah dana bantuan sebesar Rp24,77 miliar dari Ditjen PAUDNI. Sementara untuk 33 kabupaten yang terpadat buta aksara, dianggarkan bantuan sejumlah Rp23,22 miliar. Dari anggaran itu ditargetkan sejumlah 133.320 orang sasaran bisa tersentuh.

Harus tuntas

Keberadaan buta aksara memiliki hubungan yang erat dengan tingkat kemiskinan. Setidaknya, berdasarkan data Ditjen PAUDNI, terdapat tujuh provinsi dengan angka kemiskinan yang tinggi disertai jumlah buta aksara yang tinggi, yaitu Papua Barat, Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tengggara Barat (NTB), Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Jawa Timur.

Penduduk buta aksara umumnya tinggal di daerah perdesaan seperti petani kecil, buruh, nelayan, dan kelompok masyarakat miskin perkotaan yaitu buruh penghasilan rendah atau penganggur.

Mereka tertinggal dalam hal pengetahuan, keterampilan, serta sikap mental pembaharuan dan pembangunan. Akibatnya akses terhadap informasi dan komunikasi juga terbatas mereka akses karena tidak memiliki kemampuan keaksaraan yang memadai.

Itulah sebabnya, penuntasan buta aksara menjadi salah satu perhatian Pemerintah. Untuk mempercepat penuntasan buta kasara, Reni menyatakan, inovasi model pembelajaran perlu untuk selalu dikembangkan oleh unit pelaksana teknis di lingkungan Ditjen PAUDNI.

“Inovasi itu muncul dari keberanian berpikir di luar kebiasaan, think out of the box. Selain itu inovasi juga memenuhi kelancaran berpikir, fleksibel, elaborasi, dan tentunya penting sekali bersifat orisinal, “ ujar Reni menjelaskan.

Diingatkan pula oleh Reni, model pembelajaran yang dikembangkan harus mencakup segala umur. Penduduk buta aksara yang berusia 60 tahun ke atas, kata Reni, juga memiliki hak memperoleh pendidikan. Jumlah mereka pun tidak sedikit.

“Jika penduduk buta aksara di Indonesia dihitung hingga usia 60 tahun ke atas, maka jumlah mereka besar sekali, mencapai 13,9 juta orang,” ujar Reni. (Dina Julita/HK)


Baca selengkapnya >>

4 Feb 2013

Ingin Anak Cerdas dan Sehat, Ayo Minum Susu !

Ingin Anak Cerdas dan Sehat, Ayo Minum Susu!

MALANG. “Pak, anak-anak bapak minum susu tidak?”

Itulah pertanyaan yang dilontarkan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog kepada Suyono, salah satu peternak sapi perah di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (16/1) dini hari.

“Para peternak yang memiliki sapi perah dan memproduksi susu setiap hari, tenyata banyak yang tidak memberikan susu kepada anak-anaknya,” kata Lydia yang juga dikenal sebagai Reni Akbar-Hawadi memberikan kesimpulan saat melakukan kunjungan ke daerah perternakan sapi perah dan pos pengumpulan susu segar Koperasi  Agro Niaga (KAN) Jaya Abadi Unggul di Jabung.

Diakui oleh Manajer KAN Jaya Abadi Unggul Eva Martianti, banyak peternak sapi perah yang tidak membiasakan minum susu kepada anak-anaknya. Ini tidak lain karena nilai ekonomis yang terdapat pada susu.

“Seliter susu sapi rata-rata dihargai Rp3.450 di sini. Jika mereka menyediakan susu untuk keluarga, maka ini akan mengurangi pendapatan mereka,” kata Eva.

Eva menyatakan, koperasi yang menaungi 1.600 peternak sapi perah dan 200 petani ini sebenarnya telah menyosialisasikan kebiasaan minum sapi kepada para anggotanya. Hal itu senantiasa dilakukan saat memberikan pelatihan atau pembinaan.

“Akan tetapi, usaha kami tidak terlalu berdampak besar. Agak sulit memberikan kesadaran kepada anggota kami mengenai pemenuhan gizi kepada anak,” ujar Eva.

Oleh karena itu, mulai tahun ini, koperasi yang menyuplai 34 ton susu setiap hari kepada Nestle Indonesia ini merencanakan akan membagi-bagikan susu gratis tiap pagi ke PAUD-PAUD sekitar di Jabung.

“Kami harap ini bisa membantu peningkatan gizi anak usia dini, sembari kami memberikan kesadaran kepada orang tua,” tutur Eva.

Pada kegiatan yang sama, Direktur Pembinaan PAUD Erman Syamsuddin mengusulkan kepada Nestle Indonesia untuk menggiatkan gerakan minum susu kepada anak-anak peternak yang bekerja sama dengan perusahaan yang membidangi gizi tersebut.

“Seperti yang kita ketahui, sejak dulu susu bukanlah barang yang murah. Masih banyak anak-anak Indonesia tidak terbiasa minum susu,” kata Erman.

Gizi dan PAUD Holistik Integratif

Gizi, merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian Direktorat Jenderal PAUDNI. Disadari, untuk tumbuh kembang anak usia dini, maka segala kebutuhan esensi anak harus terpenuhi. Kebutuhan tersebut adalah gizi, kesehatan, pendidikan, perawatan, pengasuhan, kesejahteraan, dan perlindungan.

Oleh karena itulah Ditjen PAUDNI mendorong penyelenggarakan bentuk PAUD holistik integratif, yaitu PAUD yang mencakup layanan terhadap pemenuhan seluruh kebutuhan dasar anak, tidak hanya pendidikan. Jenis layanan ini, banyak diselenggarakan di Pos PAUD yang terintegrasi bersama pos pelayanan terpadu (posyandu) serta Bina Keluarga Balita (BKB). (Dina Julita/HK)

Baca selengkapnya >>

23 Jan 2013

Mengenal Beras

Mengenal Beras

Beras adalah bagian bulir padi (gabah) yang telah dipisah dari sekam. Sekam (Jawa merang) secara anatomi disebut ‘palea’ (bagian yang ditutupi) dan ‘lemma’ (bagian yang menutupi). Pada salah satu tahap pemrosesan hasil panen padi, gabah ditumbuk dengan lesung atau digiling sehingga bagian luarnya (kulit gabah) terlepas dari isinya. Bagian isi inilah, yang berwarna putih, kemerahan, ungu, atau bahkan hitam, yang disebut beras.

Beras sendiri secara biologi adalah bagian biji padi yang terdiri dari aleuron, lapis terluar yang sering kali ikut terbuang dalam proses pemisahan kulit,
endosperma, tempat sebagian besar pati dan protein beras berada, dan embrio, yang merupakan calon tanaman baru (dalam beras tidak dapat tumbuh lagi, kecuali dengan bantuan teknik kultur jaringan). Dalam bahasa sehari-hari, embrio disebut sebagai mata beras.

Sebagaimana bulir serealia lain, bagian terbesar beras didominasi oleh pati (sekitar 80-85%). Beras juga mengandung protein, vitamin (terutama pada bagian aleuron), mineral, dan air. Pati beras tersusun dari dua polimer.

karbohidrat:
amilosa, pati dengan struktur tidak bercabang amilopektin, pati dengan struktur bercabang dan cenderung bersifat lengket Perbandingan komposisi kedua golongan pati ini sangat menentukan warna (transparan atau tidak) dan tekstur nasi (lengket, lunak, keras, atau pera). Ketan hampir sepenuhnya
didominasi oleh amilopektin sehingga sangat lekat, sementara beras pera memiliki kandungan amilosa melebihi 20% yang membuat butiran nasinya terpencar-pencar (tidak berlekatan) dan keras.

Warna beras yang berbeda-beda diatur secara genetik, akibat perbedaan gen yang mengatur warna aleuron, warna endospermia, dan komposisi pati pada endospermia. Beras “biasa” yang berwarna putih agak transparan karena hanya memiliki sedikit
aleuron, dan kandungan amilosa umumnya sekitar 20%. Beras ini mendominasi pasar beras. Beras merah, akibat aleuronnya mengandung gen yang memproduksi antosianin yang merupakan sumber warna merah atau ungu. Beras hitam, sangat langka, disebabkan aleuron dan endospermia memproduksi
antosianin dengan intensitas tinggi sehingga berwarna ungu pekat mendekati hitam. Ketan (atau beras ketan), berwarna putih, tidak transparan, seluruh atau hampir seluruh patinya merupakan amilopektin. Ketan hitam, merupakan versi ketan dari beras hitam. Beberapa jenis beras mengeluarkan aroma wangi bila ditanak (misalnya ‘Cianjur Pandanwangi’ atau ‘Rajalele’). Bau ini disebabkan beras melepaskan senyawa aromatik yang memberikan efek wangi. Sifat ini diatur secara genetik dan menjadi objek rekayasa genetika beras.

Beras dimanfaatkan terutama untuk diolah menjadi nasi, makanan pokok terpenting warga dunia. Beras juga digunakan sebagai bahan pembuat berbagai macam penganan dan kue-kue, utamanya dari ketan, termasuk pula untuk dijadikan tapai. Selain itu, beras
merupakan komponen penting bagi jamu beras kencur dan param. Minuman yang populer dari olahan beras adalah arak dan air tajin. Dalam bidang industri pangan, beras diolah menjadi tepung beras. Sosohan beras (lapisan aleuron), yang memiliki kandungan gizi tinggi, diolah menjadi tepung bekatul (rice bran). Bagian embrio juga diolah menjadi suplemen makanan dengan sebutan tepung mata beras. Untuk kepentingan diet, beras dijadikan
sebagai salah satu sumber pangan bebas gluten dalam bentuk berondong. Di antara berbagai jenis beras yang ada di Indonesia, beras yang berwarna merah atau beras merah diyakini memiliki khasiat sebagai obat. Beras merah yang telah dikenal sejak
tahun 2.800 SM ini, oleh para tabib saat itu dipercaya memiliki nilai nilai medis yang dapat memulihkan kembali rasa tenang dan damai. Meski, dibandingkan dengan beras putih, kandungan karbohidrat beras merah lebih rendah (78,9 gr : 75,7 gr), tetapi hasil analisis Nio (1992) menunjukkan nilai energi yang
dihasilkan beras merah justru di atas beras putih (349 kal : 353 kal). Selain lebih kaya protein (6,8 gr : 8,2 gr), hal tersebut mungkin disebabkan kandungan tiaminnya yang lebih tinggi (0,12 mg : 0,31 mg). Kekurangan tiamin bisa mengganggu sistem saraf dan jantung, dalam keadaan berat dinamakan beri-beri, dengan gejala awal nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, sembelit, mudah lelah, kesemutan, jantung berdebar, dan refleks berkurang.
Unsur gizi lain yang terdapat pada beras merah adalah fosfor (243 mg per 100 gr bahan) dan selenium. Selenium merupakan elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian esensial dari enzim glutation peroksidase. Enzim ini berperan sebagai katalisator dalam pemecahan peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik. Peroksida dapat berubah menjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh dalam membran sel hingga merusak membran tersebut,
menyebabkan kanker, dan penyakit degeneratif lainnya. Karena kemampuannya itulah banyak pakar mengatakan bahan ini mempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain.

Semoga Informasi ini bermanfaat
Baca selengkapnya >>

22 Jan 2013

Tips Ringan Merawat Cat Mobil

Merawat Cat Mobil
Tanpa perawatan yang baik, cat mobil kesayangan kita akan cepat pudar,kusam, berjamur, baret2 sehingga tidak sedap dipandang. Meski mobil kita tidak yang terbaru alias sudah berumur, namun jika tampilan cat kinclong, bersih, wetlook pasti ada kebanggaan tersendiri tampil dijalanan/diparkiran diantara mobil=mobil yang masih baru. Berikut saya kopikan postingan cara merawat cat mobil dari: www.http://pusatteknologi.com.sebagai berikut:

Menjaga cat mobil agar terlihat lebih mengkilap dan menjaganya agar tetap awet serta lebih lama memerlukan waktu dan tenaga serta menjaga kebiasaan dalam menggunakan mobil. baik itu ketika dalam mencuci, membersihkan mobil dan lain-lain.

Dalam beberapa kasus, cat mobil bisa saja beret, busam, tergores dan lain sebagainya disebabkan karena kelalaian sang pemilik mobil dalam menjaga cat mobil sehingga terkadang banyak orang rela membayar mahal untuk mengembalikan cat mobil mereka seperti semula.

Namun, hal ini seyogyanya bisa saja dicegah dengan perawatan cat mobil yang akan dibahas dalam tips merawat cat mobil berikut:

Cara merawat mobil agar lebih awet dan terhindar dari berbagai kerusakan dini cat mobil sebetulnya mudah dilakukan bila sang pemilik mengikuti beberapa tips merawat cat mobil berikut ini, yaitu :
Hindari sinar matahari,  Sebisa mungkin hindarkan cat mobil dari sinar matahari langsung, Ketika mencuci mobil disarankan pagi hari atau sore hari dikala sinar matahari tidak terlalu menyengat.
Pakaialah pencuci khusus mobil, Hindari pemakain deterjen untuk mencuci mobil dan gunakan pencuci khusus yang diperuntukkan memang untuk cat mobil bukan untuk pencuci piring, pakaian dan lain-lain.
 Apabila terkena kotoran hewan, baik itu burung, kelelawar dan lain-lain. Sesegera mungkin dibersihkan dan dicuci sampai bersih. Jangan menunggu terlalu lama kalau tak ingin kotoran tersebut meresap ke dalam cat mobil dan membuat cat jadi rusak.
Parkir di tempat teduh, Ini mungkin sering dilalaikan mencari tempat parkir harus lebih selektif untuk menghindari sengata matahari secara langsung agar cat mobil lebih awet dan warnanya tidak memudar.
Saat mencuci mobil, segera siram busa sabun yang menempel pada cat mobil. Jangan terlalu lama dibiarkan karena berpotensi menimbulkan bercak noda pada cat mobil.
Untuk merawat cat mobil lebih awet tentu tergantung dari seberapa rutin anda membersihkan cat yang ada pada mobil anda. Sehingga paling tidak setiap hari selalu dijaga kebersihan cat mobil. Karena semakin lama membiarkan kotoran atau debu menempel di mobil menjadi salah satu penyebab utama rusaknya cat mobil.

MEMBERSIHKAN KACA MOBIL:

Selain Cat mobil, kaca juga perlu dirawat agar senantiasa bersih. berikut juga saya kopikan tips merawat kaca mobil saya ambil dari www.http://pusatteknologi.com: 
Kaca mobil merupakan bagian dari mobil yang berfungsi menjaga kita dari panas dan hujan. Secara tidak langsung kaca mobil mampu menjaga keamanan kita dan tentunya mempengaruhi kenyamanan ketika berkendara.
Perlu perhatian khusus untuk merawat kaca mobil agar tidak berembun, buram, tergores dan berminyak sehingga tidak menganggu pandangan saat berkendara.
Cara membersihkan kaca mobil dengan baik dan benar dan mudah dilakukan menjadi salah satu hal yang harus dilakukan untuk merawat kaca mobil agar terhindar dari kaca mobil yang buram, berembun, tergores atau berminyak.
6 Cara membersihkan kaca mobil berikut ini cukup mudah dilakukan. Perlu beberapa langkah dalam melakukanya sebagai berikut :
Jangan gunakan bahan Kimia atau Alkohol. Saat mengelap jangan terpikir untuk menggunakan kedua bahan tersebut untuk membersihkan kaca film mobil karena hal tersebut bukan menjadikan kaca mobil bersih tapi justru sebaliknya, dapat merusak fungsi peredaman panas dan menimbulkan buram pada kaca mobil.
Gunakan kain lap yang halus dan bersih. Apabila terdapat kotoran, berpotensi membuat kaca menjadi baret dan tergores.
Mengelap kaca dengan searah, Hal ini sangat disarankan dan hindari mengelap kaca dengan memutar. Karena, mengelap kaca dengan memutar dapat menimbulkan goresan pada kaca apabila terdapat pasir yang menempel pada kaca.
Sewaktu hujan, Untuk menghindari jamur segeralah mengelap embun yang ada dalam kaca mobil bagian dalam.
Perhatikan kotoran pada sela-sela karet jendela, Kotoran ini sangat berpotensi membuat baret kaca film mobil bila tidak dibersihkan.
Bersihkan kaca 2 kali sehari. Untuk menghindari kotoran menempel terlalu lama.
Untuk perawatan kaca mobil yang lebih baik dan aman digunakand isarankan menggunakan kain pembersih kaca yang halus atau semaca kain lap khusus untuk membersihkan kaca mobil seperti kanebo. Serta perawatan rutin untuk membersihkan kaca mobil setiap hari sehingga menghindari kerusakan kaca mobil yang lebih parah diakibatkan karena busam, berembun dan berjamur.


Baca selengkapnya >>

21 Jan 2013

Keputihan

keputihan

Istilah “keputihan” merupakan istilah lazim digunakan oleh masyarakat untuk menyebut penyakit kandidiasis vagina yang terjadi pada daerah kewanitaan. Penyakit “keputihan” merupakan masalah kesehatan yang spesifik pada wanita. Sebuah survei telah dilakukan terhadap pengunjung wanita pada beberapa apotek di Yogyakarta selama satu bulan menunjukkan bahwa 60% pengunjung wanita tersebut sedang atau pernah menggunakan obat untuk mengatasi masalah kesehatan pada organ reproduksinya dan yang relatif sering adalah apa yang dikenal dengan “keputihan”. Sebanyak 50% pelajar putri sekolah menengah dan perguruan tinggi pernah mengalami keputihan ketika berusia kurang dari 25 tahun.

Bagaimana mengenali kandidasis vaginal?
“Keputihan” paling umum disebabkan oleh jamur Candida,spp, terutama Candida albicans yang menginfeksi secara superfisial atau terlokalisasi. Penyakit ini seringkali dalam istilah medis disebut candidiasis vaginal atau vulvovaginal candidiasis (VVC) atau vaginitis candida albinacans. “Keputihan” dapat disertai gejala atau tanpa ada gejala yang dirasakan, tetapi jika dilakukan pembiakan sekret vagina akan terlihat adanya jamur Candida, spp. Selain Candida albicans, penyebab lain adalah Candida glabrata yang kasusnya mempunyai kecenderungan meningkat.
Seringkali wanita merasa mampu mengenali sendiri bahwa sedang menderita keputihan tanpa merasa perlu memeriksakan diri ke dokter untuk memperoleh pemeriksaan secara lebih detail, namun langsung diobati sendiri dengan obat – obat keputihan yang dijual bebas. Pada kasus ini, tindakan tersebut cukup berisiko, karena apabila kurang tepat dalam pengenalan penyakitnya dapat menyebabkan kurang tepat pula obat yang dipilih, sehingga selain efektivitas terapi tidak tercapai juga akan berisiko pada munculnya resistensi sehingga jamur semakin kebal dengan obat.
Tindakan swamedikasi hanya direkomendasikan jika sebelumnya telah pernah didiagnosis keputihan oleh dokter dan kembali muncul gejala yang sama atau mengalami kekambuhan.

Baca selengkapnya >>

16 Jan 2013

Gagal Ginjal Kronis

Gagal Ginjal Kronis

Gagal ginjal kronis (bahasa Inggris: chronic kidney disease, CKD) adalah proses kerusakan pada ginjal dengan rentang waktu lebih dari 3 bulan. CKD dapat menimbulkan simtoma berupa laju filtrasi glomerular di bawah 60 mL/men/1.73 m2, atau di atas nilai tersebut namun disertai dengan kelainan sedimen urin. Adanya batu ginjal juga dapat menjadi indikasi CKD pada penderita kelainan bawaan seperti hiperoksaluria dan sistinuria.

Gejala-gejala dari fungsi ginjal memburuk yang tidak spesifik, dan mungkin termasuk perasaan kurang sehat dan mengalami nafsu makan berkurang. Seringkali, penyakit ginjal kronis didiagnosis sebagai hasil dari [skrining [(obat) | skrining]] dari orang yang dikenal berada di risiko masalah ginjal, seperti yang dengan [hipertensi [| tekanan darah tinggi]] atau diabetes dan mereka yang memiliki hubungan darah dengan penyakit ginjal kronis. Penyakit ginjal kronis juga dapat diidentifikasi ketika itu mengarah ke salah satu komplikasi yang diakui, seperti penyakit kardiovaskuler, anemia atau perikarditis.

Penyakit ginjal kronis diidentifikasi oleh tes darah untuk kreatinin. Tingginya tingkat kreatinin menunjukkan jatuh laju filtrasi glomerulus dan sebagai akibat penurunan kemampuan ginjal mengekskresikan produk limbah. Kadar kreatinin mungkin normal pada tahap awal CKD, dan kondisi tersebut ditemukan jika urine (pengujian sampel urin) menunjukkan bahwa ginjal adalah memungkinkan hilangnya [protein []] atau sel darah merah s ke dalam urin. Untuk menyelidiki penyebab kerusakan ginjal, berbagai bentuk pencitraan medis, tes darah dan sering ginjal biopsi (menghapus sampel kecil jaringan ginjal) bekerja untuk mencari tahu apakah ada sebab reversibel untuk kerusakan ginjal [3]. pedoman profesional terbaru mengklasifikasikan tingkat keparahan penyakit ginjal kronis dalam lima tahap, dengan tahap 1 yang paling ringan dan biasanya menyebabkan sedikit gejala dan tahap 5 menjadi penyakit yang parah dengan harapan hidup yang buruk jika tidak diobati . ‘Stadium akhir penyakit ginjal (ESRD )’, Tahap 5 CKD juga disebutpenyakit ginjal kronis didirikan dan ini identik dengan istilah sekarang ketinggalan jamangagal ginjal kronis (CKF) atau kegagalan kronis ginjal (CRF).

Baca selengkapnya >>

15 Jan 2013

Kenal Pamit Pejabat di Campakamulya


Campakamulya(10/01), Sejalan bergantinya tahun dari tahun 2012 ke 2013, berganti pula beberapa pejabat yang berada di OPD Kecamatan Campakamulya. untuk itu Kecamatan Campakamulya mengadakan Acara Kenal Pamit yang dilaksanakan pada hari kamis, 10 januari 2013. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Desa Campakamulya dan dimulai pada pukul 09.00.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan dari berbagai OPD dan tokoh masyarakat yang berada di Kecamatan Campakamulya.

Adapun para pejabat yang beralih tugas adalah:
  1. Bapak Pujo Nugroho, A.P., M.Si, asal jabatan adalah Camat Campakamulya dan sekarang bertugas menjadi Kepala Arpusda di Lingkungan Setda Kabupaten Cianjur
  2. Bapak Djaenudin, Asal jabatan Kapospol Campakamulya menjadi Kanit Reskrim Polsek Sukaresmi
  3. H. Suharsono, S.Pd., asal jabatan Kapusbindik TK/SD Kecamatan Campakamulya beralih tugas di Kecamatan Sukaresmi.
  4. Yayan, S.H., asal jabatan Kasi Tapem Kantor Kecamatan Campakamulya beralih tugas ke Dinas Tarkim Kabupaten Cianjur.
  5. Drs. H. Sugeng Supriyatno, Asal Jabatan Sekmat Sukaresmi menjadi Camat Campakamulya.
  6. Supriatno, S.Pd., M.Si. menjadi Kapusbindik TK/SD Kecamatan Campakamulya
  7. Bapak Sutiana, menjadi Kapospol Campakamulya

Baca selengkapnya >>

9 Jan 2013

Ditjen PAUDNI Rangkul Pramuka Untuk Akselerasi Program

Ditjen PAUDNI Rangkul Pramuka
Untuk Akselerasi Program

JAKARTA. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (Ditjen PAUDNI) akan merangkul pramuka untuk menggenjot program. Pramuka akan dilatih dan diberdayakan untuk menjadi pendidik PAUD, kursus, serta pendidikan masyarakat. Jalinan kerja sama yang digagas ini akan diberi tajuk Satuan Karya Pramuka (Saka) Widya Bakti.

Direktur Jenderal PAUDNI Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog menegaskan kerja sama tersebut dapat memberikan kesempatan kepada Penegak dan Pandega untuk memahami persoalan masyarakat di bidang PAUDNI. “Program ini dapat meningkatkan peran serta masyarakat, khususnya generasi muda dalam penyelenggaraan program PAUDNI,” ucap Dirjen saat rapat bersama Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka di Gedung Kwarnas, Kamis (3/1).

Reni Akbar-Hawadi, sapaan Dirjen PAUDNI menyebutkan, terdapat sejumlah program yang dapat disinergikan dengan Pramuka. Antara lain, Ditjen PAUDNI memiliki program pelatihan Kursus Mahir Dasar dan Kursus Mahir Lanjutan yang bisa diakses oleh pramuka untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman anggota Gerakan Pramuka di bidang PAUDNI. “Tahun lalu kami mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10,5 miliar untuk program itu,” sebutnya.

Menggodok MoU

Kepala Balai Pengembangan PAUDNI Regional II Surabaya, Pria Gunawan yang turut menggodok program Saka Widya Bakti menegaskan, pramuka dapat membantu mengatasi sejumlah tantangan di bidang PAUDNI. Antara lain,  Jumlah penyandang buta aksara di Indonesia sebanyak 6.73 juta, APK PAUD yang masih sebesar 56,7 persen yang masih perlu ditingkatkan. “Kami memerlukan tambahan tutor PAUD, pendidikan Keaksaraan dan kursus, terutama di daerah terluar, terpencil dan tertinggal. Pramuka dapat mengisi kebutuhan ini,” harapnya.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Prof. DR. Dr Azrul Azwar menegaskan siap bekerja sama dengan Ditjen PAUDNI. Ia pun berharap rencana kerja sama ini dapat menggandeng unit utama lain di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Saya harap agar segera dibentuk tim dan disiapkan draf MoU nya,” ucapnya.  (Yohan Rubiyantoro/HK)

sumber: http://www.paudni.kemdikbud.go.id/ditjen-paudni-rangkul-pramuka-untuk-akselerasi-program/
Baca selengkapnya >>

3 Jan 2013

Dongkrak APK PAUD, Kemdikbud Dorong Pemda Terbitkan Perda

Dongkrak APK PAUD,
Kemdikbud Dorong Pemda Terbitkan Perda

JAKARTA. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mendorong pemerintah daerah seluruh Indonesia menerbitkan peraturan daerah (Perda) mengenai pendidikan anak usia dini (PAUD). Saat ini baru dua provinsi yang sudah mengeluarkan Perda mengenai PAUD yaitu Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Jawa Timur.

Pernyataan Direktur Jenderal (Ditjen) Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Kemdikbud, Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog ini ditegaskan di hadapan para istri gubernur, bupati dan walikota se-Indonesia dalam Workshop Sosialisasi Program PAUD Bersama Bunda PAUD se-Indonesia di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (17/12).

“Saya meminta semua pemerintah daerah, khususnya pemerintah provinsi supaya menerbitkan Perda PAUD yang di dalamnya mencakup ketentuan mengenai lembaga PAUD, kualitas tenaga pengajar dan anggaran untuk gaji, honor atau insentif daerah. Tanpa adanya Perda, APK (Angka Partisipasi Kasar) sasaran PAUD tidak mungkin tercapai,” tegas Dirjen PAUDNI yang akrab dipanggil Reni Akbar-Hawadi ini.

Reni berharap Perda ini akan mampu mendongkrak APK PAUD yang hingga saat ini baru mencapai 34,54 persen untuk usia anak 0-3 tahun dan 55,90 persen untuk usia 3-6 tahun. Sedangkan target pemerintah terdapat 75 persen anak yang terlayani PAUD pada 2015 mendatang.

Menurut Guru Besar Universitas Indonesia ini, pemerintah menargetkan sedikitnya ada 30.113.300 anak usia PAUD yang dapat terlayani pendidikan anak usia dini. Saat ini anak yang sudah terlayani baru mencapai 10.401.708 anak. “Jadi, masih ada 19.711.592 anak lagi yang belum terlayani PAUD. Karenanya, dengan banyaknya pemda menerbitkan Perda PAUD target nasional dapat tercapai,” tegasnya.

Reni mengatakan, data Ditjen PAUD menunjukkan angka partisipasi kasar (APK) nasional PAUD usia 0 – 6 tahun baru sebesar 34,54 persen, sedangkan APK usia 3-6 tahun 55,5 persen. Sehingga peningkatan APK terberat berada di usia 0-2 tahun.

“Ini disebabkan masih kurangnya lembaga layanan PAUD, khususnya di daerah pedesaan. Dari 77.013 desa dan kelurahan di Indonesia, masih terdapat 30.124 desa yang belum memiliki lembaga PAUD,” katanya.

Anggaran Minim

Dalam kesempatan itu, Reni juga menegaskan, anggaran untuk Ditjen PAUDNI 2013 mengalami penurunan. Untuk program PAUDNI saja, Ditjen PAUDNI hanya mendapat anggaran  Rp2,4 triliun yang disetujui DPR-RI. Padahal, untuk mencapai target PAUD saja, dibutuhkan dana sebesar Rp17Triliun.

Dari jumlah anggaran yang didapat PAUDNI saat ini, ujar Reni, sebesar Rp62 miliar didekonsentrasi ke daerah.

“Awalnya, dana dekonsentrasi PAUD dari pusat ke daerah diusulkan sebesar Rp1,5 triliun dari total alokasi anggaran Dirjen PAUD sebesar Rp2,4 triliun. Namun karena dikhawatirkan lemah dalam hal pengawasan, DPR tidak menyetujuinya,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Reni, dengan terbatasnya anggaran pusat untuk PAUD, Dirjen PAUD mengharapkan peran serta daerah melalui APBD masing-masing, serta mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) PAUD agar bantuan bagi lembaga PAUD dapat dipertanggungjawabkan.

Bunda PAUD

Sementara itu, kegiatan workshop yang diselenggarakan Ditjen PAUDNI pada 17-18 Desember ini merupakan bagian dari strategi perluasan akses PAUD.

Pada kegiatan ini para Bunda PAUD akan diberikan penguatan terhadap keberadaan lembaga PAUD di daerah. Bunda PAUD juga dimotivasi untuk mendorong Pemerintah daerah agar dapat memberikan kontribusi dengan mengalokasikan anggaran dan sumber daya manusia (SDM). Selain itu, para Bunda PAUD juga akan menyusun langkah-langkah yang akan dilakukan demi memajukan program PAUD di wilayahnya.

Kegiatan ini mengundang 33 Bunda PAUD Provins dan 497 Bunda PAUD kota/kabupaten, baik yang sudah dikukuhkan ataupun baru dikukuhkan pada kegiatan ini. Ada 6 Bunda PAUD provinsi dan 65 Bunda Paud Kota/Kabupaten yang dikukuhkan kemarin.

“Kami menargetkan seluruh Bunda PAUD provinsi, kota dan kabupaten dapat dikukuhkan seluruhnya tahun ini. Tahun depan, diharapkan seluruh Bunda PAUD pada tingkat kecamatan dan desa/kelurahan se-Indonesia dapat dikukuhkan seluruhnya,” ujar Reni. (Mulia/Dina/HK)

Baca selengkapnya >>