15 Feb 2012

Kenapa ya...... susunan huruf di keyboard nggak sesuai dengan urutan abjad?


Kenapa ya...... susunan huruf di keyboard
ga sesuai dengan urutan abjad?

Ketika SMP ada pelajaran mengetik, pada pikiran anak-anak semasa itu di keyboard pasti hurupnya sesuai dengan urutan abjad, jadi bakaln gampang buat ngetik huruf per hurufna. Eh pas pandangan pertama, luluhlah sudah hatiku, huruf-huruf di keyboard bertebaran tidak sesuai urutan abjad. "harus ngapalin lagi letak huruf nih" dalam hati berguman. Nah, mungkin saja bagi beberapa orang kejadian ini sama-sama terjadi. kenapa ya begini, kenapa ya begitu, bahkan di keyboard komputer, keypad HP Qwerty,  dan perangkat lainnya, urutan huruf dalam keyboard, adakalanya meribetkan yang akan ngetik. nah untuk pengetahuan kita mengenai kenapa huruf di keyboard tidak sesuai urutan abjad, ini postingan di copasin, oke.....

Konon, keyboard tersebut sudah diciptakan sejak tahun 1860an oleh Sholes dan Dunsmore. Awalnya mereka membuatnya berurutan sesuai abjad. Namun, lambat laun seiring dengan meningkatnya kemampuan (kebiasaan) user, kecepatan mengetik menjadi lebih cepat padahal mekanisme mesin saat itu masih sederhana. Akibatnya, (baris) tombol tertentu menjadi sering macet dan menghambat pekerjaan.

Berdasar pengalaman mereka, akhirnya disusunlah keyboard yang sengaja dipersulit dan dibuat tidak efisien agar keyboard tidak mudah jammed. Desain mesin ketik itu kemudian dijual ke Remington untuk diproduksi secara massal tahun 1873. Susunannya terbagi dalam empat baris, baris teratas berupa "23456789-", baris kedua "QWE.TYIUOP", baris ketiga "XDFGHJKLM", dan baris terbawah "AX&CVBN?;R".

Seiring berjalannya waktu, teknologi berkembang pesat dan masalah tombol keyboard yang sering macet sudah teratasi dengan desain mekanik yang lebih baik. Sejumlah desain keyboard alternatif juga muncul di pasaran. Salah satu yang cukup populer adalah Dvorak Simplified Keyboard (DSK) yang dibuat oleh August Dvorak tahun 1936. Desain itu diklaim merupakan desain yang lebih efisien, cepat, dan egronomis.

QWERTY sebenarnya punya banyak kelemahan seperti membuat tangan kiri Anda overload terutama ketika menulis dalam bahasa Inggris (hal serupa saya rasakan ketika menulis dalam bahasa Indonesia). QWERTY juga membuat kelingking Anda overload. Penelitian menunjukkan bahwa distribusi huruf tidak merata sehingga jari Anda harus menyeberang dari baris ke baris—-bila dihitung jari tukang ketik tipikal akan berjalan lebih dari 20 mil per hari dibandingkan dengan DSK yang hanya 1 mil.

Sayangnya, orang tetap ogah berpaling dari desain "QWERTY" kendati desain tersebut bukan merupakan desain yang terbaik. Sekalipun teknologi sudah bisa mengatasi problem tombol yang nge-jam, orang tetap bertahan dengan desain "QWERTY" bukannya desain lain yang lebih superior. Alih-alih, QWERTY malah dinobatkan menjadi standar internasional di tahun 1966.

Hal yang sama juga terjadi di Microsoft Windows. Kita tentu tahu bahwa Windows bukanlah sistem operasi terbaik, entah itu dari segi keamanan, kemudahan, kinerja, sampai soal keindahan. Namun, karena penetrasi pasar Windows sudah begitu deras, orang mulai terbiasa menggunakan Windows dan sistem operasi tersebut menjadi terstandardisasi.

Apakah tidak ada yang lebih baik dari Windows? Tentu saja tidak. Namun orang perlu pikir-pikir beberapa kali sebelum berpaling dari standar tersebut. Mereka harus menghadapi barrier seperti faktor biaya, isu kompatibilitas, proses pembelajaran, faktor waktu, dan masih banyak lagi. Akibatnya jumlah mereka yang setia jauh lebih besar daripada yang murtad. Inilah yang menjadikan Windows atau QWERTY kemudian menjadi standar—-kendati mereka bukan yang terbaik.

Dalam dunia ilmiah, fenomena ini dijelaskan sebagai konsep path dependency dan network externality. Intinya, inovasi tidak menghasilkan outcome yang out of the blue, tetapi merupakan perkembangan yang bisa diprediksi dari yang sudah-sudah. Selain itu, value dari inovasi tersebut akan makin tinggi bila digunakan oleh makin banyak orang. Pada tahap tertentu, inovasi tersebut akan menjadi standar yang digunakan oleh umum.

sumber:http://nyatanyatafakta.blogspot.com/2011/08/mengapa-urutan-huruf-di-keyboard-tidak.html
Baca selengkapnya >>

14 Feb 2012

Hukum Merayakan Valentin (mari kita merenung buat apa kita merayakan valentine)


Hukum Merayakan Valentin
(mari kita merenung buat apa kita merayakan valentine) 

Seorang teman, setelah pulang kantor, bertanya sama saya: "ntar malem mo kemana?", "emang kenapa?", saya balik nanya, teman saya saya pun menjawab:" kan ntar valentinan, lu udah dapet belum buat valentinan?". Saya pun hanya tersenyum seraya berkata" lu kaya ABG aja, pake valentin-valentinan"... dan saya pun ngeloyor pergi.

dialog ini sering terdengar, mau sama ataupun tidak sama, intinya mengajak, bertanya atau pernyataan untuk merayakan valentin. Mari kita lihat fenomena perayaan valentin ini .........................

Di hari-hari ini, sesekali pergilah ke mall atau supermarket besar yang ada di kota Anda. Lihatlah interior mall atau supermarket tersebut. Anda pasti menjumpai interiornya dipenuhi pernak-pernik—apakah itu berbentuk pita, bantal berbentuk hati, boneka beruang, atau rangkaian bunga—yang didominasi dua warna: pink dan biru muda.

Dan Anda pasti mafhum, sebentar lagi kebanyakan anak-anak muda seluruh dunia akan merayakan Hari Kasih Sayang atau yang lebih tenar distilahkan dengan Valentine Day.

Momentum ini sangat disukai anak-anak remaja, terutama remaja perkotaan. Karena di hari itu, 14 Februari, mereka terbiasa merayakannya bersama orang-orang yang dicintai atau disayanginya, terutama kekasih. Valentine Day memang berasal dari tradisi Kristen Barat, namun sekarang momentum ini dirayakan di hampir semua negara, tak terkecuali negeri-negeri Islam besar seperti Indonesia.

Sayangnya, tidak semua anak-anak remaja memahami dengan baik esensi dari Valentine Day. Mereka menganggap perayaan ini sama saja dengan perayaan-perayaan lain seperti Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan sebagainya. Padahal kenyataannya sama sekali berbeda.

Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan semacamnya sedikit pun tidak mengandung muatan religius. Sedangkan Valentine Day sarat dengan muatan religius, bahkan bagi orang Islam yang ikut-ikutan merayakannya, hukumnya bisa musyrik, karena merayakan Valentine Day tidak bisa tidak berarti juga ikut mengakui Yesus sebagai Tuhan. Naudzubilahi min Dzalik. Mengapa demikian?

SEJARAH VALENTINE DAY

Sesungguhnya, belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan tentang apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai hari Valentine. Dalam buku ‘Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Hallowen: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pusaka Alkautsar, 2005), sejarah Valentine Day dikupas secara detil. Inilah salinannya:

Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.

Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.

Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa.
Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata.

Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya.

Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.

Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.

TRADISI KIRIM KARTU

Selain itu, tradisi mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan Santo Valentine. Pada tahun 1415 M, ketika Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine tanggal 14 Februari, ia mengirim puisi kepada isterinya di Perancis.

Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkannya dengan musim kawin burung-burung dalam puisinya.

Lantas, bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” yang sampai sekarang masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan arti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini sebenarnya pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.

Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain atau pasangannya menjadi “To be my Valentine?”, maka dengan hal itu sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan yang dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorang menjadi “Sang Maha Kuasa” dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali budaya pemujaan kepada berhala.

Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia begitu rupawan sehingga diburu banyak perempuan bahkan dikisahkan bahwa ibu kandungnya sendiri pun tertarik sehingga melakukan incest dengan anak kandungnya itu!

Silang sengketa siapa sesungguhnya Santo Valentine sendiri juga terjadi di dalam Gereja Katolik sendiri. Menurut gereja Katolik seperti yang ditulis dalam The Catholic Encyclopedia (1908), nama Santo Valentinus paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda, yakni: seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak jelas.

Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini, walau demikian Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus.

Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Jenazah itu kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.

Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi di dalam gereja. Pada hari itu, sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 dengan alasan sebagai bagian dari sebuah usaha gereja yang lebih luas untuk menghapus santo dan santa yang asal-muasalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya berdasarkan mitos atau legenda. Namun walau demikian, misa ini sampai sekarang masih dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu.

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari mitos dan legenda zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme (penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada tanggal 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati secara resmi Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok gereja Katolik masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya.

KEPENTINGAN BISNIS

Kalau pun Hari Valentine masih dihidup-hidupkan hingga sekarang, bahkan ada kesan kian meriah, itu tidak lain dari upaya para pengusaha yang bergerak di bidang pencetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha bunga, pengusaha penyelenggara acara, dan sejumlah pengusaha lain yang telah meraup keuntungan sangat besar dari event itu.

Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan Hari Valentine Day sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang amat sangat besar. Inilah apa yang sering disebut oleh para sosiolog sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan agama oleh kapitalis dibelokkan menjadi perayaan bisnis.

PESTA KEMAKSIATAN

Christendom adalah sebutan lain untuk tanah-tanah atau negeri-negeri Kristen di Barat. Awalnya hanya merujuk pada daratan Kristen Eropa seperti Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan sebagainya, namun dewasa ini juga merambah ke daratan Amerika.

Orang biasanya mengira perayaan Hari Valentine berasal dari Amerika. Namun sejarah menyatakan bahwa perayaan Hari Valentine sesungguhnya berasal dari Inggris. Di abad ke-19, Kerajaan Inggris masih menjajah wilayah Amerika Utara. Kebudayaan Kerajaan inggris ini kemudian diimpor oleh daerah koloninya di Amerika Utara.

Di Amerika, kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar. Mr. Howland mendapat ilham untuk memproduksi kartu di Amerika dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. Upayanya ini kemudian diikuti oleh pengusaha-pengusaha lainnya hingga kini.

Sejak tahun 2001, The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) tiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary" kepada perusahaan pencetak kartu terbaik.

Sejak Howland memproduksi kartu ucapan Happy Valentine di Amerika, produksi kartu dibuat secara massal di selutuh dunia. The Greeting Card Association memperkirakan bahwa di seluruh dunia, sekitar satu milyar kartu Valentine dikirimkan per tahun. Ini adalah hari raya terbesar kedua setelah Natal dan Tahun Baru (Merry Christmast and The Happy New Year), di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama juga memperkirakan bahwa para perempuanlah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu di Amerika mengalami diversifikasi. Kartu ucapan yang tadinya memegang titik sentral, sekarang hanya sebagai pengiring dari hadiah yang lebih besar. Hal ini sering dilakukan pria kepada perempuan. Hadiah-hadiahnya bisa berupa bunga mawar dan coklat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan kepada perempuan pilihan.

Di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat, sebuah kencan pada hari Valentine sering ditafsirkan sebagai permulaan dari suatu hubungan yang serius. Ini membuat perayaan Valentine di sana lebih bersifat ‘dating’ yang sering di akhiri dengan tidur bareng (perzinaan) ketimbang pengungkapan rasa kasih sayang dari anak ke orangtua, ke guru, dan sebagainya yang tulus dan tidak disertai kontak fisik. Inilah sesungguhnya esensi dari Valentine Day.

Perayaan Valentine Day di negara-negara Barat umumnya dipersepsikan sebagai hari di mana pasangan-pasangan kencan boleh melakukan apa saja, sesuatu yang lumrah di negara-negara Barat, sepanjang malam itu. Malah di berbagai hotel diselenggarakan aneka lomba dan acara yang berakhir di masing-masing kamar yang diisi sepasang manusia berlainan jenis. Ini yang dianggap wajar, belum lagi party-party yang lebih bersifat tertutup dan menjijikan.

IKUT MENGAKUI YESUS SEBAGAI TUHAN

Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar bahwa Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak terlalu dipusingkan mereka. “Ah, aku kan ngerayaain Valentine buat fun-fun aja…, ” demikian banyak remaja Islam bersikap. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan seperti itu?

Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.

Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Naudzubillahi min dzalik!

“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, ” Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah. ”

Allah SWT sendiri di dalam Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." Wallahu'alam bishawab.

sumber: http://www.isparmo.com/2007/02/hukum-merayakan-valentin.html
Baca selengkapnya >>

13 Feb 2012

Tips Mendidik anak supaya tidak boros


tips anak supaya tidak boros

"Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi, tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia". Lirik lagu ini saya yakin semua orang mengenalinya. Dan memang kasih sayang ibu (orang tua) kepada anaknya tidak akan bisa kita balas.

Kasih sayang orang tua terhadap anak memang tidak ada batasnya. Namun kasih sayang terhadap anak bukan berarti semua yang diinginkan oleh anak mesti dipernuhi oleh orang tua. Orang tua juga mesti mempertimbangkan apa yang sebaiknya dipenuhi dari permintaan si anak, apa yang mesti ditunda dilain waktu, serta apa yang tidak harus diberikan.

Tanpa memikirkan prioritas untuk anak, apa yang diminta langsung diberi, maka tidak jarang anak semakin lama justru akan menjadi manja. Semua keinginan harus dituruti, entah itu sebenarnya bermanfaat atau enggak untuk mereka. Akibatnya pengeluaran keluarga juga menjadi semakin tidak terkendali. Untuk mengatasi perilaku boros pada anak, simak tips berikut :


  1. Sebelum mengajarkan perilaku hemat pada anak, orang tua sebaiknya memberikan contoh pada anak agar tidak boros atau berlaku konsumtif. Bagaimanapun juga anak akan meniru apa yang ada dilingkungan dekatnya terlebih dahulu, termasuk oran tua.
  2. Jika anak menginginkan beberapa barang sekaligus, tanyakan pada anak barang mana yang urgent untuk saat ini, buat urutan skala prioritas. Beritahukan pada anak bahwa tidak semua keinginan itu harus dipenuhi saat ini, tetapi pilih barang mana yang ditamakan segera dimiliki untuk saat ini, tentu menyesuaikan dengan dana yang tersedia.
  3. Tidak semua barang yang diinginkan anak mesti dipenuhi. Saat ini banyak permintaan oleh anak yang tidak semestinya harus dituruti, misalnya anak Anda yang masih SD minta dibelikan HP karena melihat teman kelasnya membawa HP. Orang tua harus dapat menjelaskan bawah barang tersebut tidak perlu untuk saat ini, bahkan malah kemungkinan akan mengganggu belajar.
  4. Ajarkan pada anak untuk mengatur keuangan sendiri. Orang tua mencoba memberikan uang saku pada anak untuk jangka waktu satu minggu sekaligus. Disitu anak diajarkan tanggung jawab mengatur keuangannya sendiri, dan mencoba berhemat.
  5. Pujilah anak Anda jika telah berhasil mengatur keuangan sendiri sesuai waktu yang telah ditentukan.
  6. Selalu konsisten dengan peraturan yang ada, jangan sampai Ibu membatasi uang saku, tetapi Ayah malah memenuhi apa saja keinginan anak. Bicarakan rencana tersebut dengan pasangan dan pengasuh Anda.
  7. Jangan lupa, ajarkan juga kepada Anak untuk menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung, misalnya untuk memberi barang-barang yang selama diinginkan anak dikemudian hari.


Semoga Tips ini bisa membantu kita semua yang sudah menjadi Orang tua

sumber: http://nyatanyatafakta.blogspot.com/2011/09/tips-mendidik-anak-agar-tidak-boros.html
Baca selengkapnya >>

12 Feb 2012

Direktori PAUD Kecamatan Campakamulya


paud

1. AL  MUTHMAINNAH
        Nomor Ijin Operasional: 421.2/61a/BID.PLS/KAB/2012
        Tahun Pembentukan     : 2008
        Model     : SPS
        Alamat     : Kp. Sukarasa RT. 02/01 Desa Campakamulya

2. CERDAS RIA
         Nomor Ijin Operasional: 421.2/535b/BID.PLS/KAB/2010
         Tahun Pembentukan     :2003
         Model      : KOBER
         Alamat      : Kp. Tegallega RT. 08/02 Desa Cibanggala

3. AT-TAFSIRI
        Nomor Ijin Operasional:
        Tahun Pembentukan     :
        Model     : KOBER
       Alamat     : Kp. Neglasari   Desa Campakawarna

4. NURUL ILMI
        Nomor Ijin Operasional: 421.2/176/BID.PLS/KAB/2011
        Tahun Pembentukan     :2009
        Model     : KOBER
        Alamat     : Kp. Sindangsari RT.18/04   Desa Campakamulya

5. AL FALAH
        Nomor Ijin Operasional:
        Tahun Pembentukan     :2010
        Model     : KOBER
        Alamat     : Kp. Tipar Desa Campakawarna

Baca selengkapnya >>

9 Feb 2012

Direktori Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Campakamulya


1. SDN Neglasari
Alamat : Kp. Neglasari Desa Campakawarna
NSS : 101020713014
NIS : 102501
Didirikan : 1927

2. SDN Warungkadu
Alamat : Kp. Warungkadu RT.01/01 Desa Campakamulya
NSS : 101020713015
NIS : 102502
NPSN : 20203711
Didirikan : 1964

3. SDN Bojongkopo
Alamat : Kp. Kupel Desa Campakamulya
NSS : 101020713016
NIS : 102503
NPSN :
Didirikan : 1918

4. SDN Cintawangi
Alamat : Kp. Cintawangi Desa Cibanggala
NSS : 101020713017
NIS : 102504
NPSN :
Didirikan :

5. SDN Cigulingan
Alamat : Kp.Cigulingan Desa Sukasirna
NSS : 101020713017
NIS :
NPSN :
Didirikan : 1967

6. SDN Citiis
Alamat : Kp. Citiis Desa Sukabungah
NSS : 1010207130124
NIS : 102506
NPSN :
Didirikan : 1970

7. SDN Sukapura
Alamat : Kp. Kebonkaret Desa Campakawarna
NSS : 101020713031
NIS : 102507
NPSN :
Didirikan : 1977

8. SDN Sukasirna
Alamat : Kp. Sukasirna Desa Sukasirna
NSS : 101020713032
NIS : 102508
NPSN :
Didirikan : 1975

9. SDN Sindangsari
Alamat : Kp. Sindangsari Desa Campakamulya
NSS : 101020713034
NIS : 102509
NPSN :
Didirikan : 1979

10. SDNSolokpandan
Alamat : Kp. Pogor Desa Sukabungah
NSS : 101020713036
NIS : 102510
NPSN :
Didirikan : 1979

11. SDN Sukajembar
Alamat : Kp. Sukajembar Desa Campakawarna
NSS : 101020713046
NIS : 102511
NPSN :
Didirikan : 1979

12. SDN Sirnarasa
Alamat : Kp. Tonjong Desa Sukasirna
NSS : 101020713047
NIS : 102512
NPSN :
Didirikan : 1982

13. SDN Cintawinaya
Alamat : Kp. Tegallega RT.08/02 Desa Cibanggala
NSS : 101020713048
NIS : 102513
NPSN :
Didirikan : 1977

14. SDN Warnasari
Alamat : Kp. Ciparay Desa Sukabungah
NSS : 101020713049
NIS : 102514
NPSN :
Didirikan : 1981

15. SDN Cibanggala
Alamat : Kp. Leugokneundeut Desa Cibanggala
NSS : 101020713053
NIS : 102515
NPSN :
Didirikan : 1983

16. SDN Langensari
Alamat : Kp. Rawabuluh Desa Campakawarna
NSS : 101020713056
NIS :
NPSN :
Didirikan : 1983

17. SDN Sadarmanah
Alamat : Kp. Tipar Desa Campakamulya
NSS : 101020713059
NIS : 102517
NPSN :
Didirikan : 1983

18. SDN Sukabungah
Alamat : Kp. Walagar Desa Sukabungah
NSS : 101020713060
NIS : 102518
NPSN :
Didirikan : 1983

Baca selengkapnya >>

8 Feb 2012

Nini Antéh

Nini Antéh
Nini Sunti boga ucing. Bageur, tara pulang-paling. Di lembur Nini Sunti loba budak bangor. Sok ngabaralédogan ucing Nini Sunti. Ucing keur cicing atawa keur moyan, sok geplak baé diteunggeul. Sok nepi ka getihan. Sakapeung sok nepika pincang. Ku Nini Sunti sok digeungeureuhkeun. Tapi barudak téh kalahka ngaléléwé.

Nini Sunti hayangeun pindah ka bulan da di bumi mah loba nu jahat. Tuluy nunuhun ka Nu Kawasa. Nini Sunti ngimpi. Dina impianana Nini Sunti melak kacang panjang tilu siki. Kcang téh morontod jadina. Ngareuy nepi ka bulan.

Isukna Nini Sunti nyokot siki kacang tilu siki ti dapur tuluy dipelak. Kacang morontod, saperti dina impian. Ngareuy nepika bulan mangrupa tarajé. Térékél Nini Sunti naék. Ucingna dikélék, “Urang pindah ka bulan. Di dunya mah loba nu jahat,” omong Nini Sunti ka ucingna.

Di bulan Nini Sunti melak kapas. Unggal poé nyieun kantéh. Katelah baé Nini Antéh. Ari geus loba kantéhna Nini Sunti sok ninun. Ucingna sok depa digigireunana.

Sumber: Sanusi, A., 1994, Nani Resep Maca 3, Bandung: Yayasan Siger Tengah, hal 87-88
Baca selengkapnya >>

7 Feb 2012

Harga Sebuah Impian


Harga sebuah impian

Karier seorang penulis umumnya diawali dari sebuah impian, sebuah fantasi, sebuah tujuan yang terlihat jauh di balik cakrawala.

"Saya ingin jadi penulis novel." "Saya ingin menerbitkan buku puisi." "Saya ingin nama saya terpampang di layar sebagai penulis cerita film."

Karier saya juga diawali dengan sebuah impian. Saya ingin membuat orang tertawa. Saya ingin menulis cerita komedi.

Tetapi setiap penulis juga harus menyadari, bahwa ada harga yang harus dibayar untuk setiap tujuan yang hendak dicapai.

Tiket masuk ke dalam sebuah impian tidak ada yang gratis. Ada riset yang harus dilakukan, harus belajar, berlatih, berlatih, dan berlatih.

Yang paling murah dan biasanya paling cepat, jalan untuk mencapai semua keinginan itu adalah dengan membayar harganya secara penuh.

Lakukan semua pekerjaan dengan sungguh-sungguh!


Saat saya memutuskan untuk menjadi seorang penulis komedi, saya ingin belajar dari seorang yang profesional.

Bob Hope, saya pikir, memiliki bahan-bahan yang berguna dan paling bisa dipelajari untuk tujuan analisis.

Bahan-bahan komedinya yang lucu ada di koran dan murni humor.


Tentu saja, Bob Hope adalah seorang pakar dalam membawakan lawakan yang dibawakan secara langsung, tetapi tetap saja ada humor yang bisa dibaca dan dipelajari.

Komik yang lain, seperti Jerry lewis juga lucu, tetapi lebih kepada kejenakaan untuk menciptakan suasana yang meriah.

Di buku, bahan-bahan itu kurang begitu bermanfaat bagi para pelajar, dibandingkan seperti pada buku-buku komedi Bob Hope.

Jadi saya mempelajari komedi Bob Hope.

Saya merekam monolog-nya di acara televisi dan menyalin kata-katanya.

Saya harus menganalisis bentuk-bentuk lawakan, susunan kata, ritme, pengaturan lelucon di dalam aliran, dan lain-lain.

Kemudian, untuk sementara waktu saya mengesampingkan monolognya.


Dalam beberapa minggu, saya telah memilih topik baru dari koran dan mencoba menulis sebuah humor dengan mempergunakan teknik yang saya pelajari dari monolog Bob Hope yang terbaru.

Dengan mempergunakan teknik ini, Bob Hope dan para penulisnya menjadi mentor saya.

Dan ternyata cara itu membuahkan hasil.

Saya berhasil menjadi penulis komik di koran lokal, kemudian melanjutkan jenjang karier menjadi seorang staf di pertunjukan selingan di televisi.

Bahkan akhirnya menjadi lebih berhasil lagi.

Bob Hope menghubungi saya.


"Saya sudah mendengar mengenai tulisan anda dan berpikir jika anda mau membuatkan beberapa alur cerita untuk saya tampil di Academy Awards.

Tahun ini saya menjadi pembawa acaranya. Saya ingin tahu apakah humor buatan anda bisa membantu saya."


Ini adalah bagian dari mimpi yang tidak berani saya bayangkan sebelumnya.

Tetapi di sini tidak ada sesuatu yang mustahil.

Saya membuka buku dan memegang pulpen di halaman belakang rumah, menulis beberapa ratus lelucon mengenai kondisi saat ini tentang bioskop, selebritis, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan piala Oscar.

Secara alami, saya menggunakan metoda yang saya pelajari bertahun-tahun dari gaya lawakan Bob Hope.


Bob Hope mempergunakan sepuluh humor yang saya berikan pada casting televisi dan itu membuat saya sangat bangga.

Hari berikutnya dia memanggil saya lagi dan berkata, "Saya suka tulisan-tulisan anda. Kelihatannya anda telah menulis bahan komedi untuk saya sepanjang hidup saya."

"Benar Pak Hope," kata saya. "Hanya bapak tidak mengetahuinya."

Selanjutnya saya menjadi penulis tetap untuk Bob Hope.


* * * * *

Ada dua pelajaran yang berharga dari pengalaman ini, bahwa semua penulis dapat belajar dan memperoleh inspirasi dari :


Pertama yaitu usaha yang harus dilakukan, supaya setiap impian dapat terwujud.

Impian adalah sumber kekuatan, hanya jika impian itu diwujudkan dalam penelitian, pembelajaran dan usaha yang tidak kenal menyerah.


Hal yang kedua adalah: lakukan segala hal yang harus dikerjakan - dan tujuan anda akan bisa diraih.

(Oleh Gene Perret)





You can achieve anything you want in life if you have the courage to dream it, the intelligence to make a realistic plan, and the will to see that plan through to the end.

(Sidney A. Friedman)
Baca selengkapnya >>

6 Feb 2012

RPP Tematik Kelas 2 SD: Hak dan Kewajiban Anggota Keluargaku - Pertemuan 1, 2, 3, 4


RPP hak dan kewajiban
TEMA                         : HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA KELUARGAKU
KELAS /SEMESTER : 2 (dua)/1 (satu)
WAKTU                 : 4  kali pertemuan @ 5 JP/hari (4 hari)

I.   KOMPETENSI DASAR

  • Melaksanakan hak dan kewajiban di dalam keluarga (PKn).
  • Memanfaatkan dokumen dan benda penting keluarga sebagai sumber cerita (IPS).
  • Mendengarkan: Menyebutkan kembali dengan kata-kata atau kalimat sendiri isi teks pendek (BI).
  • Berbicara: Menceritakan kegiatan sehari-hari dengan bahasa yang mudah dipahami orang lain.
  • Membaca: Menyimpulkan isi teks pendek (10-15 kalimat) yang dibaca dengan membaca lancar.
  • Menulis: Menulis kalimat sederhana yang didiktekan guru dengan menggunakan huruf tegak bersambung dan memperhatikan penggunaan huruf kapital dan tanda titik.
  • Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 500 (MAT).
  • Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan mengurutkan bilangan.
  • Mempraktikkan gerak dasar jalan, lari, lompat yang bervariasi dalam permainan yang menyenangkan dan nilai kerjasama, toleransi, kejujuran, tanggung jawab, menghargai lawan dan menghargai diri sendiri (ORJASKES).


II.   INDIKATOR

  • Menyebutkan hak dan kewajiban orang tua dan anak (PKn).
  • Menyebutkan hak dan kewajiban anggota keluarga lainnya di rumah.
  • Menceritakan akibat jika anak tidak melaksanakan kewajibannya di rumah.
  • Menceritakan akibat jika hak anak terabaikan.
  • Menyebutkan  tata cara berperilaku di rumah (IPS).
  • Mendeskripsikan pentingnya hak dan kewajiban dalam sebuah keluarga.
  • Menceritakan macam-macam hak dan kewajiban di sekolah.
  • Menjawab pertanyaan sesuai isi cerita yang didengarkan (BI).
  • Menceritakan kembali cerita dengan menggunakan kata-kata sendiri.
  • Mencatat isi pesan.
  • Menuliskan pesan ke dalam beberapa kalimat.
  • Menyampaikan pesan secara lisan kepada orang lain.
  • Menjawab pertanyaan tentang isi puisi.
  • Menjelskan isi puisi.
  • Mengajukan pertanyaan kepada guru tentang puisi.
  • Menggunakan kalimat tanya untuk menanyakan sesuatu kepada orang yang belum dikenal dengan pilihan kata yang tepat.
  • Menjelaskan urutan kegiatan sehari-hari dengan bahasa yang runtut dan mudah dipahami orang lain.
  • Menanyakan atau menanggapi kegiatan sehari-hari teman sekelas.
  • Menyusun bilangan-bilangan dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya (MAT).
  • Membedakan bilangan genap dan ganjil berdasarkan urutan.
  • Menghitung loncat.
  • Mampu bekerja sama dengan kelompoknya dalam mempermainkan suatu permainan. (ORJASKES).



III.   LANGKAH PEMBELAJARAN
1.   Kegiatan Awal/Pendahuluan

  • Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.
  • Mengajak siswa menyanyikan lagu “Mencari Nafkah” sambil menggerakkan anggota badan sesuai dengan syair lagu (Orkes, Budaya-Keterampilan).
  • Menginformasikan tema yang  akan dipelajari bersama (Hak dan Kewajiban).


2.   Kegiatan Inti
1) Semua siswa diminta mengamati gambar di hal 22, dilanjutkan bertanya jawab tentang hak dan 
        kewajiban yang dibahas ketika apersepsi (BI, IPS, IPA, PKn, Mat).
2) Siswa diajak bertanya jawab untuk membedakan antara hak dan kuwajiban sebagai anak di rumah dan 
        sebagai siswa di sekolah.
3) Setelah bertanya jawab tentang kegiatan siswa di rumah dan di sekolah yang ada hubungannya dengan 
        hak dan kewajiban dilanjutkan dengan memberikan penjelasan tentang pengertian hak dan pengertian 
        kewajiban.

  • hak sebagai anak mendapat pendidikan, perlindungan dari orang tua, perawatan, bermain, makan, kesehatan, tidur, istirahat, dan sebagainya (BI, IPS, IPA,  PKn, Mat).
  • hak siswa di sekolah antara lain mendapatkan pelajaran, masuk sekolah, istirahat dan bermain, mendapat perhatian dari guru, bimbingan, ikut ulangan, mendapat nilai, mendapat raport dan sebagainya (BI, IPS, IPA,  PKn, Mat).
  • kewajiban anak di rumah antara lain: bangun pagi, mandi, belajar, membantu ibu, menyiapkan buku pelajaran, berpakaian rapi, memberi salam, santun kepada orang tua dan sebagainya.

4) Contoh kewajiban siswa di sekolah antara lain: 
  • masuk sekolah tepat waktu,
  • berpakaian seragam dan rapi,
  • mengikuti pelajaran,
  • hormat kepada guru, 
  • taat kepada peraturan sekolah dan sebagainya. (BI, IPS, IPA, PKn, Mat).

5) Semua siswa diminta membaca teks di hal 22 dan 23 dan untuk memperjelas pemahaman siswa tentang 
        isi teks, siswa diminta untuk mengamati gambar di halaman 24.
6) Dari isi bacaan  tersebut, anak diminta berkelompok dengan teman sebangku untuk mengidentifikasi hak 
       dan kewajiban anak, ayah dan  ibu Kemudian menulisnya di buku tulisnya  masing-masing  dengan huruf 
       sambung (BI, IPS, IPA,  PKn, Mat).
7) Semua siswa dalam kelompok pasangan diminta mengamati gambar-gambar di halaman 24 “Ajang 
        Pendapat” dan semua kelompok ditugaskan untuk mengerjakan tugas sesuai petunjuk guru.
8) Untuk mengetahui pemahaman terhadap hak dan kewajiban dilakukan tanya jawab ulang tentang arti 
        hak dan kewajiban, selanjutnya semua siswa ditugaskan untuk menulis atau menyalin hak dan kewajiban 
        anak di rumah dan di sekolah di buku siswa (BI, IPS, IPA,  PKn, Mat).
9) Menugaskan siswa masih tetap berkelompok  untuk membahas  akibat jika anak tidak melaksanakan 
        kewajibannya dan akibat jika hak anak terabaikan (BI, IPS, IPA,  PKn, Mat).
10) Menugaskan siswa untuk bercerita tentang hak dan kewajiban anggota keluarga lain misalnya:
  • pembantu rumah tangga,
  • tukang kebun,
  • Keluarga lain (seperti paman, bibi),
  • Kakek dan Nenek,

11) Terakhir semua siswa diminta menyimak “Berbudi Pekerti” (halaman 44) dan diharapkan semua siswa 
         menerapkan perilaku-perilaku positif yang ada dalam petunjuk berbudi pekerti tersebut.

3.    Kegiatan Akhir/Penutup

  • Bersama-sama siswa menyimpulkan hasil belajar sesuai dengan hasil klarifikasi.
  • Bertanya jawab untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajari selama pembelajaran (evaluasi hasil belajar).
  • Mengajak semua siswa berdoa untuk mengakhiri pelajaran.


IV.   ALAT DAN SUMBER BELAJAR

  • Gambar-gambar tentang hak dan kewajiban di rumah dan sekolah.
  • Lingkungan keluarga dan sekolah.
  • Buku teks siswa (Bahasa Indonesia, PKn, IPA, Matematika, Orkes, Budaya-Keterampilan, IPS dan agama).
  • Kurikulum mata pelajaran (Bahasa Indonesia, PKn, IPA, Matematika, Orkes, Se-Bud-Keterampilan, IPS dan Agama).


V.   PENILAIAN

  • Penilaian Lisan (dalam proses).
  • Penilaian Tingkah laku (Pengamatan).
  • Penilaian Produk.
  • Penilaian Portofolio.
  • Penilaian Tertulis Obyektif.
  • Penilaian Tertulis Subyektif.
  • Penilaian Unjuk Kerja (dalam proses).
  • Penilaian Buku Kerja Tematik terbitan ESIS.





Mengetahui,


Kepala Sekolah Guru Kelas 2

Baca selengkapnya >>

5 Feb 2012

RPP PKn Kelas IX Paket B Sem 2: Menjelaskan pengertian dan pentingnya globalisasi bagi Indonesia.


RPP dampak globalisasi
NAMA KEJAR                        :
 MATA PELAJARAN              : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
 KELAS/SEMESTER               : IX/II
 STANDAR KOMPETENSI    : 3. Memahami dampak globalisasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan   bernegara
  KOMPETENSI DASAR         : 3.1 Menjelaskan pengertian dan pentingnya globalisasi bagi Indonesia.
INDIKATOR                           :  - Menjelaskan makna globalisasi
                          -  Menguraikan dampak globalisasi terhadap berbagai kehidupan masyarakat.
ALOKASI WAKTU                :    4 X 40 MENIT (4 X Pertemuan)
Baca selengkapnya >>

4 Feb 2012

Tehnik Meningkatkan kunjungan ke blog anda


Tehnik Meningkatkan kunjungan ke blog anda 
Berikut adalah beberapa tehnik yang dapat meningkatkan kunjungan ke blog anda.

1. Pastikan isi blog berkualitas.
Ini hukum yang terpenting dan pertama menurut saya, karena jika blog atau website anda isinya tidak berkualitas, maka sekalipun pengunjung blog banyak, mereka tidak akan kembali lagi.

2. Pastikan banyak hal bermanfaat dapat ditemukan di blog anda.
Anda bisa isikan shoutbox atau Cbox, dimana mereka bisa bertanya atau menyampaikan sesuatu. Gunakan plugin yang membuat pengunjung dapat menemukan comment terakhir, postingan terakhir, post dengan comment terbanyak, dan sebagainya.

3. Sediakan Form Berlangganan Via Email, sehingga mereka dapat tetap terupdate postingan yang terbaru.

4. Bila Anda mengisikan banner pastikan hanya secukupnya saja, dan letakkan pada posisi yang tidak mencolok.

5. Bangun Newsletter anda 
Lewat newsletter anda, anda akan mendapatkan kunjungan yang berulang kerena dibagian signature atau bagian bawah email yang anda kirimkan, anda dapat selalu menambahkan alamat blog anda.

6. Berikan fasilitas tanya jawab.

7. Cetak di kartu nama anda.

8. Pastikan muncul di banyak kata kunci hasil pencarian search engine.
Perlahan sambil anda terus ngeblog, anda dapat belajar bagaimana caranya bisa muncul dilebih banyak hasil pencarian search engine. Istilahnya: Ini Bukan Rocket Science. Bukan Ilmu membuat roket, siapa saja yang mau bisa muncul diurutan pertama kata kunci tertentu, asalkan mau belajar.

9. Beri tautan dengan semua web anda yang lain sehingga memberi banyak pintu menuju ke blog anda.

10. Daftar dan pasang Mybloglog.
Saya sangat sering mendapatkan kunjungan ke blog saya, yang asalnya dari mybloglog. Bahkan dari negara yang lain.Ketika saya memasang mybloglog maka setiap saya mengunjungi blog lain yang juga menjadi bagian dari komunitas mybloglog maka foto/gambar yang saya gunakan akan terekam di mybloglognya, sehingga orang lain yang berkunjung kemudian masih melihat gambar/foto saya dan dapat mengklik dan mengunjunginya.

11. Banyak-banyaklah memberikan comment diblog orang lain.
Memberikan komentar yang berkualitas adalah salah satu cara terbaik mendatangkan banyak kunjungan sekaligus membangun backlink. Setiap anda memberikan komentar dan mengisikan alamat blog anda pada komentar Anda, maka itu akan menjadi sebuah backlink bagi blog anda.

Jika anda mempunyai banyak backlink dari blog yang berkualitas, maka pagerank anda dapat naik. Dan rangking anda di search engine juga biasanya ikut naik.

sumber: Kusuma Putra
Baca selengkapnya >>

3 Feb 2012

Pendidikan Masyarakat Prioritaskan Keaksaraan Usaha Mandiri


Keaksaraan

Sekitar 90 persen penduduk buta aksara berusia produktif dan berada di kalangan ekonomi lemah. Oleh karena itu keaksaraan usaha mandiri (KUM) menjadi prioritas dalam program keaksaraan lanjutan tahun 2012. Program ini dapat mengentaskan buta aksara sekaligus kemiskinan.
“Keaksaraan usaha mandiri merupakan program melestarikan keaksaraan dengan memberdayakan masyarakat melalui kewirausahaan. Para peserta didik akan mempelajari keterampilan yang sesuai dengan potensi daerah mereka.Dengan demikian mereka bisa memelihara keberaksaraan sekaligus meningkatkan kemampuan ekonomi,” kata Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D di Jakarta, Jumat (13/1).

Langkah ini diambil Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat karena penyandang buta aksara biasanya berpenghasilan rendah atau pengangguran, padahal dari 8,3 juta penduduk buta aksara 7, 5 juta di antaranya berada di rentang usia 15-59 tahun yang artinya berada di usia produktif.

Ella menyatakan kaum perempuan akan menjadi prioritas dalam program ini karena penduduk buta aksara didominasi oleh perempuan. “Hal ini sangat penting, karena ketahanan ekonomi keluarga banyak terkait dengan pemberdayaan perempuan,” ujar Ella.

Kunci Pembangunan

Pemberantasan buta aksara masih menjadi perhatian pemerintah karena keberaksaraan adalah kunci pembangunan. Dengan aksara, masyarakat bisa mendapatkan akses informasi yang dapat memperluas wawasan serta pengetahuan.

“Kurangnya kemampuan keaksaraan menjadi salah satu penyebab tertinggalnya pengetahuan, keterampilan, serta sikap mental pembaharuan dan pembangunan,” kata Ella menjelaskan.

Keberaksaraan, lanjut Ella, pada akhirnya akan mengubah dan membentuk kehidupan masyarakat menuju pemberdayaan masyarakat. Prinsip pemberdayaan masyarakat adalah bisa mengendalikan, mengarahkan, membentuk dan mengelola sumber daya yang potensial untuk diberdayakan atau diolah sebagai upaya pembangunan masyarakat.

Untuk mencapai tujuan itu, Direktorat Pembinaan Dikmas mengakui kerja sama kemitraan amat dibutuhkan. Peran direktorat hanyalah sebagai penyedia layanan, semetara penyelenggaraan program dilakukan oleh mitra. Oleh karena itu, program pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan direktorat selalu disertai berbagai layanan kemitraan dan penguatan kelembagaan pendidikan masyarakat secara berkesinambungan.(Andrey/Humpeg)

sumber: http://www.paudni.kemdiknas.go.id/berita/20120127163216/Pendidikan-Masyarakat-Prioritaskan-Keaksaraan-Usaha-Mandiri.html
Baca selengkapnya >>

2 Feb 2012

Keliru Anak PAUD Diajarkan Calistung

Praktik pendidikan di berbagai lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) masih diwarnai pembelajaran calistung yang bersifat hafalan. Hal ini keliru, karena anak akan sulit memahami makna bacaan ketika masuk sekolah.
“Banyak praktik di PAUD, demi mengejar kemampuan baca-tulis-hitung (calistung), guru sering menggunakan teknik hafalan dan latihan yang mengandalkan kemampuan kognitif, abstrak dan tidak terkait langsung dengan kehidupan anak. Akibatnya, kepentingan anak terkalahkan oleh tugas-tugas skolastik yang semestinya belum saatnya,” tegas Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Sukiman, Sabtu (28/1).

Fenomena seperti ini, jelas Sukiman, sangat keliru. Hal ini akan membuat anak sulit memahami sesuatu, misalnya bacaan, ketika memasuki tahapan perkembangan selanjutnya.

“Anak tidak boleh dijejali materi atau hal-hal yang memberatkan perkembangan serabut otaknya. Kalau dipaksa dijejali dengan hal-hal yang berat, seperti menghafal, membaca, apalagi berhitung itu akan mematikan serabut-serabut otak atau sinap-sinap otaknya. Kalau sudah perkembangan otaknya terganggu anak akan tidak kreatif dan berdampak buruk pada anak,” tegas Sukiman.

Mantan Ketua Tim Pengembang Program Penguatan PAUD Berbasis Keluarga Ditjen PAUDNI ini juga menyatakan metode pengajaran yang menekankan hafalan itu melanggar hak anak.

Masa anak adalah masa bermain, dan bermain menumbuhkan kreativitas. Pembelajaran pada jenjang PAUD seharusnya mengacu pada praktik pendidikan yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. 

sumber: http://www.paudni.kemdiknas.go.id/berita/20120201192506/Keliru-Anak-PAUD-Diajarkan-Calistung.html
Baca selengkapnya >>