2 Okt 2011

Mendampingi Anak Maen - Game


Ga dikasih anak jadi kurang informatif, dikasih malah jadi banyak efek negatifnya. Itulah dilema orang tua dalam menghadapi anak ketika mereka minta sarana untuk game elektronik. Tapi ada saja orang tua yang “kasih ajalah, toch entar juga bisa belajar milih sendiri gamenya”.. atau ada juga yang bergitu protektif hingga anak ga boleh sama sekali berkenalan dengan game elektronik.

Sebenarnya dilema ini sudah lama menjadi topik hangat para ahli psikologi dan pendidik anak. Ada yang menudingnya sebagai biang kemalasan, kebodohan, kekerasan, dan seabreg perilaku negatif lainnya. Namun ada pula yang menganggapnya sebagai sesuatu yang positif, yang mengatakan jika sebuah game bisa memacu kreativitas, mencerdaskan, meluaskan wawasan, dan lain sebagainya.

Walau memicu kontroversi, anak-anak di zaman sekarang agaknya memang sulit untuk bisa dilepaskan dari game. Lihatlah di mana-mana, rental penyewaan game yang biasanya menyatu atau berdekatan dengan warung internet, selalu saja ramai oleh anak-anak. Bahkan tidak sedikit pula orang dewasa yang turut bermain di sana. Tidak pagi, tidak siang, tidak pula malam, selalu penuh.

Di antara yang pro dan kontra, ada pula yang mencoba untuk bersikap bijak. Mereka menganut prinsip, “Man behind the gun.” Orang di belakang suatu benda atau produklah yang menentukan baik atau buruknya.
Ibarat uang pajak, kalau berada di dalam sistem pemerintahan yang mentalnya maling, maka akan dipakai untuk memperkaya diri sendiri, namun jika berada di dalam sistem pemerintahan yang benar, maka mereka akan menyedikitkan pajak, memperbesar pemasukan negara dari sektor lain yang lebih produktif seperti ekspor dan sebagainya, serta menggunakan semua pemasukan negara dengan penuh amanah semata-mata demi mensejahterakan rakyatnya.

Mereka yang mencoba bersikap bijak tahu jika game itu ada sisi positif dan juga negatifnya. Mereka tahu jika game sekarang ini jauh lebih bermanfaat ketimbang siaran teve yang sarat dengan acara-acara sampah. Dan mereka tidak secara membabi-buta melarang anak-anaknya main game, asalkan mainnya di rumah dan mereka sendirilah—bersama anaknya—yang memilihkan jenis game seperti apa yang boleh dimainkan dan mana yang tidak baik untuk dimainkan. Bahkan tak jarang mereka menemani anaknya bermain game dan menerangkan apa-apa saja yang harus diketahui anaknya.

Mengapa harus di rumah? Karena jika sang anak bermain di dalam rumah, maka orangtua atau orang yang lebih dewasa bisa mengontrol dan memantau mereka, mengingatkan waktu sholat, waktu makan, lamanya waktu bermain, posisi duduk, volume suara, dan menerangkan apa-apa yang ada di dalam permainan tersebut.

Semua ini sangat sulit untuk diterapkan jika sang anak bermain game di luar rumah, semisal di tempat rental game dan sebagainya.
Mengapa harus mendampingi anak dalam memilih jenis game apa yang boleh dimainkan dan game mana yang tidak boleh dimainkan?

Berikut tips mendampingi anak maen game:
1. Beritahukan pada anak Anda dampak positif dan negatif dari main game. Usahakan untuk menyediakan alat game di rumah, dengan begitu ia mudah diawasi dalam penggunaan alat game tersebut dibandingkan jika ia ke warnet atau ke rental PS. 
2. Saat anak mulai bersikap aneh, menjadi pendiam atau sering terlibat konflik tidak ada salahnya untuk memeriksa isi emailnya atau CD-CD game-nya. Ingatlah hal itu bisa dilakukan jika Anda mulai curiga bukan untuk dilakukan setiap saat.
3. Jangan meletakkan komputer atau alat game lainnya dalam kamar anak, karena akan sulit diawasi. Letakkan di ruangan yang banyak orang melewatinya dan tidak menghadap tembok. Dengan begitu, siapapun bisa melihat layar komputer atau alat game lainnya.
4. Beritahukan situs-situs seru yang cocok dengan usianya atau game-game seru bagi anak seumurnya. Dengan begitu ia tidak mencari situs atau CD game sendiri yang bisa saja masuk dalam situs atau Genre Game dewasa. Anda juga bisa memblokir situs-situs yang berbahaya baginya atau membuang diam-diam CD game berbahaya.
5. Belajarlah untuk mencari katalog permainan atau situs bagi anak seumuran anak kita.
6. Terapkan disiplin waktu penggunaan internet atau alat game. Jangan biarkan jika anak Anak bermain internet atau alat game selama berjam-jam apalagi sampai larut malam.
7. Perketat atau disiplinkan penggunaan uang jajan atau uang lainnya yang diberikan kepada anak, supaya kita mengetahui penggunaan uang tersebut dan tidak dipakai untuk ke warnet atau rental PS.

0 komentar:

Posting Komentar

Bagi Kawan-Kawan Mohon untuk tidak memberikan Komentar SPAM, hal ini untuk kita bisa saling menghargai....
Untuk Sementara waktu admin akan memakai moderasi komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...