21 Mei 2011

ISLAM


Oleh Ustadz Mahfudz Sidhiq

Bersabda Nabi SAW:
„Islam datang pertama kali dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang asing, yaitu mereka yang memperbaiki apa-apa yang telah dirusak oleh manusia dari sunnahku...“
(HR. Abu Daud, Ahmad dan Tirmidzi)


APA PERINGATAN NABI DALAM HADITS INI ?
b Sepeninggal Rasulullah SAW, Islam akan menjadi ajaran yang asing - sebagaimana pertama kali diturunkan kepada kaum jahiliyah Quraisy.
b Pada saat itulah, orang-orang yang menjalankan ajaran Islam dengan benar justru dipandang sebagai orang yang asing.

Allah SWT menyebut orang-orang yang asing dengan Islam sebagai „Ummiyyun“
„Dan diantara mereka ada orang-orang ummiyyun, yaitu yang tidak memahami al-Kitab kecuali hanya dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga saja...“
(QS. Al-Baqarah: 78)

Bagaimana Islamnya kaum Ummiyyun ?
b TAKLID -- Ber-Islam sesuai tradisi warisan nenek-moyang (QS. 2:170)
b PARSIAL -- Mengikuti sebagian dan menolak sebagian dari ajaran Islam (QS. 2:85)
b MUZABZAB -- Ragu antara iman dan kufur (QS. 4:137, 143)                                                                

Nabi Muhammad diutus Allah untuk „mengIslamkan“ kaum Ummiyyun ini !

„Dia-lah yang mengutus kepada kaum ummiyin seorang Rasul dari kalangan mereka. Yang membacakan ayat-ayat Nya, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.“
(QS. Al-Jumu‘ah: 2)

REALITAS UMMAT  YANG LEBIH IRONIS !!
„Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk         isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati tetapi tidak untuk memahami (ayat-ayat Allah),      dan mereka mempunyai mata tetapi tidak untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.“ (QS. Al-A‘raaf: 179)

Sekarang...  Saatnya Kembali Kepada I S L A M
„Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan sebagai seorang muslim...“
(QS. Ali Imran: 102)

Apa Makna ISLAM ?
b „Salima“ artinya: tunduk, patuh, berserahdiri -- kepada Allah SWT (QS. Al-Baqarah: 131)
b „Salama“ artinya: selamat, damai, bahagia, sejahtera -- dalam kehidupan dunia dan akhirat (QS.Az-Zumar: 73)

Apa Makna DIEN ?
b Dien (agama) adalah suatu sistem hidup yang dibuat untuk mengatur proses kehidupan di berbagai bidang sehingga kehidupan itu berjalan secara baik.
b Seorang Penguasa (Raja) juga bisa membuat Dien -- (QS. Yusuf: 76, QS. As-Syu‘araa‘: 29-30)

Inilah DIEN AL-ISLAM !
Suatu sistem hidup yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, yang diikuti dengan sikap tunduk, patuh dan berserah diri -- kepada Allah SWT, untuk bisa mendapatkan keselamatan, kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan -- hidup di dunia dan akhirat.

Dien al-Islam adalah DIENULLAH...
b  „Sesungguhnya dien di sisi Allah adalah al-Islam“  (QS. Ali Imran: 19)
b  „Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dia lah yang haq. Dan sesungguhnya apa yang mereka seru selain Allah itulah yang batil...“ (QS. Luqman: 30)
b  „Barangsiapa mencari dien selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.“ (QS. Ali Imrah: 85)

Firman Allah SWT:

„Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam (agama) Islam secara kaffah, dan janganlah kalian ikuti langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu.“
(QS. Al-Baqarah: 208)

SYUMULIYATUL-ISLAM (4 LANGKAHISLAMIYATUL-HAYAH)
b Meng-Islamkan Diri Pribadi
b Meng-Islamkan Keluarga
b Meng-Islamkan Kaum Kerabat
b Menda‘wahi Masyarakat

b  „Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka...“ (QS. At-Tahrim: 6)
b  „Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.“ (QS. As-Syu‘araa‘: 214)
b  „Hendaklah disiapkan dari kalian satu ummat yang menyeru manusia kepada kebaikan...“ (QS. Ali Imran: 104)

4 METODE ISLAMIYATUL-HAYAH
b Tarbiyah Islamiyah Shahihah

b Bi‘ah Islamiyah Shalihah

b Qudwah Hasanah

b Amal Jama’i

TARBIYAH ISLAMIYAH
b Membangun kesadaran dan pemahaman Islam dengan aktifitas Da‘wah Ammah dan aktifitas Ta‘limiyah.

b Membina kepribadian Islam dengan aktifitas Tarbiyah Khassah.

BI‘AH SHALIHAH
b Masjid sebagai pusat orientasi dan pusat aktifitas.
b Ruhul Ukhuwah Islamiyah.
b Sarana-2 kehidupan yang Islami.
b Budaya taushiyah bil-haq, bis-shabr dan bil-marhamah.

QUDWAH HASANAH
b Da‘wah bil Uswah
b Keteladanan Pemimpin
b Keteladanan Pendidik
b Ibrah Sirah Rasulullah, Hayatus Shahabah dan Salafus Shaleh

AMAL JAMA‘I
b Menghidupkan semangat berjama‘ah.
b Membangun diri sebagai „Ummat“.
b Membiasakan syura.
b Mengembangkan semangat Ta‘awun Ukhowi dan Tadhamun Ijtima‘i.

0 komentar:

Posting Komentar

Bagi Kawan-Kawan Mohon untuk tidak memberikan Komentar SPAM, hal ini untuk kita bisa saling menghargai....
Untuk Sementara waktu admin akan memakai moderasi komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...