13 Des 2012

SEKILAS TENTANG BUNGA LOTUS:

sekilas bunga lotus

Bunga Lotus sering juga di sebut Sacred Water Lotus,(Nymphaea lotus L.) adalah tanaman air yang sudah dibudidayakan bangsa Cina sejak 1200 SM. Selain keelokan bunganya, tanaman yang kerap disebut dengan bunga seroja, padma atau lotus ini juga sarat manfaat.


teratai
Bunga Lotus seri disamakan dengan Bunga Teratai (nymphaea sp). Namun keduanya bukanlah jenis bunga yang sama walaupun mereka masih satu keluarga , sama-sama hidup diair, dan memiliki bentuk bunga yang hampir mirip. Teratai memiliki bunga yang menempel dengan air sehingga terkesan mengapung diatas air, namun bunga lotus memiliki tangkai yang menjulang keatas air sekitar 5-10 cm sehingga bunga lotus tidak menempel pada air. Selain itu warna bunga lotus terbatas hanya kuning muda, putih, dan pink, sedangkan bunga teratai jauh lebih beragam.


lotus
Walaupun berbeda, namun kedua bunga ini memiliki khasiat yang sama untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan juga sebagai kecantikan. Semua komponen dari tanaman ini pun bisa digunakan sebagai obat mulai dari daun, batang,umbi/rimpang, biji, kelopak bunga, penyangga bunga, dn tunas bijinya baik digunakan saat segar maupun setelah dikeringkan. Kedua bunga ini dapat menyembuhkan banyak penyakit mulai dari disentri, diare, maag, demam, insomnia, hipertensi, mimisan, sakit jantung, beri-beri, batuk darah,  sakit kepala, berak dan kencing darah, muntah darah,  anemia, kanker nasopharynx, ejakulasi dini dll.

Setiap bagian dari tanaman ini juga memiliki kegunaan loh!! Berikut ini nih kegunaan-kegunaannya :

Tunas Biji:
-          Menenangkan jantung yang berdebar atau gelisah
-          Muntah darah
-          Mata merah atau mata bengkak
-          Insomnia (susah tidur malam)
-          Demam
-          Dehidrasi
-          Ejakulasi dini
-          Hipertensi (Darah tinggi)

Biji:
-          Muntah-muntah
-          Enteritis kronis (radang usus kronis)
-          Diare
-          Malasorbtion (gangguan pencernaan)
-          Susah tidur
-          Sakit saat buang air kecil
-          Lemah lesu
-          Keputihan
-          Pendarahan pada wanita
-          Kanker nasopharing (kanker yang terletak diwilayah rongga hidung, sinus, leher, dan sekitar bagian kepala)

Rimpang/Umbi
  -         Sakit lambung (Maag)
-          Dehidrasi
-          Sakit jantung
-          Muntah, batuk darah dan mimisan
-          Anemia (Kurang darah)
-          Berak dan kencing darah
-          Hipertensi (darah tinggi)
-          Gangguan haid
-          Neurosis

Benang sari:
-          Keputihan
-          Muntah darah dan disentri
-          Wasir
-          Enuresia (tidak bisa menahan kencing)
Daun, Dasar Daun akar dan Batang:
-          Demam
-          Diare karena panas dalam
-          Pingsan karena cuaca panas
-          Sakit kepala
-          Pendarahan pada wanita
-          Beri-beri
-          Mimisan, muntah darah, dan berak darah

Remptacle:
-          Darah berlebih saat haid
-          Pendarahan saat hamil
-          Waris
-          Berak darah dan kencing darah
-          Mulas pada bagian perut bawah karena tersumbat oleh darah
Bunga:
-          Pendarahan dikulit
-          Menyembuhkan luka yang bernanah

sumber: http://maag-yogya.blogspot.com/p/atasi-maag-akar-teratai.html

Baca selengkapnya >>

12 Des 2012

Jadikan Gugus PAUD sebagai Sarana Bertukar Pengalaman

jadikan Gugus PAud sebagai
Sarana Bertukar  Pengalaman

JAKARTA. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Ditjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog mendorong agar Gugus PAUD dijadikan sarana tukar pengalaman antar pendidik PAUD. Program yang digagas oleh Ditjen PAUDNI tersebut akan terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas lembaga PAUD.

Gugus PAUD merupakan pengelompokan beberapa lembaga. Rerata satu Gugus terdiri dari enam lembaga PAUD yang memiliki satu lembaga inti atau yang dijadikan percontohan. “Saya harap PAUD inti dapat berbagi pengalaman kepada lembaga lain yang ada dalam gugus,” ujar Reni saat memberi arahan pada penganugerahan pemenang Lomba Gugus PAUD dan Lembaga PAUD Berprestasi Tingkat Nasional, akhir pekan lalu.

Reni menyebutkan, program Gugus PAUD akan dikembangkan hingga ke 6.563 kecamatan seluruh Indonesia. Ia berharap langkah ini dapat memperbaiki kualitas lembaga dan pendidik PAUD yang hingga kini masih perlu ditingkatkan. “Ke depan perlu ada akreditasi lembaga untuk peningkatan mutu dan kualitas,” ucapnya.

Jawa Timur Juara Umum  

Kepala Subdit Kemitraan dan Kelembagaan Direktorat Pembinaan PAUD Mansur Simamora, selaku salah satu juri dalam lomba Gusus dan Lembaga PAUD berprestasi Tingkat Nasional mengakui cukup sulit melakukan penilaian. Sebab seluruh lembaga yang menjadi nominasi memiliki segudang prestasi. “Luar biasa sulit menentukan pemenang,” ungkapnya.

Lomba tersebut diikuti 27 provinsi, namun setelah dilakukan penilaian maka juri menetapkan 14 provinsi sebagai nominator. Adapun juara I-III lomba Lembaga PAUD diraih masing-masing oleh Jawa Timur, DIY dan Jawa Tengah. Sedangkan juara harapan ditempati oleh Provinsi Jambi, Kalimantan Timur, Bali, Jawa Barat dan Banten.

Sementara Juara I-III Lomba Gugus PAUD dipegang oleh Jawa Timur, Jawa Barat dan Lampung. Sementara juara harapan digenggam provinsi Jawa Tengah, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. (Yohan Rubiyantoro/HK)
sumber: http://www.paudni.kemdikbud.go.id/jadikan-gugus-paud-sebagai-sarana-bertukar-pengalaman/
Baca selengkapnya >>

11 Des 2012

Pamong Belajar, Utamakan Kemaslahatan Program

Pamong Belajar, Utamakan Kemaslahatan Program
SEMARANG. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog menegaskan agar para pamong belajar mengutamakan kemaslahatan program. Model yang dikembangkan harus membawa manfaat besar bagi masyarakat.   

Hal tersebut disampaikan Dirjen saat bertandang ke Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal dan Informal (PP PAUDNI) Regional II Semarang (4/12). Di salah satu Unit Pelaksana Teknis Ditjen PAUDNI tersebut, Reni Akbar Hawadi, sapaan Dirjen PAUDNI melakukan Pembakuan Hasil Uji Coba Model PAUD dan Pendidik dan Tenaga Kependidikan. “Saya melihat beberapa model yang kebermanfaatannya kurang bagi masyarakat,” ucapnya.

Kritik membangun yang disampaikan Reni tersebut mengandung maksud agar pamong belajar lebih inovatif dalam mengembangkan model. Manfaat bagi masyarakat harus benar-benar diperhitungkan sebelum mengembangkan model tersebut. Karena itu perlu disusun Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria sehingga seluruh proses pekerjaan tertata rapi. “Kita menggunakan uang rakyat, harus dipertanggungjawabkan sebaik-baiknya,” katanya.

Guru Besar Universitas Negeri Semarang Prof. Sukestiyarno menilai memang perlu ada pembakuan model. Pakar ekonomi statistik tersebut menekankan agar para pamong memiliki kesamaan pandangan tentang suatu model. “Hasil pengembangan model sebaiknya adalah suatu produk bukan kajian ilmiah,” sarannya. (Yohan Rubiyantoro/HK)

sumber: http://www.paudni.kemdikbud.go.id/pamong-belajar-utamakan-kemaslahatan-program/
Baca selengkapnya >>