26 Sep 2012

Jangan Marahi Anak Yang Sering Bertanya

Add caption

JAKARTA.  Para orang tua dan guru Taman Kanak-Kanak (TK) tidak boleh memarahi anak-anak yang sering bertanya. Sebab, hal tersebut merupakan salah satu ciri bakat intelektual anak.  Itu juga menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi Psikolog pada persamuhan dengan 33 guru TK dan 31 kepala sekolah TK berprestasi tingkat nasional, Kamis (6/9). Reni, sapaan Dirjen PAUDNI mengakui banyak orangtua yang sering kesal karena putra-putri mereka terlalu sering bertanya tentang segala hal.

“Jangan dimarahi, orangtua dan guru harus mau meladeni dan mengarahkan,” ujar Reni yang merupakan Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tersebut. Dirjen PAUDNI juga mengatakan, jangan kesal terhadap anak-anak yang mau mengerjakan segala sesuatunya sendiri. “Banyak anak-anak yang tidak mau dibantu ibunya saat pakai baju, pakai sepatu, dan lainnya. Biarkan saja, itu menandakan kemandirian,” imbuh Reni yang merupakan pakar psikologi perkembangan.

Kunci Anak Sukses

Pada pertemuan yang turut dihadiri Sesditjen PAUDNI Dr. Gutama, dan pejabat dari seluruh direktorat di lingkungan Ditjen PAUDNI tersebut, Reni memberikan kunci sukses mendidik anak menjadi persona yang unggul.

Menurutnya, sejak usia dini anak-anak harus dibekali kecerdasan intelektual (intellectual quotient), kecerdasan emosional (emotional quotient), kecerdasan spiritual (spiritual quotient), kreativitas (creativity quotient), dan daya tahan menghadapi tantangan atau kesulitan hidup (adversity quotient).

“Percuma jika memiliki anak ber IQ di atas rerata, tetapi tidak memiliki kreativitas dan kecerdasan emosional. Semuanya ini harus dipupuk sejak usia dini,” ucap Dirjen PAUDNI.  Selain itu, sejak kecil anak-anak harus dididik agar luwes dalam bergaul dan berani memiliki cita-cita setinggi langit. (Yohan Rubiyantoro/HK)
Baca selengkapnya >>

19 Sep 2012

Penuntasan Tuna Aksara Jadi Gerakan Masyarakat

Penuntasan Tuna Aksara jadi
Gerakan Masyarakat

PALANGKARAYA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh mengharapkan komitmen semua pihak untuk keaksaraan orang dewasa tidak lagi sebagai gerakan yang berorientasi pada upaya menuntaskan tuna aksara. Namun lebih kuat lagi menjadi gerakan masyarakat yang mampu mengurangi kesenjangan pengetahuan dan keterampilan.
Demikian ditegaskan mendikbud pada puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-47 2012 di Palangkaraya, Minggu (16/9). Hadir dalam kesempatan itu, Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, Sekda Jawa Timur keduanya sebagai penerima penghargaan Anugerah Keaksaraan, para pejabat eseleon I dan II serta fokum profesi Provinsi Kalimantan Tengah.

“Keberaksaraan mampu meningkatkan perannya dalam pembangunan, antara lain bidang ekonomi, budaya, dunia informasi digital dan mewujudkan Indonesia yang damai, adil dan makmur. Keaksaraan mampu meningkatkan keberdayaan masyarakat tunas aksara,” tegas dia.

Menurut mendikbud, program peningkatan keaksaraan yang dilaksanakan baik ditingkat nasional, daerah maupun masyarakat antara lain meliputi pendidikan keaksaraan dasar, pendidikan keaksaraan usaha mandiri, program kecakapan hidup, perluasan akses bahan bacaan pada Taman Bacaan Masyarakat di ruang publik, dan penguatan kualitas tenaga tutor diyakini mampu turunkan angka tuna aksara.

“Upaya pemerintah menurunkan jumlah tuna aksara selama ini menunjukan hasil yang memuaskan. Setidaknya hal itu terlihat dari penurunan prosentasi angka tuna aksara menjadi 95,6 persen atau tinggal sekitar 6,7 juta orang yang tuna aksara hingga 2011,” jelasnya.

Nuh menambahkan, disparitas antar provinsi juga menunjukan penurunan yang signifikan yaitu hanya tersisa dua provinsi dengan prosentase tuna aksara orang dewasa di atas 10 persen. Dua provinsi itu yaitu Papua dan Nusa Tenggara Barat. Meski provinsi yang prosentasenya kecil masih memiliki angka absolut tuna aksara yang cukup besar, karena jumlah penduduk yang besar seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Pemerintah berkomitmen untuk menuntaskan ketunakasaraan pada 2015. Berdasarkan kelompok usia, terdapat sekitar 500.000 tuna aksara untuk kelompok 15-24 tahun sekitar 2,3 juta untuk kelompok usia 25-44 dan 3,9 juta untuk kelompok 45-59 tahun,” jelasnya.

Karena itu, katanya, pada 2013-2015 strategi penuntasan tuna aksara akan difokuskan pada daerah 3 T dan klaster 4. Contohnya, untuk Papua dilakukan Gerakan Daerah Pengentasan Ketunaaksaraan yang akan disertai Peraturan Daerah Khusus. Gerakan Pemberdayaan Masyarakat yang lebih menyeluruh untuk provinsi lainnya serta keaksaraan berbasiskan bahasa ibu yang disertai bahan ajar elektronik dan perangkatnya.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang mengatakan, memastikan semua tujuan dan target yang telah disepakati pertemuan Dakar  yang pada 2015 angka tuna aksara dibawah 50 persen, bagi Kalimantan Tengah hal itu dapat terlampui.

“Saat ini angka tuna aksara usia 15 tahun ke atas tinggal tersisa 2,5 persen atau 97,5 persen penduduk Kalimantan Tengah usia 15 tahun ke atas sudah melek aksara. Apalagi, hal ini diperkuat dalam UUD 1945 setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Jadi, ada atau tidaknya kesepakatan Dakar Pemda Kalteng berkewajiban memberi pelayanan pendidikan yang terbaik,” ujar Teras Narang.(mulya)

SUMBER: http://www.paudni.kemdikbud.go.id/dikmas/index.php/component/content/article/56-pembelajaran-dan-peserta-didik/1209-penuntasan-tuna-aksara-jadi-gerakan-masyarakat.html
Baca selengkapnya >>

18 Sep 2012

Ibu Negara Resmikan Rumah Pintar di Morotai

Ibu Negara Resmikan Rumah
Pintar di Morotai 

MOROTAI. Ibu Negara Ani Yudhoyono meresmikan Rumah Pintar di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, Sabtu (15/9). Wujud kerja sama antara Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut diberi nama Rumah Pintar Burung Bidadari.
Rumah Pintar yang didirikan dalam rangka mendukung kegiatan Sail Morotai 2012 itu memiliki lima sentra. Yaitu Sentra Bermain, Sentra Buku, Sentra Komputer, Sentra Kriya, dan Sentra Audio Video.  Usai meresmikan, Ibu Negara bersama Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengajak anak-anak di Rumah Pintar bernyanyi bersama.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengapresiasi upaya pembangunan rumah pintar di kabupaten yang terletak di bibir Samudera Pasifik tersebut.  Agung berharap hal itu dapat memacu peningkatan kualitas sumber daya manusia di kabupaten yang digadang-gadang menjadi magnet ekonomi regional di wilayah Asia Pasifik itu.

 Dukungan Ditjen PAUDNI

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) turut mendukung pembangunan Rumah Pintar di Morotai. Bantuan yang diberikan berupa Alat Permainan Edukatif (APE) luar ruang dan dalam ruang, serta buku-buku.

Selain itu, Ditjen PAUDNI juga membangun PAUD Terpadu di Kabupaten Morotai, serta merintis Taman Bacaan Masyarakat. Direktur Jenderal PAUDNI Prof. Dr Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, yang mengunjungi Morotai pekan lalu meminta agar pemerintah kabupaten tidak menyia-nyiakan bantuan dari pemerintah pusat.

Reni, Sapaan Dirjen PAUDNI meminta agar seluruh infrastruktur yang telah dibangun dapat dijaga keberlanjutannya. Reni, yang turut didampingi Direktur PAUD Dr Erman Syamsuddin juga membuka pelatihan kewirausahaan di Morotai yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan PAUDNI Regional VI Sentani Jayapura.

UPT Ditjen PAUDNI yang salah satu wilayah kerjanya adalah Provinsi Maluku Utara tersebut menggelar pelatihan montir, pembuatan kapal fiber, kerajinan tempurung kelapa, pelatihan teknisi computer, dan sablon kilat.

Hance, Pemilik LKP Mediacom Morotai menilai pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat. Sebab Morotai memiliki banyak sumber daya alam yang dapat diolah, tetapi kualitas SDM nya masih rendah. “Kami ingin pelatihan kewirausahaan seperti ini diselenggarakan kembali oleh Ditjen PAUDNI,” harapnya.  (Yohan Rubiyantoro/HK)

Sumber: http://www.paudni.kemdikbud.go.id/ibu-negara-resmikan-rumah-pintar-di-morotai/

Baca selengkapnya >>

13 Sep 2012

Lagi gak bisa mikir

Lagi gak bisa mikir
Udah beberapa minggu ini, admin  lagi kacau balau, nggak bisa mikir nggak bisa ngapain, cuman buat copas pun udah males ...hehehehe...... mana kerjaan kantor numpuuuk lagi...... (ah males aja itu mah)

So, admin minta maaf sama temen-temen yang udah ngasih komentar, iklan ataupun cuman blogwalking di  buku tamu... admin ga bisa respon.

perlu dimaklumi ya... he..he...admin lagi diakhir masa kuliah (sombong...nyaa). oke dech... bulan depan kita ber-Blogger ria lagi yu..uuuuuu...

pusieng..pusieng....pening..pening...................................

mohon do'a dan dukungannya ya...................
semoga lancar dan lulus.... amiin....
Baca selengkapnya >>