29 Jun 2012

Ki Daus Mengguncang Campakamulya


Ki Daus Mengguncang Campakamulya 

Campakamulya (25/06) Ki Daus dan goup memenuhi undangan untuk tampil dari Persatuan Orang Tua Murid SDN Bojongkopo Kecamatan Campakamulya. Bertempat di Lapangan Upacara SDN Bojongkopo, Ki Daus memeriahkan Acara Resepsi Kenaikan Kelas dan Perpisahan Kelas VI SDN Bojongkopo. Admin mencoba konfirmasi kepada Kepala Sekolah dan Ketua Komite, bahwa kegiatan ini murni keinginan dari para orang tua murid yang diputuskan pada rapat kenaikan kelas.

Acara ini dimulai dari pukul 8.00 wib, yang diisi oleh rangkaian acara yang sangat padat, yaitu pentas seni siswa-siswi SDN Bojongkopo dipadukan dengan tampilnya penyanyi dangdut dari Grup Nirwana. Ki Daus Tampil dimulai pukul 13.00 dan berakhir sekitar pukul 14.45. Selama pentas Ki Daus tak henti-hentinya menghibur para siswa, orang tua murid dan masyarakat yang hadir di Lapangan SDN Bojongkopo dan mendapat respon yang sangat antusias dari penonton. Ratusan penonton hadir pada kesempatan ini, sehingga lapangan yang begitu luas menjadi penuh sesak dan hiruk pikuk. Hal ini juga dibarengi oleh hadirnya Pasar kaget di sekitar SDN Bojongkopo, sehingga lalu lintas jalan warungkadu pun sempat dialihkan ke jalan alternatif.

Acara ini juga dihadiri oleh Kapusbindik TK/SD Kecamatan Campakamulya, Perwakilan Kecamatan Campakamulya dan instansi lainnya. Pokoknya acaranya sangat meriah dan mendapat sambutan yang baik dari masyarakat.
Baca selengkapnya >>

23 Jun 2012

Supaya Gaji Tidak Cepat habis | ini mah saran he...he..he...


gaji ke 13

Beberapa hari lalu PNS memperoleh gaji ke 13, gaji bulan ke 13 yang tanpa potongan apapun dari pemerintahnya. Nah ... biasanya suka bingung tuh, mau diapain atau dihabisin aja beli ini, beli itu, bayar ini, bayar itu... kerasa deh.......  begitu pula gaji bulanan heheheheheh......

Bingung gaji bulanan seringkali habis tak bersisa, bahkan masih pertengahan bulan kita sudah teriak gaji habis. Anda mungkin berdalih kalau semuanya serba mahal dan gaji tidak cukup untuk membiayai pengeluaran bulanan.

Eits tunggu dulu, jangan-jangan semua itu karena Anda kurang baik dalam mengelola keuangan Anda dan bisa jadi juga dipengaruhi gaya hidup Anda yang boros. Padahal, kalau Anda ingat sebelumnya gaji Anda lebih kecil dari sekarang toh cukup-cukup saja.

Agar kebiasaan ini tidak terus menerus dan merugikan Anda, berikut ada beberapa Tips agar Gaji Tidak Cepat Habis :

Nabung dulu, jangan tunggu sisanya

Kebanyakan orang menabung ketika sisa gaji hampir habis, ini pemikiran yang salah. Mulailah sekarang menyisihkan gaji Anda sesuai kemampuan untuk ditabung. Anda bisa buka rekening baru tanpa menggunakan ATM atau ikut program tabungan recana yang ada di hampir setiap bank.
Quote:
Budgeting adalah keharusan

Tiap awal bulan kamu harus membuat budgeting yang rapi agar pengeluaranlu bisa terkontrol. Pisahkan kewajiban seperti misalnya hutang dan cicilan. Untuk asuransi dan tabungan juga harus ada porsinya tersendiri

Disiplin dalam perencanaan keuangan

Jika kamu sudah merencanakan keuangan maka kamu harus berdisiplin. Jika jatah untuk bersenang-senang sudah habis jangan memaksakan diri mengambil porsi dari pos pengeluaran lain.

Belanja sesuai kemampuan

Berbelanjalah sesuai uang yang Anda punya bulan ini, bukan berdasarkan seberapa uang atau bonus yang akan Anda dapat di kemudian hari. Ingat, jangan mengeluarkan uang untuk keperluan tidak penting dan berharap akan mendapatkan uang ekstra setelahnya.

Batasi penggunaan kartu kredit

Jangan memiliki lebih dari dua kartu kredit di dalam dompet jika Anda tidak bisa mengontrol penggunaannya. Gunakan kartu kredit secara bijaksana agar Anda tidak terbebani saat membayarnya. Tuntaskan semua pembayaran kartu kredit dan utang lainnya, segera setelah gaji Anda masuk.

Jangan remehkan uang receh

Anda tentunya sering menerima kembalian dari swalayan atau sehabis makan di restoran. Coba deh untuk menyimpannya di dompet khusus, uang receh ini bisa Anda gunakan untuk membayar parkir, membeli cemilan atau bisa juga digunakan untuk membeli kebutuhan kecil tak terduga.

Buat dana cadangan

Dana cadangan ini penting banget lho untuk mengantisipasi kebutuhan tak terduga misalnya seperti kondangan, membeli hadiah atau sekedar mengganti ban mobil yang sudah rusak.

Investasi
Investasikan gaji Anda dengan mengikuti asuransi, bermain reksadana atau mendepositokan uang yang bisa ditarik sesuai persetujuan. Dengan cara ini sama saja seperti Anda menabung disiplin.

Nah sekarang udah tau kan cara mengelola gaji, coba dipraktekkan ya dan semoga berhasil

sumber: http://sekedarwawasan.blogspot.com/2012/03/tips-agar-gaji-tidak-cepat-habis.html

Baca selengkapnya >>

22 Jun 2012

Pengertian Jasa Usaha Makanan


jasa usaha makanan

Istilah Jasa Usaha Makanan yang telah dikenal masyarakat yang berasal dari Bahasa Inggris to cater  yang berarti menyediakan makanan (menurut teori Webster tahun 1975). Istilah yang digunakan untuk maksud yang sama adalah food service (menurut Spears dan Vaden) dan food and beverage management (David dan Stone/Kegiatan ini dapat ditemui di perhotelan, panti sosial, penerbangan, perkapalan, rumah sakit, sekolah, panti sosial, restoran, kantin dan sebagainya. Begitu populernya usaha ini sehingga muncul berbagai variasi bentuk Jasa Usaha Makanan yang menyebabkan kesulitan dalam memberikan definisi secara tepat (Lilicrap).

Di Indonesia menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor: 712/Menkes/Per/X/1986 tentang Persyaratan Kesehatan Jasa Boga Bab I Ketentuan Umum Pasal I dicantumkan bahwa yang dimaksud dengan jasa boga adalah perusahaan atau perorangan yang melakukan kegiatan pengelolaan makanan yang disajikan di luar tempat usaha atas dasar pesanan.

Dapat diambil pengertian bahwa Jasa Usaha Makanan merupakan usaha pengelolaan makanan dan minuman dalam jumlah besar atau kecil yang dapat dilakukan oleh perseorangan, institusi atau perusahaan.

sumber: Kementrian Pendidikan Nasional Dirjen PNFI Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan, 2010, Manajemen Jasa Usaha Makanan.

untuk lebih jelasnya tentang Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor: 712/Menkes/Per/X/1986 dapat di dilihat dan download di sini
Baca selengkapnya >>

21 Jun 2012

Beurit Pinter


Beurit Pinter

Aya beurit sajodo ngaliang dina sisi darmaga, deukeut lembur.
Dina hiji mangsa sanggeus rumpak jami, eta dua beurit lahlahan arasup ka hiji imah, arek nareangan hakaneun. Di sawah mah geus euweuh pisan pupurianeun. Kabeneran dina pabetekan handapeun pago, beh maranehna manggih endog hayam hiji. Atuh teu kira-kira aratoheunana. Karepna arek dipeupeuskeun di dina bae, rek tuluy diharakan. Tapi teu tulus, lantaran teu kaur balas ngarenjag, rareuwaseun ngadenge anu leumpang atawa nu ngaromong.

Ceuk beurit jalu, "Beu, heunteu kaya kieu mah, balik nyamos urang ieuh. Hayu geuwat urang peupeuskeun bae ayeuna mah, montong sieun-sieun!"
Sabot kitu, geblig, geblig, aya nu leumpang. Buru-buru maranehna nyarumput.
Barang jelema anu gegebligan geus teu aya, tuluy eta beurit-beurit teh kalaluar tina panyumputanana.
Ceuk anu jalu, "Geuwat urang peupeuskeun!"
Tembal nu bikang, "Enya, tapi kumaha mun kakara pre geus kapanggih ku jelema? Endog lapur, urang digebug. Ari hadena mah mending urang bawa bae, ulah dihakan di dieu."
Omong nu jalu, "Atuh ari jol jelema mah, ngageuwat urang lalumpat. Ulah nyebakeun maneh!"
Tembal nu bikang, "Teu, kuring mah teu mupakat dihakan di dieu, moal jongjong. Mending dibawa bae!"
Cek beurit jalu, "Mending dihakan di dieu, mun aya jelema ngageuwat urang lumpat!"
Tembal beurit bikang, "Heueuh, urang bisa gancang lumpat, ari endog mah tangtu moal kapuluk. Nu matak, mending dibawa!"
Ceuk nu jalu, "Heueuh, mending dibawa, nya! Tapi kumaha mawana?"
Duanana ting haruleung malikiran kumaha akalna.
"Aaah, aing manggih akal!" cek beurit jalu bari emprak.
"Cing, cing kumaha?" cek beurit bikang panasaraneun pisan.
Cek nu bikang, "Tah, enya bae mending kitu. Pek atuh geura ranggeum endogna, tuluy nangkarak. Mangkade ulah tarik teuing, bisi peupeus. Sok atuh buru-buru, ku kuring rek digusur!"
Keur kitu kadenge nu boga imah ngomong ka anakna, "Nyai, cokot uyah dina pago. Ieu angeun teh tiis kurang uyah!"
Gancang beurit teh lalumpatan, nyarumput mani ngaharephep. Jol Si Nyai nyokot uyah tina pago, tuly asup deui ka jero.
Buru-buru beurit-beurit teh maruru deui endog tea, tuluy ku nu jalu ditangkeup bari nangkarak. Gep buntutna digegel ku si bikang, tuluy digusur lalaunan. Lila-lia nepi oge kana liangna.
Ti dinya endog teh dipurak bari arandekak, tingsuruput mani nari'mateun pisan.

sumber: Ki Umbara, 1983, Torotot Heong, Bandung: Rachmat Cijulang

Nah... untuk temen-temen apabila mempunyai cerita pendek berbahasa sunda, admin menerima dengan senang hati dan bisa dikirim ke pkbmcibanggala@yahoo.com.
terima kasih... hatur nuhun pisan...
Baca selengkapnya >>

19 Jun 2012

RPP Tematik Kelas 2 SD: Tempat Umum | Pertemuan 5, 6, 7, dan 8


masjid sebagai salah satu tempat umum

TEMA          : TEMPAT UMUM
KELAS /SEMESTER : 2 (dua)/ 1 (satu)
WAKTU         : 4 kali pertemuan @ 5 JP/hari (4 hari)

I.   KOMPETENSI DASAR

  • Mengidentifikasi berbagai bunyi (PKn).
  • Menceritakan sikap yang baik di tempat umum (IPS).
  • Mendengarkan: Menyebutkan kembali dengan kata-kata atau kalimat sendiri isi teks pendek (BI).
  • Berbicara: Menceritakan kegiatan sehari-hari dengan bahasa yang mjudah dipahami orang lain.
  • Membaca: Menyimpulkan isi tek pendek (10-15 kalimat) yang dibaca dengan membaca lancer.
  • Menulis: Menulis kalimat sederhana yang didektekan guru dengan menggunakan huruf tegak bersambung dan memperhatikan penggunaan huruf capital dan tanda titik.
  • Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 500 (Mat).
  • Mengidentifikasi berbagai bunyi (IPA).
  • Mengekspresikan diri melalui nyanyian dan tarian (Se-Bud & Ketr).


II.   INDIKATOR
· Menjelaskan sikap dalam menggunakan fasilitas umum (PKn).
· Menceritakan sopan santun di tempat umum.
· Menjaga ketertiban umum..
§ Menceritakan pengalamannya di tempat umum (IPS).
§ Mendeskripsikan kegunaan berbagai macam tempat umum.
· Menjawab pertanyaan sesuai isi cerita yang didengarkan (BI).
· Menceritakan kembali cerita dengan menggunakan kata-kata sendiri.
· Menuliskan pesan ke dalam beberapa kalimat.
· Membaca teks cerita dengan lafal dan intonasi yang tepat.
· Menjawab atau mengajukan pertanyaan dari isi teks yang dibaca.
· Memilih bacaan yang disenangi.
· Menikmati kegiatan membaca.
· Memberikan pendapat atau komentar tentang tokoh-tokoh dalam teks.
· Menulis kalimat sederhana yang didektekan guru dengan huruf sambung secara tepat, rapi dan mudah dibaca.
· Menulis menggunakan huruf sambung dengan rapi dan dengan kecepatan tertentu.
· Penjumlahan dan pengurangan tanpa teknik menyimpan (MAT).
· Pengurangan tiga bilangan.
· Mengetahui ukuran berbagai benda.
· Membandingkan bunyi panjang dan bunyi pendek (IPA).
· Memberi makna pada hasil pengamatan.
· Menggunakan informasi dari hasil pengamatan untuk menjawab pertanyaan.
· Bekerjasama dengan teman.
· Memberi tanggapan secara santun.
· Menyanyikan lagu dengan pengucapan yang benar.Membedakan kuat dan lemahnya bunyi dengan gerakan/tepukan (Se-Bud & Ketr).
· Menyanyikan lagu sesuai dengan tanda dinamik.
· Mengetahui berbagai jenis gerakan tarian.

III.   LANGKAH PEMBELAJARAN
1.   Kegiatan Awal/Pendahuluan
§ Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.
§ Mengajak siswa menyanyikan lagu “Tukang Pos” sambil menggerakkan anggota badan sesuai dengan syair lagu (Orkes, Budaya-Keterampilan).
§ Bertanya jawab tentang tugas pekerjaan Pak Pos dan dikaitkan dengan tempat umum.
§ Menginformasikan tema yang  akan dipelajari bersama (Tempat Umum).

2.   Kegiatan Inti 
1) Meminta semua siswa mengamati gambar yang ada di hal 50 dan 51 tentang Perpustakaan Umum. Dilanjutkan dengan menugaskan salah satu siswa secara bergantian untuk membaca teks/bacaannya.
2) Bertanya jawab tentang perpustakaan. Misalnya:

  • Apakah di sekolah ada perpustakaan?
  • atau di sekitar rumah (perpustakaan keliling)?
  • atau perpustakaan  bacaan?, 
  • Bagaimana cara meminjamnya, 
  • siapa saja yang boleh meminjam dan 
  • buku-buku apa saja yang ada di perpustakaan tersebut
  • dan sebagainya

3) Untuk mengetahui apakah siswa memahami makna teks dilakukan tanya jawab lisan antara lain:

  • pernahkah kamu pergi ke perpustakaan?
  • apakah di sekitar rumah ana ada perpustakaan?
  • Buku apa yang pernah kamu pinjam?
  • Siapa yang menerima ana ketika pergi ke perpustakaan?
  • Apakah ada peraturan kalau berada di perpustakaan?
  • Bagaimana caranya menjadi anggota perpustakaan?

4) Pada bagian “Cakrawala” semua siswa diminta mengamati gambar di hal 52 dan Guru bercerita tentang benda-benda dua dimensi dan benda tiga dimensi.  Guru menunjukkan benda-benda disekitar siswa misalnya (kertas mempunyai ukuran panjang dan lebar, ini dua dimensi) sedangkan yang dimaksud dengan benda tiga dimensi memiliki 3 ukuran yaitu panjang, lebar dan tinggi misalnya gelas, kotak dsb) (BI, Mat, IPA, PKn, IPS)
5) Menugaskan semua siswa untuk menulis benda-benda dua dimensi dan tiga dimensi yang dikenal dan ada disekitar siswa. Hasil catatan dikumpulkan   (BI, Mat, IPA, PKn, IPS, SENI BUD)
6) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling bertanya jawab dengan teman sebangkunya tentang benda dua  dimensi dan tiga dimensi yang ada di ruang kelas (halaman 54)  (BI, Mat, IPA, PKn, IPS, SENI BUD)
7) Semua siswa dikelompokkan dengan anggota yang terdiri dari lima anak. 
8) Setiap kelompok ditugaskan untuk membuat klipping dan yang dikliping adalah tentang: 
§ benda yang berbentuk segi empat, 
§ benda yang berbentuk segitiga, 
§ benda yang berbentuk lingkaran yang ada di tempat umum. 
§ Masing-masing kelompok diminta bercerita tentang benda tersebut. (warnanya, besarnya, bentuk dsb) (BI, Mat, IPA, PKn, IPS, SENI BUD)
9) Siswa dikelompokkan dengan menggunakan teknik (Group Investigation) dengan langkah:

  • Siswa dikelompokkan denganb latar belakang yang heterogen (ada siswa yang pandai, yang sedang dan yang lemah)
  • Guru memberikan penjelasan tugas kelompok dan apa yang harus dilakukan dalam diskusi
  • Ketua kelompok dipanggil untuk menerima tugas (pengamatan)
  • Dipimpin oleh ketua kelompok membahas materi yang ditugaskan
  • Ketua dan juru bicaranya menyampaikan hasil pengamatannya di kelas
  • Kelompok lain bisa memberikan tanggapan dan pertanyaan

Bahan diskusi adalah materi di halaman 55
10) Semua siswa ditugaskan untuk mengerjakan tugas berhitung (halaman 56) (BI, Mat, IPA, PKn, IPS, SENI BUD)

  • Penjumlahan bilangan sampai 500
  • Penjumlahan tanpa teknik meminjam
  • menjumlahkan tiga bilangan berturut-turut
  • tentukan hasil penjumlahan di halaman 59

11) Bagian “Ayo Bernyanyi” Semua siswa diajak menyanyikan lagu “Tukang Pos” dengan keras, seuai irama dan dinamikanya sambil menggerakkan tangan berirama atau bertepuk tangan serempak. Sambil menyanyikan lagu guru mengamati cara pengucapan yang baik dan benar (BI, Mat, IPA, PKn, IPS, SENI BUD)
12) Karena kalau suku kata kedua diucapkan keras, maka jadi membentak. (BI, Mat, IPA, PKn, IPS, SENI BUD)
13) Memanggil beberapa siswa maju kedepan kelas untuk memperagakan cara mengucapkan nama teman dengan cara keras dan lembut tersebut.
14) Terakhir semua siswa diminta menyimak bagi ”Berbudi Pekerti” (halaman 113) dan diharapkan semua siswa menerapkan perilaku-perilaku positif yang ada dalam petunjuk berbudi pekerti tersebut.

3.    Kegiatan Akhir/Penutup

  • Bersama-sama siswa menyimpulkan hasil belajar sesuai dengan hasil klarifikasi.
  • Bertanya jawab untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajari selama pembelajaran (evaluasi hasil belajar).
  • Mengajak semua siswa berdoa untuk mengakhiri pelajaran.


IV.   ALAT DAN SUMBER BELAJAR

  • Gambar-gambar tentang tempat umum (Kolam renang, Perpustakaan.
  • Lingkungan sekitar, masyarakat, dan sekolah.
  • Buku Teks siswa (Bahasa Indonesia, PKn, IPA, Matematika, Orkes, Budaya-Keterampilan, IPS dan Agama).
  • Kurikulum mata pelajaran (Bahasa Indonesia, PKn, IPA, Matematika, Orkes, Se-Bud-Keterampilan, IPS dan Agama).


V.   PENILAIAN
§ Penilaian Lisan (dalam proses).
§ Penilaian Tingkah laku (Pengamatan).

  • Penilaian Produk.
  • Penilaian Portofolio.
  • Penilaian Tertulis Obyektif.
  • Penilaian Tertulis Subyektif.
  • Penilaian Unjuk Kerja (dalam proses).
  • Penilaian Buku Kerja Tematik terbitan ESIS.


Mengetahui,


Kepala Sekolah Guru Kelas 2

Baca selengkapnya >>

18 Jun 2012

RPP PKn Kelas IX Paket B Sem 2: Mengenal potensi diri untuk berprestasi sesuai kemampuan


Menampilkan Potensi  diri

NAMA KEJAR                        :

MATA PELAJARAN              : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

KELAS/SEMESTER               : IX/II

                                         STANDAR KOMPETENSI    : Menampilkan prestasi diri sesuai kemampuan demi keunggulan bangsa.


                                         KOMPETENSI DASAR         : Mengenal potensi diri untuk berprestasi sesuai kemampuan

Baca selengkapnya >>

11 Jun 2012

Khasiat Kulit Manggis


khasiat kulit manggis

Buah manggis (Garcinia mangostana. L) tumbuh liar di hutan dan pegunungan dengan ketinggian pohon bisa mencapai lebih dari 15 meter namun mempunyai masa berbuah yang membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun. Indonesia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati melimpah adalah salah satu sentra penghasil manggis yang diekspor ke berbagai belahan dunia seperti Amerika dan Eropa. Berdasarkan informasi yang saya dapat, di Eropa sana nilai jual kulit manggis sangat tinggi. Di sana kulit manggis dijadikan jus yang harganya mencapai 20 US dolar atau berkisar 200 ribu rupiah per gelas. Sedangkan di Negara kita, buah manggis dijadikan bahan tebak-tebakan bahkan bisa jadi permainan “JUDI”

Mungkin sudah lama ada yang meyakini bahwa buah manggis itu berkhasiat, namun soal manfaat kulit manggis baru belakangan ini “naik daun”. Warna kulit manggis yang ungu diyakini kaya akan zat antioksidan kuat.

Kulit dari ratu segala buah Tropis (Queen of The Tropic Fruits) ini dapat menghasilkan senyawa xanthone, yaitu zat yang terbentuk dari hasil isolasi kulit buah manggis. Kadarnya mencapai 123,97 mg per ml. Xanthone mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Senyawa xanthone dapat menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan sel sehingga proses degenerasi sel terhambat. Apalagi zaman sekarang, kita sudah banyak terkontaminasi oleh bahan-bahan kimiawi, bahan polutan dan bahan tiruan, dan itu semua sudah tak terelakkan lagi. Selain itu Xanthone bukan hanya sebagai antioksidan, tetapi juga antikanker. Belakangan ini para ilmuwan juga sedang melakukan uji potensi kulit manggis sebagai obat HIV.

Berikut 34 Fakta khasiat kulit manggis :
  1. Anti-fatigue (energy booster/memberi tenaga)
  2. Powerful anti-inflammatory (prevents inflammation/anti peradangan)
  3. Analgesic (prevents pain/mencegah sakit urat saraf)
  4. Anti-ulcer (stomach, mouth and bowel ulcers)
  5. Anti-depressant (low to moderate/mencegah kemurungan)
  6. Anxyolytic (anti-anxiety effect/mencegah kegelisahan, panik & cemas)
  7. Anti-Alzheimerian (helps prevent dementia/mencegah penyegah Alzheimeria)
  8. Anti-tumor and cancer prevention (shown to be capable of killing cancer cells/Mencegah kanker)
  9. Immunomodulator (helps the immune system/system kekebalan)
  10. Anti-aging (Anti penuaan)
  11. Anti-oxidant ( Buang toxic/racun dalam badan)
  12. Anti-viral (membunuh kuman)
  13. Anti-biotic (modulates bacterial infections)
  14. Anti-fungal (prevents fungal infections/infeksi oleh jamur)
  15. Anti-seborrheaic (prevents skin disorders/ mencantikkan kulit)
  16. Anti-lipidemic (blood fat lowering/membuang kolesterol)
  17. Anti-atherosclerotic (prevents hardening of arteries)
  18. Cardioprotective (protects the heart/untuk jantung)
  19. Hypotensive (blood pressure lowering/merendahkan tekanan darah)
  20. Hypoglycemic (anti-diabetic effect, helps lower blood sugar/ mengurangi gula dalam darah)
  21. Anti-obesity (helps with weight loss/kuruskan badan)
  22. Anti-arthritic (prevention of arthritis/cegah sakit tulang)
  23. Anti-osteoporosis (helps prevent the loss of bone mass/tulang rapuh)
  24. Anti-periodontic (prevents gum disease/cegah gusi berdarah)
  25. Anti-allergenic (prevents allergic reaction)
  26. Anti-calculitic (prevents kidney stones/cegah batu karang)
  27. Anti-pyretic (fever lowering/rendahkan suhu badan)
  28. Anti-Parkinson (penyakit saraf parkinson)
  29. Anti-diarrheal (mencegah diare)
  30. Anti-neuralgic (reduces nerve pain/sakit urat saraf)
  31. Anti-vertigo (prevents dizziness)
  32. Anti-glaucomic (prevents glaucoma/sakit mata)
  33. Anti-cataract (prevents cataracts)
  34. Pansystemic (has a synergistic effect on the whole body/Mengimbangi seluruh badan)

nah... apabila kawan-kawan punya khasiat yang lain silahkan berkomentar 
di Box komentar.............!!!!!!


sumber: http://obat-herbal.jellygamat-luxor.biz/34-khasiat-kulit-manggis/

Baca selengkapnya >>

8 Jun 2012

Kegagalan Jangan Membuat Berhenti !!!


kegagalan jangan membuat berhenti

Tahun 1976, bersama rekannya Steve Wozniak, Jobs yang baru berusia 21 tahun mulai mendirikan Apple Computer.Co di garasi milik keluarganya. dengan susah payah mengumpulkan modal yang diperoleh dengan menjual barang" mereka yang paling berharga, usaha itu pun dimulai. komputer pertama mereka, Apple 1 berhasil mereka jual sebanyak 50 unit kepada sebuah toko lokal. dalam beberapa tahun, usaha mereka cukup berkembang pesat sehingga tahun 1983, Jobs menggaet John Sculley dari Pepsi Cola untuk memimpin perusahaan itu. sampai sejauh itu, Apple Computer menuai kesuksesan dan makin menancapkan pengaruhnya dalam industri komputer terlebih dengan diluncurkannya Macintosh. namun, pada tahun 1985, setelah konflik dengan Sculley, perusahaan memutuskan memberhentikan pendiri mereka, yaitu Steve Jobs sendiri.

setelah menjual sahamnya, Jobs yang mengalami kesedihan luar biasa banyak menghabiskan waktu dengan bersepeda dan berpergian ke Eropa. namun, tak lama setelah itu, pemecatan tersebut rupanya justru membawa semangat baru bagi dirinya. ia pun memulai usaha baru yaitu perusahaan komputer NeXT dan perusahaan animasi Pixar. NeXT yang sebenarnya sangat maju dalam hal teknologinya ternyata tidak membawa hasil yang baik secara komersil. akan tetapi, Pixar adalah sebuah kisah sukses lain berkat tangan dinginnya. melalui Pixar, Jobs membawa trend baru dalam dunia film animasi seiring dengan diluncurkannya film produksinya Toy Story dan selanjutnya Finding Nemo dan The Incredibles.

sepeninggal Jobs dan semakin kuatnya dominasi IBM dan microsoft membuat Apple kalah bersaing dan nyaris terpuruk. maka, tahun 1997, Jobs dipanggil kembali untuk mengisi posisi pimpinan sementara. dengan mengaplikasi teknoligi yang dirancang di NeXT, kali ini Apple kembali bangkit dengan berbagai produk berteknologi maju macam MacOS X, IMac dan salah satu yang fenomenal yaitu iPod.

kisah sukses Steve Jobs mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kesuksesan yang instan. penolakan dan kegagalan seringkali mewarnai perjalanan hidup kita, tapi jangan biarkan semua itu membuat kita berhenti.
Baca selengkapnya >>

4 Jun 2012

BAGAIMANA MENJADI PEMBINA PRAMUKA YANG PROFESIONAL


Latar Belakang

Pendidikan merupakan suatu bentuk interaksi yang diarahkan untuk tercapainya tingkat perkembangan individu. Sejalan dengan itu dikembangkan proses belajar dan mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta sikap dan perilaku yang kreatif dan inovatif. Untuk mencapai sasaran yang diinginkan perlu upaya pemberdayaan lembaga pendidikan, baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah melalui pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, seperti  yang dirumuskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, butir ( c )  yaitu  :
“ bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan; “

Dalam upaya memenuhi hal tersebut, pendidikan memegang peranan yang sangat penting serta dominan.  Karena pendidikan merupakan faktor utama dalam upaya mewujudkan pembangunan nasional secara umum, hal tersebut sesuai dengan yang tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab II Pasal 3, tentang Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional, yaitu  bahwa:
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab“.

Pembangunan Nasional Indonesia dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruhnya masyarakat Indonesia.  Menyadari bahwa manusia merupakan tujuan utama pembangunan dan sekaligus peningkatan sumber daya manusia di Indonesia, maka untuk mewujudkan hal tersebut di atas dimulai dari persiapan para generasi mudanya. Generasi Muda merupakan peran utama dalam pelaksanaan Pembangunan Nasional  sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan Nasional, maka generasi muda perlu ditingkatkan pembinaan dan pengembangannya untuk diarahkan menjadi kader penerus perjuangan bangsa dan manusia Indonesia yang berjiwa Pancasila. Pembinaan generasi muda sangat perlu dilakukan dengan mengembangkan suasana kepemudaan yang sehat dan tanggap terhadap tantangan pembangunan masa depan sehingga akan meningkatkan kegiatan kepemudaan yang berdaya dan berhasil guna dalam mewujudkan peranan generasi mudanya.  Efektifitas fungsi dan peranan wadah kepemudaan, salah satunya seperti yang dicetuskan oleh Lord Roberti Smith Stefhenson Baden Powell sebagai Bapak Pandu sedunia yaitu melalui Gerakan Kepanduan, yang di Indonesia dikenal dengan  istilah Gerakan Pramuka. Sebagai wadah pembinaan generasi muda Gerakan Pramuka memiliki tugas pokok dalam penyelenggaraan pendidikan bagi kaum muda bangsa Indonesia agar menjadi generasi muda yang baik, serta memiliki tanggungjawab seperti yang dinyatakan dalam pasal 5 Anggaran Dasar Gerakan Pramuka tentang Tugas Pokok Gerakan Pramuka yaitu :
“ Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anak-anak dan pemuda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi muda yang lebih baik, yang sanggup bertanggungjawab dan mampu membina serta mengisi kemerdekaan nasional. “

Pendidikan Kepanduan atau Kepramukaan pada dasarnya merupakan pendidikan di luar sekolah, menurut Baden Powell dalam gagasannya gerakan kepanduan atau pramuka telah disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan suatu bangsa, dan di Indonesia Gerakan Pramuka tentunya tidak terlepas dari Prinsip-Prinsip Dasar serta Tujuan Pendidikan Nasional.   
Sebagai sub sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan Kepramukaan merupakan suatu kegiatan non formal di mana peserta didiknya terdiri dari anak-anak, remaja, para pemuda baik pria maupun wanita di bawah bimbingan orang dewasa sehingga tercipta generasi muda yang memiliki watak, kepribadian dan budi pekerti yang luhur serta memiliki rasa percaya diri yang besar disertai dengan sikap kedisiplinan yang tinggi.

Pendidikan Kepanduan atau Kepramukaan pada dasarnya merupakan pendidikan di luar sekolah, menurut Baden Powell dalam gagasannya gerakan kepanduan atau pramuka telah disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan suatu bangsa, dan di Indonesia Gerakan Pramuka tentunya tidak terlepas dari Prinsip-Prinsip Dasar serta Tujuan Pendidikan Nasional.   
Sebagai sub sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan Kepramukaan merupakan suatu kegiatan non formal di mana peserta didiknya terdiri dari anak-anak, remaja, para pemuda baik pria maupun wanita di bawah bimbingan orang dewasa sehingga tercipta generasi muda yang memiliki watak, kepribadian dan budi pekerti yang luhur serta memiliki rasa percaya diri yang besar disertai dengan sikap kedisiplinan yang tinggi.
Untuk jelasnya dapat dilihat dalam Pasal 6 Anggaran Dasar Gerakan Pramuka tentang fungsi Gerakan Pramuka, sebagai berikut :
“ Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga di luar sekolah dan di luar keluarga serta sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda, menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan serta Sistem Among, yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia. “

Namun demikian mengingat banyak hal yang menjadi kendala terutama masalah waktu, tempat serta tenaga, maka agar lebih efektif dalam pembinaan generasi muda, sekolah merupakan alternatif utama sebagai lembaga formal penyelenggara pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Dan tentunya pilihan tersebut bukan suatu hal yang sia-sia, karena didasarkan pada pengalaman serta hasil pengamatan, bahwa siswa atau siswi yang aktif dalam kegiatan kepramukaan maka ia memiliki nilai lebih dalam berbagai hal baik sikap, etika, moral dan intelektual atau wawasan dan ilmu pengetahuan dibanding siswa atau siswi lainnya secara umum, atau adanya perubahan positif bagi siswa atau siswi tersebut dibanding sebelum ia aktif dalam kepramukaan. Sedangkan tujuan Gerakan Pramuka adalah mendidik dan membina kaum muda agar menjadi manusia Indonesia  yang taqwa, cerdas, trampil serta sehat dan kuat jasmani serta rohaninya, seperti yang tercantum di dalam Pasal 4 Anggaran Dasar Gerakan Pramuka tentang Tujuan Gerakan Pramuka,  yaitu  :
“ Gerakan Pramuka mendidik dan membina kaum muda Indonesia dengan tujuan agar mereka menjadi :
a. Manusia berkepribadian, berwatak dan berbudi pekerti luhur yang :
1). beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kuat mental, dan tingi moral: 
2). tinggi kecerdasan dan mutu keterampilannya:
3). kuat dan sehat jasmaninya.
a. Warga negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan, baik lokal, nasional, maupun internasional. “

Dalam pelaksanaannya Pendidikan Kepramukaan sama dengan pelaksanaan pendidikan lainnya, baik proses ataupun tujuan yang hendak dicapai.   Yang membedakannya adalah bila dalam pendidikan lain antara peserta dan pembimbing selalu memiliki batas – batas tertentu yang dapat mengurangi lancarnya komunikasi secara timbal balik, meski telah diupayakan menghilangkan batas-batas tersebut namun selalu saja ada, sedangkan dalam lingkup pendidikan kepramukaan batas-batas tersebut hilang dengan sendirinya dikarenakan sistim pembinaan yang digunakan dalam pendidikan kepramukaan didasarkan pada metode Ki Hajar Dewantara yaitu sistem Among, yakni sebagai berikut :
” Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani ”.

Dari uraian tersebut di atas maka dapat dikemukakan bahwa dalam proses pendidikan kepramukaan berlangsung sistem pendidikan yang multi domaine yaitu Cognitif, Afektif, dan Psikomotor.   Karena sikap pembina sebagai seorang pembimbing terhadap peserta didiknya tidak hanya semata-mata membina, namun juga bersifat mengajak, menggerakkan serta memberi teladan.

Pengertian

1. Pembina
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 1989 : 117 ) pembina berarti  “ orang yang membina; alat untuk membina; pembangunan “. Berdasarkan  pengertian tersebut, maka yang dimaksud dengan pembina adalah “ Orang Dewasa “ yang melakukan pembinaan kegiatan pramuka dengan tujuan mengantar, melatih, membina, menggerakkan serta memotivasi peserta didik dalam upaya memantapkan mental-sipritual-moral, fisik, intelektual, emosional dan sosial, sehingga akan terbentuk manusia yang berkepribadian, iman dan taqwa, cerdas, berbudi pekerti luhur, mandiri dan bertanggung jawab.
2. Pramuka
Dalam Pendidikan Kepanduan Praja Muda Karana disingkat Gerakan Pramuka, pengertian pramuka dibagi berdasarkan kepada :
a. Sumber Daya Manusianya
Kehidupan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh aktifitas sumber daya manusianya, yang dalam hal ini disebut anggota atau peserta.
Dalam pendidikan kepanduan di Indonesia, sumber daya manusianya disebut Pramuka atau anggota pramuka yang terdiri dari peserta didik ( Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega ) dan anggota dewasa yang disebut pembina.
Pengertian tersebut didasarkan atas pendapat Rachmat Yatin, MT ( 1997 : 10 ), bahwa : “ Pramuka adalah merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang berusia 7 sampai 25 tahun, dan berkedudukan sebagai peserta didik, yaitu Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Sebutan kelompok anggota dewasa, yaitu Pembina Pramuka, Andalan, Pelatih, Pamong Saka, Staff Kwartir, dan Majelis Pembimbing. “ 

Lebih lanjut pengertian di atas, berdasarkan pada Bab V Pasal 15,  Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, yaitu :
1) Anggota Gerakan Pramuka adalah warga negara Republik Indonesia yang terdiri atas :
a. Anggota biasa :
a) Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega;
b) Pembina Pramuka, Pelatih Pembina Pramuka dan Pembina Profesional;
c) Pamong Saka dan Instruktur Saka;
d) Andalan;
e) Anggota Majelis Pembimbing.
a. Anggota kehormatan :
a) Pandu dan Pramuka purna bakti;
b) Orang-orang yang berjasa kepada Gerakan Pramuka dan kepramukaan;
c) Orang-orang yang bersimpati kepada Gerakan Pramuka.
2) Warga negara asing dapat bergabung dalam suatu gugusdepan sebagai anggota tamu.

Dari pengertian tersebut, maka penulis berpendapat bahwa anggota pramuka ialah:
a. Warga negara Indonesia berusia antara 7 hingga 25 tahun, disebut peserta didik yang terdiri dari Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega;
b. Warga negara Indonesia usia dewasa, yang terdiri dari : Pembina Pramuka, Pelatih Pembina Pramuka, Pembina Profesional, Pamong dan Instruktur Saka, Para pembina andalan, serta Anggota Majelis Pembimbing;
c. Warga negara asing yang dengan sukarela bergabung dalam suatu gugus depan sebagai anggota tamu.

Dari uraian tersebut di atas penulis berpendapat bahwa Gerakan Pramuka dalam memasuki abad baru di era reformasi harus berupaya memperkuat nilai-nilai fundamental dan nilai-nilai instrumental bangsa, sehingga tunas-tunas bangsa yang kita tumbuh kembangkan agar menjadi manusia Indonesia yang berkepribadian luhur sebagai kader pembangunan yang berkualitas kepemimpinan, berkeahlian, kreatif, berwawasan luas, bermoral tinggi dan menjadi warga negara yang baik, bermutu tinggi, tangguh, ulet, pantang menyerah serta berwawasan kebangsaan.

Kesimpulan

Berdasarkan kajian dan beberapa pendapat, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut  :
1. Pembina adalah “ Orang Dewasa “ yang melakukan pembinaan kegiatan pramuka dengan tujuan mengantar, melatih, membina, menggerakkan serta memotivasi peserta didik dalam upaya memantapkan mental-sipritual-moral, fisik, intelektual, emosional dan sosial, sehingga akan terbentuk manusia yang berkepribadian, iman dan taqwa, cerdas, berbudi pekerti luhur, mandiri dan bertanggung jawab.
2. Pembina Pramuka Profesional adalah Anggota Pramuka Dewasa yang memiliki Fungsi, Peran, Tugas serta Tanggung jawab untuk mengantar, melatih, membina, menggerakkan serta memotivasi peserta didik agar sampai kepada tujuan Gerakan Pramuka, dan dilakukan sesuai dengan tugas serta pekerjaannya sebagai seorang Pembina Pramuka
1. Untuk menjadi seorang Pembina yang profesional, harus melaksanakan pembinaan sesuai Fungsi, Peran, Tugas serta Tanggung jawab seorang Pembina Pramuka.
2. Untuk menjadi seorang Pembina Pramuka profesional, harus memiliki keinginan untuk terus melakukan peningkatan, baik pendidikan secara umum maupun pendidikan di bidang kepramukaan, agar Fungsi, Peran, Tugas sebagai Pembina Pramuka dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.
3. Fungsi Pembina
Anggota Dewasa sebagai penyelenggara pendidikan mempunyai fungsi baik secara langsung maupun tidak langsung sebagai alat
1) Pengantar peserta didik untuk mencapai tujuan
2) Penyusun program
3) Pemimpin dan pembimbing
4) Penyelenggara kegiatan
Anggota Dewasa sebagai penggerak organisasi mempunyai fungsi sebagai alat Penggerak dan pengelola organisasi di lingkungan Gerakan Pramuka, Pemimpin dan pemotivasi manusia yang ada dalam organisasi, Pengusaha dana untuk mendukung gerak kehidupan organisasi.

4. Peran Pembina
1) Penyelenggara pendidikan diperankan dengan bobot yang lebih, terutama oleh anggota dewasa yang terdiri atas Pembina Pramuka, Pelatih Pembina Pramuka, Pamong Saka dan Instruktur.
2) Penggerak organisasi diperankan oleh Majelis Pembimbing, Pengurus Kwartir, Andalan, Pimpinan saka dan Staf Kwartir.
5. Tugas dan tanggungjawab Pembina
1) Memberi arahan pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi peserta didik dan anggota dewasa lainnya.
2) Penyaji program untuk meningkatkan mutu kegiatan dan mutu peserta didik.
3) Memberikan bimbingan, dorongan dan motivasi kepada anggota dewasa untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka.
4) Memimpin sesuai dengan lingkup tugasnya.
b. Anggota dewasa sebagai penggerak organisasi mempunyai tugas dan tanggungjawab sebagai berikut   :
1) Memimpin dan menggerakkan orang dewasa di lingkungan kwartir dan satuan yang dipimpinnya.
2) Memotivasi dan meningkatkan kemampuan anggota dewasa lainnya.
3) Memberikan bimbingan, bantuan moril, organisatoris, materiel dan finansial kepada jajarannya
6. Peranan Pembina dalam pembinaan kepramukaan, bertujuan mendidik dan membina peserta didik sebagai generasi muda agar menjadi manusia yang berkepribadian, berwatak dan berbudi pekerti luhur, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kuat mental dan tinggi moral, cerdas, terampil, sehat dan kuat jasmaninya, bertanggung jawab terhadap perbuatan yang telah dilakukannya.
7. Peranan Pembina dalam pembinaan kepramukaan, memberikan manfaat bagi peserta didik yang mengikuti kegiatan Pramuka.   Mereka merasakan adanya perkembangan dalam jiwa dan diri mereka untuk selalu maju, kreatif dan inovatif, cerdas dan terampil, serta selalu berbuat baik.   Dan yang terpenting adalah bahwa mereka termotivasi untuk lebih giat lagi belajar, sehingga pada umumnya seorang anggota Pramuka memiliki prestasi yang sangat bagus, baik prestasi belajarnya maupun prestasi dalam bidang lainnya, seperti dalam bidang seni dan olah raga.
8. Peranan Pembina dalam pembinaan Kepramukaan, telah dirasakan oleh peserta didiknya, yaitu adanya suatu peningkatan dalam bidang kedisiplinan, hal tersebut dibuktikan dengan terpeliharanya sikap disiplin para anggota Pramuka, baik dalam suasana latihan Pramuka atau suasana belajar di sekolah dan bahkan dalam kehidupan sehari-hari.   Hal tersebut terlihat dari sikap mereka yang taat dan patuh pada peraturan serta tata tertib sekolah, datang ke sekolah tidak pernah terlambat, berpakaian selalu bersih dan rapi, berbicara terhadap siapapun  selalu sopan.
9. Fungsi dan Peran seorang pembina sangatlah penting, karena kegiatan dan pendidikan kepramukaan memberikan kontribusi terhadap proses dan hasil belajar peserta didik, sehingga peserta didik yang selalu aktif dalam mengikuti kegiatan kepramukaan akan memperoleh suatu peningkatan dalam berbagai bidang, meliputi :
0) Meningkatnya rasa keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, hal tersebut ditunjukkan dengan perilaku yang selalu tepat waktu dan tekun dalam melaksanakan ibadah, penyabar, sopan santun, menghormati orang lain baik yang lebih tua, sebaya ataupun yang berusia di bawahnya, selalu berbuat baik terhadap siapapun.  
1) Berkembangnya kepribadian, watak dan budi pekerti, sehingga mereka dapat dijadikan tauladan bagi peserta didik lainnya, baik dari segi moral, mental ataupun prilaku lainnya.
Berkembangnya tingkat kecerdasan dan keterampilannya, sehingga pada umumnya peserta didik yang selalu aktif dalam kegiatan kepramukaan memiliki wawasan dan ilmu pengetahuan yang luas serta memiliki prestasi yang baik, baik prestasi belajar maupun prestasi dalam bidang lainnya.
0) Berkembangnya semangat yang dijiwai Pancasila, sehingga semakin setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna untuk membangun dirinya sendiri secara mandiri atau secara bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara.
1) Berkembangnya sikap peduli terhadap sesama hidup dan alam lingkungan, sehingga berupaya tetap menjaga kelestarian lingkungan dan mencintai alam.
Berdasarkan kesimpulan-kesimpulan yang dikemukakan dalam penulisan ini, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa dengan ikut aktif dan berperannya peserta didik dalam kegiatan Pramuka, maka kontribusi kegiatan Pramuka terhadap proses dan hasil belajar peserta didik dapat dirasakan manfaatnya, mereka akan memperoleh manfaat yang sangat besar, yaitu adanya perubahan sikap, moral dan tingkah laku, serta kesiapan diri untuk menghadapi masa depan.

SUMBER PUSTAKA
Depdikbud ( 1989 ), Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta.
Depdikbud ( 1989 ), Undang-Undang Republik Indonesia No 2 Tahun 1989 Tentang Undang-Undang Sistim Pendidikan Nasional, Balai Pustaka, Jakarta.
-------------- ( 1989 ), Undang-Undang Republik Indonesia No 2 Tahun 1989 Tentang Undang-Undang Sistim Pendidikan Nasional, Balai Pustaka, Jakarta.
-------------- ( 2003 ), Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 Tentang Undang-Undang Sistim Pendidikan Nasional, Balai Pustaka, Jakarta.
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ( 1999 ), Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, Jakarta 
--------  ( 1983 ), Bahan Kursus Pembina Tingkat Mahir Dasar, Jakarta.
-------- ( 1988 ), Bahan Pokok Kursus Pelatih Lanjutan ( Buku 5 ), Jakarta.
Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Cianjur ( 1995 ), Pembinaan Kepramukaan, Cianjur.
LEMDIKANAS ( 2001 ), Bahan Serahan Kursus Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan,Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Jakarta
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ( 1999 ), Tap MPR RI No. IV/MPR/1999, Tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara Tahun 1999 – 2004, Penabur Ilmu, Jakarta.
Sunardi Andri Bob ( 2001 ), Boyman, Ragam Latih Pramuka, Nuansa Muda, Bandung.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa – Depdikbud ( 1989 ), Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta.
Yatin Rachmat ( 1997 ), Sekilas mengenal Gerakan Pramuka,Kepramukaan dan Pramuka, Lemdikka Kwarcab Cianjur, Cianjur.
-------- ( 1997 ), Buku Pegangan Pembina Satuan ( Pola Pembinaan Satuan Pramuka ) Menuju Millenium Baru, Lemdikka Kwarcab Cianjur, Cianjur.

Baca selengkapnya >>

SISTEMATIKA PANDUAN PENYELENGGARAAN PROGRAM KEPRAMUKAAN BAGI PRA SIAGA DI KABUPATEN CIANJUR


PENDAHULUAN
Umum
Kepramukaan merupakan suatu kegiatan menarik dialam terbuka yang mengandung pendidikan

Sejak ditemukan oleh Lord Baden Powell pada tahun 1906 kepanduan/ kepramukaan telah berperan penting terhadap tersedianya wadah pembinaan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan kehidupan dengan titik berat pada pembinaan karakter (character building).

Sejarah Perjuangan bangsa indonesia telah menempatkan gerakan kepanduan sebagai salah satu komponen perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa dan wadah pembinaan dalam membentuk rasa kebangsaan dan kepahlawanan yang menelurkan para pejuang bangsa hingga tercapainya kemerdekaan dan perjuangan mempertahankan serta mengisinya.



Romantika perjuangan bangsa ini oleh gerakan pramuka dijadikan sebagai kiasan dasar gerakan pramuka. Istilah Siaga diambil dari masa mensiagakan diri  dengan tonggaknya 20 Mei 1908, Penggalang diambil dari masa penggalangan rasa kebangsaan 28 Oktober 1928 sumpah pemuda, Penegak diambil dari tonggak penegakkan kemerdekaan proklamasi 17 Agustus 1945 dan Pandega dari masa setelahnya sebagai masa memandegani.   

Era globalisasi baik dipandang dari sudut positif dan negatifnya meniscayakan kesiapan seluruh bangsa di dunia untuk beradaptasi dan berkompetisi. Peranan pendidikan termasuk didalamnya kepramukaan sangat penting guna menyiapkan anak bangsa menghadapinya. Pendidikan tidak saja harus dimulai dari usia sekolah (7 tahun), tetapi sejak dini anak-anak Indonesia harus telah mendapat menanaman nilai-nilai kebangsaan dan nilai-nilai yang baik lainnya. 
Gerakan Pramuka masih dipercaya mampu dan diharapkan terus menjadi wadah pembentukan generasi muda yang menanamkan nilai-nilai positif termasuk  pembinaan kebangsaan dengan metode yang unik melalui kegiatan-kegiatan menarik yang mendidik sesuai usia pesertadidiknya, kebutuhan dan perkembangan kehidupaaan disekitarnya.

Golongan pramuka sebagai peserta didik yang saat ini ada yaitu Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega baru dimulai sejak usia 7 tahun hingga 25 tahun. Tantangan globalisasi diatas mendorong perlunya mengakomodir usia yang lebih muda dibawah 7 tahun dengan kegiatan kepramukaan. Karena  peserta kepramukaan termuda  yaitu 7 tahun disebut Siaga, maka kata “pra siaga” dinilai dapat mewakili penyebutan  usia anak kurang dari 7 tahun yang melakukan kegiatan kepramukaan.

Pra siaga menjadi potensi strategis bagi pemasangan pondasi dan sistem rekruitmen Gerakan Pramuka dikemudian hari  karena dengan adanya pembinaan pra siaga ini maka Gerakan pramuka dapat secara internal menerima manfaat tersedianya calon-calon pramuka Siaga dikemudian hari yang telah memiliki pondasi pengetahun dan pengalaman kepramukaan dalam kegaiatn kegiatan kepramukaan pra siaga. 

Secara eksternal pembinaan kepramukaan pra siaga turut serta memberikan pelayanan pendidikan  kepada anak bangsa dan masyarakat dalam mempersiapkan generasi yang lebih baik. 


Dasar
Panduan penyelenggaraan ini merupakan suatu upaya inovasi terhadap sistem pendidikan kepramukaan dengan didasarkan pada:
Anggaran Dasar 
Anggaran Rumah Tangga
SK Kwarnas 
Hasil Mucab Cianjur
Hasil Rakercab Cianjur

Maksud dan Tujuan
Maksud
Pedoman ini
Tujuan
Tujuan dibuat pedoman ini adalah:
memberikan pedoman bagi semua yang terkait dalam penyelenggaraan pembinaan kepramukaan bagi usia anak dibawah 7 (tujuh) tahun di kabupaten cianjur
menjadi dasar operasional program kepramukaan pra siaga di kabupaten cianjur
menjadi bahan masukan bagi inovasi sistem pendidikan kepramukaan dimasa yang akan datang terutama bagi kwartir nasional gerakan pramuka sebagai pihak yang memiliki kewenangan
menjadi bagian dari peran serta kepramukaan di   kabupaten cianjur   dalam ikut mendukung terciptanya visi dan misi kabupaten cianjur pada pendidikan usia dini.

Sistematika dan Ruang Lingkup
Sistematika dan ruang lingkup panduan program kepramukaan bagi pra siaga  ini adalah sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan  meliputi latar belakang, dasar hukum, tujuan,sistematika dan ruang lingkup .
Bab II menjelaskan tentang pengertian, kedudukan, dan fungsi program kepramukaan bagi peserta didik. 
Bab III menyajikan kurikulum dan bagaimana proses kegiatan pra siaga diselenggarakan.
Bab IV menjelaskan tentang pesertadidik dan karakteristiknya 
Bab V  membahas kepembinaan terkait dengan persyaratan,  tugas pokok, fungsi dan peningkatan kompetensinya 
Bab VI membahas cara pendirian pendaftaran, pengelolaan administrasi  baik administrasi pengelola program, keuangan, peserta didik
Bab VII membahas tentang atribut kepramukaan pra siaga
Bab VIII membahas tentang supervisi, monitoring, evaluasi dan pelaporan
Bab IX  Penutup
Ruang Lingkup

PENGERTIAN, KEDUDUKAN, TUJUAN DAN FUNGSI PROGRAM KEPRAMUKAAN BAGI PRA SIAGA
Pengertian
Kepramukaan 
Pramuka 
Program kepramukaan
Pengelola 
Penyebutan singkat dari Pengelola program kepramukaan yang telah mendapat sertifikat pengelola program kepramukaan dari Kwartir Cabang.  
Siaga
Anggota Gerakan Pramuka  / Golongan Pramuka yang berusia antara 7-10 tahun.
Pra siaga
Peserta didik program kepramukaan yang berusia dibawah 7 tahun. 
Kwartir cabang
Badan pelaksana operasioanal kepramukaan di tingkat kabupaten. Dalam ketentuan ini kwartir cabang yang dimaksud adalah kwartir cabang cianjur.  
Kwartir ranting 
Badan pelaksana operasional kepramukaan di tingkat kecamatan. Dalam ketentuan ini kwartir ranting  yang dimaksud adalah kwartir ranting dari kecamatan yang melingkupi lokasi pengelola program kepramukaan pra siaga  berada.  
Pangkalan
Sebutan bagi satuan besar pra siaga sebagai padanan d 
Perindukan Muda 
Barung Kecil  
Kurikulum
Peserta didik
Pembina
Kompetensi
Atribut
Pakaian seragam
Supervisi
Monitoring
Evaluasi 
Pelaporan  
Kedudukan
Tujuan Dan Fungsi

KURIKULUM DAN PROSES KEGIATAN 
Kurikulum
Sistematika Kurikulum
Bentuk Proses Kegiatan 

PESERTA DIDIK
Karakteristik Peserta Didik
Hubungan Peserta didik dengan Pembina

PEMBINA 
Syarat-syarat Pembina
Tugas pokok dan fungsi Pembina
Peningkatan kompetensi pembina

PENGELOLAAN ADMINISTRASI DAN SARANA PEMBINAAN 
Cara Pendirian
Administrasi Keorganisasian
Administrasi Peserta Didik
Administrasi Kepembinaan
Administrasi Sarana Pembinaan

ATRIBUT
Seragam 
Perlengkapan Lain

SUPERVISI, MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN 
Supervisi
Monitoring
Evaluasi
Pelaporan

PENUTUP
Kesimpulan 

Baca selengkapnya >>

Sinergikan PKBM dan SKB


sinergikan PKBM dan SKB

Keberadaan PKBM  di akar rumput merupakan peluang yang strategis bagi masyarakat untuk meningkatkan kesempatan belajar. Untuk itu revitalisasi kebijakan PKBM menjadi relevan dan penting. Hal ini perlu dimulai dengan menyikronkan dan menyinergikan PKBM dengan SKB.

Demikian dinyatakan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Prof. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog,  dalam International Seminar of Community Learning Centers (Seminar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Internasional) di Jakarta, Jumat (27/4).

“Selama ini hubungan PKBM dengan SKB seperti air dengan minyak. Sejak diberlakukan otonomi daerah, PKBM maju pesat, sementara banyak SKB yang kehilangan perannya. Saya harap ke depan SKB dan PKBM bisa menjadi mitra,” kata Lydia.

Menurut Lydia, SKB dilengkapi dengan sarana prasarana, sumberdaya manusia, sumber dana, dan jaringan kerja serta sistem informasi yang lebih baik.  Untuk itu SKB harus dapat menjadi mitra dalam pengembangan program-program yang akan dijalankan PKBM.

Lydia juga mengharapkan ada benang merah antara PKBM dengan model program yang sudah dikaji di tingkat propinsi oleh Balai Pengembangan Pendidikan Non-formal dan Informal (BP-PNFI)ataupun Pusat Pengembangan Pendidikan Non-formal dan Informal (P2PNFI). Model yang dinilai layak dapat diteruskan ke PKBM melalui  pelatihan-pelatihan untuk para tutor PKBM.

“Dengan demikian keseluruhan program yang masuk dalam pembelajaran sepanjang hayat di propinsi, kab/kota berada dalam garis warna yang sama,” kata psikolog keberbakatan anak ini. (Dina/HK)


sumber: http://www.paudni.kemdikbud.go.id/sinergikan-pkbm-dan-skb/
Baca selengkapnya >>

3 Jun 2012

Ditjen PAUDNI Tingkatkan Kesejahteraan Guru TK


Ditjen PAUDNI Tingkatkan
Kesejahteraan Guru TK

JAKARTA. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Ditjen PAUDNI) akan terus berupaya keras meningkatkan kesejahteraan para guru TK dan tenaga kependidikan PAUDNI. Hal tersebut ditegaskan oleh Direkur Jenderal PAUDNI Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Semiloka Nasional Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Dalam acara yang dihelat di Putri Duyung Cottage Ancol tersebut, Prof. Reni, sapaan Dirjen PAUDNI, menjanjikan tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan bagi guru TK yang berstatus PNS, namun juga yang non PNS. ”Saya akan perjuangkan itu,” tegasnya disambut tepukan riuh dari peserta.

Pada acara yang dihadiri 367 peserta dari seluruh Indonesia tersebut, Guru Besar Fakultas Psikologi UI itu juga menegaskan, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada PTK PAUDNI yang mengabdikan diri di daerah perbatasan dan Tertinggal, Terdepan, serta Terluar (3T).

Sedangkan Ketua Umum IGTKI Hj. Farida Yusuf M.Pd menyatakan akan terus menjadi mitra strategis Ditjen PAUDNI. Ia bersama para pengurus juga terus berupaya meningkatkan kualitas dan aktualisasi para guru TK. ”Kami tak pernah berhenti menyiapkan SDM yang andal dan kreatif,” ucapnya.

DPR Setujui Penambahan Anggaran  

Dirjen PAUDNI, Prof. Reni mengakui saat ini daya dukung APBN terhadap peningkatan kesejahteraan PTK PAUDNI belum optimal. Hal tersebut mengakibatkan pemerintah belum sanggup memenuhi tunjangan bagi seluruh guru TK di Indonesia.

Namun, bagi guru yang telah memenuhi syarat untuk menerima tunjangan profesi, pemerintah menjamin akan memenuhi hak mereka. Hingga Januari 2012, guru TK yang berhak mendapat tunjangan profesi berjumlah 10.602 orang. Sedangkan dalam DIPA Ditjen PAUDNI 2012 baru tersedia anggaran untuk 8.728 orang (82%), atau terdapat kekurangan alokasi untuk 1.874 orang.

Ditjen PAUDNI pun mengupayakan penambahan anggaran untuk menutup kekurangan tersebut, yakni melalui APBN-P tahun 2012. ”Alhamdulilah usulan untuk memenuhi kekurangan itu telah disetujui Komisi X DPR RI pada tanggal 23 Mei 2012 yang lalu,” ungkap Prof. Reni.   (Yohan Rubiyantoro- Bag. Hukpeg)

sumber: http://www.paudni.kemdikbud.go.id/ditjen-paudni-tingkatkan-kesejahteraan-guru-tk-3/
Baca selengkapnya >>