31 Mei 2012

Sidak Kasie PAUD dan Kesetaraan ke PKBM Cibanggala


Sidak Kasie PAUD dan Kesetaraan
ke PKBM Cibanggala

Campakamulya, 29/05/2012, bersamaan dengan kedatangan para anggota DPRD kabupaten Cianjur, PKBM Cibanggala juga kedatangan Tamu, Yaitu Kepala Seksi PAUD dan Pendidikan Kesetaraan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Ibu Dra. Neneng, beliau bermaksud untuk infeksi mendadak keberadaan PKBM-PKBM yang berada di Kabupaten Cianjur, terutama yang menyelenggarakan Program Kesetaraan Paket B sumber anggaran APBD Kabupaten Cianjur Tahun 2012.

Ibu Kasi PAUD dan Kesetaraan yang datang setelah dari PKBM di Kecamatan Cibinong tepat sampai pada Pukul 13.00 di Pusbindik TK/SD Kecamatan Campakamulya. Beliau disambut oleh Ketua PKBM Cibanggala. Setelah melepas lelah beberapa saat beliau melanjutkan perjalanan dengan membonceng motor Ketua PKBM menuju sekretariat PKBM yang berjarak kurang lebih 5 KM dari Pusbindik TK/SD Kecamatan Campakamulya.

Jarak PKBM dan Pusbindik memanglah tidak jauh, akan tetapi perjalanannya melalui jalan-jalan terjal yang baru sebagian di aspal oleh program PNPM. Ibu Kasi tampak kelelahan dan khawatir melalui jalan ini, akan tetapi beliau bersikeras untuk sampai ke sekretariat PKBM. Sesampainya di Sekretariat PKBM, beliau langsung berinteraksi dengan para Tutor yang sudah berdatangan sebelumnya. Adapun warga belajar memang tidak didatangkan karena kelompok belajarnya jauh dari sekretariat PKBM, dan sekretariat berdekatan dengan SMPN 2 Campakamulya jadi Kelompok-kelompok belajar pembelajarannya dititipkan di gedung-gedung SD yang berjauhan dengan Sekretariat.

Adapun, respon dari Ibu Kasi sangatlah positif, beliau berkata"PKBM cibanggala bukanlah PKBM fiktif, sekretariatnya ada, PAUDnya ada dan kelompok-kelompok belajarnya ada"

terima kasih Bu Kasi atas kedatangannya, kami menunggu kedatangan berikutnya...............
Baca selengkapnya >>

Angota Dewan Ke Campakamulya


Angota Dewan Ke Campakamulya

Campakamulya, 29/05/2012, Kecamatan Campakamulya, khususnya masyarakat pendidikan merasa bangga karena untuk kesekian kalinya didatangi oleh para Anggota DPRD Kabupaten Cianjur yang bermaksud untuk mengungkap aspirasi tentang Pengelolaan Zakat dan Ibadah haji, mencari tahu pelaksanaan Ujian Nasional dan mencari tahu tentang Sarana dan Prasarana termasuk Personal, seperti yang diungkapkan oleh Ibu Istianah dari Fraksi PKS pada waktu pembukaan pertemuan.

Anggota DPRD ini beranggotakan H. Sirod dari Fraksi PPP, Yusuf Efendi dari Fraksi PDIP, Istianah dari Fraksi PKS, Hj. Rika dari Fraksi Demokrat dab Slamet dari Fraksi Demokrat.

pertemuan yang dilaksanakan di SDN Bojongkopo ini antusias diikuti oleh hampir seluruh lembaga pendidikan termasuk perwakilan Pusbindik TK/SD Kecamatan Campaka, Camat Campakamulya, dan Kapospol Campakamulya..

Adapun penyampaian aspirasi dari Campakamulya secara garis besar adalah sebagai berikut:
1. Kesejahteraan Guru yang ditingkatkan dengan pencarian solusi untuk masalah gaji min
2. Personal Guru yang kurang, diharapkan sukwan segera diangkat menjadi PNS
3. Penempatan CPNS yang difokuskan ke wilayah 4,5 dan 6 kabupaten cianjur.
Baca selengkapnya >>

23 Mei 2012

Mengenal Jasa Usaha Makanan


mengenal jasa usaha makanan

Menurut sejarah pelayanan jasa usaha makanan atau pengelolaan usaha jasa boga yang pada umumnya disebut jasa usaha makanan untuk pertama kalinya dilaksanakan di Negara Mesir pada tahun 4500 SM, bertempat di losmen atau kedai makanan. Pada saat pelaksanaannya sebagai motor penggeraknya adalah seluruh anggota keluarga. Dan bahan makanan yang dibutuhkan, diperoleh dari hasil usaha pertaniannya atau membeli secara barter. Dalam perjalanan usaha makanan tersebut berkembang sejalan dengan kejayaan Mesir, hingga berakhir dengan terjadinya perang salib. Pada saat itu Eropa memperoleh kemenangan dan pengetahuan termasuk pengetahuan tentang jasa usaha di bidang makanan dan minuman.

Di Eropa usaha pelayanan makanan awalnya berkembang di Yunani, kemudian ke merambah ke Itali, Perancis dan Inggris. Masa jaya perkembangan makanan di perancis kurang lebih selama 30 tahun, dan tahunnnya adalah 1760, di negara ini terdapat lebih dari 50 restoran yang pada akhirnya usaha makanan ini menyebar ke Amerika Serikat, dan berkembang ke seluruh penjuru dunia. 

Begitu pula di Indonesia, seiring berjalannya waktu pengelolaan jasa usaha makanan atau biasa disebut katering, sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan tersebut disebabkan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran serta kemampuan masyarakat dalam mememnuhi kebutuhan makanan. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya jumlah konsumen yang yang memerlukan lebih banyak pelayanan di luar rumah mereka. Keperluan ini seperti untuk, perjalanan, rekreasi, pertemuan, pernikahan, acara keluarga dan lainnya.

Jasa usaha ini dimulai dari rantangan keluarga, rantangan industri, lunch box, , snack box, tumpengan, atau juga sebagai badan usaha yang lebih besar seperti, cafe, rumah makan, kaki lima/warteg, toko/warung kue, bakery dan pastry dan lainnya.

sumber: Manajemen Jasa Usaha Makanan, 2010, Kemdiknas
Baca selengkapnya >>

18 Mei 2012

Memecahkan Masalah Melalui Partisipasi Masyarakat


Partisipasi Masyarakat

Partisipasi dalam setiap pemecahan masalah yang terjadi di masyarakat seyogyanya memberikan kepuasan kepada setiap masyarakat karena mereka diberi kesempatan berfikir dan penentuan alternatif pemecahannya demi kemajuan masyarakat.

Partisipasi masyarakat bagi pembangunan dapat terlaksana dengan baik tergantung pada usaha kerjasama dari setiap warga masyarakat. Kerja sama ini akan terjadi manakala semua warga memiliki kesempatan untuk belajar berfikir, mengambil keputusan, bekerja, dan menerima hasil bersama.

Langkah-langkah dalam memecahkan masalah lingkungan melalui partisipasi masyarakat

Langkah 1
Mengadakan pertemuan dengan warga untuk mencari penyebabnya, misalnya: pencemaran lingkungan. Buat kelompok kecil untuk membahas setiap masalah sehingga setiap orang memiliki kesempatan berdiskusi dan mengungkapkan pendapatnya.

Langkah 2
Meminta warga untuk mengkategorikan setiap permasalahan dengan masalah-masalah yang dapat dipecahkan oleh mereka sendiri, mana masalaha yang memerlukan kerjasama dengan pihak lain, dan mana yang hanya bisa dilakukan oleh pihak tertentu.

Langkah 3
Tentukan prioritas yang harus dipecahkan dan susun rencana pemecahannya

Langkah 4
Lakukan kegiatan bersama sesuai dengan rencana perbaikan lingkungan masyarakat


sumber: Panduan Penyelenggaraan PKBM "Partisipasi Masyarakat", Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, 2007
Baca selengkapnya >>

17 Mei 2012

Langkah-langkah kegiatan melalui partisipasi masayarakat


Bapak Camat Campakamulya sedang
mengikuti donor darah sebagi salah
satu bentuk partisipasi tokoh masyarakat

Warga Masyarakat harus ikut berpartisipasi, karena warga tahu apa yang mereka butuhkan warga tahu masalah yang mereka hadapi. Warga harus mencari cara untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi. Apbila warga dilibatkan dalam pemecahan masalah, maka semua aktifitas yang dilakukan akan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Keuntungan yang didapat dari partisipasi masyarakat adalah: warga benar-benar memahami kebutuhan dan maslah yang mereka hadapi, warga memilki kebebasan dalam mengambil keputusan dan sekaligus memahami arah dari tujuan yang akan dicapai, warga merasa bangga dapat berkontribusi, warga saling berbagi beban yang dipikulnya dengan menjaga apa yang telah diberikan kepada masyarakatnya.

Langkah-langkah kegiatan melalui partisipasi masayarakat:

Langkah 1
Pengambilan Keputusan Bersama
Mengambil keputusan secara bersama berkenaan dengan apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya.

Langkah 2
Pembagian tugas untuk setiap warga
Mengabdikan diri bagi pembangunan melalui kerja sama dengan orang lain
Pemimpin/tokoh masyarakat: Mengarahkan dan memantau pelaksanaan kegiatan
Warga masyarakat: Melaksanakan tugas sesuai dengan perannya
Pendukung: membantu menyediakan bahan, alat, dana, makanan, dll

Langkah 3
Bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan yang dilakukan bersama
Menerima hasil pekerjaan yang dilkukan bersama, baik yang memuaskan atau tidak

Langkah 4
Melakukan evaluasi bersama
Melalui setiap hasil kegiatan dan lihat apakah hasil tersebut memuaskan atau tidak. Juka tidak sisi mana yang harus diperbaiki dan bagaimana memperbaikinya.


sumber: Panduan Penyelenggaraan PKBM "Partisipasi Masyarakat", Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, 2007

Baca selengkapnya >>

16 Mei 2012

Prinsip-Prinsip Partisipasi Masyarakat


salah satu bentuk partisipasi masyarakat melalui
kegiatan donor  darah di  Campakamulya

Dalam setiap kegiatan di masyarakat, diperlukan partisipasi dari warganya. Partisipasi adalah peran serta warga secara aktif dan sukarela untuk memikirkan dan terlibat dalam kegiatan yang menyangkut kepentingan seluruh warga.

Melalui partisipasi, semua warga akan mendapatkan kepuasan karena diberi kesempatan untuk berpikir dan berkontribusi dalam memberikan alternatif pemecahan masalah demi kemajuan masyarakat bersama.

Partisipasi dapat terjadi melalui: Kepedulian masyarakat terhadap budaya, tradisi, maupun olah raga. Partisipasi pun dapat terjadi karena ketergantungan narkoba, lingkungan kotor, dan masalah lain yang dapat menimbulkan ketidakpuasan. Selain itu, partisipasi dapat terjadi melalui musyawarah dalam melaksanakan kegiatan masyarakat.

Prinsip-prinsip pembangunan melalui partisipasi masyarakat:
1. Identifikasi kebutuhan/permasakahnnya di masyarakat
2. Lakukan kegiatan yang melibatkan kelompok warga
3. Pertimbangkan kemampuan riil warga masyarakat
4. Bersikaplah konsisten terhadap lingkungan masyarakat
5. Berikan kesempatan kepada semua warga untuk berpartisipasi pada setiap tahapan kegiatan

sumber: Panduan Penyelenggaraan PKBM "Partisipasi Mayarakat", Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, 2007.
Baca selengkapnya >>

15 Mei 2012

Pemantauan dan Penilaian Mandiri


TP PKK Campakamulya sedang melaksanakan
Pemantauan dan Penilaian di SPS Al-Muthmainnah

Percaya atau tidak, untuk melakukan suatu pekerjaan dengan baik, kita harus memiliki suatu rencana kerja. Selama melakukan pekerjaan itu kita tentu ingin tahu apakah kita menemukan masalah dan ingin tahu apakah tujuan kita telah tercapai.

Pemantauan dan penilaia dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan yang kita laksanakan sudah sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Jika terjadi ketidak sesuaian anatara kegiatan dengan rencana, maka kita bisa mengambil langkah perbaikan agar kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang ingin kita raih.

Kita hendaknya merencanakan pemantauan dan penilaian terhadap seluruh kegiatan untuk meyakinkan bahwa kita akan menghasilkan keluaran yang bermanfaat dan efektif sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ditetapkan.

Pihak yang paling berkepentingan terhadap pelaksanaan pemantauan dan penilaian adalah orang-orang yang bertanggung jawab pada setiap kegiatan, atau orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Berikut langkah-langkah dalam proses pemantauan dan penilaian meliputi:
Langkah 1
Pastikan bahwa kita memahami pekerjaan yang akan dilakukan

Langkah 2
Menentukan terlebih dahulu metode pemantauan dan penilaian

langkah 3
Memilih dan menyiapkan instrumen berikut bahan-bahan yang relevan dengan metode yang akan digunakan

Langkah 4
Menyusun Rencana pemantauan dan penilaian

Langkah 5
Melaksanakan pemantauan dan penilaian sesuai dengan rencana kerja

Langkah 6
Merangkum hasil pemantauan dan penilaian dalam bentuk laporan


sumber:
Buku " Pemantauan dan Penilaian Mandiri" , Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, 2007
Baca selengkapnya >>

14 Mei 2012

Hayam jeung Meri


Hayam jeung Meri

Aya hiji hayam kokoreh di sisi balong, papanggih jeung hiji meri anu keur teuteuleuman neangan kahakanan. Hayam teh ngomong ka meri, "Ieuh sobat, kamari kuring hiber rek ngaliwatan balong ieu, tapi ku lega-legana ieu balong, kuring heunteu bisa nepi. Gebrus bae ragrag ka cai, datang ka meh tilelep. Bulu kuring rancunut. Hadena bae datang sato leungeun dua, nu ngahanjatkeun kuring. Tapi kuring heran kacida, ku naon nu matak bulu sampean mah tara baseuh, sakitu sok dicai bae teh? Jeung, sampean mah tara tilelep!"

Jawab meri, "Nu Matak bulu kuring tara baseuh, jeung kuring tara tilelep, lantaran bulu kuring kacida kandelna, sarta leuwih lembut jeung rekep ti batan bulu sampean. Turug-turug kuring mah boga minyak dina tungir, pikeun ngalesangkeun bulu supaya ulah tembus cai. Lian ti eta, suku kuring beunang dipake pangboseh, sabab anatara ramo jeung ramo aya kulit ipis."

Ceuk hayam, "Euh, paingan atuh ari kitu mah, nya aneh kacida. Tapi, naon sababna nu matak sampean tara anakan? Naha heunteu diajar nyileungleum ku indung sampean? Jeung, ku saha sampaean nya dipegarkeun?"

Jawab meri,"Ah, teu nyaho ku saha, poho deui. Sanggeuk bae ongkoh nyileungleum teh, kesel! Turug-turug engkena kudu ngasuh anak. Anggursi ngojay bae, resep!"

Ceuk hayam, "Enya, ari kesel tea mah nyileungleum teh, nepi ka salikur poe lilana. Tapi dimana geus megar, resep ulin jeung anak. Upadi lamun dicalukan.... ricit karumpul kabeh. Ari geus burit, hees haneut ngeukeupan barudak nepi ka subuh. Mun geus caang, tuluy bijil ti kandang, rek neangan kahakanan diiring-iring ku anak. Resep teh! Kitu bae unggal poe, nepi ka galede anak teh. Engke kira-kira geus tilu atawa opat bulan, kakara disapih anak teh. Ari geu kitu, urang teh ngendog deui.

Ari sampean mah heunteu resep cara kuring, atawa bawaning ngedul? keun bae atuh endog sampean ku kuring disileungleumman!"

Meri teh teu ngomong deui, tayohna mah eraeun.


sumber: Ki Umbara, 1982, Torotot Heong, Bandung: Rahmat Cijulang

Baca selengkapnya >>

12 Mei 2012

RPP Tematik Kelas 2 SD: Tempat Umum - Pertemuan 1, 2 , 3 dan 4




tempat umum
TEMA                            : TEMPAT UMUM
KELAS/SEMESTER      : 2 / 1
WAKTU                        : 4 kali pertemuan @ 5 JP/hari (4 hari)
I.   KOMPETENSI DASAR

  •  Mengidentifikasi berbagai bunyi (PKn).
  • Menceritakan sikap yang baik di tempat umum (IPS).
  • Mendengarkan: Menyebutkan kembali dengan kata-kata atau kalimat sendiri isi teks pendek (BI).
  • Berbicara: Menceritakan kegiatan sehari-hari dengan bahasa yang mjudah dipahami orang lain.
  • Membaca: Menyimpulkan isi tek pendek (10-15 kalimat) yang dibaca dengan membaca lancer.
  • Menulis: Menulis kalimat sederhana yang didektekan guru dengan menggunakan huruf tegak bersambung dan memperhatikan penggunaan huruf kapital dan tanda titik.
  • Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 500 (Mat).
  • Mengidentifikasi berbagai bunyi (IPA).
  • Mengekspresikan diri melalui nyanyian dan tarian (Se-Bud & Ketr).


II.   INDIKATOR
1. Menjelaskan sikap dalam menggunakan fasilitas umum (PKn).
2. Menceritakan sopan santun di tempat umum.
3. Menjaga ketertiban umum.

  • Menceritakan pengalamannya di tempat umum (IPS).
  • Mendeskripsikan kegunaan berbagai macam tempat umum.

4. Menjawab pertanyaan sesuai isi cerita yang didengarkan (BI).
5. Menceritakan kembali cerita dengan menggunakan kata-kata sendiri.
6. Menuliskan pesan ke dalam beberapa kalimat.
7. Membaca teks cerita dengan lafal dan intonasi yang tepat.
8. Menjawab atau mengajukan pertanyaan dari isi teks yang dibaca.
9. Memilih bacaan yang disenangi.
10. Menikmati kegiatan membaca.
11. Memberikan pendapat atau komentar tentang tokoh-tokoh dalam teks.
12. Menulis kalimat sederhana yang didektekan guru dengan huruf sambung secara tepat, rapi dan mudah 
     dibaca.
13. Menulis menggunakan huruf sambung dengan rapi dan dengan kecepatan tertentu.
14. Penjumlahan dan pengurangan tanpa teknik menyimpan (MAT).
15. Pengurangan tiga bilangan.
16. Mengetahui ukuran berbagai benda.
17. Membandingkan bunyi panjang dan bunyi pendek (IPA).
18. Memberi makna pada hasil pengamatan.
19. Menggunakan informasi dari hasil pengamatan untuk menjawab pertanyaan.
20. Bekerjasama dengan teman.
21. Memberi tanggapan secara santun.
22. Menyanyikan lagu dengan pengucapan yang benar.Membedakan kuat dan lemahnya bunyi dengan 
      gerakan/tepukan (Se-Bud & Ketr).
23. Menyanyikan lagu sesuai dengan tanda dinamik.
24. Mengetahui berbagai jenis gerakan tarian.

III.   LANGKAH PEMBELAJARAN
1.   Kegiatan Awal/Pendahuluan

  • Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.
  • Mengajak siswa menyanyikan lagu “Tukang Pos” sambil menggerakkan anggota badan sesuai dengan syair lagu (Orkes, Budaya-Keterampilan).
  • Bertanya jawab tentang tugas pekerjaan Pak Pos dan dikaitkan dengan tempat umum.
  • Menginformasikan tema yang  akan dipelajari bersama (Tempat Umum).


2.   Kegiatan Inti 
1) Semua siswa diminta mengamati gambar di hal 40 topik “Kolam Renang”. Kemudian menugaskan 
        salah satu siswa membaca bergantian dengan suara nyaring dan intonasi yang benar. Guru dapat 
        memberikan penjelasan makna yang ada di dalam teks.
2) Bertanya jawab tentang isi bacaan dan dilanjutkan dengan pertanyaan yang ada hubungannya dengan 
        kehidupan sehari-hari siswa dan di lingkungan sekitar siswa. Misal :

  • Adakah kolam renang disekitar rumah, 
  • kalau memang ada berapa jumlahnya, 
  • seberapa besarnya
  • bisa saling bercerita dengan teman sebangkunya. 
  • Jika bukan kolam renang buatan, 
  • bisa juga kolam renang alam (seperti Kali, Sumber Air dsb) (BI, Mat, PA, PKn, IPA, IPS, Orjas)

3) Semua siswa ditugaskan untuk mengarang cerita tentang kolam renang atau sumber air yang ada 
        disekitarnya.
4) Semua siswa ditugaskan melanjutkan bacaan di Teks buku hal 48 dan 49. Dilanjutkan bertanya jawab 
        tentang kemampuan siswa dalam berenang. (apakah anak dapat melakukan gerak meluncur, sambil 
        menahan badan) bisa sambil berdiskusi .
5) Memanggil beberapa siswa ke depan kelas untuk memperagakan bagaimana cara gerak meluncur jika 
       akan berenang, bagaimana jika meluncur sambil menahan badan dan bertanya jawab tentang perbedaan 
        jika bergerak di dalam air dengan bergerak di darat (BI, Mat, PA, PKn, IPA, IPS, Orjas).
6) Bagian “Cakrawala” Guru Memberikan penjelasan tentang  ketertiban di kolam renang. Guru bercerita 
       bagaimana menjaga keselamatan di kolam renang, menjaga keber sihan, keamanan, berapa kali di kuras 
        air kolamnya dsb.
7) Meminta semua siswa membuat karangan bagaimana sikap anak jika berada di tempat umum seperti di 
       kolam renang tersebut (bisa dikerjakan secara kelompok, bisa juga individu) (BI, Mat, PA, PKn, IPA, 
        IPS, Orjas).
8) Terakhir semua siswa diminta menyimak bagi ”Berbudi Pekerti” (halaman 70) dan diharapkan semua 
        siswa menerapkan perilaku-perilaku positif yang ada dalam petunjuk berbudi pekerti tersebut.

3.    Kegiatan Akhir/Penutup

  • Bersama-sama siswa menyimpulkan hasil belajar sesuai dengan hasil klarifikasi.
  • Bertanya jawab untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajari selama pembelajaran (evaluasi hasil belajar).
  • Mengajak semua siswa berdoa untuk mengakhiri pelajaran.


IV.   ALAT DAN SUMBER BELAJAR

  • Gambar-gambar tentang tempat umum (Kolam renang, Perpustakaan.
  • Lingkungan sekitar, masyarakat, dan sekolah.
  • Buku Teks siswa (Bahasa Indonesia, PKn, IPA, Matematika, Orkes, Budaya-Keterampilan, IPS dan Agama).
  • Kurikulum mata pelajaran (Bahasa Indonesia, PKn, IPA, Matematika, Orkes, Se-Bud-Keterampilan, IPS dan Agama).


V.   PENILAIAN

  • Penilaian Lisan (dalam proses).
  • Penilaian Tingkah laku (Pengamatan).
  • Penilaian Produk.
  • Penilaian Portofolio.
  • Penilaian Tertulis Obyektif.
  • Penilaian Tertulis Subyektif.
  • Penilaian Unjuk Kerja (dalam proses).
  • Penilaian Buku Kerja Tematik 




Mengetahui,


Kepala Sekolah Guru Kelas 2

Baca selengkapnya >>

10 Mei 2012

RPP PKn Paket B Kelas IX: Menjelaskan pentingnya prestasi diri bagi keunggulan bangsa


RPP PKn Paket B Kelas IX: Menjelaskan
pentingnya prestasi diri bagi keunggulan bangsa

NAMA KEJAR                        :

MATA PELAJARAN              : PENDIDIKAN  KEWARGANEGARAAN
                                                 
KELAS/SEMESTER               : IX/II

                                                    STANDAR KOMPETENSI    : Menampilkan prestasi diri sesuai kemampuan demi keunggulan bangsa.


KOMPETENSI DASAR         : Menjelaskan pentingnya prestasi diri bagi keunggulan bangsa
INDIKATOR                              :  - Menjelaskan makna prestasi diri
                                                     - Menjelaskan pentingnya prestasi diri bagi diri sendiri
    
ALOKASI WAKTU                :    4 X 40 MENIT (2 X Pertemuan)
Baca selengkapnya >>

8 Mei 2012

Apa Arti Kode HB, 2B, 4B Dalam Pensil?


Apa Arti Kode HB, 2B, 4B Dalam Pensil?

Coba temen-temen, ade-ade, kakak-kakak perhatikan kode: HB, B, 2B, 4B, dst. dalam sebuah pensil yang baru dibeli atau yang udah lama ada di tas. Atau mungkin kita tidak peduli akan kode-kode tersebut. Biasanya sih yang diperhatikan merk pensil tersebut, apa udah ada di iklan tv atau ada ga di supermarket kelas wahid. eh... tapi 2 minggu sampai hari kemarin anak-anak sekolah kelas akhir bersliweran nyari-nyari pensil berkode 2B yang asli katanya. Nah mari kita urai apa sih arti kode-kode tersebut............

Beberapa mungkin tau kalau kode itu merupakan tanda tingkat kehitaman pensil.
Makin besar angka di depan huruf B, makin tinggi tingkat kehitaman pensilnya, tapi sedikit sekali yang tau kepanjangan huruf-huruf itu.
Ini penjelasannya

Unsur utama pensil adalah percampuran grafit dan tanah liat dimana dengan ragam rasio antara keduanya akan menghasilkan hasil yang berbeda. Apabila tanah liat dikurangi maka grafit akan mendominasi volume yang ada sehingga hasilnya akan semakin hitam, begitupun apabila tanah liatnya terlalu banyak maka hasilnya akan memudar (tidak terlalu hitam) akan tetapi batangnya lebih keras.

Bila terlalu banyak grafit maka batang pensil akan sangat lembut tetapi juga lebih cepat aus. Sedangkan bila menggunakan pensil yang terlalu sedikit grafit maka untuk menghitamkannya perlu beberapa kali goresan yang tentu juga akan mengauskan kertas.

Jadi penggunaan pensil (khususnya saat menggambar) sebaiknya bukan melulu dengan bermain pada jumlah goresan melainkan dengan menggunakan komposisi pensil yang sesuai.

Komposisi tersebut bisa kita ketahui karena pasti tercetak / tertulis jelas pada batang pensil. Unsurnya adalah 3 huruf yaitu H, F dan B. 

H berarti Hardness (yaitu tingkat kekerasan, skalanya antara H, 1H sampai 9H, semakin tinggi angkanya berarti semakin keras). 
F berarti Fine (yang diperuntukan utk menulis dan tanpa skala). 
B berarti Blackness (tingkat kehitaman dari mulai B, 1B, 9B bahkan 9xxB).


Misalkan:
1. HB berarti lebih keras dan lebih hitam dari F
2. 2B lebih hitam dan tidak keras.
3. HHBBB berarti lebih keras 2 kali lipat dan sangat amat hitam. Dapatkah kita membayangkan seberapa hitam pensil 9B itu?

Adapun pengkodean tersebut adalah mengikuti cara Inggris yang de facto lebih dianut sebagai kode internasional sedangkan Amerika membuat pengkodean sendiri yang terbatas pada penggunaan yang paling umum yaitu #1 (B), #2 (HB), #2½ (F), #3 (H) dan #4 (2H).

Ada satu hal yang menarik dalam pengkodean pensil tersebut bahwa ternyata sebenarnya "tidak ada standar internasional penentuan kadar grafit dan tanah liat bagi setiap produsen pensil" jadi kehitaman pensil 2B pada pensil merk "Anu" bisa berbeda dengan 2B pada pensil merk "Itu".

sumber: http://masuta-fenesia.blogspot.com/2012/04/9999-orang-pernah-melihat-tanda-ini.html/

Baca selengkapnya >>

7 Mei 2012

Tak Ada Kesuksesan Yang Dibayar Dengan Harga Murah


Tak Ada Kesuksesan Yang
Dibayar Dengan Harga Murah
Sejak kecil, Rowling memang sudah memiliki kegemaran menulis. bahkan di usia 6 tahun, ia sudah mengarang sebuah cerita berjudul Rabbit. ia juga memiliki kegemaran tanpa malu-malu menunjukan karyanya kepada teman-teman dan orangtuanya. kebiasaan ini terus dipelihara hingga ia dewasa. daya imajinasi yang tinggi itu pula yang kemudian melambungkan namanya di dunia.

Akan tetapi, dalam kehidupan nyata, Rowling seperti tak henti diterpa masalah. keadaan yang miskin, yang bahkan membuat ia masuk dalam kategori pihak yang berhak memperoleh santunan orang miskin dari pemerintah Inggris, itu masih ia alami ketika Rowling menulis seri Harry Potter yang pertama. ditambah dengan perceraian yang ia alami, kondisi yang serba sulit itu justru semakin memacu dirinya untuk segera menulis dan menuntaskan kisah penyihir cilik bernama Harry Potter yang idenya ia dapat saat sedang berada dalam sebuah kereta api. tahun 1995, dengan susah payah, karena tak memiliki uang untuk memfotocopy naskahnya, Rowling terpaksa menyalin naskahnya itu dengan mengetik ulang menggunakan sebuah mesin ketik manual.

Naskah yang akhirnya selesai dengan perjuangan susah payah itu tidak lantas langsung diterima dan meledak di pasaran. berbagai penolakan dari pihak penerbit harus ia alami terlebih dahulu. diantaranya, adalah karena semula ia mengirim naskah dengan memakai nama aslinya, Joanne Rowling. pandangan meremehkan penulis wanita yang masih kuat membelenggu para penerbit dan kalangan perbukuan menyebabkan ia menyiasati dengan menyamarkan namanya menjadi JK Rowling. memakai dua huruf konsonan dengan harapan ia akan sama sukses dengan penulis cerita anak favoritnya CS Lewis.

Akhirnya keberhasilan pun tiba. Harry Potter luar biasa meledak dipasaran. semua itu tentu saja adalah hasil dari sikap pantang menyerah dan kerja keras yang luar biasa. tak ada kesuksesan yang dibayar dengan harga murah.

Baca selengkapnya >>

6 Mei 2012

Seminar Internasional untuk Revitalisasi PKBM


Seminar Internasional untuk
Revitalisasi PKBM

Peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), yang semula berkontribusi cukup signifikan terhadap perluasan akses wajib belajar melalui pendidikan nonformal kesetaraan. Saat ini perannya dinilai harus berubah karena wajib belajar sembilan tahun sudah relatif dicapai.

“Untuk itu, PKBM perlu direvitalisasi melalui berbagai upaya peningkatan mutu dan peningkatan kebertahanan atau keberlangsungan,” kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim saat memberikan sambutan pembukaan, Jumat (27/4).

Dijelaskan oleh Muliar, revitalisasi PKBM dilakukan melalui banyak hal, yaitu dengan peningkatan mutu kelembagaan, pengembangan PKBM tematik sesuai potensi lokal, pembentukan komunitas usaha mandiri, pemassalan pendidikan anak usia dini (PAUD), pengembangan taman bacaan masyarakat (TBM), sinergi PKBM dan Sanggar Kegiatan Belajar, dan pendataan PKBM berbasis nomor induk lembaga (NILEM) daring.



Peserta 12 negara

Seminar Internasional PKBM dihadiri 68 peserta dari 12 negara ini. Mereka berasal dari Indonesia, Bangladesh, Jepang, Thailand, Timor Leste, Korea Selatan, Nepal, Vietnam, Kamboja, Pakistan, Laos, dan Mongolia.

Pada kegiatan ini, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, tampil sebagai pembicara kunci (keynote speaker). Sementara para pembicara antara lain adalah Mr. Kiichi Oyasu dari Unesco Dhaka, Prof. Dr. Sasai Hiromi dari National Institute for Educational Research Jepang, Prof. Dr. Teuchi dari Tsukuba University Jepang, dan beberapa narasumber dari Indonesia.

Dengan kegiatan yang menampilkan peserta dengan berbagai latar belakang ini, diharapkan para peserta bisa saling belajar dalam memperkuat PKBM secara aktif. Ditegaskan oleh Musliar, PKBM tumbuh atas inisiatif dan keaktifan masyarakat.

“Pemerintah hanya mendorong dengan berbagai program, seperti pemberian bantuan sosial. Selanjutnya kami harap PKBM dapat bertahan dan terus tumbuh tanpa harus terus menerus dibantu,” kata Musliar. (Dina/HK)

sumber: http://www.paudni.kemdikbud.go.id/seminar-internasional-untuk-revitalisasi-pkbm/
Baca selengkapnya >>

5 Mei 2012

Dirjen PAUDNI: Tingkatkan Mutu PAUD untuk Cetak Generasi Emas


Dirjen PAUDNI: Tingkatkan Mutu PAUD
 untuk Cetak Generasi Emas

Untuk mencetak generasi emas Indonesia, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) akan meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini (PAUD).

Hal tersebut dinyatakan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi Psi., saat ditemui sejumlah pewarta di ruang kerjanya, Selasa (1/5).

Untuk menggenjot program PAUD, Ditjen PAUDNI akan tetap memberikan bantuan rintisan, alat permainan edukasi, dan serangkaian program yang telah disiapkan. Hal tersebut bertujuan untuk mewujudkan generasi emas. Sehingga pada 2045, saat peringatan ulang tahunIndonesiayang ke-100, terciptalah generasi muda yang kamil dan paripurna.

Sebelumnya,  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh mengatakan, untuk menghasilkan generasi muda yang luar biasa, maka persiapannya harus dipupuk sejak usia dini. Hal tersebut senada dengan tema peringatan Hardiknas 2012 yakni Bangkitnya Generasi EmasIndonesia.

Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesiaitu menuturkan mengenai pentingnya PAUD. Usia dini merupakan masa keemasan (the golden age) seorang anak. Fase tersebut juga menjadi periode yang sangat penting dalam perkembangan fisik dan mental seorang manusia.

Tumbuh kembang anak pada usia dini akan sangat menentukan kualitas kecerdasan, kesehatan, dan kematangan emosional di masa mendatang. “Anak usia dini harus terpenuhi kecukupan gizinya,” ucap Prof. Reni, sapaan akrab Dirjen PAUDNI.

Menurut Prof. Reni, yang dimaksud dengan gizi bukan hanya asupan makanan bagi anak. Namun, juga pendidikan bagi mereka. Sejak usia dini, seorang anak perlu bermain sambil belajar. (Yohan/HK)

sumber: http://www.paudni.kemdikbud.go.id/dirjen-paudni-tingkatkan-mutu-paud-untuk-cetak-generasi-emas/
Baca selengkapnya >>