22 Mar 2012

Hasil Uji Kompetensi Awal (UKA) Kabupaten Cianjur| sertifikasi guru

sertifikasi guru
Sekitar jam 14.00 hanphone yang biasanya ga pernah bunyi, sekarang berbunyi nyaring sekali. Kebetulan waktu itu saya lagi berada di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, lebih dari 5 orang saling berganti menelpon, hanya sekedar untuk melihat hasil Uji Kompetensi Sertifikasi Guru yang sudah dipampang di depan ruangan kepegawaian. Maklum, pada waktu itu jaringan internet yang memposting hasil UKA ini sangat padat hingga susah untuk dikunjungi apalagi mendownload hasil UKA itu.

Baca selengkapnya >>

21 Mar 2012

Tata Nilai Pendidikan Anak Usia Dini


Tata Nilai Pendidikan Anak Usia Dini
Untuk mencapai visi dan misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempunyai tata nilai pelayanan yang dilaksanakan, dan seharusnya juga dilaksanakan oleh lembaga-lembaga pelayanan PAUD di bawahnya, tata nilai tersebuta adalah:
1. Amanah
        Memiliki integritas, bersifat jujur dan mampu mengemban kepercayaan
2. Profesional
        Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai serta memahami bagaimana 
         mengimplementasikannya
3. Antusias dan bermotivasi tinggi
        Menunjukkan rasa ingin tahu, semangat berdedikasi, serta berorientasi pada hasil
4. Bertanggung jawab dan mandiri
        Memahami resiko pekerjaan dan berkomitmen untuk mempertanggungjawabkan hasil kerjanya, serta 
        tidak bergantung pada pihak lain
5. Kreatif
        Memiliki pola pikir, cara pandang dan pendekatan yang variatif terhadap setiap permasalahan
6. Disiplin
        Tata pada tata tertib dan aturan yang ada, serta mampu mengajak orang lain untuk bersikap sama
7. Peduli dan Menghargai Orang Lain
        Menyadari dan mau memahami, serta memperhatikan kebutuhan dan kepentingan pihak lain
8. Belajar Sepanjang Hayat
        Berkeinginan dan berusaha untuk selalu menambah dan memperluas wawasan, pengetahuan dan 
        pengalaman, serta mampu mengambil hikmah dan menjadikan pelajaran atas setiap kejadian

Baca selengkapnya >>

20 Mar 2012

Program PAUD Tahun 2012

Program PAUD Tahun 2012
1.    Bantuan Opersaional Penyelenggaraan (BOP) PAUD
Bertujuan memperluas dan meningkatkan layanan PAUD bagi anak usia 0 – 6 tahun, dengan prioritas anak dari keluarga kurang mampu, berkebutuhan khusus, dan layanan khusus.
2.    Bantuan Pembinaan Gugus PAUD
Bertujuan membantu gugus dalam melaksanakan operasional kegiatan di kelompoknya masing-masing.
3.    Penyaluran Dana Bantuan Bagi Lembaga PAUD Percontohan Tingkat Kabupaten/Kota
Tujuan:
a.    Tersedianya lembaga PAUD yang dapat dijadikan sebagai tempat rujukan bagi pengelolaan PAUD di wilayahnya;
b.    Terselenggaranya program pembelajaran yang berpusat kepada anak dan sesuai tahapan tumbuh kembang anak;
c.    Terbentuknya Lembaga PAUD percontohan tingkat kabupaten/kota sebagai pusat magang, percontohan, dan peningkatan kualaitas layanan PAUD yang sesuai dengan kondisi, potensi dan budaya di tingkat kabupaten/kota
4.    Bantuan Pembangunan Unit UGB PAUD Terpadu Provinsi/Kabupaten/Kota
a.    Meningkatkan akses dan mutu layanan pendidikan bagi anak usia dini, khususnya bagi anak usia dini di lembaga PAUD Terpadu di Provinsi/Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia;
b.    Meningkatkan dukungan danpartisipasi serta peran masyarakat dalam pembinaan, pengembangan dan penyelenggaraan layanan PAUD;
c.    Meningkatkan jumlah lembaga PAUD Terpadu di Provinsi/Kabupaten/Kota
5.    Bantuan Pembangunan UGB Terpadu Kecamatan/Desa
a.    Meningkatkan akses dan mutu layanan pendidikan bagi anak usia dini, khususnya bagi anak usia dini di lembaga PAUD Terpadu di Kecamatan/Desa di wilayah Indonesia;
b.    Meningkatkan dukungan danpartisipasi serta peran masyarakat dalam pembinaan, pengembangan dan penyelenggaraan layanan PAUD Terpadu Kecamatan/Desa;
c.    Meningkatkan jumlah lembaga PAUD Terpadu di Kecamatan/Desa di seluruh Indonesia
6.    Pengembangan Ruang Kelas Baru (RKB) PAUD
a.    Meningkatkan akses dan mutu layanan pendidikan anak usia dini;
b.    Mendukung ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan anak usia 4-6 tahun yang berkualitas;
c.    Mendukung kegiatan pembelajaran yang kreatif dan inovatif;
d.    Meningkatkan dukungan dan partisipasi serta peran serta masyarakat dalam pembinaan, pengembangan dan penyelenggaraan layanan PAUD
7.    Bantuan Rehabilitasi Gedung/Bangunan PAUD
a.    Meningkatkan akses dan mutu layanan pendidikan bagi anak usia dini, khususnya bagi anak usia dini di lembaga PAUD yang memerlukan rehabilitasi di seluruh Indonesia;
b.    Meningkatkan dukungan dan partisipasi serta peran serta masyarakat dalam pembinaan, pengembangan dan penyelenggaraan layanan PAUD, khususnya yang memerlukan rehabilitasi.
8.    Bantuan Sarana dan Prasarana Pembelajaran PAUD
a.    Meningkatkan akses layanan pendidikan anak usia dini khususnya anak usia 4-6 tahun yang belum terlayani pendidikannya
b.    Meningkatkan Mutu layanan pendidikan anak usia dini di Lembaga PAUD;
c.    Meningkatkan tata kelola, efisiensi dan efektifitas pelayanan pendidikan anak usia dini di Lembaga PAUD
9.    Bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) PAUD
a.    Meningkatkan akses layanan pendidikan anak usia dini
b.    Meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini di lembaga PAUD
c.    Meningkatkan tata kelola, efesiensi dan efektifitas pelayanan pendidikan anak usia dini di Lembaga PAUD
10.    Bantuan Sarana dan Prasarana PAUD Pasca Bencana
a.    Meningkatkan akses dan mutu layanan pendidikan bagi anak usia dini, khususnya bagi anak usia dini di lembaga PAUD yang terkena dampak bencana di seluruh Indonesia
b.    Meningkatkan dukungan dan partisipasi serta peran masyarakat dalam pembinaan, pengembangan dan penyelenggaraan layanan PAUD, khususnya di Lembaga PAUD yang terkena dampak bencana
11.    Bantuan Penyelenggaraan Rintisan TK atau KB
Memberikan dukungan kepada lembaga atau badan yang sedang atau akan merintis layanan PAUD dalam bentuk program TK atau KB, guna meningkatkan akses layanan PAUD yang belum dan tidak terlayani
12.    Penyaluran Dana Bantuan Penyelenggaraan Rintisan SPS
Memberikan dukungan kepada lembaga atau badan yang sedang atau akan merintis layanan PAUD dalam bentuk penyelenggaraan rintisan satuan PAUD sejenis (SPS), guna meningkatkan akses layanan PAUD yang menjangkau anak usia dini yang belum/tidak terlayani
13.    Bantuan Penyelenggaraan Rintisan TPA
Memberikan dukungan kepada lembaga atau badan yang sedang atau akan merintis layanan PAUD dalam bentuk penyelenggaraan Rintisan Taman Penitipan Anak (TPA), guna meningkatkan akses layanan PAUD yang menjangkau anak usia dini yang belum/tidak terlayani
14.    Bantuan penyelenggaraan yang diselenggarakan yang diselenggarakan di daerah terpencil/perbatasan
Memberikan bantuan kepada masyarakat yang sedang atau akan menyelenggarakan layanan PAUD dalam bentuk penyelenggaraan rintisan PAUD di daerah terpencil dan perbatasan, guna meningkatkan akses dan pemerataan kesempatan memperoleh layanan PAUD
15.    Penyelenggaraan Gebyar PAUD Tingkat Provinsi Tahun 2012
a.    Menyelenggarakan, menyeleksi dan menetapkan penyelenggara gebyar PAUD dalam rangka perluasan akses dan peningkatan mutu PAUD;
b.    Mendorong dan memotivasi penyelenggara PAUD, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam gebyar PAUD untuk menstimulasi perkembangan anak usia dini
c.    Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat umum dalam pengembangan program PAUD
16.    Bantuan Organisasi Mitra dan Profesi PAUD
a.    Memperkuat kapasitas dan kemampuan pelaksanaan program PAUD yang bermutu
b.    Dana Stimulan untuk mendorong dan memotivasi organisasi mitra dan profesi yang terkait dalam pengembangan dan penyelenggaraan program PAUD
c.    Sosialisasi, advokasi dan edukasi kepada anggota dan masyarakat umum dalam pengembangan program PAUD
d.    Mendorong organisasi mitra dan profesi PAUD dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD pada Program PPAUD serta dapat berkontribusi pada upaya-upaya keberlanjutan Program PAUD di Provinsi maupun Kabupaten
Baca selengkapnya >>

19 Mar 2012

Prinsip-Prinsip Pendidikan Anak Usia Dini

Prinsip-Prinsip Pendidikan Anak Usia Dini
1.    Berorientasi pada kebutuhan anak
Pada dasarnya setiap anak memiliki kebutuhan dasar yang sama, seperti kebutuhan fisik, rasa aman, dihargai tidak dibeda-bedakan, bersosialisasi, dan kebutuan untuk diakui. Anak tidak bisa belajar dengan baik apabila dia lapar, merasa tidak aman/takut, lingkungan tidak sehat, tidak dihargai atau diacuhkan oleh pendidik atau temannya.
2.    Sesuai dengan perkembangan anak
Setiap usia mempunyai tugas perkembangan yang berbeda, misalnya pada usia 4 bulan pada umumnya anak bisa tengkurap, usia 6 bulan bisa duduk, 10 bulan bisa berdiri, dan 1 tahun bisa berjalan. Pada dasarnya semua anak memiliki pola perkembangan yang dapat diramalkan, misalnya anak akan bisa berjalan setelah berdiri. Oleh karena itu pendidik harus memahami tahap perkembangan anak dan menyusun kegiatan sesuai dengan tahapan perkembangan mendukung pencapaian tahap perkembangan yang lebih tinggi
3.    Sesuai dengan keunikan setiap individu
Anak merupakan individu yang unik, masing-masing mempunyai gaya belajar yang berbeda. Ada anak yang lebih mudah belajarnya dengan mendengarkan (auditori), ada anak yang dengan melihat (visual) dan ada anak yang harus dengan bergerak (kinestetik). Anak juga memiliki minat yang berbeda-beda terhadap alat/bahan yang dipelajari/digunakan, juga mempunyai temperamen yang berbeda, bahasa yang berbeda, cara merespon lingkungan, serta kebiasaan yang berbeda. Pendidik seharusnya mempertimbangkan perbedaan individual anak, serta mengakui perbedaan tersebut sebagai kelebihan masing-masing anak. Untuk mendukung hal tersebut pendidik harus menggunakan cara yang beragam dalam membangun pengalaman anak, serta menyediakan ragam main yang cukup.
4.    Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain
Pembelajaran dilakukan dengan cara menyenangkan. Melalui bermain anak belajar tentang: konsep-konsep matematika, sains, seni dan kreativitas, bahasa, sosial, dan lain-lain. Selama bermain, anak mendapatkan pengalaman untuk mengembangkan aspek-aspek/nilai-nilai moral, fisik/motorik, kognitif, bahasa, sosial, emosional, dan seni. Pembentukan kebiasaan yang baik seperti disiplin, sopan santun, dan lainnya dikenalkan melalui cara yang menyenangkan
5.    Anak belajar dari konkrit ke abstrak, dari yang sederhana ke yang kompleks, dari gerakan ke verbal, dan dari diri sendiri ke sosial
a.    Anak belajar mulai dari hal-hal yang paling konkrit yang dapat dirasakan oleh inderanya (dilihat, diraba, dicium, dicecap, didengar) ke hal-hal yang bersifat imajinasi
b.    Anak belajar dari konsep yang paling sederhana ke konsep yang paling rumit, misalnya mula-mula anak memahami apel sebagai buah kesukaannya kemudian anak memahami apel sebagai buah yang berguna untuk kesehatan
c.    Kemampuan komunikasi anak dimulai dengan menggunakan bahasa tubuh lalu berkembang menggunakan bahasa lisan
d.    Anak memahami lingkungannya dimulai dari hal-hal yang terkait dengan dirinya sendiri, kemudian ke lingkungan dan orang-orang yang paling dekat dengan dirinya, sampai kepada lingkungan yang lebih luas
Dengan demikian pendidik seharusnya menyediakan alat-alat bermain yang konkrit yang bisa digunakan sebagai pengganti benda yang sesungguhnya. Pendidika juga harus memahami bahasa tubuh anak dan membantu mengembangkan kemampuan bahasa anak melalui kegiatan bermain
6.    Anak sebagai pembelajar aktif
Dalam proses pembelajaran, anak merupakan subjek/pelaku kegiatan dan pendidik merupakan fasilitator. Anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar, mempunyai banyak ide, dan tidak bisa berdiam diri dalam jangka waktu lama. Oleh karena itu pendidik harus menyediakan berbagai alat, memberi kesempatan anak untuk memainkan berbagai alat main dengan cara, dan memberikan waktu kepada anak untuk mengenal lingkungannya dengan caranya sendiri. Pendidik juga harus memahami dan tidak memaksakan anak untuk duduk diam tanpa aktivitas yang dilakukannya dalam waktu yang lama.
7.    Anak belajar melalui interaksi sosial
Pembelajaran anak melalui interaksi sosial baik dengan orang dewasa maupun dengan teman sebaya yang ada dilingkungannya. Salah satu cara anak belajar adalah dengan cara mengamati, meniru, dan melakukan. Orang dewasa dan teman-teman dekat dengan kehidupan anak merupakan obyek yang diamati dan ditiru anak.
8.    Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar
Lingkungan merupakan sumber belajar yang sangat bermanfat bagi anak. Lingkungan berupa lingkungan fisik beripa penataan ruangan, penataan alat main, benda-benda, perubahan benda (daun mda-daun tua, daun kering, dst), cara kerja benda (bola didorong akan menggelinding, sedangkan kubus didorong akan menggeser), dan lingkungan non fisik berupa kebiasaan orang, suasana belajar.
9.    Merangsang munculnya kreativitas dan inovatif
Pada dasarnya setiap anak memiliki potensi kreativitas yang sangat tinggi. Ketika anak diberi kesempatan untuk menggunakan berbagai bahan dalam kegiatan permainannya, amak anak akan dapat belajar tentang berbagai sifat dari bahan tersebut.
10.    Mengembangkan kecakapan hidup anak
Kecakapan hidup merupakan suatu keterampilan yang perlu dimiliki anak melalui perkembangan karakter.
11.    Menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang ada di lingkungan sekitar
Sumber dan media belajar untuk PAUD tidak terbatas pada alat dan media hasil pabrikan, tetapi dapat menggunakan berbagai bahan dan alat yang tersedia di lingkungan sepanjang tidak berbahaya bagi kesehatan anak.
12.    Anak belajar sesuai dengan kondisi sosial budayanya
PAUD merupakan wahana anak tumbuh dan berkembang sesuai potensi dengan berdasarkan pada sosial budaya yang berlaku di lingkungan.
13.    Melibatkan peran serta orang tua yang bekerja sama dengan para pendidik di Lembaga PAUD
Orang tua menjadi sumber informasi mengenai kebiasaan, kegemaran, ketidaksukaan anak, dan lain-lain yang digunakan pendidik dalam penyusunan program pembelajaran.
14.    Stimulasi pendidikan bersifat menyeluruh yang mencakup semua aspek perkembangan
Saat anak melakukan sesuatu, sesungguhnya ia sedang mengembangkan berbagai aspek perkembangan dan kecerdasannya.
Baca selengkapnya >>

17 Mar 2012

Bentuk Layanan Pendidikan Anak Usia Dini


Bentuk Layanan Pendidikan Anak Usia Dini
Dalam Implementasinya, secara kelembagaan bentuk-bentuk Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Jalur Pendidikan Formal, Non Formal dan Informal dijabarkan sebagai berikut:

1. PAUD jalur pendidikan formal untuk anak usia 4 - ≤ 6 tahun, terdiri atas:
     a. Taman Kanak-Kanak (TK)
         Salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program 
         pendidikan bagi anak berusia 4 sampai 6 tahun
     b. Raudhatul Athfal (RA)
         Salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program 
         pendidikan bagi anak berusia 4 sampai 6 tahun dengan kekhasan agama Islam
     c. Bentuk lain yang sederajat.

2.PAUD jalur pendidikan nonformal terdiri atas:
   a. Taman Penitipan Anak untuk anak usia 0 - ≤6 tahun
       Salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program 
       pendidikan dan pengasuhan bagi anak berusia 3 bulan sampai 6 tahun
   b. Kelompok Bermain untuk anak usia 2 - ≤ 6 tahun
       Salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program 
       pendidikan bagi anak berusia 2 sampai 6 tahun
   c. Satuan PAUD Sejenis
       Bentuk-bentuk layanan PAUD lainnya yang penyelenggaraannya dapat diintegrasikan dengan layanan 
       anak usia dini yang ada di masyarakat, seperti:
  • Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu)
  • BKB (Bina Keluarga Balita)
  • TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an)
  • TAPAS ( Taman Pendidikan Anak Soleh)
  • SPAS (Sanggar Pendidikan Anak Soleh)
  • Bina Anaprasa
  • PAK (Pembinaan Anak Kristen)
  • BIA (Bina Iman Anak Katolik)
  • Semua layanan anak usia dini yang berada di bawah binaan agama lainnya;
  • Semua kelompok layanan anak usia dini yang berada di bawah binaan organisasi wanita/organisasi kemasyarakatan

   salah satu contoh bentuk SPS adalah Pos PAUD, yaitu program PAUD yang diintegrasikan dengan layanan  
   Posyandu dan BKB.

3. PAUD berbasis keluarga
    merupakan Pendidikan Anak Usia Dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang dislenggarakan oleh lingkungan
Baca selengkapnya >>

16 Mar 2012

Dasar Hukum Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini


Dasar Hukum Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini
Pasal 28 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Secara Tegas telah mengatur Penyelenggaraan PAUD,  sebagai Berikut:

(1) Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar.
(2) Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, 
     dan/atau informal.
(3) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk taman kanakkanak (TK), 
     raudatul athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat.
(4) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk kelompok bermain (KB), 
     taman penitipan anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat.
(5) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau 
     pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.
(6) Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), 
     ayat (3), dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.
Baca selengkapnya >>

13 Mar 2012

Penyelamatan Laptop/notebook/netbook dari tumpahan air

Penyelamatan Laptop/notebook/netbook
dari tumpahan air
Mengingat Laptop sudah menjadi kebutuhan hampir semua orang, portable computer ini tidak lagi hanya digunakan kalangan IT, tetapi hampir semua kalangan, baik itu ibu rumah tangga, pelajar maupun anak-anak dibawah umur.

Situasi ini mempertinggi terjadinya kecelakaan pada saat pengoperasian laptop, bahkan seorang yang profesional pun tidak luput dari kecelakaan pemakaian pada saat kelelahan ataupun akibat terbaginya konsentrasi ke banyak hal dan akhirnya membuat pengguna lengah terhadap hal-hal yang membahayakan laptop.

Berdasarkan kasus yang sering ditemukan banyak kecelakaan pada laptop yang berakibatkan mati total atau korsleting diakibatkan laptop ketumpahan cairan seperti air, kopi, teh, kuah ataupun cairan lainnya.

Perlu kita ketahui bahwa cairan dapat menghantarkan listrik, sehingga pada saat laptop ketumpahan cairan, hubungan positif dan negatif bisa bersatu yang mengakibatkan short sehingga dapat merusak komponen disekitar korsleting terjadi.

Biasanya yang diserang adalah komponen power. Korsleting atau short hanya dapat terjadi pada saat komponen dialiri listik (dalam keadaan hidup) jadi kemungkinan terjadinya korsleting atau short pada saat laptop dalam keadaan mati sangat kecil sekali.

Berikut tindakan pertama yang harus dilakukan pada saat laptop ketumpahan cairan :
  1. Lepaskan baterai dan jack power apabila laptop dalam keadaan hidup. Buka flip LCD sampai maksimal terbuka lalu posisikan laptop tertelungkup / terbalik. Biarkan beberapa jam atau lebih lama lebih baik. sehingga cairan yang sudah terlanjur masuk mengalir keluar. 
  2. Lepaskan keyboard, jemurlah keyboard ditempat yang tidak terlalu panas dalam keadaan terbalik. Jika cairan yang tumpah berupa kopi (yang lengket), kuas selah-selah keyboard dengan menggunakan air, namun jangan ditekan. Kemudian jemurlah seperti cara diatas beberapa jam lalu blower dengan menggunakan kipas angin satu malam. Pada saat proses pengipasan tekan-tekanlah setiap tuts untuk menghindari adanya uap yang tertinggal pada fleksibel yang menyebabkan keyboard lengket.
  3. Blower bagian laptop dalam posisi berdiri menyamping.dengan posisi fentilasi fan dibagian bawah untuk meyakinkan sisa-sisa cairan dapat keluar dari fentilasi tersebut.Catatan : jika tumpahan terlalu banyak sebaiknya seluruh bagian laptop dibuka dan dikeringkan.jika Anda tidak yakin dapat melakukannya sendiri sebaiknya menghubungi service centre terdekat.
  4. Pasang kembali semua bagian, tanpa mengunakan baterai, sambungkan listrik dari adapter, jangan langsung dihidupkan, perhatikan gejala-gejala yang timbul. Dekatkan penciuman Anda ke laptop, jika mencium sesuatu yang berbau hangus, lepaskan koneksi power. Blower kembali seperti tahapan diatas untuk beberapa waktu.semakin lama semakin baik. Kemudian ulangi tahapannya. Apabila sudah tidak ada indikasi bau ataupun hal hal yang mencurigakan, lepaskan hubungan listrik kemudian pasang baterai. Lihat reaksinya, jika tidak ada indikasi yang mencurigakan, sambungkan listrik dan perhatikan Lead lampu baterai indikator menyala atau tidak, jika menyala hidupkan laptop Anda dan tetap memperhatikan bau atau indikasi lainnya untuk beberapa saat.
  5. Jika ternyata masih ada indikasi yang mencurigakan (tidak seperti biasanya), sebaiknya menghubungi service centre terdekat untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.


sumber: http://nyatanyatafakta.blogspot.com/2011/07/tips-penyelamatan-laptop-jikaterkena.html
Baca selengkapnya >>

11 Mar 2012

Sebuah Kejujuran atau Kebodohan?


Sebuah Kejujuran atau Kebodohan?
Ketika Cina masih terpecah pecah menjadi beberapa kerajaan, perang adalah sesuatu yang tak bisa dihindari, kerajaan besar akan saling berperang untuk menunnjukan kekuasaanya, sementara nasib kerajaan kecil adalah menjadi rebutan kerajaan yang lebih besar dan nasibnya selalu menjadi negara jajahan.

tapi kerajaan Hu ternyata tidak pernah dijajah oleh kerajaan besar manapun, padahal kerajaan hu hanyalah sebuah kerajaan kecil yang kekuatan tentaranya minim, dan faktanya kerajaan ini adalah sebuah kerajaan yang makmur dan dipimpin oleh seorang raja yg terkenal sangat jujur.

kenapa kerajaan hu aman aman saja...? kerana kerajaan hu letak geografisnyalah yang melindunginya, kerajaan ini dikelilingi oleh pegunungan tinggi, dan dibatasi oleh sebuah sungai lebar yg beraliran cukup deras. satu satunya jalan masuk ke kerajaan itu adalah melalui sebuah jembatan yg melintas di atas sungai besar.

hal ini tentu saja menyulitkan kerajaan besar manapun yg hendak menyerang kerajaan hu, kerajaan besar dengan bala tentara ribuan tentu akan kerepotan jika harus melintasi sungai lebar tersebut apalagi jika melewati jembatan, sebesar apapun tentaranya pasti akan terpecah dan tercerai berai pada saat menyeberang sungai dan akan menjadi sasaran empuk tentara hu.

Namun ternyata ada saja raja yg nekad mengerahkan pasukannya untuk menyerang kerajaan hu, raja zhou mengerahkan tentaranya besar besaran dengan tujuan untuk menjajah kerajaan hu. dan memang sesuai dugaan, sebesar apapun tentara yg dikerahkan, saat menyeberang sungai mereka menjadi tercerai berai karena harus berusaha agar tidak hanyut.

panglima perang kerajaan hu yg mengetahui negaranya akan diserang segera menyiapkan pasukannya untuk menghadang pergerakan pasukan zhou. tapi sang panglima terkejut ketika rajanya memberi perintah:

"siapkan pasukan, tapi tunggu sampai musuh menyeberang sungai baru kita menyerang..."

"tapi tuanku ......pasukan kita tak akan sanggup menghadapi pasukan zhou, mereka lebih banyak dan berpengalaman, satu satunya kesempatan kita adalah menyerang mereka saat sedang menyeberang sungai......saat itu kekuatan mereka melemah tuanku...." bantah sang panglima.

"DIAM KAU PANGLIMA!!!!!! AKU TAHU JIKA KITA MENYERANG MEREKA SAAT MENYEBERANG SUNGAI MAKA KITA AKAN MENANG , TAPI ITU ADALAH PERBUATAN TIDAK KSATRIA DAN TIDAK JUJUR.....LEBIH BAIK KITA TUNGGU MEREKA MENYEBERANG."

"tapi baginda...kita tak mungkin menang kalo begitu...."

" WAHAI PANGLIMAKU...DENGARLAH........AKU LEBIH BAIK KALAH DAN MATI SECARA KESATRIA DARIPADA HARUS MENANG DENGAN MELAWAN MUSUH YANG TIDAK SIAP...!!!!!"


dan memang pada akhirnya kerajaan hu kalah dan menjadi jajahan raja Zhou, smentara raja hu dihukum mati dengan dipenggal kepalanya tapi tetap mempertahankan prinsip kejujuran yang dia yakini.

nah, apak ini sebuah kejujuran atau kebodohan?

Baca selengkapnya >>

8 Mar 2012

Cara Praktis Membuat Blog Sukses Spektakuler

Cara Praktis Membuat Blog Sukses Spektakuler
Lagi-lagi postingan ini untuk blogger rookie seperti saya. mudah-mudahan dengan copas posting ini blog ane juga ketiban rezeki spektakuler, menjadi blog yang baynyak dicari orang he.he..he..

Mungkin banyak orang memanfaatkan blog hanya untuk kesenangan pribadi. Misal sebagai tempat curhat, menuliskan keluh kesah atau pengalaman yang dialami. Atau bisa juga untuk berbagi informasi, menuliskan informasi penting agar banyak orang yang bisa mengetahuinya. Sebagai tempat latihan menulis juga bisa. Tujuan lainnya, blog bisa pula dipakai untuk tempat menyimpan catatan-catatan penting anda. Namun, apapun tujuan anda ngeblog, yang jelas blog bisa pula mendatangkan keuntungan tak terhingga untuk anda. Blog bisa mendatangkan uang tanpa henti masuk ke kantong anda. Enak kan? “Sekali nyetir, dua kota terlewati”. Sambil tetap ngeblog dan tidak kehilangan kesenangan anda, bisa pula menambah tebal dompet anda. Tapi bagaimana caranya? Itu pasti yang ingin anda tanyakan. Tentunya blog anda harus menarik banyak pengunjung dan membuat mereka betah unuk berkali-kali datang ke blog anda. Di sini saya bagikan 8 hal yang perlu anda perhatikan agar blog anda sukses secara spektakuler.

1. Tetapkan URL yang konsisten. Dalam membuat blog, URL anda harus konsisten.
Maksudnya, jangan digonta-ganti. Sekali saja anda mengganti URL blog, berarti anda harus kerja keras mempopulerkannya kembali. Blog yang sudah mulai akrab dengan search engine, akan hilang begitu saja. Begitupun koneksi yang telah anda bangun selama ini. Karena itu URL sangat penting. Dalam menentukan URL, sebaiknya pilih nama yang mudah diingat. Prinsip lainnya, bisa di baca di sini.
2. Pilih topik yang tepat. Dulu pernah saya katakan, bekerja di bidang yang dicintai
membuat kita lebih mudah sukses. Saat membuat blog, hal ini pun harus menjadi bahan  pertimbangan. Jangan memaksakan diri di bidang A kalau anda suka bidang B. Bekerja di bidang yang anda sukai pasti membuat anda lebih semangat. Kalau bingung mau memilih topik blog apa? Gampang! Solusinya bisa anda temukan di cara memilih topik blog yang menarik seperti magnet.
3. Tampilkan content berkualitas. Saya jamin, tak ada yang bakal menolak barang
berkualitas yang gratis. Begitupun dengan blog anda. Jaga kualitas content blog anda. Dengan begitu, pengunjung akan kesengsem dan mudah kembali ke blog anda. Kalau mau isi blog anda jadi bagus, baca di sini.
4. Promosikan blog anda. Undang pengunjung sebanyak mungkin untuk datang ke blog
anda. Misal, dengan aktif menulis di milis. Bisa juga dengan aktif berkomentar di blog yang ramai pengunjungnya. Bisa pula dengan memanfaatkan social network yang sesuai dengan target pembaca anda. Dan banyak cara lainnya. Yang penting, anda jangan pernah berhenti mempromosikannya. Memang mungkin menghabiskan banyak waktu. Tapi hasil yang anda tuai pasti sepadan dengan usaha anda.
5. Tingkatkan keterampilan teknis. Setelah memiliki blog, jangan lupa untuk
meningkatkan keterampilan anda mengelola blog. Banyak hal yang bisa dipelajari seperti mengenai SEO, HTML, dan lainnya. Dan mungkin tak akan pernah ada habisnya. Tapi yang penting, setelah anda pelajari, langsung praktekkan. Biar pengetahuan anda jadi melekat dan bermanfaat. Dengan semakin menguasai hal teknis, blog anda pasti akan tampil unik dan jauh lebih menarik.
6. Lakukan riset dan evaluasi. Jangan bosan untuk meningkatkan kualitas blog anda.
Karena itu, lihat blog ‘tetangga’ dan bandingkan dengan blog anda. Serap hal-hal yang menurut anda baik untuk diterapkan pada blog anda. Dengan selalu melakukan riset dan evaluasi, blog anda pasti akan lebih baik dari hari ke hari.
7. Jangan surut langkah. Sekali anda memutuskan ngeblog, jangan pernah mundur. Meski
mungkin anda menemui kenyataan tak seindah harapan. Seperti meski anda sudah jungkir balik promosi, tapi pengunjungnya cuma segitu saja. Atau page rank blog anda masih ada diurutan terbelakang. Sekali lagi, jangan pernah surut langkah. Kesulitan itu sesuatu yang wajar. Dan anda harus belajar menyelesaikannya. Hadapi kesulitan anda, bukan dihindari!
8. Berani berkorban. Orang Jawa bilang, jer besuki mawa bea. Ini pepatah lama yang tetap
cocok sampai kapanpun. Untuk meraih kesuksesan anda harus berkorban lebih dulu. Jika anda
telah memilih membuat blog, kelolalah dengan baik. Jangan sia-siakan. Fokuskan perhatian
anda pada blog anda.
Cara di atas mungkin sudah sering anda temui. Tapi, jangan dulu berkomentar basi. Cobalah satu-persatu, niscaya nantinya anda akan terkejut melihat pengunjung blog anda jauh lebih ramai dari anda kira. Kalau sudah begitu, mau pilih sumber penghasilan blog yang manapun, pasti akan lebih gampang mewujudkannya.

SUMBERM: http://www.jokosusilo.com/2008/08/14/8-cara-praktis-membuat-blog-sukses-spektakuler/

Baca selengkapnya >>

6 Mar 2012

RPP Tematik Kelas 2 SD: Hak dan Kewajiban Anggota Keluargaku - Pertemuan 5, 6, 7, 8

hak dan kewajiban anggota keluarga
TEMA                         : HAK DAN KEWAJIBAN
                                                 ANGGOTA KELUARGA
KELAS /SEMESTER : 2 (dua)/ 1 (satu)
WAKTU                 : 4  kali pertemuan @ 5 JP/hari (4 hari)

I.   KOMPETENSI DASAR
§ Melaksanakan hak dan kewajiban di dalam keluarga (PKn).
§ Memanfaatkan dokumen dan benda penting keluarga sebagai sumber cerita (IPS).
§ Mendengarkan: Menyebutkan kembali dengan kata-kata atau kalimat sendiri isi teks pendek (BI).
§ Berbicara: Menceritakan kegiatan sehari-hari dengan bahasa yang mudah dipahami orang lain.
§ Membaca: Menyimpulkan isi teks pendek (10-15 kalimat) yang dibaca dengan membaca lancar.
§ Menulis: Menulis kalimat sederhana yang didiktekan guru dengan menggunakan huruf tegak bersambung dan memperhatikan penggunaan huruf kapital dan tanda titik.
§ Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 500 (MAT).
§ Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan mengurutkan bilangan.
§ Mempraktikkan gerak dasar jalan, lari, lompat yang bervariasi dalam permainan yang menyenangkan dan nilai kerjasama, toleransi, kejujuran, tanggung jawab, menghargai lawan dan menghargai diri sendiri (ORJASKES).

II.   INDIKATOR
§ Menyebutkan hak dan kewajiban orang tua dan anak (PKn).
§ Menyebutkan hak dan kewajiban anggota keluarga lainnya di rumah.
§ Menceritakan akibat jika anak tidak melaksanakan kewajibannya di rumah.
§ Menceritakan akibat jika hak anak terabaikan.
§ Menyebutkan  tata cara berperilaku di rumah (IPS).
§ Menceritakan macam-macam hak dan kewajiban di sekolah.
§ Mendeskripsikan pentingnya hak dan kewajiban dalam sebuah keluarga.
§ Menjawab pertanyaan sesuai isi cerita yang didengarkan (BI).
§ Menceritakan kembali cerita dengan menggunakan kata-kata sendiri.
§ Mencatat isi pesan.
§ Menuliskan pesan ke dalam beberapa kalimat.
§ Menyampaikan pesan secara lisan kepada orang lain.
§ Menjawab pertanyaan tentang isi puisi.
§ Menjelskan isi puisi.
§ Mengajukan pertanyaan kepada guru tentang puisi.
§ Menggunakan kalimat tanya untuk menanyakan sesuatu kepada orang yang belum dikenal dengan pilihan kata yang tepat.
§ Menjelaskan urutan kegiatan sehari-hari dengan bahasa yang runtut dan mudah dipahami orang lain.
§ Menanyakan atau menanggapi kegiatan sehari-hari teman sekelas.
§ Menyusun bilangan-bilangan dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya (MAT).
§ Membedakan bilangan genap dan ganjil berdasarkan urutan.
§ Membilang loncat.
§ Melakukan variasi gerak  dorong, tarik dan putar dengan satu atau dua tangan (ORJASKES).


III.   LANGKAH PEMBELAJARAN
1.   Kegiatan Awal/Pendahuluan
§ Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.
§ Mengajak siswa menyanyikan lagu “Mencari Nafkah” sambil menggerakkan anggota badan sesuai dengan syair lagu (Orkes, Budaya-Keterampilan).
§ Menginformasikan tema yang  akan dipelajari bersama (Hak dan Kewajiban).

2.   Kegiatan Inti
1) Mengulangi kembali materi yang telah dibahas hari kemarin sebagai awal untuk masuk pada materi inti
2) Pada bagian “Ajang Pendapat” anak diminta mengamati gambar dan menghubungkan gambar-gambar mana yang menunjukkan hak dengan kewajiban yang sesuai dengan memberi tanda cek (V) atau (X) serta memberi kan alasannya (PS, BI, Sains, Mat).
3) Semua siswa diminta membaca topik “Tukang Kebun” di hal 25 sambil mengamati gambarnya. Kemudian  siswa ditugaskan untuk menceritakan kembali isi teks di depan kelas.  Bertanya jawab tentang kewajiban apa yang dilakukan  tukang kebun, apa kewajiban keluarga Adi terhadap tukang kebun dan apa pula yang dilakukan oleh anak yang iseng dan mengganggu pekerjaan tukang kebun.
4) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendiskusikan dengan teman sebangkunya dan memberikan pendapatnya  tentang perilaku  anak yang iseng tersebut. Hak siapa yang dilanggar oleh anak iseng itu? (BI, IPS, IPA,  PKn, Mat).
5) Semua siswa ditugaskan untuk mendengarkan  guru yang akan membaca ”Puisi”. Semua siswa mendengarkan dan setelah guru selesai membaca, dilanjutkan dengan menugaskan siswa untuk menirukan bersama-sama secara klasikal. Kalau siswa sudah selesai menirukan langkah berikutnya memanggil siswa (yang berani) untuk membacakan di depan kelas.
6) Semua siswa diminta membaca teks tentang topik  “Paman Anto dan Bibi  Dewi” di hal 27. Kemudian menugaskan  siswa untuk berdiskusi tentang hak dan kewajiban paman dan bibi (Ajang Pendapat halaman 27) dan melaporkan di depan kelas (BI, IPS, IPA,  PKn, Mat).
7) Semua siswa ditugaskan untuk membaca  topik “Peraturan Di Rumah Adi”.  Selanjutnya bertanya jawab tentang peraturan apa saja yang ada di bacaan tersebut (BI, IPS, IPA,  PKn, Mat).
8) Siswa ditugaskan untuk bertanya kepada ibu atau bapak di rumah (PR untuk dibahas lagi esok hari) tentang peraturan apa saja yang dijalankan di rumah.
9) Semua siswa ditugaskan untuk membaca topik “Lomba Mobil Tamiya” di hal 29. Kemudian  bertanya jawab untuk memaknai isi teks, misalnya:
· kegiatan apa yang dilakukan Tino?
· mengapa Tino terlambat bangun?
· apa akibatnya kalau terlambat bangun?
· mengapa perut Tino sakit?
· apa akibatnya kalau terlambat ke sekolah?
· apakah Tino menyesal?
· apa janji Tino kepada guru?
10) Semua siswa secara mandiri ditugaskan untuk mengamati gambar di halaman 30, 31, 32, 33 dan membaca teksnya.
11) Semua siswa ditugaskan untuk berkelompok dengan teknik ”Kepala Bernomor” dengan langkah:
· siswa berkelompok dengan cara menghitung 1, 2, 3, dan 4
· setiap siswa mendapat nomor (tulisan di kertas warna)
· setiap siswa sesuai nomornya mendapat tugas mendeskripsikan bagian-bagian tubuh dan fungsinya
· siswa 1 tugasnya mendeskripsikan ayam
· siswa 2 tugasnya mendeskripsikan burung
· siswa 3 tugasnya mendeskripsikan sapi
· siswa 4 tugasnya mendeskripsikan kupu
12) Dilanjutkan dengan membahas ”Tanaman Tomatku” (halaman 32 dan 33) dengan pengelompokan yang sama.
13) Guru mengajak siswa melakukan gerakan untuk berdinamika (Cakrawala halaman 33).
14) Bagian “Ekspresikan Dirimu” semua siswa ditugaskan untuk  melakukan gerakan berpindah tempat denga ruang dalam tarian sederhana (mengikuti petunjuk di halaman 34)  (BI, IPS, IPA,  PKn, Mat).
15) Terakhir semua siswa diminta menyimak bagian ”Berbudi Pekerti” (halaman 44) dan diharapkan semua siswa menerapkan perilaku-perilaku positif yang ada dalam petunjuk berbudi pekerti tersebut.


3.    Kegiatan Akhir/Penutup
§ Bersama-sama siswa menyimpulkan hasil belajar sesuai dengan hasil klarifikasi.
§ Bertanya jawab untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajari selama pembelajaran (evaluasi hasil belajar).
§ Mengajak semua siswa berdoa untuk mengakhiri pelajaran.


IV.   ALAT DAN SUMBER BELAJAR
§ Gambar-gambar tentang hak dan kewajiban di rumah dan sekolah.
§ Lingkungan keluarga dan sekolah.
§ Buku teks siswa (Bahasa Indonesia, PKn, IPA, Matematika, Orkes, Budaya-Keterampilan, IPS dan agama).
§ Kurikulum mata pelajaran (Bahasa Indonesia, PKn, IPA, Matematika, Orkes, Se-Bud-Keterampilan, IPS dan Agama).


V.   PENILAIAN
§ Penilaian Lisan (dalam proses).
§ Penilaian Tingkah laku (Pengamatan).
§ Penilaian Produk.
§ Penilaian Portofolio.
§ Penilaian Tertulis Obyektif.
§ Penilaian Tertulis Subyektif.
§ Penilaian Unjuk Kerja (dalam proses).
§ Penilaian Buku Kerja Tematik terbitan ESIS.


Mengetahui,



Kepala Sekolah Guru Kelas 2

Baca selengkapnya >>

5 Mar 2012

Paparahuan

paparahuan
Di hiji talaga aya manuk manintin keur paparahuan jeung tunggeu. Parahuna cangkang bonteng suri anu gede sabeulah. Soloyong ka ditu, soloyong ka dieu. Duanana teu eureun-eureun ngarawih patembalan:
Tin, tin, manintin
Gengngng !
Katenjoeun ku caladi kundang. Manehna kabitaeun. Tuluy nyarita, “Milu, Tin, paparahuan!”
Tembal manuk manintin,”Heug bae, ngan ulah noktrok parahu, bisi kalebuh!”
“Moal atuh, Tin, piraku kuring oge.”
Clak caladi kundang teh tumpak. Ayeuna mah tiluan anu ngawihna:
Tin, tin, manintin
Toroktok, tok
Gengngng!
Edas aya ngareunah, mani kawas degung bae. Kapanggih ku anak monyet.
“Euleuh, moal teu resep paparahuan, nya. Kuring milu, Tin!”
“Heug bae, ngan ulah dikokos parahuna, bisi kalebuh!”
“Moal atuh, kira-kira kuring oge!”
Clak anak monyet teh tumpak.
Ayeuna mah opatan nu ngawihna:
Tin, tin, manintin
Toroktok, tok
Nguuuk
Ngengngng!
Lila-lila monyet teh lapareun tayohna, parahu teh disegetan sisina. Atuh kerelep bae kalebuh.
Anak monyet kekerebekan, lep bae titeuleum. Ari anu sejen mah saralamet, da barisaeun hiber.

Sumber: Ki Umbara, 1983, Torotot Heong, Bandung: Rahmat Cijulang
Baca selengkapnya >>

4 Mar 2012

RPP PKn Kelas IX Paket B Sem 2: Mendeskripsikan politik luar negeri dalam hubungan internasional di era globalisa


politik luar negeri dalam hubungan internasional di era globalisasi. 

NAMA Kejar                        :

MATA PELAJARAN                 : PENDIDIKAN    
                                           KEWARGANEGARAAN

KELAS/SEMESTER                : IX/II

                                                   STANDAR KOMPETENSI         : 3. Memahami dampak globalisasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan   bernegara


KOMPETENSI DASAR             : 3.2  Mendeskripsikan politik luar negeri dalam hubungan internasional di era globalisasi.

Baca selengkapnya >>

1 Mar 2012

Mengenal Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia


Pengantar
Ditinjau dari sejarahnya, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia mulai diperhatikan oleh pemerintah secara sungguh-sungguh dan mencakup rentang usia 0-6 tahun sejak tahun 2002. Dengan demikian pengembangan PAUD yang mencakup rentang usia 0-6 tahun secara nasional baru berjalan selama 7 tahun. Namun karena pemahaman dan kemauan masyarakat selama ini sudah sangat bagus, sehingga hanya dalam kurun waktu 7 tahun Angka Partisipasi Kasar APK-PAUD sudah mencapai 15,3 juta (53,6%). Saat ini PAUD sudah menjadi "Gerakan Masyarakat Secara Nasional (National Public Movement) masyarakat sehari-hari sudah terbiasa membicarakan pentingnya PAUD bagi masa depan putra-putrinya.
Baca selengkapnya >>