24 Des 2011

PENGEMBANGAN MODEL


pengembangan model

 PENGERTIAN UMUM
1. Model
bentuk
pola
contoh
   tentang suatu proses atau prosedur kerja suatu program/kegiatan berskala lokal.

2. Model
khas
memiliki fokus tertentu
inovatif
terjadi pada suatu lokasi tertentu
    Guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan.

Pengembangan Model adalah

  • usaha penyempurnaan, 
  • penemuan sesuatu yang baru (adaptif dan inovatif) 
  • menurut kaidah-kaidah dan metode ilmiah tertentu 

hal ini akan Melahirkan formulasi yang dikehendaki

Pengembangan Model

  • Model program
  • Model pembelajaran
  • Model pelatihan
  • Model pembimbingan

Model program
Bentuk inovatif pelaksanaan kegiatan di bidang PNFI, dapat berupa program baru ataupun program lama yang dikembangkan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat

Model pembelajaran
model proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar tertentu untuk menjadikan peserta didik menguasai mata ajaran atau ilmu pengetahuan.

Model pelatihan
model proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar tertentu untuk menjadikan peserta didik dapat menerapkan teori ke dalam praktek sehingga memiliki keterampilan di bidang mata ajaran atau ilmu pengetahuan.

Model pembimbingan
model proses  interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar tertentu untuk memberikan tuntunan dan arahan kepada peserta didik dalam mengembangkan kemampuannya agar memiliki sikap sesuai dengan keilmuan dan keterampilan yang telah dimilikinya.

PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN NONFORMAL DAN INFORMAL

  • Penyusunan rancangan pengembangan
  • Pelaksanaan pengembangan

Menyusun rancangan pengembangan model adalah kegiatan penyusunan
  • rancangan pengembangan model sebagai kerangka  kerja yang disusun secara logis dan sistematis yang berisikan latar belakang, rumusan masalah, acuan teori, hipotesis (jika diperlukan), metode pengembangan (sasaran, waktu, tempat, metode pengumpulan dan analisis data, alat pengembangan, dan organisasi)
  • rancangan  model yang akan dikembangkan dapat berupa prototipe, dan wujud nyata (misalnya media belajar) dan tidak berwujud (misalnya prosedur kerja, langkah-langkah pembelajaran).

Proses penyusunan rancangan meliputi:

  • Persiapan penyusunan
  • Pembahasan naskah rancangan pengembangan termasuk rancangan model
  • Finalisasi naskah rancangan pengembangan dan rancangan model

Hasil kegiatan ini adalah rancangan pengembangan dan rancangan model.
Rancangan model dikemas sebagai salah satu isi dari rancangan pengembangan model

Menyusun rancangan pengembangan model

  • membuat rancangan kegiatan yang merupakan proposal kegiatan pengembangan model yang hendak dilaksanakan.
  • untuk mempermudah penyusunan rancangan, biasanya yang dibuat adalah rancangan operasional, agar lebih mudah dilaksanakan di lapangan.

Rancangan Pengembangan Model

  • Instrumen pengembangan model
  • Rancangan model dan kelengkapannya
  • Rancangan validasi konseptual
  • Rancangan uji coba lapangan (validasi empirik)

angka kredit menyusun rancangan pengembangan model


Melaksanakan pengembangan model

  • kegiatan untuk mengujicobakan rancangan model sampai menghasilkan master model.
  • Hasil dari kegiatan ini adalah laporan pelaksanaan pengembangan model program dan/atau pembelajaran/pelatihan/pembimbingan PNFI, yang memuat proses dan hasil pengembangan model.


Langkah-langkah pelaksanaan pengembangan model

  • penyusunan rancangan dan instrumen uji coba,
  • validasi rancangan dan instrumen uji coba, 
  • penyiapan lapangan, 
  • penyiapan petugas/pelaksana uji coba model, 
  • pelaksanaan uji coba, 
  • validasi oleh akademisi dan praktisi, 
  • revisi rancangan model, 
  • penyempurnaan rancangan model menjadi   master model.
  • penyusunan laporan pelaksanaan pengembangan model

angka kredit melaksanakan pengembangan model

sumber: Pauzi Eko Pramono, Pamong Belajar Madya BPKB DIY, Power Point "Pengembangan Model"

Baca selengkapnya >>

18 Des 2011

PENGISIAN INSTRUMEN AKREDITASI


PENGISIAN INSTRUMEN AKREDITASI 
 KARAKTER PEDOMAN AKREDITASI

HARUS (100%)
Penyelenggara Program TKK harus Memiliki Kurikulum

SEHARUSNYA (25%)
Jumlah peserta didik seharusnya sebanding dengan alat dan perlengkapan yang dimiliki 

SEBAIKNYA (10%)
Penyelenggara Program Kursus Tata Kecantikan Kulit sebaiknya memiliki dokumen (pembukuan) penerimaan dan pengeluaran dana 

kelengkapan instrumen


ISI INSTRUMEN
PERNYATAAN
IDENTITAS
8 STANDAR :
   1. Standar Isi
   2. Standar Proses
   3. Standar Kompetensi Lulusan
   4. Standar Pendidik Dan Tenaga Kependidikan
   5. Standar Sarana Dan Prasarana
   6. Standar Pengelolaan
   7. Standar Pembiayaan
   8. Standar Penlaian

KARAKTER INSTRUMEN AKREDITASI
1.ISIAN
2.JAWABAN : YA ATAU TIDAK
3.JAWABAN: ADA ATAU TIDAK ADA
4.PERMINTAAN LAMPIRAN

STANDAR ISI
1.KURIKULUM
2.BEBAN BELAJAR
3.KALENDER PENDIDIKAN

STANDAR PROSES
1.SILABUS
2.RPP
3.PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
4.PENILAIAN PEMBELAJARAN
5.PENGAWASAN
6.EVALUASI
7.PELAPORAN

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
1.SKL
2.SKKNI
3.KEMITRAAN

STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
1.TENAGA PENDIDIK
2.TENAGA KEPENDIDIKAN

STANDAR SARANA DAN PRASARANA
1.PRASARANA PENDIDIKAN
2.PERALATAN DAN PERLENGKAPAN PENDIDIKAN
3.BUKU, MEDIA DAN SUMBER BELAJAR PENDIDIKAN

STANDAR PENGELOLAAN
1.PERENCANAAN
2.PELAKSANAAN RENCANA KERJA
3.PENGAWASAN DAN EVALUASI
4.KEPEMIMPINAN
5.SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

STANDAR PEMBIAYAAN
DOKUMEN KEUANGAN

STANDAR PENILAIAN
PELAKSANAAN PENILAIAN
TEKNIK EVALUASI
UJIAN AKHIR LEMBAGA
UJIAN NASIONAL / UJIAN KOMPETENSI

cheklist dan sistem nilai

PENYUSUNAN LAMPIRAN INSTRUMEN AKREDITASI
Dokumen yang dikirim ke BAN PNF terdiri dari:
1.Instrumen Akreditasi yang sudah diisi
2.Dokumen Lampiran Akreditasi

Ukuran Kertas yang digunakan: Folio.
Dokumen dijilid rapi dan dibuat rangkap 3 (tiga)
Daftar Isi dokumen lampiran
Surat Permohonan
Legalitas Lembaga
o Izin operasional
o Akte pendirian
Lampiran 8 standar

TEKNIK PENYUSUNAN LAMPIRAN AKREDITASI

Cover LOGO LEMBAGA 
Nama Lembaga 
Alamat lengkap lembaga 
Dokumen Akreditasi Program/Satuan ………. 
Disusun sebagai lampiran Instrumen Akreditasi 
BAN PNF 

Lampiran Standar Isi

  • Kurikulum yang disusun oleh lembaga memenuhi standar komponen pengembangan kurikulum yang disahkan 
  • Kurikulum mengacu pada standar yang ditetapkan pemerintah/ organisasi profesi (seperti SKL, SKKNI, dll) 
  • Bukti perubahan kurikulum lama ke kurikulum baru (seperti surat keterangan, berita acara, surat pengesahan) 
  • Kalender pendidikan disusun minimal untuk satu tahun. Memuat komponen-komponen antara lain: 
  • Proses penerimaan hingga kelulusan 
  • Jadwal ujian/praktek 
  • Jadwal libur 
  • Dan lain-lain M
  • Menunjukkan bukti sosialisasi kalender pendidikan untuk pendidik, peserta didik dan orang tua, seperti: undangan, selebaran, papan pengumuman 



Lampiran Standar Proses

  • Silabus yang disusun oleh lembaga memenuhi standar pengembangan silabus yang mengacu kepada kurikulum 
  • Adanya bukti pengesahan silabus 
  • Adanya RPP yang dibuat oleh pendidik berdasarkan silabus 
  • Adanya form penilaian proses dan hasil pembelajaran (seperti soal ujian, tugas-tugas, penilaian praktek) 


Lampiran Standar Kompetensi Lulusan

  • Dokumen SKL 
  • Dokumen MoU, Job Order, surat kerjasama 
  • Daftar peserta didik 3 tahun terakhir 


Lampiran Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

  • Daftar tenaga pendidik (instruktur, tutor) dengan melampirkan dokumen CV, kualifikasi akademik, sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi tenaga pendidik 
  • Daftar tenaga kependidikan (pimpinan, pengelola, tenaga administrasi/keuangan) dengan melampirkan dokumen CV, kualifikasi akademik, sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi tenaga kependidikan 


Lampiran Standar Sarana Prasarana

  • Daftar inventaris sarana dan prasarana lembaga 
  • Daftar dokumentasi sarana dan prasarana 
  • Daftar inventaris peralatan dan perlengkapan pendidikan di setiap ruang teori dan praktek 
  • Daftar buku dan sumber belajar 


Lampiran Standar Pengelolaan

  • Dokumen visi, misi dan tujuan lembaga 
  • Bukti sosialisasi visi, misi dan tujuan lembaga kepada peserta, pendidik dan unsur terkait 
  • Dokumen program kerja (jangka pendek/jangka panjang) 
  • Bukti Laporan ke dinas pendidikan setempat 
  • Portofolio pimpinan lembaga (biodata, ijazah, sertifikat) 


Lampiran Standar Pembiayaan
Tidak ada yang harus dilampirkan
Catatan:
Pada saat visitasi siapkan dokumen keuangan (Buku Kas, Buku Neraca, dll)

Lampiran Standar Penilaian

  • Dokumen pedoman dan panduan penilaian lembaga 
  • Daftar peserta didik yang mengikuti ujian lokal dan uji kompetensi 
  • Copy sertifikat peserta didik yang mengikuti ujian lembaga dan uji kompetensi 


TERIMAKASIH

SEKRETARIAT BAN PNF

Komplek Ditjen Mandikdasmen Gedung F Lantai 2 Jl. RS. Fatmawati, Cipete Jakarta Selatan Telp/ Fax : (021) 7698141 E-mail : ban_pnf@yahoo.com Website : http//www.banpnf.or.id 

Baca selengkapnya >>

17 Des 2011

MEKANISME PELAKSANAAN AKREDITASI 2011


MEKANISME PELAKSANAAN AKREDITASI 2011
PENGERTIAN

  • Akreditasi adalah kegiatan penilaian terhadap kelayakan program dan satuan pendidikan 


TUJUAN AKREDITASI

  • Kegiatan akreditasi PNF adalah untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan 


RUANG LINGKUP AKREDITASI 2009

  • Ruang lingkup akreditasi lembaga PNF, yaitu: 1. Lembaga PAUD 2. Lembaga Kursus 3. Lembaga PKBM 
  • Ruang lingkup akreditasi Program PNF, yaitu: 

            1. PAUD
            2. Paket A
            3. Paket B
            4. Paket C
            5. Kursus Komputer
            6. Kursus Akupunktur
            7. Kursus Sekretaris
            8. Kursus B. Inggris
            9. Kursus Otomotif
          10. Kursus Menjahit
          11. Akuntansi
          12. Tata Kecantikan Rambut
          13. Tata Kecantikan Kulit
          14. Tata Rias Pengantin

Program Tahun 2010

  1. Mengemudi 
  2. Tata Boga 
  3. Desain Floral 
  4. Hantaran 
  5. Spa Terapis 
  6. Musik 
  7. Perhotelan 
  8. Bahasa Asing 
  9. Program Umum 


Program Baru Akreditasi 2011

  • Bordir 
  • Elektronika 
  • Seni Tari 
  • Broadcasting 
  • Tour & Travel 
  • Export Import 
  • Perpajakan 
  • Administrasi Bisnis & Manajemen 
  • Aritmatika 
  • Perbankan 


PERSYARATAN

  • Memiliki izin penyelenggaraan / operasional program PNF dari Dinas Pendidikan setempat 
  • Memiliki NILEK (Nomor Induk Lembaga Kursus)/ NILEM (Nomor Induk Lembaga PKBM) 
  • Telah melakukan kegiatan PNF minimal 1 tahun setelah mendapat izin 
  • Mengajukan permohonan akreditasi kepada BAN PNF 
  • Lembaga PNF dapat mengajukan akreditasi untuk lembaga, jika salah satu dari program yang terdapat di dalam lembaga tersebut telah terakreditasi oleh BAN PNF 


LANGKAH DAN PROSEDUR AKREDITASI

  1. Lembaga PNF mengajukan surat permohonan akreditasi kepada BAN PNF 
  2. BAN PNF mengirim surat jawaban disertai lampiran instrumen akreditasi 
  3. Penyelenggara PNF mendaftar dan mengembalikan instrumen yang sudah diisi lengkap dengan dillampiri bukti pendukung yang dibuat rangkap 3 (tiga); dokumen asli dikirim ke sekretariat BAN PNF, dokumen lain dipersiapkan untuk asesor saat visitasi, dan arsip lembaga 
  4. Sekretariat memeriksa kelengkapan dokumen yang telah dikirim oleh penyelenggara 
  5. Penugasan Asesor oleh BAN PNF untuk melakukan penilaian dokumen 
  6. Penugasan Asesor oleh BAN PNF untuk melakukan visitasi ke lembaga PNF 
  7. sesor berkoordinasi dengan lembaga untuk mengambil dokumen ke lembaga untuk menentukan jadwal visitasi ke lembaga PNF tersebut 
  8. Asesor mengirim laporan hasil visitasi kepada BAN PNF. 
  9. Laporan hasil visitasi diverifikasi asesor lain 
  10. Hasil verifikasi asesor divalidasi oleh anggota BAN PNF untuk diajukan kepada Komisi Pelaksanaan Akreditasi 
  11. Komisi Pelaksanaan Akredtiasi memberikan rekomendasi untuk diputuskan dan ditetapkan pada Sidang Pleno BAN PNF 
  12. Ketua BAN PNF menandatangani surat keputusan hasil akreditasi berdasarkan Sidang Pleno 
  13. BAN PNF menerbitkan Sertifikat Akreditasi 

Rekomendasi dan Sertifikat

  1. Rekomendasi terakreditasi diberikan kepada program/ satuan PNF yang dinyatakan memenuhi persyaratan akreditasi. 
  2. Rekomendasi tidak terakreditasi diberikan kepada program/ satuan PNF yang belum memenuhi persyaratan akreditasi dan dianjurkan untuk mengajukan kembali permohonan akreditasi kepada BAN PNF. 


JADWAL KEGIATAN AKREDITASI 2011

NO
KEGIATAN
WAKTU
1
Pendaftaran
Sepanjang tahun
2
Pemeriksaan Dokumen oleh Sekretariat
September s/d akhir Oktober 2011
3
Desk Assessment oleh Selected Assesor
Minggu pertama dan kedua November 2011
4
Pelaksanaan Visitasi
Minggu kedua s/d ke empat November 2011
5
Pelaporan Hasil Visitasi
Minggu ke empat November 2011
6
Validasi, Verifikasi dan Rekomendasi
Minggu pertama Desember 2011
7
Rapat Pleno BAN PNF
Minggu ke dua Desember2011
8
Pengumuman Hasil Akreditasi
Minggu ke tiga Desember 2011
9
Penerbitan Sertifikat
Minggu ke empat Desember 2011


TERIMA KASIH
Sekretariat BAN PNF
Komplek Ditjen Mandikdasmen Gd.F Lt. 2
Jl. RS. Fatmawati, Cipete Jakarta Selatan
Telp./ Fax : (021) 7658424, (021) 7698141
E-mail : info@banpnf.or.id
Website : http//www.banpnf.or.id
Baca selengkapnya >>

16 Des 2011

KEBIJAKAN AKREDITASI PENDIDIKAN NONFORMAL


kebijakan akreditasi nasional
BADAN AKREDITASI NASIONAL
Terdapat tiga BAN :
1. Untuk Pendidikan Formal:
    a. Akreditasi Pendidikan Tinggi à BAN PT
    b. Akreditasi Sekolah/Madrasah à BAN S/M
2. Untuk Pendidikan Nonformal dan Informal
    a.Satuan PNF à BAN PNF
    b.Program PNF à BAN PNF

BAN merupakan à badan independen yang langsung bertanggung jawab ke Mendiknas

Landasan Pelaksanaan Akreditasi
1. Undang-undang NO 20/2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional


  • Pasal 60 ayat 1 dan 3: akreditasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan berdasarkan kriteria yang bersifat terbuka. Standar yang diacu adalah Standar Nasional Pendidikan yang dibuat Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang meliputi standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana/prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian (pasal 35). 
  • Pasal 61 ayat 2 dan 3: Ijazah diberikan kepada peserta didik sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian suatu jenjang pendidikan setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi. Sertifikat kompetensi diberikan oleh penyelenggara pendidikan dan lembaga pelatihan kepada peserta didik dan warga masyarakat sebagai pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan pekerjaan tertentu setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi atau lembaga sertifikasi. 


2. Peraturan Pemerintah NO 19 TAHUN 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan

  • Pasal 86: bahwa pemerintah melakukan akreditasi pada setiap jenjang dan satuan pendidikan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan. 
  • Pasal 87: pelaksanaan akreditasi PNF dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal 

3. Permendiknas No. 86 tahun 2008 tentang perangkat dan kriteria Akreditasi PNF (12 instrumen)
4. Permendiknas No. 80 tahun 2009 tentang perangkat dan kriteria Akreditasi PNF (5 instrumen)
5. Permendiknas No. 63 tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan



BAN PNF

  • Permendiknas No. 30 tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal 
  • Pengangkatan Anggota BAN yang terdiri atas: BAN PT, BAN SM, dan BAN PNF berdasarkan SKEP Mendiknas Nomor 064/p/2006 tanggal 25 september 2006. 
  • Anggota BAN-PNF yaitu: 

          1. DEWA KOMANG TANTRA (Ketua)
          2. YASMINE Y. YESSY GUSMAN (Sekretaris )
          3. TOMI HARDJATNO
          4. UMBERTO SIHOMBING
          5. BOEDI DARMA SIDI
          6. I  KETUT PANDE SUASTAWA
          7. AHMAD SURYADI NOMI
          8. IMAM WALUYO
          9. DEWI IRAWATI
        10. NOER WIDYASTUTI
        11. ASTUTI YUDO
        12. ELLA SULHAH
        13. SOEBAGYO BROTOSEDJATI

CAKUPAN AKREDITASI  BAN –PNF

Satuan

  • SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) 
  • PKBM (Pusat Kegiatan Belajar MAsyarakat) 
  • BPKB (Balai Pengembangan Belajar) 
  • Satuan PNF lainnya 

Program

  • KB (Kelompok Bermain) 
  • TPA (Taman Penitipan Anak) 
  • SPS (Satuan PAUD Sejenis) 
  • Program Kursus 
  • Program Kesetaraan 
  • Program lainnya 


VISI
Menjadi lembaga yang mandiri, terpercaya dan berkualitas untuk menghasilkan layanan prima dalam akreditasi satuan dan program pendidikan non formal

MISI

  • Meningkatkan ketersediaan layanan akreditasi pendidikan non formal; 
  • Meningkatkan keterjangkauan layanan akreditasi pendidikan non formal 
  • Meningkatkan kualitas dan relevansi layanan akreditasi pendidikan non formal 
  • Meningkatkan kesetaraan dalam memperoleh layanan akreditasi pendidikan non formal 
  • Meningkatkan kepastian dan keterjaminan memperoleh layanan akreditasi pendidikan non formal 
  • Meningkatkan sistem tata kelola yang handal dalam menjamin terselenggaranya layanan akreditasi pendidikan non formal 


TUJUAN
Secara umum, kegiatan akreditasi PNF bertujuan untuk memberikan asesmen (Assessment ) secara obyektif, transparan, dan berkelanjutan terhadap kelayakan suatu program dan satuan PNF berdasarkan atas kriteria-kriteria yang telah ditetapkan

PENGERTIAN AKREDITASI UU NO 20/2003 Ps 60
Akreditasi adalah kegiatan penilaian terhadap kelayakan program dan satuan pendidikan

Akreditasi PNF
Pengakuan formal dalam bentuk pemberian penilaian oleh BAN PNF yang menyatakan bahwa program dan satuan PNF tertentu telah memenuhi persyaratan dalam menyelenggarakan pendidikan nonformal


PELAKSANAAN AKREDITASI PNF 
 


PROSES PERANCANGAN INSTRUMEN


BAGAIMANA SISTEM AKREDITASI DIKEMBANGKAN

 PENAMAAN SISTEM AKREDITASI

 LANGKAH MENGEMBANGKAN INSTRUMEN
  • BAN PNF MENYUSUN INSTRUMEN DENGAN MEMPERHATIKAN 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN, KEBIJAKAN DIRJEN PNF. 
  • UJI COBA 
  • PEMBAHASAN DENGAN BAPAK MENTERI 


APA JENIS SATUAN DAN PROGRAM YANG SUDAH ADA INSTRUMENNYA
14 Program dan 3 Lembaga:
1. PAUD
2. Paket A
3. Paket B
4. Paket C
5. Kursus Komputer
6. Kursus Akupunktur
7. Kursus Sekretaris
8. Kursus B. Inggris
9. Kursus Otomotif
10. Kursus Menjahit
11. TKR
12. TKK
13. Akuntansi
14. Tata Rias Pengantin
15. Lembaga PKBM
16. Lembaga Paud
17. Lembaga Kursus

10 Instrumen baru 9 Program dan 1 Lembaga 
1.Musik
2.Merangkai bunga
3.Mengemudi
4.Hantaran
5.Spa
6.Perhotelan
7.Umum
8.Tata boga
9.Bahasa asing
10.Lembaga Taman bacaan masyarakat

Dilaksanakan di 33 provinsi
1. Sumatera Utara
2. Sumatera Barat
3. Sumatera Selatan
4. Banten
5. DKI Jakarta
6. Jawa Barat
7. Jawa Tengah
8. Jawa Timur
9. Yogyakarta
10. Kaltim
11. Kalbar
12. Sulawesi Utara
13. Sulawesi Selatan
14. NTT
15. Bali
16. NTB
17. Riau
18. Lampung
19. Sulawesi Tengah
20. Gorontalo
21. NAD
22. Jambi
23. Bengkulu
24. Bangka Belitung
25. Kalimantan Selatan
26. Kalimantan Tengah
27. Sulawesi Tenggara
28. Sulawesi Barat
29. Kepulauan Riau
30. Maluku
31. Maluku Utara
32. Papua Barat
33. Papua

PERANGKAT DAN PERSONAL PELAKSANAAN AKREDITASI

INSTRUMEN AKREDITASI
PERMENDIKNAS NO. 86/2008
•Instrumen Lembaga ada 3
•Instrumen Program ada 24

ASESOR AKREDITASI PNF
Sudah ada 716 asesor akreditasi (33 Provinsi) selama 2008-2010



REKRUTMEN DAN PELATIHAN ASESOR

  • Seseorang yang mempunyai kualifikasi yang relevan dan memiliki kompetensi untuk melaksanakan penilaian kelayakan program dalam satuan PNF
  • SELEKSI
  • PELATIHAN ASESOR AKREDITASI ( 40 JAM)

REKRUTMEN DAN PELATIHAN ASESOR
Seseorang yang mempunyai kualifikasi yang relevan dan kompeten untuk melaksanakan penilaian kelayakan program dalam satuan PNF

Kualifikasi dan Klasifikasi Asesor


SEBARAN ASESOR AKREDITASI S/D 2010




BAGAIMANA HASIL AKREDITASI BAN PNF PADA SATUAN DAN PROGRAM



SEBARAN DATA SATUAN DAN PROGRAM TERAKREDITASI TAHUN 2008 


DIAGRAM SATUAN DAN PROGRAM TERAKREDITASI, DITUNDA DAN DIBATALKAN S/D TAHUN 2010


PROYEKSI AKREDITASI 2010-2014

DIAGRAM SATUAN DAN PROGRAM TERAKREDITASI, DITUNDA DAN DIBATALKAN S/D TAHUN 2010 


PROYEKSI AKREDITASI 2010-2014

Pelaksanaan Akreditasi

  • Pengajuan Permohonan program 
  • Pengembalian instrumen 
  • Desk Asesmen 
  • Penugasan visitasi 
  • Laporan hasil visitasi 
  • Penilaian Laporan hasil visitasi 
  • Validasi dan Verifikasi Dilaksanakan oleh tim adhoc 
  • Rekomendasi oleh komisi akreditasi 
  • Pleno penetapan hasil akreditasi 


ETIKA ASESOR

  1. Tidak menempatkan diri sebagai atasan yang menentukan segala sesuatu; 
  2. Tidak menunjukkan sikap menekan atau mengintimidasi; 
  3. Tidak meminta data yang tidak ada dalam instrumen; 
  4. Menghindari perbuatan menggurui; 
  5. Menghindari melakukan kesepakatan dalam arti negatif; 
  6. Menerima alasan yang dikemukakan oleh yang diakreditasi tanpa adu argumen; 
  7. Membangun persahabatan dan rasa percaya bagi yang diakreditasi; 
  8. Menunjukkan tingkah laku perbuatan yang kompak dan bersahabat; 
  9. Tidak meminta apapun untuk kepentingan pribadi; 
  10. Tidak mengeluarkan nada yang bersifat menekan.


TERIMA KASIH

AYO…… AKREDITASI

SEKRETARIAT BAN PNF
Komplek Ditjen Mandikdasmen
Gedung F Lantai 2
Jl. RS. Fatmawati, Cipete Jakarta Selatan
Telp/ Fax : (021) 7698141
E-mail : ban_pnf@yahoo.com
Website : http//www.banpnf.or.id

Baca selengkapnya >>

15 Des 2011

Pembelajaran Berbicara


pidato

Latar Belakang
Keterampilan berbahasa dibagi menjadi 4 macam, yaitu membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Dari keempat keterampilan berbahasa tersebut, yang paling menonjol pemakaiannya di masyarakat adalah berbicara, terbukti anggota masyarakat lebih suka dan lebih bisa berbicara daripada ketiga keterampilan berbahasa yang lain.
Walaupun demikian, mereka sebenarnya belum terampil berbicara dalam arti yang sebenarnya. Mereka perlu diberi pembelajaran keterampilan berbicara agar kemampuan dasar tersebut berkembang sesuai hakikat penggunaan bahasa secara lisan. Di sinilah peran pembelajaran keterampilan berbahasa di sekolah-sekolah
Tujuan
Pembelajaran keterampilan berbicara di SMA bertujuan melatih dan mengembangkan kompetensi siswa dalam menggunakan bahasa secara lisan untuk mengemukakan pendapat, perasaan, menjalin komunikasi, dan melakukan interaksi sosial dengan anggota masyarakat yang lain
Kompetensi yang Ingin Dicapai
Kompetensi berbicara yang ingin dicapai mencakup kemampuan melafalkan secara tepat (menggunakan artikulasi secara tepat), kemampuan memilih kata (diksi), kemampuan menggunakan intonasi dan irama, kemampuan berbicara untuk mengemukakan pendapat, kemampuan berbicara untuk menyampaikan informasi, kemampuan berbicara untuk berinteraksi, berdiskusi. Cakupan ini juga termasuk kemampuan berbicara untuk menyampaikan hasil reproduksi.
Macam Keterampilan Berbicara yang Dikembangkan
Keterampilan berbicara meliputi berdiskusi, berpidato, wawancara, memberikan tanggapan, menyampaikan informasi, menceritakan suatu peristiwa, dan berbicara sastra
a. Berdiskusi
Adalah suatu cara bertukar pendapat antara dua orang atau lebih untuk memperoleh kesepakatan atau keputusan bersama. Yang termasuk dalam kegiatan berdiskusi adalah diskusi kelompok, diskusi panel, workshop/lokakarya, rapat kerja, seminar, konferensi, kongres, simposium, kolokium,
sarasehan, cawan ikan (fish bowl), dan debat

b. Berpidato
Berpidato adalah penyampaian uraian secara lisan tentang suatu hal di depan umum
Langkah-langkah persiapan berpidato adalah :
1) Menentukan topik
2) Menentukan maksud/tujuan
3) Menganalisis situasi dan pendengar
4) Memilih dan merumuskan topic ke dalam ide-ide yang lebih terperinci
5) Mengumpulkan bahan
6) Memahami dan menghayati materi
7)Latihan berpidato
c. Wawancara
Adalah suatu cara mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada seseorang (nara sumber). Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan harus disiapkan terlebih dahulu, disesuaikan dengan tujuan yang diharapkan

d. Memberikan tanggapan
Adalah kegiatan menyampaikan pendapat tentang sesuatu yang merupakan tanggapan, persetujuan, ketidaksetujuan, kritik, atau dukungan terhadap sesuatu

e. Menyampaikan informasi
Adalah kegiatan memberikan informasi, berita tentang sesuatu kepada orang lain. Ada tiga hal penting dalam penyampaian informasi, yaitu keakuratan, kelengkapan, dan kejelasan

f. Menceritakan suatu peristiwa
Adalah kegiatan berbicara yang dilakukan untuk menceritakan kesan pembicara
tentang sesuatu atau suatu peristiwa
g. Berbicara saastra
Yang dimaksud dengan berbicara sastra adalah kegiatan berbicara yang berkaitan dengan karya sastra Pengembangan kemampuan berbicara sastra meliputi berbalas pantun, musikalisasi puisi, mendongeng, dramatisasi/bermain peran berdasarkan naskah, menceritakan kembali isi cerpen, dan menanggapi secara lisan pementasan karya sastra. Masalah ini secara khusus akan dibicarakan pada aspek sastra

Sasaran Penilaian
Yang menjadi sasaran penilaian keterampilan berbicara adalah :
1. Topik : kemampuan memilih, menentukan dan memahami topik
2. Retorika : kemampuan menyusun dan menyampaikan topik
3. Kebahasaan : a. kemampuan menggunakan bahasa baku
b. keterampilan menggunakan bahasa secara efektif dan
pragmatis
4. Sikap/aspek non-bahasa : mimik, pantomimik, suara
Baca selengkapnya >>

14 Des 2011

Hakikat Pendidikan Karakter


pendidikan karakter

Pembangunan karakter merupakan upaya perwujudan amanat Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, dilatarbelakangi realita permasalahan kebangsaan yang berkembang saat ini, seperti disorientasi dan belum dihayatinya nilai-nilai Pancasila; keterbatasan perangkat kebijakan terpadu dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila; bergesernya nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara; memudarnya kesadaran terhadap nilai-nilai budaya bangsa; ancaman disintegrasi bangsa; dan melemahnya kemandirian bangsa (Buku Induk Kebijakan Nasional Karakter Bangsa 2010-2025).

Untuk mendukung perwujudan cita-cita pembangunan karakter sebagaimana yang diamanatkan dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 serta mengatasi permasalahan kebangsaan saat ini, maka Pemerintah menjadikan pembangunan karakter sebagai salah satu program prioritas pembangunan nasional.  Semangat itu secara implisit ditegaskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005-2015, di mana pendidikan karakter ditempatkan sebagai landasan untuk mewujudkan visi pembangunan nasional, yaitu “mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsapah Pancasila.

Pembentukan karakter yang sesuai dengan budaya bangsa ini tidak semata-mata hanya dilakukan di lingkungan lembaga-lembaga pendidikan (sekolah) melalui serangkaian kegiatan belajar mengajar dan di luar lingkungan sekolah. Akan tetapi juga dilakukan melalui kegiatan pembiasaan (habituasi) dalam kehidupan, seperti: religius, jujur, disiplin, toleran, kerja keras, cinta damai, tanggung jawab, dan sebagainya.

Melalui pembiasaan, bukan hanya mengajarkan (aspek kognitif) mana yang benar dan salah, tetapi juga mampu merasakan (aspek afektif) nilai yang baik dan tidak baik serta bersedia melakukannya (aspek psikomotorik) dari lingkup terkecil seperti keluarga sampai dengan cakupan yang lebih luas di masyarakat.

Nilai-nilai tersebut perlu ditumbuhkembangkan peserta didik yang pada akhirnya akan menjadi pencerminan hidup bangsa Indonesia, oleh karena itu sekolah memiliki peranan yang besar sebagai pusat pembudayaan melalui pengembangan budaya sekolah (school culture)

Tujuan, Fungsi dan Media

Pada intinya perdidikan karakter bertujuan membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlakmulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang se muanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Pancasila.

Sedangkan fungsi pendidikan karakter adalah (1) mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berprilaku baik; (2) memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur; (3) meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia.

Pendidikan karakter dilakukan melalui berbagai media yang mencakup keluarga, satuan pendidikan, masyarakat sipil, masyarakat politik, pemerintah, dunia usaha dan media masa.
Nilai-nilai Pembentuk Karakter

Satuan pendidikan selama ini telah mengembangkan dan melaksnakan nilai-nilai pembentuk karakter melalui program operasional yang merupakan nilai prakondisi ( the exsisting values) antara lain takwa, bersih, rapih, nyaman, dan santun.

Dalam rangka lebih memperkuat pelaksanaan pendidikan karakter, berdasarkan hasil kajian empirik Pusat Kurikulum telah teridentifikasi 18 nilai yang bersumber dari agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional, yaitu : (1) Religius, (2) Jujur, (3) Toleransi, (4) Disiplin, (5) Kerja Keras, (6) Kreatif, (7) Mandiri, (8) demokratis, (9) Rasa Ingin Tahu, (10) Semangat Kebangsaan, (11) Cinta Tanah Air, (12) Menghargai Prestasi, (13) Bersahabat / Komunikatif, (14) Cinta Damai, (15) Gemar Membaca, (16) Peduli Lingkungan, (17) Peduli Sosial, & (18) Tanggung Jawab. ( Pusat Kurikulum, Pengembangan dan Pendidikan Budaya & Karakter Bangsa: Pedoman Sekolah. 2009:9-10).

Proses Pendidikan Karakter

 Pendidikan karakter didasaarkan pada totalitas psikologi yang mencakup seluruh potensi individu manusia (kognitif, afektif, psikomotor) dan fungsi totalitas sosiokultural dalam konteks interaksi dalam keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat.

Totalitas psikologis dan sosiokultural dikelompokkan sebagaimana yang digambarkan berikut :

Berdasarkan gambar tersebut, pengkatagorian nilai didasarkan pada pertimbangan bahwa pada hakekatnya perilaku seseorang yang berkarakter merupakan perwujudan fungsi totalitas psikologi yang mencakup seluruh potensi individu manusia (kognitif, afektif, dan psikomotorik) dan fungsi totalitas proses psikologis dan sosial-kultural dalam konteks interaksi (dalam keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat) serta berlangsung sepanjang hayat.
Konfigurasi karakter dapat dikelompokkan dalam : (1) olah hati ( spiritual & emotional development); (2) olah pikir (intellectual development); (3) olah raga dan kinestetik (physical % kinesthetic development); (4) olah rasa dan karsa ( affective & creativity development).

(Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter; Berdasarkan Pengalaman di Satuan Pendidikan Rintisan. Pusat Kurikulum dan Perbukuan – Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2011: 1-4)

Baca selengkapnya >>

13 Des 2011

SATUAN PENDIDIKAN BERWAWASAN GENDER


satuan pendidikan berwawasan gender
 Oleh:
Dr. Herien Puspitawati
Tim Pakar Gender Nasional
Kementerian pendidikan dan kebudayaan –RI
2011

Outline dari Penyajian
· Apa Gender itu?
· Apa saja permasalahan dan kebutuhan Gender Bidang Pendidikan?
· Apa indikator Satuan Pendidikan Berwawasan Gender?
· Apa Pengarusutamaan Gender Bidang Pendidikan?

Baca selengkapnya >>

12 Des 2011

Darimana mendapat ide untuk ditulis di blog?


ide untuk menulis

Saya sering mendapatkan pertanyaan mengenai: “Ide atau bahan yang akan ditulis di blog, dapatnya darimana saja?” Saya baru mulai ngeblog sekitar 5-6 bulan yang lalu, tepatnya desember 2008. Nah sekitar 140 postingan sudah saya tulis dalam jangka waktu itu. Lumayan bukan? Lalu apa saja yang saya tuliskan di blog saya? Awalnya, semuanya saya tuliskan. Saya menulis tentang:
=> Perjalanan pulang kampung
=> Undangan Imlek 2008 yang saya hadiri.
=> Film yang saya tonton.
=> Buku motivasi terbaru yang saya baca dan suka.
=> Artikel yang ada di majalah yang kebetulan menarik.
=> Selebihnya tentang bisnis online.
=> Pengalaman masa lalu saya yang menarik untuk diceritakan.

Dan sambil jalan, ternyata, blog ini membentuk dirinya sendiri, karena akhirnya saya lebih fokus menulis apa yang menjadi bidang kesukaan saya yaitu: Bisnis Online. Dan akhirnya, itulah yang saya fokuskan, kemudian saya menamakan blog ini: “Tips Bisnis Online” Berarti saya kemudian harus fokus memberikan berbagai tips bisnis online, atau hal-hal yang berkaitan dengannya, sekalipun saya masih bisa tuliskan tentang hal-hal pribadi. Inilah ide artikel yang dapat Anda tulis:

  • Dari buku yang anda baca, jika belum ada, baca saja beberapa buku bagus, maka anda akan mendapatkan ide darimana dan apa anda ingin menulis.
  • Mampirlah ke berbagai blog yang ada di Internet, baik yang sesuai dengan bidang anda ataupun tidak. Caranya? Gunakan search engine. Masukkan kata kunci yang anda ingin cari, lalu temukanlah beberapa blog di hasil pencarian, mampirlah, baca-baca postingan mereka, dan cari ide, anda  tidak perlu menirunya 100%, namun anda bisa menuliskan hal yang sama dengan cara anda sendiri. Misalnya: Apa pendapat anda tentang Uber dan Thomas Cup kali ini?, penyanyi favorit anda di super mama siapa? ( kalau saya Brenda ). :) kenapa? imut dan cool sih :) Tuliskan mengenai Olympiade misalnya, jika sudah mulai, karena itu akan menjadi banyak pembicaraan orang. Bicarakan tentang Piala Dunia sepakbola, atau apa saja yang sedang menjadi trend. Paham kan? :)
  • Tuliskan pengalaman anda yang anda jumpai hari ini yang menarik untuk diceritakan.

Nah dengan beberapa hal diatas saja, saya yakin anda bisa menuliskan paling tidak 1 postingan untuk 1 blog setiap hari, atau dua hari sekali. Untuk membuat blog anda ramai pengunjung dan disukai oleh search engine, anda tidak harus menulis sampai puluhan artikel setiap hari. Hanya 1 per satu atau dua hari sudah sangat
bagus.

Tulisan anda, tidak harus mengenai bisnis online, melainkan bisa tentang apa saja. Bila anda belum tahu gaya anda, ingin ngeblog apa, maka beli saja domain, sesuai nama anda. Lalu ngebloglah mulai dengan hal-hal pribadi atau opini anda sendiri. Lama-lama berbagai ide akan mengalir, tak terasa anda akan mempunyai blog yang penuh dengan tulisan.

Apa Tujuan Anda ngeblog? blog yang berhasil, hampir semuanya mempunyai tujuan untuk memberi atau berbagi. Mereka senang menulis untuk membantu orang lain mengerti sesuatu. Itu modal yang sangat baik!

Jadi, tulis apa saja, nggak perlu terlalu kaku. jadilah diri anda sendiri. Dan anda juga bisa memiliki blog yang menarik, ramai, dan populer!
Mantap!

Sumber: Kusuma Putra
Baca selengkapnya >>

11 Des 2011

PERMASALAHAN TPPO DAN UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANANNYA DI KABUPATEN CIANJUR


PERMASALAHAN TPPO DAN UPAYA PENCEGAHAN
DAN PENANGANANNYA DI KABUPATEN CIANJUR 
Oleh :
 HJ. YANA ROSDIANA, SH, MH
(KETUA P2TP2A ISTERI BINANGKIT KAB. CIANJUR


LATAR BELAKANG/PROLOG 

SECARA KASUISTIK ANGKA KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK SEMAKIN MENINGKAT, WALAU DEMIKIAN ANGKA SEBENARNYA YANG TERJADI DI MASYARAKAT LEBIH TINGGI, KARENA KURANGNYA KORBAN UNTUK MELAPORKAN KEKERASAN YANG DIALAMINYA, MAUPUN KURANGNYA KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP PERSOALAN INI. 

PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PEREMPUAN DAN ANAK KORBAN KEKERASAN MEMBUTUHKAN PERAN SERTA SEMUA MASYARAKAT. KEBUTUHAN YANG DIRASAKAN PENTING DALAM PENANGANAN KORBAN KEKERASAN ADALAH TERCIPTANYA. SUASANA PELAYANAN YANG BERSAHABAT, EMPATIK, SENSITIF SERTA TERJAMINNYA KEAMANAN DAN KERAHASIAAN KORBAN. 

P2TP2A DIBENTUK 
SEJAK TAHUN 2007 BERDASARKAN SK BUPATI CIANJUR NO. 463/KEP.202-KS/2007 DENGAN TUJUAN MENJADI TEMAN DAN TEMPAT YANG NYAMAN BAGI PEREMPUAN DAN ANAK KORBAN KEKERASAN, PRAKARSA PENDIRI INI MUNCUL KARENA KEPRIHATINAN ATAS SERINGKALI PEREMPUAN DAN ANAK KORBAN KEKERASAN YANG SEHARUSNYA MEMBUTUHKAN PELAYANAN TERLAMBAT DATANG UNTUK MELAPOR. 

KETERLAMBATAN INI DISEBABKAN OLEH MULTIFAKTOR SEPERTI KURANGNYA PEMAHAMAN DAN KETERAMPILAN KORBAN DAN PENDAMPING, STERIOTIPE BUDAYA DAN SIKAP SOSIAL YANG NEGATIF, KENDALA INSTITUSIONAL DAN KEENGGANAN KORBAN MENGEMUKAKAN KEKERASAN YANG DIALAMI 

P2TP2A MELAYANI KORBAN KEKERASAN TANPA KECUALI DENGAN PROSEDUR PELAYANAN YANG MEMADAI DAN SEDERHANA, SEHINGGA KORBAN DAPAT LANGSUNG MENDAPATKAN LAYANAN MEDIS, KONSELING, BANTUAN HUKUM, SHELTER DAN REINTEGRASI SOSIAL. 

Latar Belakang Lahirnya UU No. 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO): 

  1. Setiap mahluk Tuhan Yang Maha Esa memiliki Hak Asasi Manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya yang di lindungi oleh UUD 1945 
  2. Meningkatnya kasus-kasus perempuan dan anak di Indonesia 
  3. Tindakan Perdagangan Orang merupakan tindakan yang bertentangan dengan HAM dan harus dihapuskan 
  4. Segala bentuk kekerasan di muka bumi ini tidak dibenarkan menurut hukum yang berlaku di Indonesia 


TRAFIKING (PERDAGANGAN ORANG) UU NO. 21 TAHUN 2007
I. PENGERTIAN TRAFIKING 
Trafiking adalah pemindahtanganan seseorang dari satu pihak ke pihak lainnya, meliputi; rekruitmen, transportasi, transfer (alih tangan), penampungan, penerimaan dengan menggunakan ancaman, pemaksaan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi ketidakberdayaan, penculikan atau pemberian sesuatu untuk mendapat persetujuan dari korban atau untuk menguasai korban. 

II. TUJUAN TRAFIKING
  1. sebagai pekerja seks komersial
  2. sebagai pekerja / buruh 
  3. sebagai pekerja domestik ( pembantu rumah tangga ) 
  4. sebagai pengemis yang diorganisir 
  5. sebagai pengedar narkoba 
  6. sebagai pekerjaan di tempat – tempat hiburan 
  7. sebagai pengantin pesanan ( mail order bride ) untuk perkawinan transnasional 
  8. memenuhi kebutuhan akan adopsi anak dan bayi 

III. SIAPA PELAKU TRAFIKING 
Untuk internasional : sebagian besar adalah mafia – mafia atau geng – geng dari luar negeri, untuk Indonesia pelaku yang terlibat bisa keluarga, orang tua, kakak, adik, tetangga, sahabat, calo tenaga kerja yang tidak mempunyai ijin resmi dari Depnaker atau PJTKI, orang yang tidak dikenal baik orang asing maupun warga negara sendiri, sindikat terorganisir, serta kalangan swasta / pembisnis di bidang entertainment. 

IV. FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA TRAFIKING 

  1. Faktor letak geografi 
  2. Faktor kurangnya lapangan pekerjaan 
  3. Faktor pengaruh lingkungan 
  4. Faktor ekonomi, sosial dan budaya 
  5. Faktor pendidikan 

V. SIAPA YANG DI TRAFIK ? 

  • perempuan dan anak dari keluarga miskin yang berasal dari daerah pedesaan 
  • perempuan dan anak dari pendidikan terbatas/ putus sekolah 
  • perempuan dan anak yang tinggal dengan masalah ekonomi dan sosial yang serius 
  • perempuan dan anak yang mengalami krisis ekonomi 
  • Perempuan/anak korban kekerasan dalam rumah tangga 
  • para pencari kerja 
  • perempuan dan anak jalanan 
  • korban penculikan 
  • mereka yang mendapat tekanan untuk bekerja dari orang tua atau lingkungan 
  • janda cerai akibat pernikahan dini 
  • pekerja seks 


VI. SIAPA PENGGUNA TRAFIKING 

  1. mucikari 
  2. para pengusaha yang membutuhkan pekerja yang murah 
  3. pengusaha bisnis hiburan 
  4. pebisnis pariwisata yang juga menawarkan jasa seks 
  5. agen penyalur tenaga kerja 
  6. sindikat narkoba yang memerlukan pengedar baru untuk memperluas jaringan 
  7. keluarga menengah dan atas yang membutuhkan perempuan dan anak untuk dipekerjakan sebagai PRT 
  8. keluarga yang ingin mengadopsi anak 
  9. laki – laki dari luar negeri yang menginginkan perempuan Indonesia sebagai pengantin pesanan 

VII. APA UPAYA DAN TINDAKAN PENGHAPUSAN TRAFIKING KHUSUSNYA PEREMPUAN DAN ANAK ? 
Perempuan dan anak merupakan bagian terbesar korban trafiking, oleh karena itu penghapusan trafiking ini harus mendapat prioritas utama. Upaya penghapusan itu meliputi tindakan – tindakan; pencegahan (prevention), menindak dan menghukum (prosecution), dengan keras pelakunya serta melindungi korban (protection) trafiking melalui upaya repatriasi, rehabilitasi, konseling, pendidikan dan pelatihan keterampilan, termasuk menjamin hal – hal yang berkaitan dengan HAM, agar mereka bisa mandiri dan kembali berintegrasi ke masyarakat. 

VIII. SIAPA YANG HARUS MELAKUKAN PENGHAPUSAN TRAFIKING INI ?
  1. Keluarga dan lingkungan terdekat 
  2. Masyarakat ( tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, cendikiawan, ormas, organisasi profesi, LSM ) dll. 
  3. Seluruh penyelenggara Negara ( Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif )
  4. Sekolah dan perguruan tinggi. 

PERAN P2TP2A DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (TPPO), DI KABUPATEN CIANJUR PERAN P2TP2A 

PERAN P2TP2A SECARA UMUM 
  • Sebagai Mekanisme Koordinatif, yaitu menggalang kebersamaan dan keterpaduan aneka kegiatan pencegahan, perlindungan dan penanganan bagi perempuan dan anak yang dilaksanakan berbagai unsur masyarakat guna penanggulangan perdagangan orang. Koordinasi yang dilaksanakan dapat bersifat menyeluruh, dari sejak pendataan, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian (monitoring, pencatatan, evaluasi dan pelaporan) 
  • Sebagai Mekanisme Rujukan, yaitu menyalurkan bantuan kepada jaringan kerja berupa pelayanan mulai pelayanan kesehatan (Visum, Pemeriksaan kesehatan), pelatihan ketrampilan untuk peningkatan ekonomi keluarga, bantuan hukum, psikolog, rehabilitasi dan reintegrasi sosial sesuai dengan kebutuhan sasaran tertentu yang dapat mempermudah prosedurnya, termasuk pemantauannya. 
  • Sebagai Sistem Sumber, yaitu menyediakan sumber-sumber informasi yang berhubungan dengan perempuan dan anak yang dibutuhkan dalam program pencegahan, perlindungan dan penanganan perdagangan orang. 


PERAN P2TP2A SECARA KHUSUS

  •  Sebagai Mekanisme Rujukan, yaitu menyalurkan bantuan kepada jaringan kerja berupa pelayanan mulai pelayanan kesehatan (Visum, Pemeriksaan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit), pelatihan ketrampilan untuk peningkatan ekonomi keluarga, bantuan hukum, psikolog, rehabilitasi dan reintegrasi sosial sesuai dengan kebutuhan sasaran tertentu yang dapat mempermudah prosedurnya, termasuk pemantauannya. 
  • Sebagai Sistem Sumber, yaitu menyediakan sumber-sumber informasi yang berhubungan dengan perempuan dan anak yang dibutuhkan dalam program pencegahan, perlindungan dan penanganan perdagangan orang. 
  • Advokasi : yaitu mewakili kepentingan sasaran (perempuan,anak dan lingkungan sosialnya) untuk mendorong lahirnya sebuah keputusan atau kebijakan yang dibutuhkan guna pemecahan masalah. 
  • Partisipasi : yaitu mengambil langkah-langkah aktif-proaktif dalam penyediaan layanan atau kebutuhan yang dibutuhkan oleh kelompok sasaran dalam upaya pencegahan dan penanganan korban untuk mendapatkan perlindungan. 
  • Fasilitasi : yaitu membantu memberikan kemudahan berupa layanan bagi korban/ kelompok sasaran yang membutuhkan fasilitas yang dibutuhkan. 
  • Asistensi : yaitu menyediakan bantuan, baik materi sesuai kebutuhan maupun konsultasi, yang benar-benar dibutuhkan oleh korban/ kelompok sasaran dalam peningkatan kualitas dan perlindungan . 
  • Mediasi : yaitu menyalurkan kepentingan klien dan atau kelompok sasaran baik kepentingan antar organisasi atau lembaga penyedia layanan maupun antara pihak yang membutuhkan sehingga tercipta suatu sistem perlindungan terpadu bagi korban/kelompok sasaran. 
  • Mobilisasi : yaitu menghimpun, mendayagunakan, mengembangkan dan mempertanggung jawabkan sumber-sumber guna peningkatan kualitas dan jangkauan perlindungan bagi perempuan dan anak. 
  • Informasi : yaitu menghimpun, mengembangkan, memanfaatkan serta menyediakan data,informasi dan sosialisasi yang berkaitan dengan pelaksanaan pencegahan dan penanganan korban trafiking. 
  • Kemitraan : yaitu menjalin hubungan dengan berbagai organisasi baik pemerintah maupun non pemerintah antar daerah, propinsi baik dalam negeri maupun luar negeri (daerah asal,transit dan daerah tujuan) untuk perlindungan dan penanganan perdagangan orang. 
  • Pemberdayaan : yaitu meningkatkan pengertian, kesadaran, tanggung jawab, komitmen, partisipasi, kemampuan dan kemandirian guna peningkatan ekonomi dan kualitas perempuan atau kelompok sasaran agar terhindar dari masalah. 
  • Konsultasi : yaitu menyediakan tenaga-tenaga berkeahlian khusus kepada organisasi dan lembaga penyedia layanan dalam rangka peningkatan perlindungan bagi perempuan dan anak masing-masing secara terpadu dengan pelayanan sosial lainnya. 
  • Negosiasi : yaitu menjalin hubungan dengan semua pihak yang terkait dengan kedudukan dan peranan jaringan kerja untuk memperoleh berbagai dukungan yang diperlukan oleh jaringan kerja. 



Alur Program Sosialisasi dan Diseminasi
 
YANG SUDAH DI LAKUKAN P2TP2A 

  1. Memberi bantuan pendampingan, advokasi pada perempuan dan anak korban tindak kekerasan 
  2. Memberi pelayanan konsultasi medis, hukum, psikologis, konseling, penyembuhan traumatik, shelter, rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi korban 
  3. Pemberdayaan Klien melalui pembentukan kelompok Usaha Ekonomi Produktif ( UEP ) atau pelatihan ketrampilan 
  4. Mencegah terjadinya kekerasan pada perempuan dan anak - anak, utamanya korban pencabulan, KDRT dan trafiking dengan cara menyebarluaskan informasi kepada masyarakat melalui sosialisasi,seminar, pelatihan, workshop, lokakarya, pemutaran film dan diskusi 
  5. Membentuk jejaring dengan sesama berbagai pihak, baik pemerintah, LSM,Ormas, swasta, masyarakat yang peduli pada persoalan perempuan dan anak di Kab. Cianjur 
  6. Jaringan Kerjasama Antar Lembaga 



Jaringan Kerjasama antar lembaga

Siapa Yang Menangani Korban Tindak Kekerasan (KTK) di P2TP2A 

  1. RELAWAN (LSM,Ormas) 
  2. MEDIS (dokter, bidan) 
  3. PSIKOLOG 
  4. ADVOKAT 
  5. PSIKIATER 
  6. SHELTER/RUMAH AMAN 
  7. APH (APARAT PENEGAK HUKUM) 


PROSES PENANGANAN KORBAN 

  • Adanya pengaduan (masyarakat atau korban) 
  • Investigasi (kroscek kebenaran) 
  • Identifikasi masalah (pidana atau perdata) 
  • Rujukan 
  • Analisa kasus 
  • Mediasi (non litigasi) 
  • Penanganan dan pendampingan 
  • Proses hukum (litigasi) 

Mekanisme Pengaduan

GRAFIK KASUS TRAFIKING, KDRT, PEMERKOSAAN DAN PENCABULAN YANG DITANGANI OLEH P2TP2A

Baca selengkapnya >>

10 Des 2011

PERAN STRATEGIS FORUM PAUD dalam upaya mencapai Tujuan Nasional Penyelenggaraan Pengasuhan, Perawatan dan Pendidikan Anak Usia Dini Mencerdaskan Bangsa.


Forum PAUD Wilayah IV Cianjur
melaksanakan Pelatihan Guru PAUD

Pendahuluan

Tujuan Nasional adalah memajukan, kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Pendidikan  adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri,kepribadian, kecerdasan,akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara

Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.

Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan  yang ditujukan kepad anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membanntu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Pendidikan berbasis masyarakat adalah penyelenggaraan pendidkan berdasarkan kekhasan agama, sosial budaya, aspirasi dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat.

Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh,berkembang; dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi…tujuan…demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan sejahtera.

Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. (ps.28C.butir satu Bab XA -UUD 1945)

 “And tell them to use each situation to learn as much as possible about the structure of the child’s thought. They will find that they do indeed learn more from the failures than from the successes. (the origin of intelect Piaget’s Theory, John l. Phillip)

Masa-masa pada rentang usia dini merupakan masa emas dimana perkembangan fisik, motorik, intelektual, emosional, bahasa dan sosial berlangsung dengan sangat cepat. Hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan otak-kecerdasan-anak usia 0-4 tahun sudah mencapai 50 %, sampai usia 8 tahun 805, sampai dengan  18 tahun 1005.

Komitmen 
Sejalan dengan otonomi daerah maka upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia Indonesia sudah seharusnya dilakukan sedini mungkin,melalui Program Pengembangan Anak Dini Usia (PADU).
Jika secara logis dilakukan oleh seluruh tingkatan pemerintahan dan lapisan masyarakat pada program lintas sektor, seperti pendidikan, kesehatan dan gizi, tenaga kerja maupun kesejahteraan sosial dan lain sebagainya; 

Program PADU sebagai upaya untuk menciptakan sumberdaya manusia yang bermutu merupakan tahapan kegiatan yang sangat  strategis, yang dilakukan secara bertahap dan sistemik dan menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat, Propinsi, Kabupaten/Kota, Masyarakat dan Dunia Usaha, dengan lebih menitikberatkan pada partisipasi aktif masyarakat.
(Dirjen Bangda Depdagri, Seminar PAUD di Jakata,17-10-2002)

FORUM PAUD
Forum PAUD adalah suatu wadah kerjasama untuk  bertukar informasi dan pengalaman, berkomunikasi dan berkoordinasi, serta menyatukan visi, misi, langkah dan peran masing-masing anggota; dan mengembangkan jaringan informasi serta pemberdayaan anggotanya,dalam rangka pengembangan anak usia dini seutuhnya.

Forum PAUD bertujuan untuk membentuk keterpaduan langkah dan tindakan yang dilakukan oleh masing-masing pihak dalam rangka mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas dan ceria serta bertaqwa guna menyongsong masa depan yang gemilang

Forum PAUD bersifat terbuka bagi siapa saja yang peduli terhadap pengembangan anak usia dini, terutama para pakar, praktisi, pemerhati, LSM, pengembang di bidang PAUD, penerbit buku anak, produser alat permainan edukatif, produser makanan tambahan pengganti ASI/susu/vitamin untuk anak, instansi terkait dan elemen lainnya.

Forum PAUD dibentuk pada tingkat:
· Pusat (Forum PAUD Pusat)
· Propinsi (Forum PAUD Propinsi)
· Kabupaten (Forum PAUD Kabupaten/Kota)

Forum PAUD merupakan organisasi kolektif dari, oleh, dan untuk anggota, sehingga ketua forum lebih berfungsi sebagai koordinator dan fasilitator ditentukan berdasarkan kesepakatan anggota. Sedangkan kedudukan masing-masing anggota adalah sama.

Peran dari masing-masing anggota adalah memperjuangkan kepentingan masing-masing tanpa merugikan kepentingan pihak lain, tetapi justru saling memperkuat dan melengkapi masing-masing. Anggota forum harus dapat saling bersinergi merancang bagaimana pendidikan anak usia dini kedepan.

Forum PAUD dibentuk oleh anggota forum difasilitasi oleh Dinas Pendidikan. Sehingga Pemerintah hanya bersifat memfasilitasi keberadaan forum. Forum dijadikan mitra kerja Pemerintah.

Upaya Strategis Forum PAUD
  • menumbuhkan semangat untuk solusi, sukses dan semangat kekeluargaan, 
  • Advokasi dan sosialisasi; 
  • Pemberdayaan dan upaya sinergis yaitu semua upaya yang diarahkan untuk menjadikan setiap diri, keluarga, masyarakat dan lembaga sosial kemasyarakan mampu memenuhi kebutuhan atau misinya dengan partisipasi aktif dan kerja bersama
  • Inisiasi yaitu menumbuhkan prakarsa atau inisiatif masyarakat dalammewujudkan keinginan dan kebutuhannya.


Advokasi dan sosialisasi

  • Advokasi baik dalam aspek kebijakan seperti perlunya peraturan daerah yang dapat menjadi pendorong dan peningkatan–percepatan pelaksanaan kegiatan setiap rencana aksi yang disepakati bersama, maupun dalam teknis pelaksanaannya.
  • Mempertemukan berbagai masalah pelaksanaan program yang terhimpun dan terakomodasikan di forum untuk disampaikan kepada pembuat kebijakan agar ditemukan solusi terbaik  dan kemudahan pelaksanaan program.
  • Sosialisasi atau penyebarluasan kebijakan, strategi dan program nasional pengembangan anak usia dini dalam rangka pengembangan sumberdaya manusia dan Pemahaman. Dan keberhasilan pelaksanaan program yang dapat dijadikan percontohan.



Pemberdayaan dan upaya sinergis

  • Mengenali dan memahami potensi sumber daya, sarana dan prasarana serta fasilitas di lingkungannya untuk didayagunakan bersama.
  • Mengembangkan upaya bersama saling menguatkan ( sinergis)
  • Memecahkan masalah bersama dan membangan sukses bersama
  • Membuka peluang setiap orang, lembaga dan organisasi  untuk ikut berpartisipasi, 



Mengembangkan inisiasi masyarakat
  • Semangat otonomi daerah adalah semaraknya inisiatif masyarakat mengusahakan terbentuknya lembaga pelayanan PAUD dilingkungannya.
  • Perlu sering bertemu, bertatap muka dan upaya lainnya yang melekat dengan kegiatan-kegiatan  keluarga, komunitas dan masyarakat dengan mengetengahkan, bahwa pengasuhan, perawatan, pendidikan dan pengembangan anak usia dini sangat menentukan kualitas kesehatan dan kesejahteraan diri dan masyarakat di masa depannya (kurangi risiko ssit dll -makna investasi).


Penutup
Forum PAUD juga merupakan bagian forum keluarga dan komunitas setempat dengan tematik kepentingan terbaik bagi anak khususnya anak usia dini dalam hal kesehatan dan gizi, pendidikan dan pengasuhan.

Keberadaan forum tersebut menjadi arena / sasana mematangkan kepemimpinan setempat, sebagai pemberdaya (encourager), motivator, inspirator dan maximizer
Baca selengkapnya >>