26 Nov 2011

1 Muharam, Momentum Introfeksi


Esok hari seiring embun pertama turun setetes demi setetes membasahi bumi ini, tahun merayap berganti. 1432 H menjadi 1433 H. Pergantian masa ini hendaknya menjadi fundamen bagi kita untuk menjadi seorang muslim yang lebih mengerti dan memahami setiap gerak langkah kita sendiri. 

Seyogyanyalah setiap muslim, menjadikan momentum Tahun Baru Hijrah untuk melakukan muhasabah (koreksi/instrospeksi/perenungan) atau mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang tidak bertentangan dengan syari’at Islam sehingga menjadi lebih bermakna. Sebagaimana para ulama memahami bahwa Hijrah Nabi Muhammad SAW merupakan satu titik baru pengembangan dakwah menuju kondisi masyarakat yang lebih baik.

Jika kita kaitkan makna hijrah dengan konteks kekinian khususnya Indonesia, apa yang dilakukan Rasul yakni hijrah dari Mekkah ke Madinah mungkin tidak bisa dan mungkin tidak perlu kita lakukan, tetapi jelas hijrah mengandung hikmah yang luar biasa. Beberapa ulama menjelaskan bahwa makna hijrah adalah meninggalkan negeri/daerah (syirik) menuju negeri tauhid, meninggalkan kondisi bid’ah menuju kondisi sunnah, serta hijrah (meninggalkan) kondisi yang penuh maksiat menuju kondisi yang sedikit maksiat atau terwujudnya amalan yang baik sama sekali.

Setidaknya hijrah yang dilakukan berkaitan dengan hijrah nafsiyah (individu) dengan berusaha menjauhkan diri dari melakukan perbuatan yang menyimpang dan berusaha memperbaiki diri untuk bersih dari segala perbuatan kotor, sehingga hati, jiwa dan raga serta segala perbuatan menjadi suci. Dan setelah itu mulailah dengan berusaha menghijrahkan keluarga, kerabat, tetangga, lingkungan dan masyarakat sekitar, hingga pada akhirnya membentuk komunitas yang siap melakukan hijrah secara utuh dan keseluruhan.

Sehingga, benarlah pendapat yang mengatakan bahwa hijrah adalah momentum perjalanan menuju tegaknya nilai-nilai Islam yang membentuk tatanan masyarakat yang baru, yakni masyarakat Islam.

Sesuai firman Allah : “Barang siapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barang siapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. An Nisa : 100)

Dan mudah-mudahan tetap terwujudnya keberadaan manusia yang terbaik, sebagaimana Allah katakan dalam firman Nya :Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia; melakukan amar makruf nahi mungkar, dan beriman kepada Allah. (QS Ali Imran : 103). Untuk itu, mulailah melakukan perubahan diri, siapapun kita, dan apapun profesi kita, sejak hari ini dan dari hal apapun.

Sembari melafazkan do’a untuk menyambut awal tahun hijriah. Artinya: dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kepada Allah SWT kami berselawat, ke atas junjungan kami Muhammad SAW, ahli keluarga dan sahabat-sahabat baginda dan kesejahteraan ke atas mereka.

Ya Allah Wahai Tuhan Kami, Engkaulah yang kekal abadi, yang qadim. Yang awal dan atas kelebihan-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang berlimpah dan ini adalah tahun baru yang telah muncul di hadapan kami. Kami memohon pemeliharaan dari-Mu di sepanjang tahun ini dari syaitan dan para pembantunya dan dari bala tentaranya dan juga pertolongan terhadap diri yang diperintahkan melakukan kejahatan dan usaha yang mendekatkanku kepada-Mu Wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia.

Ya Allah Wahai Tuhan Kami, Yang Maha Pengasih dari mereka yang mengasihi dan Allah berselawat ke atas junjungan kami Muhammad. Nabi yang ummi dan ke atas ahli keluarga dan sahabat-sahabatnya dan kesejahteraan ke atas mereka. Semoga Allah memberikan limpahan kasih sayang-Nya kepada negeri ini, dengan keberkahan dan kebaikan.Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb. 

selamat tahun baru Islam, 1 Muharam 1433 H

sumber: http://irwanprayitno.info/artikel/1230630347-1-muharram-upaya-menjadi-lebih-baik.htm
Baca selengkapnya >>

25 Nov 2011

Web/Blog Direktori - Gratis


Bagi rookie seperti saya dibidang blog/web sangatlah membingungkan apabila kita menggunakan Alexa rank ternyata terlihat rank kita masih diatas 20jutaan dan belum ada link atau bahkan no data. Kejadian ini akan berlangsung berbulan-bulan, minimal tiga bulan rank kita akan berkisar di atas 20jutaan.

Salah satu teknik SEO, ini juga katanya (he..he..kan udah dibilang ane juga masih rookie) untuk meningkatkan rank kita terutama Alexa rank-nya, kita harus memperbanyak link web/blog kita ke web/blog direktori atau blog-blog dummy penyedia backlink.

Nah, apa itu backlink, backlink merupakan Mesin pencari seperti google menilai sebuah blog dari tingkat kepercayaan orang terhadap blog tersebut. Salah satu cara penilaian google adalah Backlink. Sebenarnya sangat banyak artikel yang menjelaskan tentang backlink tapi tidak masalah jika saya menjelaskan dengan bahasa sendiri. Backlink itu adalah Link yang masuk ke blog kita. Semakin banyak blog atau situs yang memasang link kita, berarti semakin tinggi kepercayaan google terhadapnya. Itulah sebabnya, sobat blogger membuat sebuah kerjasama yang biasa disebut "tukeran link". Heheheh, tukeran link itu adalah cara yang paling ampuh dan tentunya gratis.

Akan tetapi, ingatlah jangan terlalu nafsu memperbanyak link kita pada web/blog direktori atau pada blog dummy. Ini kejadian loh sama penulis, he..he.. ,ma’lum rookie, ngelihat ranknya bergerak mengecil nafsu trus nyari backlink, blog PKBMCibanggala dinyatakan spam sama Facebook ketika penulis nge-link ke wall facebook page... kasian deh lu.


Apa keuntungan mendaftar di web direktori indonesia?
Beberapa keuntungan mendaftar blog ke web direktori Indonesia adalah:
  • Keuntungan pertama tentunya backlink
  • Pengunjungnya kebanyakan dari indonesia, jadi web traffic dari Indonesia akan semakin bertambah.
  • Proses approve lebih cepat terkadang ada yang auto approve atau hanya dalam hitungan hari hingga 2 minggu, jika di web direktori luarnegeri sekitar 2 minggu hingga 9 bulan dan itupun belum tentu di approve.
Bagi sobat blogger rookie seperti Saya yang berniat mendaftar blog di web direktori indonesia - direktori gratis, silakan mendaftarkan blog Anda pada direktori web gratis di bawah ini:
  1. http://piemvanvaart.blogspot.com/
  2. http://indonesia-blogger.com/
  3. http://www.feedage.com/
  4. http://www.rantop.com/
  5. http://www.sitebro.net/
  6. http://www.blogcatalog.com/
  7. http://bandungtopblog.com/
  8. http://www.linkreferral.com/
  9. http://add.web.id/
  10. http://www.dir.web.id/
  11. http://www.salvida.com/
  12. http://www.incari.com/direktori/
  13. http://www.indotop10.com/
  14. http://www.webdirektoriindonesia.com/
  15. http://www.indonesiacentral.info
  16. http://directory.indonesia-portal.co.uk/
  17. http://www.indoprolink.com/
  18. http://www.indotoplist.com/direktori/
  19. http://www.indourl.com/
  20. http://www.indovalue.com/
  21. http://www.indozone.biz/
  22. http://www.jalijali.com/
  23. http://www.ji-indonesia.com/
  24. http://www.okebiz.com/mod.php?mod=katalog
  25. W3 Directory the World Wide Web Directory
  26. http://direktori-indonesia.blogspot.com/
  27. http://websitesubmit.hypermart.net/
  28. http://www.blogtoplist.com
  29. http://www.topblogarea.com
  30. http://blogdir.salingsilang.com
  31. http://linktea.blogspot.com
  32. http://indonesia-blogger.com/
  33. http://www.bloglog.com
  34. http://www.budies.info
  35. http://edublogs.org
  36. http://www.jirolu.com/
  37. http://www.blogarama.com/
  38. http://bloggers.com/
  39. http://www.ongsono.com/
  40. http://blogdir.salingsilang.com
  41. http://linktea.blogspot.com
Seperti yang Saya katakan tadi, jika web direktori tersebut meminta reciprocal link, maka Anda harus memiliki halaman reciprocal linknya sebagai sarana tukar link dengan web direktori diatas.

Saran Saya, jangan jadikan url homepage blog Anda sebagai url reciprocal link-nya dengan web direktori tersebut, karena jika Anda meletakan link web direktori sebanyak ini di halaman sidebar homepage, ini akan berpengaruh terhadap loading blog Anda yang akan terasa berat apalagi jika di gabungkan dengan blogroll lainnya yang sudah terpasang di halaman homepage Anda, betul?

Juga jangan letakan link-link web direktori ini pada halaman khusus tukar link di blog Anda, karena cara ini tidaklah relevan dengan kategori atau label di blog Anda sehingga kurang baik juga pengaruhnya terhadap seo. Lalu dimana donk memasang link-link web direktorinya agar dapat dijadikan reciprocal link atau link exchange yang relevan dengan kategori di blog Saya?

Tenang kawan, caranya mudah kok! buatlah posting baru dengan judul Web Direktori Indonesia - Free Web Directory dan beri label SEO, Web Directory, atau labelnya hanya Web Directory saja, dan jadikan halaman posting web direktori sebagai url reciprocal link-nya. Dengan begitu, akan terjadi reciprocal link atau pertukaran link yang relevan/sesuai dengan kategori/atau label yang Anda buat.

Jika sobat-sobat punya tambahan direktori indonesia lainnya, silakan share di blog ini melalui komentar dibawah halaman ini, tapi jangan nyepam ya!!!

atau temen-temen setuju ga, apabila di blog ini ada update posting khusus List direktori? please jawab ya........ di Komentar....(duh jadi ngerjain nih)

sumber: berbagai sumber

Baca selengkapnya >>

Update List Web/Blog Direktori


Bagi temen-temen yang lagi nyari penyedia web/blog direktori, admin berusaha menampilkan daftar web/blog direktori secara update. Posting ini masih bersifat temporer atau percobaan, admin menunggu respons dan masukan untuk keberlangsungan posting ini. Silahkan berikan atensi, respon dan masukan di kotak komentar. Terima kasih atas atensi, masukan dan responnya........ atau menambahkan link.... ? silahkan....!!
berikut daftar direktorinya:


Baca selengkapnya >>

18 Nov 2011

Sejarah Singkat Lahirnya PGRI


PGRI lahir pada 25 November 1945, setelah 100 hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Cikal Bakal Organisasi PGRI adalah diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912, kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932. Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru Bangsa indonesia. Organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada Zaman Belanda berdiri tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah. Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua.

Sejalan dengan keadaan itu, maka di samping PGHB berkembang pula organisasi guru bercorak keagamaan, kebangsaan, dan yang lainnya. Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. hasilnya antara lain adalah Kepala HIS yang dulunya selalu dijabat orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang Indonesia. semangat ini makin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kesadaran. Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak "MERDEKA!".

Pada Tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan ini mengejutkan Pemerintah Belanda, karena kata "Indonesia" yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. sebaliknya, kata "Indonesia" ini sangat didambakan oleh guru dan Bangsa Indonesia.

Pada Jaman Pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas. Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada Tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta. Melalui Kongres ini, segala organisasi dan kelompok Guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.

Dengan semangat pekik "merdeka" yang bertalu-talu, di tangan bau mesiu pemboman oleh tentara Inggris atas Studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan:
1. Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia;
2. Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan;
3. Membela hak dan nasib buruh umumnya, guru pada khususnya.

Sejak Kongres Guru Indonesia itulah, semua Guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Jiwa pengabdian, tekad perjuangan dan semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk dalam mempertahankan dan megisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan, yang bersifat unitaristik, independen, dan tidak berpolitik praktis.

Untuk itulah, sebagai penghormatan kepda guru, pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, dan dperingati setiap tahun. Semoga PGRI, guru, dan Bangsa Indonesia tetap jaya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sumber: Lampiran Surat Pengurus PGRI KAB. CIANJUR Nomor 76/Org/XX/2011

Baca selengkapnya >>

17 Nov 2011

LAMBANG KORPRI


 Lambang Korpri terdiri dari 3 (tiga) bagian pokok yaitu Pohon, Rumah/Balairung dan Sayap.
  1. Pohon dengan 17 ranting, 8 dahan dan 45 daun, yang melambangkan kehidupan masyarakat Indonesia sejak diproklamasikan Negara Republik Indonesia pada tanggal 17-8-1945. Pengambilan motif pohon didasarkan atas tradisi bangsa Indonesia sebagai lambang kehidupan masyarakat. Pohon dengan dahan dan dedaunan yang tersusun rapih teratur melambangkan hasil pemeliharaan dan pemantapan stabilitas politik dan sosial yang dinamis di dalam Negara Republik Indonesia.
  2. Rumah/Balairung dengan lima tiang, melambangkan pemerintahan RI yang stabil dan demokratis berdasarkan Pancasila. Motif Balairung melambangkan pemerintahan yang demokratis. Balairung sebagai tempat bertukar fikiran yang biasa terdapat ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat di kampung-kampung. Kelima tiang dari balairung melukiskan Pancasila sebagai azas Korpri. Lantai gedung balairung yang bersusun harmonis pyramidal melambangkan peningkatan dan pemeliharaan mutu/watak anggota Korpri. Pondamen yang melandasi dan mendukung bagunan balairung adalah sebagai lambang loyalitas tunggal Korpri terhadap Pemerintah dan Negara, karena fungsi dari pondamen tiada lain adalah memberi kekokohan dan kemantapan bagi bangunan yang berada di atasnya.
  3. Sayap yang besar dan kuat ber-elar 4 (empat) ditengah dan 5 (lima), ditepi yang melambangkan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia yang luhur dan dinamis berdasarkan UUD 1945. Motif sayap melambangkan kekuatan, kesanggupan dan dinamika hidup. Pangkal kedua sayap bersatu di tengah melambangkan sifat persatuan Korpri di dalam satu wadah yang melukiskan jiwa korsa yang bulat sebagai alat yang ampuh, bersatu padu dan setia kepada pemerintah untuk menyelenggarakan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan. Sayap yang mendukung balairung dan pohon menggambarkan hakekat tugas Korpri sebagai mengabdi masyarakat yang mengutamakan kepentingan umum, bangsa dan negara.


PANJI KORPRI

Panji terdiri dari Lambang Korpri dilengkapi dengan motto Korpri yang berbunyi : “ABDI NEGARA” dicantumkan di bawah sayap. Panji berlatar belakang warna hijau sebagai lambang kesuburan tanah air Indonesia.

Baca selengkapnya >>

16 Nov 2011

SEKILAS KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (KORPRI)

Korps Pegawai Republik Indonesia, atau disingkat Korpri, adalah organisasi di Indonesia yang anggotanya terdiri dari Pegawai Negeri Sipil, pegawai BUMN, BUMD serta anak perusahaan, dan perangkat Pemerintah Desa. Meski demikian, Korpri seringkali dikaitkan dengan Pegawai Negeri Sipil. Kedudukan dan kegiatan Korpri tak terlepas dari kedinasan.

Korpri yang didirikan pada tanggal 29 Nopember 1971 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1971, yang merupakan wadah untuk menghimpun seluruh Pegawai Republik Indonesia. Selama Orde Baru, Korpri dijadikan alat kekuasaan untuk melindungi pemerintah yang berkuasa waktu itu. Namun sejak era reformasi, Korpri berubah menjadi organisasi yang netral, tidak berpihak terhadap partai politik tertentu.

Melalui Undang-Undang Nomor : 18 Tahun 1961 ditetapkan bahwa  … Bagi suatu golongan pegawai dan/atau sesuatu jabatan, yang karena sifat dan tugasnya memerlukan, dapat diadakan larangan masuk suatu organisasi politik (pasal 10 ayat 3). Ketentuan tersebut diharapkan akan diperkuat dengan dikeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) yang mengaturnya, tetapi disayangkan bahwa, PP yang diharapkan akan muncul ternyata tidak kunjung datang

Organisasi Korpri memiliki struktur kepengurusan di tingkat pusat maupun di tingkat Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen, atau Pemerintah Daerah. Saat ini kegiatan Korpri umumnya berkiprah dalam hal kesejahteraan anggotanya, termasuk mendirikan sejumlah badan/lembaga profit maupun non-profit.

Sistem pemerintahan demokrasi parlementer berakhir dengan meletusnya upaya kudeta oleh PKI dengan G-30S. Pegawai pemerintah banyak yang terjebak dan mendukung Partai Komunis.

Pada awal era Orde Baru dilaksanakan penataan kembali pegawai negeri dengan munculnya Keppres RI Nomor : 82 Tahun 1971 tentang Korpri. Berdasarkan Kepres yang bertanggal 29 November 1971 itu, Korpri “merupakan satu-satunya wadah untuk menghimpun  dan membina seluruh pegawai RI di luar kedinasan” (Pasal 2 ayat 2).

Tujuan pembentukannya Korps Pegawai ini adalah agar “Pegawai Negeri RI ikut memelihara dan memantapkan stabilitas politik dan sosial yang dinamis dalam negara RI”.

Akan tetapi Korpri kembali menjadi alat politik. UU No.3 Th.1975 tentang Partai Politik dan Golongan Karya serta Peraturan Pemerintah No.20 Th.1976 tentang Keanggotaan PNS dalam Parpol, makin memperkokoh fungsi Korpri dalam memperkuat barisan partai. Sehingga setiap kali terjadi  birokrasi selalu memihak kepada salah satu partai, bahkan dalam setiap Musyawarah Nasional Korpri, diputuskan bahwa organisasi ini harus menyalurkan aspirasi politiknya ke partai tertentu. Memasuki Era reformasi muncul keberanian mempertanyakan konsep monoloyalitas Korpri, sehinga sempat terjadi perdebatan tentang kiprah pegawai negeri dalam pembahasan RUU Politik di DPR. Akhirnya menghasilkan konsep dan disepakati bahwa Korpri harus netral secara politik. Bahkan ada pendapat dari beberapa pengurus dengan kondisi tersebut, sebaiknya Korpri dibubarkan saja, atau bahkan jika ingin berkiprah di kancah politik maka sebaiknya membentuk partai sendiri. 

Setelah Reformasi dengan demikian Korpri bertekad untuk netral dan tidak lagi menjadi alat politik. Para Kepala  Negara setelah era Reformasi mendorong tekad Korpri untuk senantiasa netral. Berorientasi pada tugas, pelayanan dan selalu senantiasa berpegang teguh pada profesionalisme. Senantiasa berpegang teguh pada Panca Prasetya Korpri PP Nomor 12 tentang Perubahan atas PP Nomor 5 Tahun 1999 muncul untuk mengatur keberadaan PNS yang ingin jadi anggota Parpol. Dengan adanya ketentuan di dalam PP ini membuat anggota Korpri tidak dimungkinkan untuk ikut dalam kancah partai politik apapun. Korpri hanya bertekad berjuang  untuk mensukseskan tugas negara, terutama dalam melaksanakan pengabdian bagi masyarakat dan negara.

sumber: berbagai media

Baca selengkapnya >>

15 Nov 2011

Alasan PNS Banyak Diminati Oleh Pencari Kerja


PNS atau Pegawai Negeri Sipil merupakan salah satu dari sekian banyak lowongan pekerjaan yang diminati oleh para pencari kerja. Setiap di buka pendaftaran Pegawai Negeri Sipil, pendaftar yang berminat selalu melebihi kuota yang dibutuhkan saat rekruitmen PNS atau Pegawai Negeri Sipil. Sehingga para pendaftar tersebut harus rela mengantri dan mengikuti test CPNS. Seperti beberapa hari yang lalu, di buka pendaftaran Calon PNS di beberapa Kotamadya, kabupaten, Propinsi maupun tingkat Kementrian. Mengapa PNS begitu diminati oleh para pencari kerja?

Saya akan sedikit mengulas alasan-alasan mengapa PNS atau pegawai Negeri sipil Sangat diminati, ada beberapa alasan antara lain :

  1. PNS selalu mendapatkan gaji di atas UMR setiap bulannya. Setiap melakukan usaha kita selalu mendapatkan hasil dari usaha tersebut. Begitu pula dengan PNS yang ikut berperan aktif dalam pekerjaannya, juga akan mendapatkan gaji setiap bulannya. Standart gaji yang diberikan kepada para PNS melebihi gaji standart UMR atau Upah Minimum Regional.
  2. PNS yang sudah purna tugas tetap mendapatkan gaji berupa pensiunan. Faktor inilah yang saya anggap sebagai faktor terpenting dalam menunjang semakin membludaknya para pendaftar Calon PNS di beberapa lingkungan instansi pemerintahan. Sebagian besar dari para masyarakat mempunyai opini bahwa sangat enak menjadi PNS karena ada jaminan di hari tua.
  3. Mendapatkan beberapa tunjangan dan fasilitas. Memang Selain gaji pokok, masih terdapat berbagai macam fasilitas yang berupa tunjangan pada PNS. Tunjangan tersebut antara lain : tunjangan anak dan istri, tunjangan golongan, tunjangan jabatan struktural bagi yang mempunyai jabatan. Selain itu, PNS juga mendapatkan beberapa fasilitas berupa fasilitas kesehatan atau ASKES, TASPEN.
  4. Mudah mendapatkan pendamping hidup. Bagi sebagian orang, menjadi seorang PNS akan mudah sekali memilih seorang calon pendamping hidup. Mungkin faktor inilah yang menjadi daya tarik bagi seseorang untuk ikut andil dalam pendaftaran PNS.

Demikian sekilas mengenai Alasan PNS Banyak Diminati Oleh Pencari Kerja, jika ada sobat yang ingin menambahkan atau mempunyai kritik silahkan tulis di Komentar. terima kasih...!
sumber: intuisiblog.com
Baca selengkapnya >>

14 Nov 2011

Sejarah Komputer dan Perkembanganya


Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca kode barang belanja, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang menghubungkan berbagai tempat di dunia.

Sejarah Komputer menurut periodenya adalah:
§ Alat Hitung Tradisional dan Kalkulator Mekanik
§ Komputer Generasi Pertama
§ Komputer Generasi Kedua
§ Komputer Generasi Ketiga
§ Komputer Generasi Keempat
§ Komputer Generasi Kelima

1. Komputer Generasi Pertama (1946­ – 1959)
Dengan terjadinya Perang Dunia II, negara­negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer.
Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer.
1) Colassus
2) Mark I
3) ENIAC
4) EDVAC
5) UNIVAC I

Ciri komputer generasi pertama adalah:
1) Penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar)
2) Adanya silinder magnetik untuk penyimpanan data.
3) Instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu.
4) Setiap komputer memiliki program kode­biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine 
        language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya.

2. Komputer Generasi Kedua (1959­ – 1964)

Stretch dan LARC
Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery­ Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer­komputer ini,yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya.

Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan­singakatan untuk menggantikan kode biner.

Pada awal 1960­an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen­komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program.
Ciri-ciri komputer pada generasi kedua:
· Penggunaan transistor sehingga ukurannya lebih kecil
· Adanya pengembangan memori inti­magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang 
        lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya
· Penggantian dari bahasa mesin menjadi bahasa Asembly
· Muncul bahasa pemrograman COBOL dan FORTRAN

3. Komputer Generasi Ketiga (1964­ – 1970)
Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian­bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa.

Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen­komponen ke dalam suatu chiptunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen­komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan system operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.
 Ciri-ciri komputer pada generasi ketiga:
· Penggunaan IC(Intregrated Circuit)
· Ukuran komputer menjadi lebih kecil
· Ditemukannya Sistem Operasi

4. Komputer Generasi Keempat (1979­ – sekarang)
Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen­komponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980­ an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal. Ultra­Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer.

Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga seperti microwave oven, televisi, dan mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor.

Perkembangan yang demikian memungkinkan orang­orang biasa untuk menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan­perusahaan besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahantahun 1970­an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputer­komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980­an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.

Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).

IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer.Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan system grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.

Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat. Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara­ cara baru untuk menggali potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputer­komputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak, informasi, dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Komputer jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung (disebut juga local area network, LAN), atau kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar.
Ciri-ciri komputer pada generasi keempat:
o Digunakannya LSI, VLSI, ULSI
o Digunakannya mikroprosesor

Banyak kemajuan di bidang disain komputer dan teknologi semakin memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model von Neumann. Model von Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.

Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia. Kita tunggu informasi mana yang lebih valid dan membuahkan hasil.

sumber: merahitam.com

Baca selengkapnya >>

13 Nov 2011

RPP Tematik kelas 2 SD - Hidup Hemat

Pertemuan 1, 2, 3, dan 4
TEMA                         : HIDUP HEMAT
KELAS /SEMESTER : 2 (dua)/ 1 (satu)
WAKTU                 : 4  kali pertemuan @ 5 JP/hari (4 hari)

I.   KOMPETENSI DASAR
1. Mengenal pentingnya hidup hemat (PKn).
2. Memelihara koleksi benda berharga miliknya (IPS).
3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan nilai tempat (Mat).
4. Mendengarkan: Menyebutkan kembali dengan kata-kata atau kalimat sendiri isi teks pendek (BI).
5. Berbicara: Bertanya kepada orang lain dengan menggunakan pilihan kata yang tepat dan bahasa yang
        santun.
6. Membaca: Menyimpulkan isi teks pendek (10 – 15 kalimat) yang dibaca dengan membaca lancar.
7. Menulis: Melengkapi cerita sederhana dengan kata yang tepat.
8. Mengidentifikasi berbagai benda sesuai wujudnya (benda padat dan benda cair) (IPA).
9. Mengidentifikasi benda-benda yang dikenal dan kegunaannya melalui pengamatan.
10. Mengekspresikan diri melalui gambar ekspresif (Se-Bud & Ketarampilan).
11. Mengidentifikasi unsur musik dari berbagai sumber bunyi yang dihasilkan oleh benda bukan alat musik.
12. Menyanyikan lagu wajib dan lagu anak dengan atau tanpa iringan sederhana.


II.   INDIKATOR
1. Menyebutkan pentingnya hidup hemat (PKn).
2. Memberikan contoh perilaku hidup hemat.
3. Menceritakan pelaksanaan hidup hemat (misalnya mengehemat listrik, alat tulis, uang).
4. Menceritakan pengalaman hidup hemat.
5. Menceritakan koleksi benda berharga sebagai barang berharga untuk berhemat (IPS).
6. Menjelaskan macam-macam benda yang dapat dipergunakan sebagai alat berhemat.
7. Menjawab pertanyaan sesuai isi cerita yang didengarkan (BI).
8. Menceritakan kembali cerita dengan menggunakan kata-kata sendiri.
9. Menyampaikan pesan secara lisan kepada orang lain.
10. Menjawab pertanyaan tentang isi teks.
11. Mengajukan pertanyaan kepada guru tentang isi teks.
12. Menggunakan kalimat tanya untuk menanyakan sesuatu kepada orang yang belum dikenal dengan pilihan
        kata yang tepat.
13. Menjelaskan urutan kegiatan sehari-hari dengan bahasa yang runtut dan mudah dipahami orang lain.
14. Membilang secara urut (Mat).
15. Menyebutkan banyak benda.
16. Menulis lambang bilangan dengan benar.
17. Menyebutkan cara berhemat di lingkungan keluarga (IPA).
18. Mengidentifikasi macam-macam kebutuhan manusia.
19. Menceritakan benda-benda yang bermanfaat bagi manusia.
20. Bekerjasama dengan teman.
21. Memberi tanggapan secara santun.
22. Mengungkapkan gagasan secara lisan.
23. Menunjukkan hasil kegiatan dalam bentuk gambar, atau secara lisan.
24. Membedakan kuat dan lemahnya bunyi dengan gerakan/tepukan (Se-Bud & Keterampilan).
25. Menunjukkan kesesuaian gerakan/tepukan dengan rangkaian bunyi yang diperdengarkan.
26. Menyanyikan lagu sesuai dengan tanda dinamik.
27. Menyanyikan lagu wajib dengan iringan alat musik ritmis.


III.   LANGKAH PEMBELAJARAN
1.   Kegiatan Awal/Pendahuluan
       - Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.
       - Mengajak siswa menyanyikan lagu “Bung Bing Bang” sambil menggerakkan anggota badan sesuai 
         dengan syair lagu (Orkes, Budaya-Keterampilan).
       - Menginformasikan tema yang  akan dipelajari bersama (Hidup Hemat).

2.   Kegiatan Inti
     1) Siswa diminta mengamati gambar di hal 1, dan bertanya jawab tentang uang saku setiap hari, dan apa
         yang dilakukan jika ada kelebihan uang jajannya.
     2) Bertanya jawab apakah siswa memiliki tabungan (di rumah, di sekolah atau di Bank) (BI, PKn, IPS,
         MAT, IPA)
     3) Meminta siswa untuk mengamati gambar di hal 2 dan menugaskan siswa membaca teks secara
         bergantian. Dikaitkan dengan bekal siswa yang di bawa dari rumah
     4) Bertanya jawab tentang kesan/perasaan siswa setelah naik kelas 2. Memanggil salah satu siswa yang
         berani untuk bercerita tentang hal tersebut.
     5) Bertanya jawab secara klasikal (apakah setelah naik di kelas dua, uang sakunya juga naik.?),
         § apakah ada anak  yang suka membawa bekal (kue, nasi atau yang lain) dari rumah
         § atau lebih suka membawa uang saja? (bisa dibahas secara kelompok) (BI, PKn, IPS, MAT, IPA).
     6) Guru menjelaskan tentang pengertian hidup hemat, dan kebiasaan menabung baik di rumah, sekolah
          maupun di bank (BI, PKn, IPS, MAT, IPA).
     7) Siswa diminta mengamati gambar di hal 3 kemudian menugaskan siswa untuk membaca wacananya
         secara bergantian.
    8) Guru menerangkan tentang cara menabung, (di rumah, di celengan, di sekolah, melalui tabungan sekolah, 
       dan di bank dengan menggunakan buku tabungan) serta kegunaannya, dan siswa diminta untuk mencatat 
       di bukunya masing-masing) (BI, PKn, IPS, MAT, IPA).
     9) Bertanya jawab (siapa yang sudah memiliki tabungan) dan meminta siswa untuk bercerita kepada
         temannya.
    10) Guru bercerita tentang kehidupan lebah madu yang memiliki kebiasaan/perilaku menabung.
    11) Menugaskan siswa untuk berkelompok (dengan teknik mencari pasangan): disiapkan kartu berisi
          gambar-gambar dan tulisan antara lain:
          § 1 gambar uang
          § 2 gambar celengan
          § 3 gambar bank
          § 4 gambar mainan
          § tulisan uang
          § tulisan celengan
          § tulisan bank
          § tulisan mainan
    12) Semua siswa maju satu persatu untuk mengambil salah satu gambar atau tulisan sambil berdinamika
           menyanyi lagu bang bing bung.
    13) Selanjutnya meminta mereka untuk mengamati di hal 4, kemudian menugaskan mereka untuk
           mendiskusikan kelebihan dan kekurangan menabung di rumah/celengan/lemari, atau di Bank. Hasil
           diskusi dicatat dan dilaporkan (BI, PKn, IPS, MAT, IPA).
    14) Bertanya jawab tentang macam-macam mainan yang dimiliki siswa,
          § bagaimana kalau ada mainan baru?
          § apakah selalu minta dibelikan?
          § bagaimana jika ada mainan yang rusak?
          § apakah dibuang atau diperbaiki?
    15) Semua kelompok ditugaskan untuk mendiskusikan (kelompok teman sebangku).
    16) Bertanya jawab dengan siswa secara klasikal tentang kegiatan yang dilakukan pada hari minggu
          (apakah nonton TV, membantu orangtua? Jalan-jalan dsb) meminta siswa untuk bercerita tentang hal
           tersebut di depan kelas. (BI, PKn, IPS, MAT, IPA). Bertanya jawab berapa lama jika siswa
           menonton TV, dan apa yang dilakukan apabila  dia ingin bermain diluar.
     17) Bertanya jawab tentang pemakaian listrik di rumah (mematikan lampu apabila tidak digunakan,
            memakai air secukupnya dll) (BI, PKn, IPS, MAT, IPA).
     18) Meminta siswa untuk bercerita dengan teman sebangku tentang cara/kebiasaan menghemat energi di
           rumah.
    19) Guru menjelaskan tentang macam-macam sumber energi (matahari, air, batubara, minyak bumi, gas
           bumi, bahan makanan) (BI, PKn, IPS, MAT, IPA).
    20) Terakhir semua siswa diminta menyimak bagi “Berbudi Pekerti” (halaman 19) dan diharapkan semua
           siswa menerapkan perilaku-perilaku positif yang ada dalam petunjuk berbudi pekerti tersebut.

3.    Kegiatan Akhir/Penutup
      § Bersama-sama siswa menyimpulkan hasil belajar sesuai dengan hasil klarifikasi.
      § Bertanya jawab untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajari selama pembelajaran
                (evaluasi hasil belajar).
      § Mengajak semua siswa berdoa untuk mengakhiri pelajaran.


IV.   ALAT DAN SUMBER BELAJAR
§ Gambar-gambar tentang benda-benda yang harus dihemat (uang, listrik, baju, alat tulis, mainan, dsb).
§ Lingkungan keluarga dan sekolah.
§ Buku teks siswa (Bahasa Indonesia, PKn, IPA, Matematika, Orkes, Budaya-Keterampilan, IPS dan
        agama).
§ Kurikulum mata pelajaran (Bahasa Indonesia, PKn, IPA, Matematika, Orkes, Se-Bud-Keterampilan,
        IPS dan Agama).


V.   PENILAIAN
§ Penilaian Lisan (dalam proses).
§ Penilaian Tingkah laku (Pengamatan).
§ Penilaian Produk.
§ Penilaian Portofolio.
§ Penilaian Tertulis Obyektif.
§ Penilaian Tertulis Subyektif.
§ Penilaian Unjuk Kerja (dalam proses).


Mengetahui, ..................,.................20
Kepala Sekolah, Guru Kelas 2,



.................................                       ........................................

Baca selengkapnya >>