24 Okt 2011

Tips Membuat Anak Cinta Baca


Budaya membaca buku merupakan suatu hal yang mungkin masih menjadi hal yang susah untuk diterapkan. Terutama kepada anak-anak kita yang notabene sudah terlanjur dikenalkan pada kebiasaan nonton tv, main game atau malah internetan dengan menggunakan jejaring sosial. Hal ini sangat disayangkan padahal ketika umur anak kita sudah memasuki golden age, dimana apapun yang terlihat, terbaca, terdengar dan tersimak maka akan selamanya tersimpan dalam memori mereka. Namun, tentunya kebijaksanaan kita selaku orang tua untuk pintar-pintar memilih cara, waktu dan jenis bacaan yang akan dikonsumsi oleh anak kita. Berikut beberapa trik dari Penulis buku anak-anak, ilustrator, guru, dan pendiri National Children's Book and Literacy Alliance, Mary Brigid Barred, yaitu:

1. Buatlah anak Anda merasakan dengan indra mereka apa yang diceritakan pada buku yang dibaca.

Ajaklah mereka merasakan apa yang diceritakan di buku itu dengan indra mereka sehingga mereka merasa memiliki bagian atau menjadi salah satu tokoh di buku tersebut.
"Sangat mengagumkan ketika sebuah buku menjadi hidup dan dirasakan oleh indra anak-anak. Saya suka membacakan buku karya Robert McCloskey kepada anak-anak TK, dan pertama-tama saya selalu membagikan lemon untuk mereka. Cerita buku ini tentang seorang anak lelaki yang tinggal di sebuah kota kecil di Ohio dan menjadi penyelamat karena harmonikanya. Ada sebuah bagian di mana band kota tersebut siap untuk manggung di acara perayaan, tetapi tiba-tiba mereka diserang oleh si jahat Old Sneep sambil mengisap lemon. Band tersebut mengerut karena takut sehingga tak bisa memainkan alat musik mereka. Pada bagian itu, saya selalu berseru kepada anak-anak, 'Isap lemon kalian sekarang!' Mereka dengan bersemangat mengisap lemon mereka dan merasakan menjadi Old Sneep," kisah Mary.
2. Ajak anak berpikir kritis dengan cara menyenangkan.
Anda tentu ingin anak Anda dapat berpikir kritis. Salah satu guna pendidikan adalah mengasah anak dapat berpikir secara kritis. Dan, tidak pernah ada kata terlalu dini untuk mengajak anak berpikir kritis. Begitu pula lewat membaca.
Kita ambil contoh cerita tentang laba-laba sang penyelamat.
Mary mengisahkan, ketika ia bertanya kepada anak-anak umur empat tahun siapakah pahlawan dari cerita tersebut, mereka selalu menjawab dengan semangat, "Laba-laba!" Lalu, Anda dapat melanjutkan dengan, "Laba-laba itu punya kesulitan ketika menjadi penyelamat, kira-kira apa, ya, kesulitannya?"
Kepada anak-anak umur enam tahun, Anda bahkan bisa mengenalkan konflik. Tanyalah kepada mereka, "Apa, ya, yang bakal terjadi jika tidak ada hujan, lalu laba-laba tersebut bisa memanjat dan keluar dari saluran pembuangan tersebut?"
Jika dalam satu cerita tidak ada konflik atau masalah yang harus diselesaikan, tentu cerita itu akan membosankan, bukan? Anda bisa menjelaskan kepada anak Anda siapa tokoh protagonis, tokoh antagonis, konflik, dan resolusi dari cerita tersebut.
Dengan begitu, Anda sudah menunjukkan elemen-elemen sebuah cerita pada anak Anda. Seru, bukan? Jika Anda sudah bosan membacakan cerita ini untuk yang kelima kalinya atau bahkan lebih untuk anak Anda, hal-hal seperti ini akan mengeluarkan Anda dari kebosanan karena Anda tidak menceritakan hal yang itu-itu saja!

3. Tulis buku Anda sendiri.
Untuk anak-anak yang baru mulai membaca, siapkanlah notebook atau scrapbook dengan halaman kosong dan isi buku tersebut dengan kata-kata mereka. Anda bisa mulai dengan keluarga Anda. Siapkan foto ayah dan ibu. Bahkan, Anda bisa meminta si sulung untuk menggambarinya. Siapkan foto kakek, nenek, atau anggota keluarga lain. Anda bisa memcentak cerita tersebut dengan huruf-huruf besar dan tebal.
Dengan cara ini, orangtua juga bisa berkreasi sesuai hal yang disenangi anak. Misalnya anak Anda suka sekali dengan pemadam kebakaran, isi buku kosong tersebut dengan gambar-gambar yang berhubungan dengan pemadam kebakaran.
Mary mengungkapkan, ia mengenal satu keluarga yang anaknya terobsesi sekali dengan penyedot debu. "Ketika bertemu dengan saya, anak itu bertanya apakah saya punya tabung tegak atau tidak. Ini merupakan pengantar yang hebat untuk menulis. Ketika nanti anak Anda bertambah besar, bahkan mereka bisa 'kecanduan' untuk menulis cerita mereka sendiri," paparnya.
Selamat mengaplikasikan!

Sumber:
http://edukasi.kompas.com/read/2011/08/23/09221223/Trik.Membuat.Anak.Cinta.Baca

Baca selengkapnya >>

18 Okt 2011

Dukung Komodo dengan Ketik KOMODO Kirim Ke 9818 - Gratis



Ketik Komodo kirim ke 9818, tarif Rp. 1. Demikian penggalan SMS yang selengkapnya berbunyi “Dukung Komodo menjadi bagian 7 Keajaiban Dunia. Ketik KOMODO kirim ke 9818, tarif Rp. 1. Info lengkap, hub. 111/116 atau www.telkomsel.com” yang dikirimkan oleh Telkomsel Sabtu kemarin. Layanan SMS ke nomor 9818 untuk mendukung Komodo dalam ajang pemilihan 7 keajaiban dunia bernuansa alam (New 7 Wonders of Nature) ini sebenarnya telah saya ketahui sejak Agustus kemarin. 13 Agustus silam Yayasan New Seven Wonder merilis bentuk vote untuk TN Komodo dengan menggunakan SMS. Di blog ini juga pernah ditulis tentang hal ini, yaitu: Dukung Komodo menjadi keajaiban dunia.


Voting dengan SMS ini cukup dengan mengetikkan kata “KOMODO” yang dikirim ke nomor 9818 yang merupakan hasil kerjasama dengan Telkomsel, XL dan Indosat ini dikenai biaya Rp. 1000/SMS. Namun belum sempat mencoba, tanggal 16 Agustus, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI membuat keputusan yang mengejutkan dengan mundur dan menarik Taman Nasional Komodo sebagai finalis dalam New Seven Wonder of Nature. 

Mungkin lantaran kekecewaan saya akan keputusan mengejutkan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata itu, saya yang semula getol mem-publish tulisan tentang kampanye dan dukungan pada pulau Komodo memilih untuk ‘tiarap’. Bahkan ketika pada awal Oktober 2011 Mantan Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla, oleh Pendukung Pemenangan Komodo (P2K), didaulat menjadi Duta Komodo saya masih tetap ‘tiarap’. Saya merasa Pemerintah (Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata), Yayasan New 7 Wonders, dan Pendukung Pemenangan Komodo (P2K) sekedar memperlihatkan adu jotos dengan perilaku yang lebih primitif dari pada perilaku komodo.

Duta Komodo Cari Sensasi?. Pengangkatan Mantan Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla menjadi Duta Komodo oleh Pendukung Pemenangan Komodo (P2K) yang semula saya anggap hanya sekedar sensasi atau kelanjutan adu jotos primitif, mungkin salah.

Selasa, 11 Oktober 2011, Duta Komodo, HM Jusuf Kalla membuat terobosan mengejutkan. Layanan dukungan pada komodo melalu SMS ke nomor 9818 yang semula dikenai biaya Rp. 1000 mulai tanggal 15 Oktober akan digratiskan. Menurut JK, layanan tersebut bisa digratiskan lantaran biaya SMS akan dibayar pihak sponsor. Diharapkan dengan adanya layanan SMS gratis tersebut seluruh masyarakat Indonesia dapat mengirim dukungan sehingga Pulau Komodo masuk ke dalam daftar tujuh keajaiban baru dunia.

Percaya gak percaya. Hingga tanggal 15 Oktober kemarin Telkomsel mengirimkan SMS pemberitahuan adanya layanan SMS gratis untuk mendukung Komodo ke nomor 9818. Dan memang terbukti, setelah saya mengirimkan SMS dan mengecek transaksi terakhir, sms yang saya kirim benar-benar gratis. Selain Telkomsel, provider lain yang menggratiskan biaya SMS ini adalah Telkom Flexi, Indosat dan XL.

Sebagai warga negara Indonesia yang bangga akan keajaiban pulau Komodo saya salut pada HM Jusuf Kalla yang meskipun baru beberapa hari ditunjuk menjadi Duta Komodo namun mampu membuat sebuah terobosan besar dengan mencarikan sponsor untuk memenangkan Komodo sebagai salah satu New Seven Wonder of Nature. Satu hal yang sebelumnya belum pernah saya dengar keluar dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata kita.

Mari Kembali Dukung Komodo. Kita tidak perlu lagi sok sibuk mengungkap siapa sponsor yang membiayai SMS 9818 ini. Apalagi dengan mengkait-kaitkannya dengan ‘uang Amerika’, ‘dana judi’, ataukah ‘ada udang di balik komodo’.

Yang pasti, dengan dibukanya layanan SMS gratis, bagi pengguna Telkomsel, Telkom Flexi, Indosat, dan XL, cukup ketik KOMODO dan kirim sebanyak-banyaknya ke nomor 9818. Dan secercah harapan komodo menjadi New Seven Wonder of Nature kembali terbuka. Masih ada kesempatan hingga 11 November 2011

Sekilas tentang Komodo

Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis), adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora.

Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil.Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.

Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, didirikan untuk melindungi mereka.

Komodo secara alami hanya ditemui di Indonesia, di pulau Komodo, Flores dan Rinca dan beberapa pulau lainnya di Nusa Tenggara. Hidup di padang rumput kering terbuka, sabana dan hutan tropis pada ketinggian rendah, biawak ini menyukai tempat panas dan kering ini. Mereka aktif pada siang hari, walaupun kadang-kadang aktif juga pada malam hari. Komodo adalah binatang yang penyendiri, berkumpul bersama hanya pada saat makan dan berkembang biak. Reptil besar ini dapat berlari cepat hingga 20 kilometer per jam pada jarak yang pendek; berenang dengan sangat baik dan mampu menyelam sedalam 4.5 meter;[19] serta pandai memanjat pohon menggunakan cakar mereka yang kuat. Untuk menangkap mangsa yang berada di luar jangkauannya, komodo dapat berdiri dengan kaki belakangnya dan menggunakan ekornya sebagai penunjang. Dengan bertambahnya umur, komodo lebih menggunakan cakarnya sebagai senjata, karena ukuran tubuhnya yang besar menyulitkannya memanjat pohon.

Klasifikasi Ilmiah Komodo
Kerajaan         :Animalia
Filum :Chordata
Kelas :Reptilia
Ordo :Squamata
Upaordo         :Autarchoglossa
Famili :Varanidae
Genus :Varanus
Spesies         :V. komodoensis

sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Biawak_komodo
http://alamendah.wordpress.com/2011/10/17/ketik-komodo-kirim-ke-9818-dukung-komodo-gratis/
http://www.facebook.com/group.php?gid=107187604432
Baca selengkapnya >>

17 Okt 2011

Ketika kita kena tilang


Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi.
Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.
Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK ?
Sopir (S) : Baik Pak.
P : Mas tau kesalahannya apa ?
S : Gak Pak.
P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yang memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang, lalu menulis dengan sigap.
S : Pak jangan ditilang deh. Wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana. Kalo ada pasti saya pasang.
P : Sudah saya tilang saja. Kamu tau gak banyak mobil curian sekarang ? (dengan nada keras !!)
S : (Dengan nada keras juga) Kok gitu ! Taksi saya kan ada STNKnya Pak. Ini kan bukan mobil curian !
P : Kamu itu kalo dibilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas). Kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH).
S : Maaf, Pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya. Saya mau yang warna BIRU aja.
P : Hey ! (dengan nada tinggi), kamu tahu gak sudah 10 hari ini form biru itu gak berlaku !
S : Sejak kapan Pak form BIRU surat tilang gak berlaku ?
P : Ini kan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU. Dulu kamu bisa minta form BIRU, tapi sekarang ini kamu gak bisa. Kalo kamu gak mau, ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
S : Baik Pak, kita ke komandan Bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)
Dalam hati saya, berani betul sopir taksi ini.
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas ?
S : Siapa yang melawan ? Saya kan cuman minta form BIRU. Bapak kan yang gak mau ngasih
P : Kamu jangan macam-macam yah. Saya bisa kenakan pasal melawan petugas !
S : Saya gak melawan ? Kenapa Bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja Pak, saya foto bapak aja deh. Kan bapak yang bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)
Wah … wah …. hebat betul nih sopir ! Berani, cerdas dan trendy. Terbukti dia mengeluarkan HPnya yang ada kamera.
P : Hey ! Kamu bukan wartawan kan ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu).
Kemudian si sopir taksi itu pun mengejar polisi itu dan sudah siap melepaskan shoot pertama (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi).
P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas seperti itu.
S : Si Bapak itu yang bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yang menilangnya) .
Lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi. Ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yang menghalau tadi menghampiri si sopir taksi.
P 2 : Mas, mana surat tilang yang merahnya? (sambil meminta)
S : Gak sama saya Pak. Masih sama temen Bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)
P : Sini, tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)
Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600,- sambil berkata : Nih kamu bayar sekarang ke BRI ! Lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini. Saya tunggu.
S : (Yes !!) OK Pak ! Gitu dong, kalo gini dari tadi kan enak.
Kemudian si sopir taksi segera menjalankan kembali taksinya sambil berkata pada saya, : Pak, maaf kita ke ATM sebentar ya . Mau transfer uang tilang. Saya berkata : "Ya, silakan."
Sopir taksi itupun langsung ke ATM sambil berkata, "Hatiku senang banget Pak, walaupun ditilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu. Untung saya paham macam-macam surat tilang.
Tambahnya, : "Pak kalo ditilang kita berhak minta form biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang. Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI! Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum.
Dari obrolan dengan sopir taksi tsb dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut :
SLIP MERAH,
berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Itu pun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai nilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat. Disini pun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.
SLIP BIRU,

berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah no. rek Bank BUMN).
Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk ditukar dengan SIM/STNK kita di Kapolsek terdekat di mana kita ditilang. You know what ? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50 ribu ! Dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA. Dan satu lagi yang paling penting, pastikan setiap meminta slip biru NOMINAL yang tercantum di slip harusnya menuju ke nomer rekening atas nama Kejaksaan Negeri. Untuk Denda Tilang bisa dilihat disini


sumber: http://veiledveiled.blogspot.com/2011/07/surat-tilang-biru-dan-merah-apa-bedanya.html
Baca selengkapnya >>

16 Okt 2011

Kesalahan Penempatan Trisatya Pramuka


Untuk Penggalang:
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
- Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan      
   Pancasila
- menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
- menepati Dasadarma.
sumber: 1. http://www.pramukanet.org/index.php?option=com_content&task=view&id=32&Itemid=51
     2. Lampiran  Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor:  086  Tahun  2005 Tentang
                 Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka  Pasal 21 ayat (5) huruf b angka 1)


Untuk penegak:
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan negara kesatuan Republik Indonesia, menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat, menepati Dasa Darma.
sumber:1.  http://www.facebook.com/note.php?note_id=109257449107093
    2.  Lampiran  Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor:  086  Tahun  2005
                 Tentang  Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Pasal 21 ayat (5) huruf c angka 1)


Suatu waktu di hari Jum'at saya ditelepon oleh seorang kakak pembina sebuah pangkalan SD di Campakamulya untuk datang ke kegiatan latihan di pangkalannya. pada saat itu latihan difokuskan pada apel pembukaan latihan. ada seorang anggota penggalang putri sedang berlatih pengucapan trisatya. mulanya saya hanya tersenyum dan membiarkan dia dan berlalu menuju sekretariat gugus depan sekolah tersebut, akan tetapi beberapa langkah lewat dari penggalang putri tadi terdengar "menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat" dengan lantang diucapkan olehnya. hati kecil saya tergugah "eh... bukannya mereka penggalang tetapi kok ... trisatyanya begitu?". dalam hati saya"mungkin saya salah dengar".

tepat di depan pintu sekretariat saya berpapasan dengan salah satu pembina putri lalu saya pura-pura lupa ucapan trisatya dan bermaksud meminjam buku saku atau buku SKU atau apapun yang ada pelafalan trisatya yang dipakai di gugus depan tersebut. dan ternyata saya kaget di buku saku tersebut tertulis "Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan negara kesatuan Republik Indonesia, menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat, menepati Dasa Darma." dan buku saku tersebut adalah buku saku untuk penggalang. saya tidak berkomentar apapun, takutnya saya menyinggung pembina putri tersebut, dan mengucapkan terima kasih atas pinjaman buku sakunya.

besok harinya saya mencoba mencari tahu kembali atas pelafalan trisatya dari berbagi sumber, termasuk saya membeli Buku SKU penggalang dan penegak dari sebuah toko buku di Kota Sukanagara. Dan apa dinyana, saya kembali terkejut dengan tulisan yang tercetak dalam buku SKU tersebut. penulisan trisatya terbalik antara trisatya untuk penggalang dan untuk penegak. saya tidak akan menyebutkan penjual  dan penerbit buku tersebut karena saya tidak ingin menjadikan ini sebagai polemik dan merugikan salah satu pihak.

Akan tetapi, saya menghimbau dan berharap kepada semua Anggota Gerakan Pramuka untuk melihat kembali buku-buku rujukan tentang kepramukaan yang dijual, dipakai dan beredar diantara anggota pramuka. coba kita periksa kembali buku-buku tersebut dan cocokan kembali dengan peraturan-peraturan kepramukaan yang ada.

terima kasih....
salam pramuka !!

Baca selengkapnya >>

Laki-Laki Yang Gelisah


Dari pinggir kaca nako, di antara celah kain gorden, saya melihat lelaki itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke rumah saya.Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat di keningnya. Dada saya berdebar menyaksikannya.

Apa maksud remaja yang bisa jadi umurnya tak jauh dengan anak sulung saya yang baru kelas 2 SMU itu? Melihat tingkah lakunya yang gelisah, tidakkah dia punya maksud buruk dengan keluarga saya? Mau merampok? Bukankah sekarang ini orang merampok tidak lagi mengenal waktu? Siang hari saat orang-orang lalu-lalang pun penodong bisa beraksi, seperti yang banyak diberitakan koran. Atau dia punya masalah dengan Yudi, anak saya? Kenakalan remaja saat ini tidak lagi enteng. Tawuran telah menjadikan puluhan remaja meninggal.

Saya berdoa semoga lamunan itu salah semua. Tapi mengingat peristiwa buruk itu bisa saja terjadi, saya mengunci seluruh pintu dan jendela rumah. Di rumah ini, pukul sepuluh pagi seperti ini,saya hanya seorang diri. Kang Yayan, suami saya, ke kantor. Yudi sekolah, Yuni yang sekolah sore pergi les Inggris, dan Bi Nia sudah seminggu tidak masuk. Jadi kalau lelaki yang selalu memperhatikan rumah saya itu menodong, saya bisa apa? Pintu pagar rumah memang terbuka. Siapa saja bisa masuk. Tapi mengapa anak muda itu tidak juga masuk? Tidakkah dia menunggu sampai tidak ada orang yang memergoki? Saya sedikit lega saat anak muda itu berdiri di samping tiang telepon.

Saya punya pikiran lain.

Mungkin dia sedang menunggu seseorang, pacarnya, temannya, adiknya, atau siapa saja yang janjian untuk bertemu di tiang telepon itu. Saya memang tidak mesti berburuk sangka seperti tadi. Tapi dizaman ini, dengan peristiwa-peristiwa buruk, tenggang rasa yang semakin menghilang, tidakkah rasa curiga lebih baik daripada lengah? Saya masih tidak beranjak dari persembunyian, di antara kain gorden, di samping kaca nako. Saya masih was-was karena anak muda itu sesekali masih melihat ke rumah.

Apa maksudnya?

Ah, bukankah banyak pertanyaan di dunia ini yang tidak ada jawabannya. Terlintas di pikiran saya untuk menelepon tetangga. Tapi saya takut jadi ramai. Bisa-bisa penduduk se-kompleks mendatangi anak muda itu. Iya kalau anak itu ditanya-tanya secara baik, coba kalau belum apa-apa ada yang memukul. Tiba-tiba anak muda itu membalikkan badan dan masuk ke halaman rumah. Debaran jantung saya mengencang kembali. Saya memang mengidap penyakit jantung. Tekad saya untuk menelepon tetangga sudah bulat, tapi kaki saya tidak bisa melangkah.

Apalagi begitu anak muda itu mendekat, saya ingat, saya pernah melihatnya dan punya pengalaman buruk dengannya. Tapi anak muda itu tidak lama di teras rumah. Dia hanya memasukkan sesuatu ke celah di atas pintu dan bergegas pergi. Saya masih belum bisa mengambil benda itu karena kaki saya masih lemas.


Saya pernah melihat anak muda yang gelisah itu di jembatan penyeberangan, entah seminggu atau duaminggu yang lalu. Saya pulang membeli bumbu kue waktu itu. Tiba-tiba di atas jembatan penyeberangan, saya ada yang menabrak, saya hampir jatuh. Si penabrak yang tidak lain adalah anak muda yang gelisah dan mondar-mandir di depan rumah itu, meminta maaf dan bergegas mendahului saya. Saya jengkel, apalagi begitu sampai di rumah saya tahu dompet yang disimpan di kantong plastik, disatukan dengan bumbu kue, telah raib.

Dan hari ini, lelaki yang gelisah dan si penabrak yang mencopet itu, mengembalikan dompet saya lewat celah di atas pintu. Setelah saya periksa, uang tiga ratus ribu lebih, cincin emas yang selalu saya simpan di dompet bila bepergian, dan surat-surat penting, tidak ada yang berkurang. Lama saya melihat dompet itu dan melamun. Seperti dalam dongeng. Seorang anak muda yang gelisah, yang siapa pun saya pikir akan mencurigainya, dalam situasi perekonomian yang morat-marit seperti ini, mengembalikan uang yang telah digenggamnya.

Bukankah itu ajaib, seperti dalam dongeng. Atau hidup ini memang tak lebih dari sebuah dongengan? Bersama dompet yang dimasukkan ke kantong plastik hitam itu saya menemukan surat yang dilipat tidak rapi. Saya baca surat yang berhari-hari kemudian tidak lepas dari pikiran dan hati saya itu.

Isinya seperti ini:
“Ibu yang baik, maafkan saya telah mengambil dompet Ibu. Tadinya saya mau mengembalikan dompet Ibu saja, tapi saya tidak punya tempat untuk mengadu, maka saya tulis surat ini, semoga Ibu mau membacanya. Sudah tiga bulan saya berhenti sekolah. Bapak saya di-PHK dan tidak mampu membayar uang SPP yang berbulan-bulan sudah nunggak, membeli alat-alat sekolah dan memberi ongkos.

Karena kemampuan keluarga yang minim itu saya berpikir tidak apa-apa saya sekolah sampai kelas 2 STM saja. Tapi yang membuat saya sakit hati, Bapak kemudian sering mabuk dan judi buntut yang beredar sembunyi-sembunyi itu. Adik saya yang tiga orang, semuanya keluar sekolah. Emak berjualan goreng-gorengan yang dititipkan di warung-warung. Adik-adik saya membantu mengantarkannya. Saya berjualan koran, membantu-bantu untuk beli beras.

Saya sadar, kalau keadaan seperti ini, saya harus berjuang lebih keras. Saya mau melakukannya. Dari pagi sampai malam saya bekerja. Tidak saja jualan koran, saya juga membantu nyuci piring di warung nasi dan kadang (sambil hiburan) saya ngamen. Tapi uang yang pas-pasan itu (Emak sering gagal belajar menabung dan saya maklum), masih juga diminta Bapak untuk memasang judi kupon gelap. Bilangnya nanti juga diganti kalau angka tebakannya tepat.

Selama ini belum pernah tebakan Bapak tepat. Lagi pula Emak yang taat beribadah itu tidak akan mau menerima uang dari hasil judi, saya yakin itu. Ketika Bapak semakin sering meminta uang kepada Emak, kadang sambil marah-marah dan memukul, saya tidak kuat untuk diam. Saya mengusir Bapak. Dan begitu Bapak memukul, saya membalasnya sampai Bapak terjatuh-jatuh. Emak memarahi saya sebagai anak laknat. Saya sakit hati. Saya bingung. Mesti bagaimana saya? Saat Emak sakit dan Bapak semakin menjadi dengan judi buntutnya, sakit hati saya semakin menggumpal, tapi saya tidak tahu sakit hati oleh siapa.

Hanya untuk membawa Emak ke dokter saja saya tidak sanggup. Bapak yang semakin sering tidur entah di mana, tidak perduli. Hampir saya memukulnya lagi. Di jalan, saat saya jualan koran, saya sering merasa punya dendam yang besar tapi tidak tahu dendam oleh siapa dan karena apa. Emak tidak bisa ke dokter. Tapi orang lain bisa dengan mobil mewah melenggang begitu saja di depan saya, sesekali bertelepon dengan handphone. Dan di seberang stopan itu, di warung jajan bertingkat, orang-orang mengeluarkan ratusan ribu untuk sekali makan. Maka tekad saya, Emak harus ke dokter. Karena dari jualan koran tidak cukup, saya merencanakan untuk mencopet.

Berhari-hari saya mengikuti bus kota, tapi saya tidak pernah berani menggerayangi saku orang. Keringat dingin malah membasahi baju. Saya gagal jadi pencopet. Dan begitu saya melihat orang-orang belanja di toko, saya melihat Ibu memasukkan dompet ke kantong plastik. Maka saya ikuti Ibu. Di atas jembatan penyeberangan, saya pura-pura menabrak Ibu dan cepat mengambil dompet. Saya gembira ketika mendapatkan uang 300 ribu lebih. Saya segera mendatangi Emak dan mengajaknya ke dokter.

Tapi Ibu, Emak malah menatap saya tajam. Dia menanyakan, dari mana saya dapat uang. Saya sebenarnya ingin mengatakan bahwa itu tabungan saya, atau meminjam dari teman. Tapi saya tidak bisa berbohong. Saya mengatakan sejujurnya, Emak mengalihkan pandangannya begitu saya selesai bercerita.

Di pipi keriputnya mengalir butir-butir air. Emak menangis. Ibu, tidak pernah saya merasakan kebingungan seperti ini. Saya ingin berteriak. Sekeras-kerasnya. Sepuas-puasnya. Dengan uang 300 ribu lebih sebenarnya saya bisa makan-makan, mabuk, hura-hura. Tidak apa saya jadi pencuri. Tidak perduli dengan Ibu, dengan orang-orang yang kehilangan. Karena orang-orang pun tidak perduli kepada saya. Tapi saya tidak bisa melakukannya. Saya harus mengembalikan dompet Ibu. Maaf.”

Surat tanpa tanda tangan itu berulang kali saya baca. Berhari-hari saya mencari-cari anak muda yang bingung dan gelisah itu. Di setiap stopan tempat puluhan anak-anak berdagang dan mengamen. Dalam bus-bus kota. Di taman-taman. Tapi anak muda itu tidak pernah kelihatan lagi. Siapapun yang berada di stopan, tidak mengenal anak muda itu ketika saya menanyakannya.

Lelah mencari, di bawah pohon rindang, saya membaca dan membaca lagi surat dari pencopet itu. Surat sederhana itu membuat saya tidak tenang. Ada sesuatu yang mempengaruhi pikiran dan perasaan saya. Saya tidak lagi silau dengan segala kemewahan. Ketika Kang Yayan membawa hadiah-hadiah istimewa sepulang kunjungannya ke luar kota, saya tidak segembira biasanya.Saya malah mengusulkan oleh-oleh yang biasa saja. Kang Yayan dan kedua anak saya mungkin aneh dengan sikap saya akhir-akhir ini.

Tapi mau bagaimana, hati saya tidak bisa lagi menikmati kemewahan. Tidak ada lagi keinginan saya untuk makan di tempat-tempat yang harganya ratusan ribu sekali makan, baju-baju merk terkenal seharga jutaan, dan sebagainya. Saya menolaknya meski Kang Yayan bilang tidak apa sekali-sekali. Saat saya ulang tahun, Kang Yayan menawarkan untuk merayakan di mana saja. Tapi saya ingin memasak di rumah, membuat makanan, dengan tangan saya sendiri.

Dan siangnya, dengan dibantu Bi Nia, lebih seratus bungkus nasi saya bikin. Diantar Kang Yayan dan kedua anak saya, nasi-nasi bungkus dibagikan kepada para pengemis, para pedagang asongan dan pengamen yang banyak di setiap stopan. Di stopan terakhir yang kami kunjungi, saya mengajak Kang Yayan dan kedua anak saya untuk makan bersama. Diam-diam air mata mengalir di mata saya.

Yuni menghampiri saya dan bilang, “Mama, saya bangga jadi anak Mama.”

Dan saya ingin menjadi Mama bagi ribuan anak-anak lainnya.

Baca selengkapnya >>

14 Okt 2011

Salah Satu Cara Menghilangkan Insomnia


Suatu hari, akibat kecapean kerja lembur, hari minggu udin tak pernah beranjak dari tempat tidur, seharian dia memejamkan mata untuk menghilangkan rasa lelah. Pukul 5 sore barulah ia beranjak menuju bak mandi untuk menghilangkan rasa lemas dan membersihkan badan yang seharian di tempat tidur dan bau.

Alih-alih untuk menghilangkan cape hari kemarin, malem seninnya mata udin tak bisa terpejam, baru pukul 4 dinihari mata udin bisa terpejam kembali itu pun dengan berbagai cara. Malam berikutnya, kembali udin gelisah dan susah untuk memejamkan mata. Sudah membaca do’a-do’a yang ia hapal, sudah menghitung domba seperti Mr. Bean ... pokoknya segala cara ia gunakan untuk memejamkan mata. Padahal hari tadi udin tidak tidur siang, di kantor ia bekerja full, sebab mempersiapkan laporan akhir yang seabreg....

Biasanya hal ini menimpa para pekerja kantoran yang selalu tiap hari duduk berjam-jam di atas kursi kantornya. Susah tidur atau bahasa kerennya insomnia hampir selalu menghinggapi para pekerja teladan ini. Stress atau beban pikiran berat tak asing bersentuhan dengan para pekerja. Biasanya, untuk menghilangkan ini ditempuh cara instans menelan obat tidur yang banyak ahli sudah menentukan akan menjadi kecanduan.

Para dokter dari University of Pittsburgh School of Medicine melakukan suatu eksperimen untuk mengatasi pasien yang menderita insomnia. Sebanyak 12 pengidap insomnia primer (yang mengalami kesulitan tidur akibat stres) dan 12 pasien dengan kesehatan yang terkontrol, diberi tudung plastik yang berisi air dingin di kulit kepala dan dahi. 

Hal ini dilakukan karena pada seseorang pengidap insomnia diketahui memiliki aktivitas otak yang lebih tinggi daripada mereka yang tak punya gangguan tidur. Nah, tudung ini rupanya menurunkan suhu prefrontal cortex, bagian otak yang mendorong untuk tidur lelap. Akibatnya, aktivitas otak melambat, dan mendorongnya untuk beristirahat. Setelah mengenakan tudung khusus tersebut, para pengidap insomnia ini tertidur dengan cepat. Mereka hanya butuh 13 menit untuk tertidur, yang artinya bahkan lebih cepat daripada pasien yang sehat dimana membutuhkan rata-rata 16 menit untuk terlelap. 

Kedua kelompok responden ini juga menghabiskan 89 persen dari waktu mereka di tempat tidur untuk tertidur lelap. "Penemuan paling berarti dari studi ini adalah bahwa kita bisa mendapatkan dampak yang menguntungkan bagi penderita insomnia melalui mekanisme yang aman, dan mudah disediakan di rumah," papar Dr Eric Nofzinger, salah satu tim peneliti. Meskipun demikian, ide memakai tudung berisi air dingin ini mungkin tidak semudah kedengarannya. Misalnya, seberapa dingin suhunya? Selain itu, kebanyakan dari kita tentu merasa tidak nyaman saat menempelkan sesuatu yang dingin pada kepala, apalagi di tempat tidur. 

Dalam penelitian dua tahun sebelumnya, para spesialis masalah tidur di Inggris pernah menyarankan cara yang lebih simpel untuk mendinginkan tubuh. Menurut profesor Jim Horne dari Loughborough University, Anda bisa meletakkan kipas angin di samping tempat tidur untuk menghembuskan udara dingin ke arah muka. Begitu darah yang dingin dari pipi mengalir ke jantung, darah akan mengalir sepanjang arteri sambil membawa darah yang lebih hangat ke arah lain dari otak. "Darah yang lebih dingin memasuki otak, dan menyebabkan tidur yang lebih nyenyak. Anda hanya butuh sedikit hembusan angin ke arah wajah," paparnya.

Demikian salah satu cara menghilangkan insomnia, selamat mencoba....................

Baca selengkapnya >>

11 Okt 2011

PENGEMBANGAN SILABUS


A.    Perencanaan Semester
Perencanaan semester merupakan program pembelajaran yang berisi jaringan tema, bidang pengembangan tingkat perkembangan, capaian perkembangan dan indikator yang ditata secara urut dan sistematis, alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap jaringan tema, dan  sebarannya ke dalam semester 1 dan  2.
Baca selengkapnya >>

8 Okt 2011

RPP PKn Paket B Kelas 9 Semester 1 Pertemuan 3


Nama Kejar        : …………….............
Mata pelajaran        : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/semester        : ix/i
Standar kompetensi : Menampilkan partisipasi dalam usaha pembelaan negara
Kompetensi dasar : 1.1 Mengidentifikasi bentuk-bentuk usaha  pembelaan negara
Indikator                : - Menyebutkan bentuk-bentuk keikutsertaan warga negara dalam upaya pembelaan   negara.
Alokasi waktu : 4 x 40 menit  (2 x pertemuan)




A. TUJUAN PEMBELAJARAN :
Setelah selesai proses pembelajaran, warga belajar dapat menyebutkan bentuk-bentuk keikut sertaan warga negara dalam upaya pembelaan negara.

B. MATERI PEMBELAJARAN:
Peran serta warga negara dalam usaha pembelaan negara

C. METODA : Ceramah bervariasi, tanya jawab dan diskusi.

D. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
    Pertemuan 1



NO Kegiatan Belajar Waktu Ket  
1.


Pendahuluan
a. Apersepsi
     Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
- Penjajakan kesiapan belajar warga belajar dengan memberikan pertanyaan
tentang materi yang akan diajarkan.
10 menit




 
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket  
2.












3.







Kegiatan inti
a. Penjelasan konsep seara umum tentang bentuk-bentuk keikut sertaan warga negara dalam upaya pembelaan negara
b. Siswa menyimak dan mencermati uraian materi pokok tentang bentuk-bentuk keikutsertaan warga negara dalam upaya pembelaan negara.
c. Siswa mengkaji UU No. 3 Th. 2002  dan membuat resume secara kelompok.
d. Warga belajar mendiskusikan aplikasi UU No. 32 Th. 2002 pasal 9 dalam kehidupan masyarakat.
e. Warga belajar dibagi kedalam 8 kelompok untuk mencari aplikasi UU No 3 Th. 2002 pasal 9 di media masa.

Kegiatan Penutup
a. Warga belajar dibimbing tutor menyimpulkan materi untuk pemahaman warga belajar.
 b. Post Test
c. tindak lanjut dengan memberi tugas kelompok untuk mencari informasi dari media masa  dalam bentuk kliping tentanng keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara. 60 menit












10 meniit








Pertemuan Ke-2

NO Kegiatan Belajar Waktu Ket  
1.







2.








3.   Pendahuluan
a. Apersepsi
     Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
- Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan
tentang materi yang akan diajarkan.

- Informasi kompetensi yang ingin dicapai.
Kegiatan inti
a. Masing-masing kelompok mempersiapkan diri untuk mempresentasikan kliping hasil karya kelompok
b. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karya kelompoknya, kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya.
c. Tutor memberikan klarifikasi terhadap hasil karya kelompok.
d. Warga belajar berperan aktif dalam kegiatan tanya jawab kelas yang difasilitasi oleh tutor..

Kegiatan Penutup
a. warga belajar dibimbing tutor menyimpulkan materi untuk pemahaman warga belajar.
 b. Post Test
c. Mengadakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. 10 menit







60 menit








10 menit





E. PENILAIAN
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Sebutkan 3 peraturan perundang-undangan yang mengatur kewajiban membela negara!
2. Sebutkanlah bentuk-bentuk keikutsertaan warga negara dalam upaya pembelaan negara!
3. Sebutkanlah bunyi pasal 9 ayat 1 Undang-undang No.3 Tahun 2003!


Format Penilaian Kliping dan Presentasi



NO Nama Warga belajar Aspek Jumlah Skor Rata-rata Skor  
  1 2 3 4 5  














Keterangan:  1. Kesesuaian antara judul dengan tema
2. Kerapihan/Estetika
3. Komentar kelompok terhadap isi kliping
4. Presentasi
5. Kemampuan argumentasi


     .............., ............................
  Mengetahui
Ketua PKBM.....................         Tutor Mata Pelajaran



   _______________________         _____________________
         


Baca selengkapnya >>

NYI BUNGSU RARANG


Jaman baheula aya tujuh sadulur, awewe wungkul. Geus teu bogaeun indung bapa, da geus maraot.
Nu genepan mah geus baroga imah sorangan, tur alus, hirupna sareng sarenang. Tapi ari nu bungsu mah hirupna miskin, da teu dibagi warisan.

Warisan teh ngan dibagi ku genep bae, si bungsu mah cicingna ge nyiruruk di imah butut. Nu bungsu teh ngarana Nyi Bungsu Rarang. Teu dialakuran ku dulur ku lanceuk-lanceukna teh, ta eta miskin. Di anggap bujang wae, sok dititahan nutu, nyangu, macul. Tapi tara diburuhan. Kalah sok pada nyarekan atuh nyi Bungsu Rarang teh sediheun pisan.

Dina hiji poe Nyi Bungsu Rarang teh manggih anak Lauk Emas ti sisi susukan. Tuluy diingu tuluy diwadahan dina batok. Unggal poe sok diparaban bakatul.
Anak lauk teh ngagedean. Ku Nyi Bungsu Rarang dipindahkeun kana balong tukangeun imahna. Nyi Bungsu Rarang kacida nyaaheunana ka eta lauk teh tuluy dingaranan, ngarana Si Leungli.

Si Leungli beuki lila beuki gede parab na oge ayeuna mah bubur. Unggal poe Nyi Bungsu Rarang sok mubur tuluy ka sisi balong ari marabna sok di kawihan bari diuk dina batu lempar.
Kieu ngawihna teh:

Leungli, Leungli, Leungli, Leungli
Mere bubur pare alus
Ditapi dina parahu
Ditapi ku nyiru gading
Diwadahan talem kuning

Mun geus tamat nagwihna, geboy-geboy Si Leungli datang. Tuluy nyokcrokan bubur tina leungeun Nyi Bungsu. Ku Nyi Bungsu hulu si Leungli sok diusapan, bangun nyaaheun pisan.

Kacaritakeun lanceuk-lanceukna, sok ngintip kana sagala kalakuan Nyi Bungsu Rarang. Maranehanana saririkeun, pedah Nyi Bungsu Rarang boga lauk gede. Tuluy wae baradami, lauk teh rek dipaling.

Dina hiji poe Nyi Bungsu indit rada jauh, rek balangsiar. Dulur-dulurna nu genep gancang arindit ka balong tukangeun imah Nyi Bungsu Rarang. Nu saurang geus sadia nyenyekel bedog seukeut.

Lanceukna nu cikal nurutan Nyi Bungsu Rarang nyalukan Si Leungli, bari kakawihan:

Leungli, Leungli, Leungli, Leungli
Mere bubur pare alus
Ditapi dina parahu
Ditapi ku nyiru gading
Diwadahan talem kuning

Si Leungli teu nyahoeun, yen nu ngageroan teh lain Nyi Bungsu. Atuh tuluy wae muncul. Barang pucunghul, ujug-ujug gejrog wae dikadek ku bedog. Si Leungli ngoleab, huluna baloboran getih, tuluy wae kunu genepan teh diala, digusur ka imahna. Mani beurat, da Si Leungli gede pisan, sagede orok.
Kacaritakeun Nyi Bungsu Rarang kakara datang tas balangsiar.
Gancang wae mubur keur Si Leungli. Sanggeus asak, tuluy di bawa ka sisi balong, pek ngawih nyalukan Si Leungli.

Leungli, Leungli, Leungli, Leungli
Mere bubur pare alus
Ditapi dina parahu
Ditapi ku nyiru gading
Diwadahan talem kuning

Tapi Si Leungli teu daek muncul. Atuh prak Nyi Bungsu Rarang ngawih deui. Tapi Si Leungli angger teu muncul.
Sababaraha kali Nyi Bungsu Rarang ngawih, nepi ka sorana peuyeuh.
Barang ngareret ka juru balong, breh wae tapak suku mani ledug jeung getih ucrat-acret. Teg wae Nyi Bungsu nyangka tangtu Si Leungli aya nu ngala.
Tulu wae Nyi Bungsu Rarang indit ka imah lanceuk-lanceukna, nanyakeun Si Leungli. Ku lanceuk-lanceukna pada nyarekan, bari diusir.
Ari keur kitu, aya hayam bikang kokotak. Kieu kokotakna:

Kotak, kotak dongklak,
Hulu Si Leungli di para sandak.

Lanceuk-lanceukna Nyi Bungsu rareuwaseun, tuluy wae hulu Si Leungli dipindahkeun kana pariuk. Tapi hayam bikang teh kokotak deui:

Kotak, kotak dongklak
Hulu Si Leungli dina pariuk.

Atug gancang hulu Si Leungli dipindahkeun deui kana handapeun dulang. Tapi hayam teh kokotak deui:

Kotak, kotak dongklak,
Hulu Si Leungli handapeun dulang.

Bakating ku keuheul, hulu Si Leungli teh ku lanceukna dibalangkeun ka hareupeun Nyi Bungsu Rarang, bari ngomong: “Kop tah lebok ku sia!”.
Ku Nyi Bungsu Rarang, hulu Si Leungli dirontok bari diceungceurikan, tuluy dibawa ka imahna. Pek dibungkus dihade-hade. Tuluy dikubur handapeun bangku tempat Nyi Bungsu sare.
Lila-lila, tina kuburan Si Leungli bijil tangkal. Beuki lila eta tangkal beuki luhur. Eta tangkal teh kacida ahengna. Daunna perak mani harerang, tangkalna emas mani ruhay. Ari buahna berlian mani babaralakan.
Sakali mangsa, buah berlian teh ujug-ujug pung wae ngapung sasiki. Ka mana nya ngapungna? Horeng teh ka karaton raja.

Pluk murag payuneun raja pisan. Atuh raja teh teu kinten kageteunana. Buah teh dicandak ku anjeunna.
Saurna, “Ieu buah teh ti mana, nya? Mana alus-alus teuing. Yu patih, urang teangan, ti mana asalna!”
Terang wae raja teh angkat, tunggang kuda milarian tangkal berlian tea. Teu lila, sumping wae ka imah Nyi Bungsu Rarang. Kabeneran Nyi Bungsu Rarang keur aya. Ku raja dipariksa ti mana boga tangkal nu sakitu ahengna.

Ku Nyi Bungsu Rarang didongengkeun lalakon Si Leungli teh.
Raja hawatoseun ka Nyi Bungsu Rarang. Teras wae Nyi Bungsu dicandak ka karaton. Tangkal emas oge dicandak deuih, dipelakkeun di taman di payuneun karaton.
Lami-lami, Nyi Bungsu Rarang ditikah ku raja, didamel prameswari.
Lanceuk-lanceukna Nyi Bungsu Rarang kaduhungeun, baheula galak ka Nyi Bungsu Rarang. Tuluy arindit ka karaton, menta dihampura ka Nyi Bungsu Rarang.
Ku Nyi Bungsu Rarang dihampura sarta dibarere pakean jeung perhiasan. Lanceuk-lanceukna ayeuna jadi balageur, jadi nyaraah ka nu miskin

Baca selengkapnya >>

3 Okt 2011

Membangun Blog Secara Efektif dan Efesien


Ketika para blogger membangun sebuah blog, pasti terbersit dan tertata pemikiran akan popularitas, penampilan bahkan penghasilan dari blognya jauh di atas rata-rata blog orang lain. oleh sebab itu, maka berkelana para blogger terutama yang rookie (seperti saya) mencari-cari tutorial di dunia maya. Biasanya para rookie terjebak pada tutorial-tutorial instans meningkatkan performa dan poularitasnya, malah terjebak kepada yang menyesatkan. Akibatnya, bukannya performa dan popularitas yang didapat tetapi kerusakan pada blog kita.

Perlu dipahami bahwa membuat blog bukanlah sebuah proses singkat. Akan tetapi, membuat blog adalah proses dimana kontruksi dan elemen blog disusun sedemikian rupa sehingga terbentuk sebuah appearance dan isi dasar yang siap ditampilkan untuk pembaca/pengunjung, setidaknya ada beberapa tahap dalam mempersiapkan pembuatan blog :
a. Menyusun nama domain yang unik yang belum ada satu pun yang memilikinya.
b. Mendaftarkan domain tersebut ke penyedia layanan blog/atau yang langsung di-hosting sendiri.
c. Melakukan proses verifikasi dan akhirnya sampai pada terbuatnya url blog; yang berarti sebuah blog telah lahir.

Sampai pada tahap ini seringkali kita menganggap semua sudah beres. Lalu, secara serampangan, kita mulai melakukan posting besar-besaran. Bahkan, karena untuk memenuhi tuntutan jumlah posting yang harus terlihat banyak, seorang blogger tidak segan-segan melakukan copas massal dari beberapa blog sekaligus. Cara ini sebenarnya jauh dari usaha membuat blog yang baik dan sama sekali tidak efektif.

Berikut langkah selanjutnya pada tahap dan proses membuat blog:
1. Fokuslah pada konstruksi blog terlebih dahulu, jangan berfikir tentang traffic/pengunjung. Jika perlu set akses blog ke private dimana hanya anda yang dapat mengaksesnya.

2. Carilah theme/template yang sesuai keinginan sekaligus memenuhi kriteria yang sesuai dengan topik blog yang hendak diusung (termasuk personal blog). Pada proses ke depannya, akan sangat mungkin bregonta-ganti template. Namun, akan lebih baik jika hal itu diminimalisir, atau setidaknya hanya dilakukan pada tahap awal. Selanjutnya, blog telah siap melangkah dengan template yang sebelumnya telah diuji coba dan dipilih. Saat ini telah banyak template/theme berkualitas premium dan gratis.

3. Pilih dan pilah widget yang akan dipasang. Fokuskan pada penggunaan widget yang fungsinya jelas, seperti untuk alat navigasi, komunitas (follow) dan statistik (traffic/visitor/pageview). Sebenarnya sangat wajar untuk mencoba berbagai macam widget (namanya juga penasaran dan ingin melihat hasilnya, ya kan?), tapi perhatikan benar fungsinya. Hindari widget-widget pemanis yang sebenarnya tidak penting,  alih-alih justru menambah berat blog dan membuat pengunjung terganggu. Seringkali saya disambut dengan widget/plugin pop up window berjenis javascript ketika berkunjung ke suatu blog: "Halo, tuliskan namamu, umurmu, jenis kelaminmu?" Pertanyaan saya, "Pentingkah itu?" Saya merasa sangat terganggu, karena yang saya butuhkan adalah membaca artikel blog, bukan mengikuti sensus penduduk. :) Hindari widget-widget semacam itu.

4. Jika perlu, buat blog baru yang berfungsi sebagai laboratorium untuk melakukan uji coba template dan widget, sehingga jika dirasa sudah pas, tinggal dipasang di blog utama.

5. Sembari melakukan langkah-langkah di atas, buat posting secara berkala. Santai saja, tidak usah terburu-buru. Menulis dalam keadaan rileks dan pikiran jernih dapat menghasilkan tulisan yang berbobot, sesederhana apapun topiknya.

6. Sebuah blog adalah wahana untuk menampilkan wacana, pastikan blog telah memiliki artikel yang cukup sebelum dilemparkan ke khalayak luas. 5-10 artikel saya kira sudah cukup untuk menjadi awal pembuka perkenalan seorang blogger dan blognya.

7. Waktu satu hingga dua bulan bukanlah waktu yang lama untuk membuat fondasi blog yang benar-benar kokoh. Tanamkan pemahaman bahwa segala proses di atas tidak dapat dilakukan dalam satu dua hari. saja Jika dianalogikan sebagai rumah yang hendak di bangun, maka haruslah dipastikan apakah fondasi yang disusun benar-benar kuat dan siap ditumpuk dengan material bangunan yang lain, dan itu membutuhkan waktu yang tidak bisa dibilang instan.

Langkah Dasar Membangun Blog (External Step)
Setelah fondasi yang ditanam di dalam tanah sudah dipastikan cukup kuat, maka sekarang adalah saatnya untuk membangun dinding hingga atapnya, bagian-bagian yang telah tersentuh udara bebas. Tahap ini banyak meliputi hal-hal eksternal dimana blogger mulai bergerak untuk mempromosikan/memperkenalkan blognya ke khalayak umum.

1. Bertandanglah ke blog-blog lain, berkenalan, dan berkomentarlah sebanyak-banyaknya. Prioritaskan pada blog-blog yang juga masih baru. Mengapa? Kemungkinan mendapat respon dan kunjungan balik akan jauh lebih besar dan cepat. Penyikapan dari blogger lain yang memiliki kondisi sama  akan lebih nyambung karena interaksi yang terjadi lebih seimbang. Akan sangat sulit untuk mendapat kunjungan blogger-blogger senior yang notabene memiliki kesibukan yang sama pula bersama dengan blogger-bloger sepantarannya. Bukan berarti untuk membeda-bedakan, akan tetapi jika dianalogikan, apakah anda akan bertandang dan bermain dengan anak SMA ketika anda masih kelas 6 SD? Tentu saja menuntut blogger-blogger yang sudah bertaraf semacam itu tidak bisa dibilang sebagai hal mudah. Semua ada tahapnya seperti ketika menaiki anak tangga. Menaiki lima anak tangga sekaligus justru beresiko besar dan jmenghilangkan bagian proses yang seharusnya dilalui dalam bersosialisasi dan belajar.

2. Berkomentarlah dengan isi yang berkualitas. Mengapa? Karena isi komentar yang berbobot akan lebih menarik perhatian daripada yang asal-asalan. Berilah pendapat dalam suatu artikel atau bertanyalah hal-hal yan dapat memancing pemilik blog untuk berantusias menjawabnya. Dengan cara seperti ini, kunjungan balik akan memiliki presentase kemungkinan yang cukup besar. Hindari komentar-komentar yang hanya "asal jeplak",  karena kualitas anda sebagai blogger baru juga dinilai dari faktor itu. Hal ini juga akan menarik minat blogger-blogger senior untuk lebih mempertimbangkan kehadiran anda.

3. Setelah mulai berkenalan dan bersosialisasi dengan sesama Blogger, mulailah pula melakukan tahap-tahap mengenalkan blog pada search engine dan meningkatkan SEO-nya, baik secara on-page maupun off-page. Seorang bloggger yang ingin blognya ramai pengunjung tidak dapat mengandalkan pengunjung dari hasil blogwalking saja. Oleh karena itu, tahap ini mulai menjadi langkah yang sangat penting dan harus secara konstan dilakukan.

4. Salah satu cara untuk memperkuat SEO dan indeks search engine adalah dengan dengan rajin berkomentar di blog-blog seperti cara sebelumnya.

5. Daftarkan blog dan artikel ke situs-situs social bookmarks. Hal ini akan menambah visibilitas blog beserta halaman-halamannya.

6. Mulai aktiflah mengikuti forum-forum blogger maupun forum umum. Buat posting dengan topik/wacana tertentu. Pastikan link blog tercantum pada bagian posting tersebut sebagai sumber dan identitas. Posting tidak harus berupa artikel yang menjelaskan sesuatu, namun bisa juga berupa pendapat, pertanyaan, dan segala sesuatu yang membutuhkan respon. Situs forum blogger di indonesia misalnya adalah indonesia-blogger.com dan www.planet-blog.com. Untuk direktori international, contohnya adalah technorati.com (lihat pula direktori-direktori blog lain di bagian footer widget blog ini).

7. Teruslah berburu direktori-direktori  blog/website dan social blookmark. Gunakan search engine sebagai alat pencarian yang terbukti efektif.

8. Perluas jaringan dan popularitas blog dengan menggunakan social media seperti Twitter dan Facebook. Anda dapat mempublish artkel, menggaet follower dan fans (likers) berpromosi, dan memperluas  jangkauan komunikasi. 

9. Tetap terus membuat posting. Kekayaan dan sumber daya blog adalah artikel. Tapi jangan memaksakan diri untuk menulis sebanyak-banyaknya. Menulislah dengan bermodal mood dan semangat. Artikel yang berkualitas dan original akan banyak mendapat kesempatan untuk mendapatkan linkback dari blogger lain yang meng-copas-nya. Jika tidak ada link sumber, mintalah. Ini untuk originalitas dan kredibilitas blog serta untuk meningkatkan popularitas dan visibilitas blog.

10. Lakukan analisis kecil-kecilan (besar-besaran juga tidak apa-apa ding), terhadap traffic blog; baik dalam  hal jumlah pageview maupun visitor. Gunakan fitur statistik blog yang telah disediakan peyedia layanan blog (platform) ataupun situs lain dimana widget traffic/visitor/pageview telah terpasang sebelumnya. Perhatikan perkembangannya dan lihat apakah ada peningkatan atau tidak.

11. Cek juga kondisi blog di search engine (Google) melalui Google webmaster toolsdan atau Google Analitityc

12. Daftarkan blog ke Alexa untuk mengetahui kemajuan peringkat blog anda.

13. (Opsional) Jadilah guest blogger (penulis tamu) pada blog-blog yang menawarkan.

14. Langkah nomer 1 hingga 12 adalah langkah yang simultan dan harus dilakukan secara kontinyu selama anda ingin blog terus memiliki perkembangan; baik dalam hal kualitas, popularitas, traffic, dan finansial (bagi yang me-monitize-kan blog).

15. Sabar dan menikmati proses.

Baca selengkapnya >>

2 Okt 2011

Transfer Persib Musim 2011/2012:

KELUAR

Daniel Roekito [Pelatih][Persisam] [Resmi]
Eka Ramdani [Tengah][Persisam] [Resmi]
C Gonzales [Depan] [Persisam] [Resmi]
Dias Angga Putra [Tengah][Persisam] [Resmi]
Johan Yoga [Depan] [Persisam] [Resmi]
Hilton Moreira [Depan] [Sriwijaya FC] [Resmi]
Nova Arianto [Belakang][Sriwijaya FC][Resmi]
Baca selengkapnya >>

Mendampingi Anak Maen - Game


Ga dikasih anak jadi kurang informatif, dikasih malah jadi banyak efek negatifnya. Itulah dilema orang tua dalam menghadapi anak ketika mereka minta sarana untuk game elektronik. Tapi ada saja orang tua yang “kasih ajalah, toch entar juga bisa belajar milih sendiri gamenya”.. atau ada juga yang bergitu protektif hingga anak ga boleh sama sekali berkenalan dengan game elektronik.

Sebenarnya dilema ini sudah lama menjadi topik hangat para ahli psikologi dan pendidik anak. Ada yang menudingnya sebagai biang kemalasan, kebodohan, kekerasan, dan seabreg perilaku negatif lainnya. Namun ada pula yang menganggapnya sebagai sesuatu yang positif, yang mengatakan jika sebuah game bisa memacu kreativitas, mencerdaskan, meluaskan wawasan, dan lain sebagainya.

Walau memicu kontroversi, anak-anak di zaman sekarang agaknya memang sulit untuk bisa dilepaskan dari game. Lihatlah di mana-mana, rental penyewaan game yang biasanya menyatu atau berdekatan dengan warung internet, selalu saja ramai oleh anak-anak. Bahkan tidak sedikit pula orang dewasa yang turut bermain di sana. Tidak pagi, tidak siang, tidak pula malam, selalu penuh.

Di antara yang pro dan kontra, ada pula yang mencoba untuk bersikap bijak. Mereka menganut prinsip, “Man behind the gun.” Orang di belakang suatu benda atau produklah yang menentukan baik atau buruknya.
Ibarat uang pajak, kalau berada di dalam sistem pemerintahan yang mentalnya maling, maka akan dipakai untuk memperkaya diri sendiri, namun jika berada di dalam sistem pemerintahan yang benar, maka mereka akan menyedikitkan pajak, memperbesar pemasukan negara dari sektor lain yang lebih produktif seperti ekspor dan sebagainya, serta menggunakan semua pemasukan negara dengan penuh amanah semata-mata demi mensejahterakan rakyatnya.

Mereka yang mencoba bersikap bijak tahu jika game itu ada sisi positif dan juga negatifnya. Mereka tahu jika game sekarang ini jauh lebih bermanfaat ketimbang siaran teve yang sarat dengan acara-acara sampah. Dan mereka tidak secara membabi-buta melarang anak-anaknya main game, asalkan mainnya di rumah dan mereka sendirilah—bersama anaknya—yang memilihkan jenis game seperti apa yang boleh dimainkan dan mana yang tidak baik untuk dimainkan. Bahkan tak jarang mereka menemani anaknya bermain game dan menerangkan apa-apa saja yang harus diketahui anaknya.

Mengapa harus di rumah? Karena jika sang anak bermain di dalam rumah, maka orangtua atau orang yang lebih dewasa bisa mengontrol dan memantau mereka, mengingatkan waktu sholat, waktu makan, lamanya waktu bermain, posisi duduk, volume suara, dan menerangkan apa-apa yang ada di dalam permainan tersebut.

Semua ini sangat sulit untuk diterapkan jika sang anak bermain game di luar rumah, semisal di tempat rental game dan sebagainya.
Mengapa harus mendampingi anak dalam memilih jenis game apa yang boleh dimainkan dan game mana yang tidak boleh dimainkan?

Berikut tips mendampingi anak maen game:
1. Beritahukan pada anak Anda dampak positif dan negatif dari main game. Usahakan untuk menyediakan alat game di rumah, dengan begitu ia mudah diawasi dalam penggunaan alat game tersebut dibandingkan jika ia ke warnet atau ke rental PS. 
2. Saat anak mulai bersikap aneh, menjadi pendiam atau sering terlibat konflik tidak ada salahnya untuk memeriksa isi emailnya atau CD-CD game-nya. Ingatlah hal itu bisa dilakukan jika Anda mulai curiga bukan untuk dilakukan setiap saat.
3. Jangan meletakkan komputer atau alat game lainnya dalam kamar anak, karena akan sulit diawasi. Letakkan di ruangan yang banyak orang melewatinya dan tidak menghadap tembok. Dengan begitu, siapapun bisa melihat layar komputer atau alat game lainnya.
4. Beritahukan situs-situs seru yang cocok dengan usianya atau game-game seru bagi anak seumurnya. Dengan begitu ia tidak mencari situs atau CD game sendiri yang bisa saja masuk dalam situs atau Genre Game dewasa. Anda juga bisa memblokir situs-situs yang berbahaya baginya atau membuang diam-diam CD game berbahaya.
5. Belajarlah untuk mencari katalog permainan atau situs bagi anak seumuran anak kita.
6. Terapkan disiplin waktu penggunaan internet atau alat game. Jangan biarkan jika anak Anak bermain internet atau alat game selama berjam-jam apalagi sampai larut malam.
7. Perketat atau disiplinkan penggunaan uang jajan atau uang lainnya yang diberikan kepada anak, supaya kita mengetahui penggunaan uang tersebut dan tidak dipakai untuk ke warnet atau rental PS.
Baca selengkapnya >>

PKBM sebagai Pusat Pendidikan alternatif selain sekolah formal


Dari beberapa diskusi mendalam, ditemukan bahwa keberadaan wadah PKBM yang mampu menampung interaksi masyarakat dalam membangun diri mereka, harus diawali oleh proses pendidikan. Interaksi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan peningkatan dan penambahan pengetahuan, keterampilan dan pembentukan sikap baru dengan penyelenggaraan pendidikan baik di sekolah, Pendidikan di luar sekolah atau Pendidikan Non Formal pada gilirannya juga memainkan peranan penting.

Proses pendidikan yang berlangsung akan membentuk sikap masyarakat baru dan ini akan menjadi parameter penting bagi keberhasilan penyelenggaraan pembangunan di masa mendatang.
Pembangunan yang mementingkan kelanggengan hasil pendidikan harus menempatkan masyarakat sebagai bagian dari awal perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan hasil pendidikan. Mengabaikan salah satu di antaranya akan mengurangi makna penting upaya pembangunan pendidikan itu sendiri. Berbagai bentuk interaksi dan peran serta masyarakat dapat diakomodasi dalam wadah PKBM.

Kegamangan pemerintah terhadap penyelenggaraan PKBM sebagai lembaga pendidikan non formal seperti ini berbanding lurus dengan keterbatasan pemahaman pemutus kebijakan dalam memahami pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan lebih diukur dengan berapa banyak komposisi barang material yang disumbangkan masyarakat terhadap dana stimulan pemerintah. Padahal komposisi immaterial milik masyarakat seperti proses pengambilan keputusan dan modal sosial lain juga perlu diperhitungkan.

Sekolah di satu sisi menawarkan peran sebagai ‘Pusat Pengetahuan’, namun keterbatasan yang dimiliki sekolah tidak memberi keleluasaan bagi masyarakat. Masyarakat untuk membangun menghendaki akses ‘Pusat Pendidikan’ tanpa batas seperti ditawarkan oleh PKBM. Sekolah hanya diperuntukkan untuk mereka yang terdaftar sebagai murid atau peserta didik. Sedangkan kebutuhan akses peningkatan pengetahuan diperlukan oleh setiap anggota yang tidak lagi sekolah.

PKBM sebagai wadah pemupukan peningkatan intelegensia masyarakat menjadi penting dan sudah saatnya ditingkatkan peranannya dalam konteks pembangunan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dengan program-program yang lebih terarah sebagai bukti perhatian dari Pemerintah.

sumber:http://pkbm.blogdetik.com/pkbm-sebagai-pusat-pendidikan-alternatif-selain-sekolah-formal/
Baca selengkapnya >>

Pancasila-ku


 Gaung Ideologi Pancasila seakan hampir luluh oleh derasnya arus globalisasi dan modernisasi. Selain kiblat demokratisasi Bangsa Indonesia yang entah sengaja maupun tidak sengaja telah dialurkan ke westernisasi, bangsa kita juga sekarang tengah dirundung euforia kebebasan menentukan pendapat yang kebablasan. Tingkah laku saling “lempar batu sembunyi tangan” tengah dipraktekkan dan divisualisasikan oleh para pemimpin kita.

Bukan, bukan opini yang cenderung skpetis pada keberlangsungan ideologi pancasila ini, akan tetapi sebuah kekhawatiran dari seorang anak yang bangsa yang memperhatikan tingkah laku bangsa ini. Kita hampir tidak mempunyai apa-apa, selain kesombongan akan kemajuan semu dari sebuah negara bangsa.

Bukan pula, opini ini akan membawa ke sebuah ideologi lain, sebab Ideologi Pancasila tidak bertentangan dengan ideologi agama maupun ketuhanan manapun.  Akan tetapi, bisakah ideologi asli bangsa ini akan tetap bertahan......?

Tanggal 1 Oktober 2011, tepat 46 tahun yang lalu adalah ujian terberat bagi bangsa ini. Setelah negeri ini mengalami keguncangan karena ada keinginan dari para komunis untuk menggantikan Pancasila dengan Komunis, ternyata kejadian demi kejadian terus berlanjut. Pancasila, yang dikenalkan oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, dalam pidatonya secara spontan itu, rupanya akan terus menghadapi dinamika dalam implementasinya. Tidak saja, terjadi pada masa-masa dulu, ketika ia sedang ditumbuh kembangkan, dicarikan format yang tepat cara mengimplementasikannya dalam kehidupan bernegara, namun “kesaktian”nya terus teruji, hingga saat ini.

Kesaktian Pancasila terletak pada semangat semua warga Indonesia untuk mengikat tali persaudaraan dengan Pancasila sebagai komitmen persatuan dan penghargaan pada sesama. Pancasila itu ibarat kontrak perjanjian antar semua pluralitas yang ada di Indonesia. Keberbedaan yang ada dapat dimusyawarahkan dengan penjanjian Pancasila itu. Pancasila layaknya surat perjanjian yang mengikat seluruh komponen bangsa untuk bahu membahu membangun negeri.

Oleh karena itu, sudah selayaknyalah ketika kita sebagai generasi muda Indonesia berjibaku untuk terus berusaha agar nilai-nilai universal yang telah diperjuangkan para pendiri negeri terus dipertahankan.
Indonesia bukan Amerika. Indonesia bukan Soviet. Indonesia juga bukan Barat. Indonesia pun juga bukan negara yang liberal dan sekuler. Tetapi Indonesia adalah negara timur yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur asli bumi pertiwi. Indonesia juga negara yang memiliki aturan sebagai garis kebebasan.
Tantangan berat kedepan, sebetulnya bukan datang dari luar negeri. Luar negeri akan bertindak pada negeri ini tergantung bagaimana penduduk negeri ini dalam memperlakukan negeri ini. Mereka akan kembali menjajah kita, ketika kita memberi kesempatan untuk dijajahnya. Mereka juga akan berpikir berkali-kali ketika kita galak pada mereka yang mau merongrong negeri ini.

Mari kita semua, junjung kembali Ideologi Pancasila............................
saya hanya mengingatkan kita ini sebuah negara bangsa yang akan kuat apabila anak-anak bangsa mendukungnya.......
Baca selengkapnya >>