30 Sep 2011

PENGELOLAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PADA LEMBAGA SATUAN PAUD SEJENIS (SPS)


Ruang lingkup, tujuan, pendekatan, prosedur pengelolaan kegiatan pada lembaga SPS

Satuan PAUD Sejenis(SPS) adalah lembaga yang menyelenggarakan pendidikan di luar Taman Kanak-Kanak, Kelompok Bermain, dan Taman Penitipan Anak.

Berfungsi memberikan pendidikan sejak dini & membantu meletakkan dasar ke arah pengembangan sikap, perilaku, perasaan, kecerdasan, sosial & fisik yg diperlukan dlm menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.
Termasuk dalam lembaga pendidikan Satuan Paud Sejenis adalah:
1. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) adalah wahana kesejahteraan ibu dan anak yang berfungsi sebagai tempat pelayanan terpadu mencakup aspek perawatan kesehatan dan gizi, terutama bagi ibu hamil dan balita.

2. Bina Keluarga Balita (BKB) bertujuan memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada orang tua dan anggota keluarga lainnya tentang cara mendidik anak, mengasuh serta memantau pertumbuhan dan perkembangan balita.
Baca selengkapnya >>

29 Sep 2011

MEDIA BERMAIN & KEGIATAN BERMAIN ANAK PAUD METODE BCCT


Kebutuhan dasar anak yang dipenuhi agar anak bisa fokus bermain
( Abraham Maslow)
        ·         Bebas dari rasa lapar dan haus.
        ·         Bebas dari rasa takut dan bahaya.
        ·         Merasa diterima, dihargai dan dicintai oleh lingkungannya.
        ·         Kebutuhan mengekspresikan diri sebagai individu yang khas / unik.
        ·         Kebutuhan kebebasan bergerak.

5 Prinsip Utama Perkembangan Motorik Anak
·         Kematangan
Baca selengkapnya >>

26 Sep 2011

Pengembangan Program Pembelajaran PAUD


 Bidang Pengembangan PAUD, meliputi
1. Bidang Pengembangan Pembiasaan
2. Bidang Pengembangan Kemampuan Dasar

1. Bidang Pengembangan Pembiasaan
Merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan ada dalam kehidupan sehari-hari anak sehingga menjadi kebiasaan yang baik meliputi aspek perkembangan moral dan nilai-nilai agama, serta pengembangan sosial, emosional, dan kemandirian dilakukan dengan cara:
a.   Kegiatan rutinadalah kegiatan yang dilakukan setiap hari
b.   Kegiatan spontanadalah kegiatan yang dilakukan secara spontan
   c.   Kegiatan teladanadalah kegiatan yang dilakukan dengan memberi contoh yang baik kepada anak
d.   Kegiatan terprogramadalah kegiatan yang direncanakan dalam kegiatan pembelajaran
2. Bidang Pengembangan Kemampuan Dasar
Merupakan kegiatan yang dipersiapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembangannya pelaksanaannya dengan diprogramkan dalam perencanaan semester, mingguan dan harian (SKM & SKH) meliputi aspek perkembangan:
a.   Berbahasa
b.   Kognitif
c.   Fisik/Motorik
d.   Seni

ASAS-ASAS PEMBELAJARAN PAUD
1.   Asas Apersepsi
Pembelajaran dengan memperhatikan pengetahuan dan pengalaman awal/sebelumnya yang dimiliki anak agar hasil belajar optimal
2.   Asas Kekongkritan
Pembelajaran dg menggunakan berbagai media dan sumber belajar nyata agar pembelajaran menjadi bermakna
3.   Asas Motivasi
Pembelajaran yang dirancang sesuai dengan kebutuhan, minat dan kemauan anak agar anak memiliki dorongan untuk belajar.
4.   Asas Kemandirian
Pembelajaran yg dirancang untuk mengembangkan kemandirian anak dan memecahkan masalah yg dihadapinya
5.   Asas Kerjasama (Kooperatif)
Pembelajaran yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan sosial anak melalui bekerja sama
6.   Asas Individualisasi
Pembelajaran yang dirancang dg memperhatikan perbedaan individu
7.   Asas Korelasi
Pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan antara aspek pengembangan satu dengan lainnya saling berkaitan/terpadu
8.   Asas Belajar Sepanjang Hayat
Pembelajaran yang dirancang untuk membekali anak agar bisa belajar sepanjang hayat dan mendorong anak selalu ingin dan berusaha belajar kapanpun dan dimana pun


PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PAUD
1.   Pengaturan Ruangan KelasBeberapa hal yg perlu diperhatikan:
a.   susunan meja kursi bersifat fleksibel & dpt berubah-ubah
b.   Pada waktu kegiatan tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet
c.   Penyediaan alat bermain/sumber belajar harus disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan
d.   Pengelompokkan meja disesuaikan dengan kebutuhan sehingga cukup ruang gerak bagi anak didik.
e.   Dinding dpt digunakan utk menempelkan hasil karya anak
f.    Peletakan dan penyimpanan alat bermain/sumber belajar diatur sesuai dengan fungsinya

2. Pengorganisasian Anak DidikDapat dilaksanakan dalam bentuk:
a.   Kegiatan klasikalKegiatan yang dilakukan oleh seluruh anak dalam satu kelas, dalam satu satuan waktu dengan kegiatan yang sama. Misalnya: kegiatan awal dan akhir dengan menggunakan metode menyanyi, bercakap-cakap, bercerita, dllb.
b.   Kegiatan kelompok Dalam satu satuan waktu tertentu terdapat beberapa kelompok anak melakukan kegiatan yang berbeda-beda. Misalnya: biasanya dilaksanakan pada kegiatan inti, dimana terdapat beberapa kegiatan dan antar kelompok melakukan kegiatan yang berbedac.
c.   Kegiatan individual Setiap anak dimungkinkan memilih kegiatan sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing. Misalnya: anak yang senang membaca, memilih area membaca dan menulis.

3. Pengaturan Alat/Sumber BelajarDibedakan menjadi 2 kelompok:
·      Alat/sumber belajar di dalam ruangan/kelas
1.   Pembelajaran Kelompok dengan Kegiatan Pengaman
2.   Pembelajaran Kelompok dengan Sudut-sudut Kegiatan
3.   Pembelajaran berdasarkan minat

·      Alat/sumber belajar di luar ruangan/kelas
Alat permainan untuk memupuk perkembangan motorik, intelektual, sosial dan emosional. Misalnya jungkitan, ayunan, papan peluncur, papan titian, bak pasir/air dg perlengkapannya, bola besar/kecil, alat pertukangan, kebun/tanaman, binatang peliharaan, taman lalu lintas & kendaraannya, jala panjatan, dll

Alat/sumber Belajar di Dalam Ruangan/Kelas
1. Pembelajaran Kelompok dg Kegiatan Pengaman
Kegiatan yang dimaksudkan agar anak yang telah menyelesaikan tugas terlebih dahulu diperbolehkan bermain dengan kegiatan pengaman agar tidak mengganggu teman yang belum selesai dengan tugasnya.
Alat bermain pada kegiatan pengaman a.l.: balok-balok bangunan, mainan konstruksi, mcam-macam kendaraan, kotak menara, alat pertukangan, leg puzzle, permainan pola dll.

2. Pembelajaran Kelompok dg Sudut-sudut Kegiatan
·         Sudut Keluarga, Alat permainan kerumah-tanggaan, misalnya meja kursi tamu/makan, peralatan makan, peralatan memasak, perabotan kamar tidur, peralatan setrika, dll
·         Sudut Alam Sekitar dan Pengetahuan, Alat permainan pengenalan lingkungan dan pengetahuan alam, misalnya aquarium & kelengkapannya, timbangan, biji-bijian, batu-batuan, gambar proses pertumbuhan binatang/tanaman, benda-benda laut, magnit, kaca pembesar, dll
·         Sudut Pembangunan, Alat permainan konstruksi, misalnya balok-balok bangunan, alat pertukangan, alat transportasi, permainan lego, menara gelang, permainan pola, kotak menara, dll
·         Sudut Kebudayaan, Alat permainan bersifat kebudayaan Indonesia, misalnya alat musik angklung, perkusi, buku bergambar binatang/tanaman nusantara, buku pengetahuan, peralatan untuk kreativitas, dll
·         Sudut Ketuhanan, Alat-alat permainan bersifat keagamaan/kepercayaan, misalnya alat beribadah, maket rumah ibadah, gambar tentang tata cara beribadah, dll
3. Pembelajaran berdasarkan Minat
·         Area Agama
·         Area Balok
·         Area Berhitung/Matematika
·         Area IPA
·         Area Musik
·         Area Bahasa
·         Area Membaca dan Menulis
·         Area Drama
·         Area Pasir/Air
·         Area Seni dan Motorik

METODE PEMBELAJARAN DI TK
1.   Metode Bercerita
2.   Metode Bercakap-cakap
3.   Metode Tanya Jawab
4.   Metode Karyawisata
5.   Metode Demonstrasi
6.   Metode Sosiodrama/Bermain
7.   Metode Eksperimen
8.   Metode Proyek
9.   Metode Pemberian Tugas

CONTOH PENGORGANISASIAN RUANG KELAS MODEL PEMBELAJARAN KELOMPOK DENGAN KEGIATAN PENGAMA


CONTOH PENGORGANISASIAN RUANG KELAS MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MINAT


CONTOH PENGORGANISASIAN RUANG KELAS
MODEL PEMBELAJARAN SENTRA

 sumber: Departemen Pendidikan Nasional
Baca selengkapnya >>

25 Sep 2011

MANAJEMEN PENGELOLAAN DAN KELEMBAGAAN PAUD


MANAJEMEN
MANAJEMEN : SESUAI DENGAN APA YANG DIARTIKAN DALAM KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA TERBITAN BALAI PUSTAKA DEPDIKBUD RI TERBITAN PERTAMA TAHUN.1988,HAL.553
  MANAJEMEN ADALAH PROSES PENGGUNAAN SUMBER DAYA SECARA EFEKTIF UNTUK MENCAPAI SASARAN

PENGELOLAAN
SEMENTARA PENGELOLAAN ADALAH PROSES MELAKUKAN KEGIATAN TERTENTU DENGAN MENGGERAKAN TENAGA ORANG LAIN

DARI 2 TELAAH DIATAS, KITA SIMOULKAN BAHWA MANAJEMEN  PENGELOLAAN ADALAH SUATU KEGIATAN YANG BERTUJUAN UNTUK MENCAPAI SATU SASARAN DENGAN MENGGUNAKAN BANTUAN KEMITRAAN

KEMITRAAN
      KEMITRAAN DALAM PAUD,TENTU KITA PAHAMI BERSAMA ADA,ANTARA LAIN :
1. ORANG TUA
2. LINGKUNGAN
3. PEMERHATI PENDIDIKAN
4. PEMERINTAH
5. DLL

   DISINILAH DIPERLUKAN KEPIAWAIAN KITA.
PARA PENGELOLA MENJALIN KERJASAMA DENGAN BERBAGAI PIHAK UNTUK TUMBUH KEMBANGNYA PAUD YANG KITA KELOLA.

       LIHAT STANDAR PENGELOLAAN PADA PERATURAN MENDIKNAS RI NO : 58 TAHUN 2009,TENTANG STANDAR PAUD HAL.24

INGAT ! DALAM PENGELOLAAN PAUD .
NONFORMAL DIKELOLA SECARA PARTISIPATORIS DAN MANAJEMEN BERBASIS MASYARAKAT

KELEMBAGAAN PAUD
BICARA KELEMBAGAAN ,TENTU KITA HARUS FOKUS PADA PENYELENGGARAANNYA

MASIH INGATKAH ANDA TENTANG :
1. PENDAFTARAN CALON PESERTA DIDIK
2. PENYUSUNAN RENCANA KEGIATAN :
HARIAN
MINGGUAN
BULANAN
TRI BULANAN
  SEMESTER
  TAHUNAN
   5 TAHUNAN

3. PENGELOMPOKKAN ANAK
4. PELAKSANAAN KEGIATAN
5. SARANA
TEMPAT YANG LAYAK
ANAK DIDIK
TENAGA PENDIDIK
TENAGA PENGELOLA
APE

MOTTO
IF YOU DIDN’T LIKE TRY AND TRY AGAIN,THE SUCCESSFUL NOTHING IN FRONT OF YOU

TERIMA KASIH.
                                                                             SELAMAT BERKARYA

BY : YULIZA MARYATI
KETUA FORUM PAUD KAB.CIANJUR
Pada Orientasi dan Sosialisasi PAUD
Kabupaten Cianjur
Galaxy Resort, 23 – 24 September 2011
Baca selengkapnya >>

Kebijakan dan Program PAUD 2011


1. Penelitian di bidang Neorologi: Osbon, White, Bloom)
KONDISI DAN PERMASALAHAN AKSES PAUD
    ·     APK baru mencapai 53,70% (2009), separuhnya (25,66%) kontribusi TPQ
       ·         APK terendah rentang usia 0-2 tahun
    ·         Sebanyak 3.298.428 (40,5%) anak usia 5-6 tahun telah mengikuti pendidikan SD/MI (Data PDSP, 2009).
      ·         Masih kurangnya lembaga layanan PAUD, khususnya di daerah pedesaan.


KONDISI DAN PERMASALAHAN MUTU PAUD
      ·         Proses pembelajaran masih diwarnai dengan pengajaran baca-tulis-hitung (Calistung) dan belum sepenuhnya melalui bermain.
·         Kompetensi pendidik masih rendah: pelatihan pendidik baru menjangkau 118.018 orang (29,32%) dari 402.493 orang (di luar guru TPQ).
·         Kualifikasi pendidik PAUD belum memadai (S1/D4  baru 15,72%).
·         Jumlah lembaga PAUD rujukan/imbas mutu masih terbatas, yaitu baru sekitar 346 lembaga (0,3%) dari 114.888 lembaga.
·         Kondisi sarana dan prasarana sebagian besar PAUD memprihatinkan.
Total Anggaran:        Rp 1.299.622.683.000,-
·         Pusat Rp  309.639 jt.         (23,82%)
·         Propinsi (Dekon)       Rp  946.834 jt.         (72,85%)
·         Kabupaten (TP)        Rp    43.160 jt.        (  3,33%)*)

*) Khusus bagi 50 Kab Program PPAUD.

·         BOP diprioritaskan bagi Satuan PAUD yang menampung anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan ketentuan per Satuan PAUD maksimal diberikan untuk 50 anak (Rp 15 juta). Hal ini mengingat ketersediaan BOP belum mencukupi (baru sekitar 10% dari anak yang telah terakses di TK/KB/TPA/SPS).
·         Bantuan Rintisan PAUD Percontohan Tk. Kec. diberikan kpd Satuan PAUD yg berpotensi menjadi percontohan dan imbas mutu bagi satuan PAUD di sekitarnya.
·         Bantuan penyediaan APE diberikan kpd Satuan PAUD yang sudah berjalan yang masih membutuhkan APE tambahan.
·         Bantuan Penyediaan Buku/Bahan Ajar diberikan kepada Satuan PAUD (termasuk TK) yang sudah berjalan yang masih membutuhkan Buku/bahan ajar tambahan.
·         Bantuan Perintisan Program PAUD (TPA/KB/TK/SPS) diberikan kepada calon penyelenggara TPA/KB/TK/SPS atau TPA/KB/TK/ SPS yang sudah mulai berjalan yang masih memerlukan bantuan dan belum pernah menerima bantuan dana rintisan (prioritas).

·         Bantuan Penyelenggaraan PAUD di Daerah Terpencil diberikan kepada calon penyelenggara TPA/KB/TK/SPS di daerah terpencil (termasuk perbatasan dan kepualauan kecil) atau TPA/KB/TK/ SPS di daerah tsb yang sudah mulai berjalan yang masih memerlukan bantuan dan belum pernah menerima bantuan dana rintisan (prioritas).
·         Bantuan Penyelenggaraan PAUD Berbasis Keluarga (Parenting) diberikan kpd Satuan PAUD (TK/KB/TPA/SPS) yang sudah berjalan yang akan merintis program pembinaan PAUD berbasis keluarga (parenting) di lembaganya.
·         Bantuan Pendampingan bagi HIMPAUDI dan IGTKI Kab/Kota diberikan kpd HIMPAUDI dan IGTKI Kab/Kota untuk keperluan pendampingan ke lbg PAUD, pertemuan gugus, pelatihan, atau program peningkatan mutu lainnya.
·         Bantuan Pendampingan bagi Forum PAUD, HIMPAUDI, dan IGTKI Prop. diberikan kpd HIMPAUDI dan IGTKI propinsi untuk keperluan perjalanan pendampingan ke Kab/Kota, pelatihan, atau program peningkatan mutu lainnya.

·         Bantuan dana Festival Kreativitas Anak Tk. Kab/Kota dan Provinsi diberikan kpd lbg mitra yg akan menyelenggarakan Festival Kreativitas Anak Tk. Kab/Kota atau Provinsi .
·         Bantuan dana Festival Kreativitas Anak Tk. Kab/Kota dan Provinsi diberikan kpd lbg mitra yg akan menyelenggarakan Festival Kreativitas Anak Tk. Kab/Kota atau Provinsi .
·         Bantuan Sosialisasi PAUD diberikan kpd lbg mitra yg akan menyelenggarakan sosialisasi Tk. Kab/Kota atau Provinsi .


·         Inpres ttg Gerakan Nasional Percepatan Perluasan Layanan PAUD/PAUDISASI.
·         Permendiknas ttg Renstra Pembinaan PAUD/Grand Design PAUD.
·         Permendiknas ttg Pendirian dan Perizinan Satuan PAUD .
·         Permendiknas ttg Penyelenggaraan Program PAUD.
·         Permendiknas ttg SPM Pembinaan PAUD.
·         Pedoman Kemitraan PAUD.
·         Panduan/Juknis Layanan PAUD Terpadu.
·         Panduan/Juknis ttg Pembinaan Gugus PAUD.

Nomen klatur PAUDNI bagi UPT.
Peran UPT PAUDNI dalam peningkatan mutu PAUD:
o    Model/program pembelajaran.
o    Peningkatan Mutu PTK.
o    Pengembangan PAUD Percontohan.
o    Pengembangan APE Percontohan.
o    Pengembangan Bahan Ajar Percontohan.
Sinergi perluasan layanan PAUD binaan UPT menjadi layanan PAUD terpadu antara TK, KB, TPA, dan SPS.
TARGET/SASARAN
Target/sasaran Program PAUD Terpadu adalah
Lembaga/organisasi yang telah menyelenggarakan
salah satu program layanan PAUD (TK, KB, TPA,
SPS), dan selanjutnya berkeinginan untuk
mengembangkan program layanan PAUD lainnya

HASIL YANG HENDAK DICAPAI
o    Meningkatnya jumlah anak usia dini (0-6 tahun) yang terlayani di lembaga PAUD Terpadu
o    Meningkatnya jumlah layanan program PAUD di lembaga PAUD Terpadu
o    Meningkatnya tata kelola dan kapasitas lembaga PAUD dalam pengembangan, pembinaan dan penyelenggaraan berbagai program layanan PAUD di lembaga PAUD Terpadu
o    Meningkatnya keterpaduan lembaga PAUD dalam melakukan pembinaan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, pembelajaran, sarana dan prasarana, pembiayaan dan pembinaan program layanan PAUD

Proses pembelajaran dilaksanakan dalam suasana  yang menyenangkan
o    Proses pembelajaran dilaksanakan melalui bermain yang merangsang anak untuk aktif , kreatif, dan eksploratif
o    Proses pembelajaran  berfokus pada anak secara individu sesuai minat, potensi dan  tahapan perkembangan yang dicapai
o    Proses pembelajaran mendorong terjadinya interaksi antara anak dengan anak, anak dengan orang dewasa, dan anak dengan lingkungannya dalam suasana yang alami
o    Proses pembelajaran membantu anak agar mandiri, berdisiplin, mampu      
o    bersosialisasi, dan memiliki keterampilan dasar yang mendukung               perkembangan anak berikutnya.


6.     Proses pembelajaran dilaksanakan secara bertahap, berulang,
       konsisten, konkrit dan tuntas sehingga memiliki kebermaknaan bagi anak.

7.     Setiap Satuan PAUD wajib berupaya menampung anak-anak berkebutuhan khusus sebatas kapasitas yang dimiliki dengan tetap menjamin hak-hak anak yang bersangkutan untuk bergaul dengan sesama peserta didik secara wajar serta terlindungi dari perlakuan diskriminatif,  baik dari peserta didik lain, pendidik, maupun orang dewasa lainnya.
8.     Setiap satuan PAUD wajib memberikan layanan gizi dan kesehatan
       dasar kepada anak dan/atau mengintegrasikan layanan PAUD dengan layanan gizi dan kesehatan dasar yang diselenggarakan pihak lain.
9.     Setiap satuan PAUD wajib menyelenggarakan penyuluhan bagi
       para orang tua dan keluarga tentang gizi dan praktek kesehatan yang baik.
10. Secara bergotong royong penyelenggaran satuan PAUD bersama
       orang tua dan masyarakat mengupayakan penyediaan makanan bergizi dan kebutuhan suplemen vitamin yang dibutuhkan anak.



§  Persyaratan administrasi

§  Persyaratan lokasi/lingkungan

§  Persyaratan pendidik dan tenaga  kependidikan

§  Persyaratan sarana dan prasarana

§  Persyaratan pembiayaan



          Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melibatkan peran serta masyarakat
A.   Idenifikasi Potensi Masyarakat
          1. penggantian sumber dana
          2. menjadi narasumber kependidikan
          3. Membantu pengadaan fasilitas dan sarana prasarana
          4. Membantu penyebaran informasi kegiatan PAUD Terpadu
B.       Pihak yang berperan dalam lembaga PAUD Terpadu
          1. Komite sekolah/PAUD
          2. Orang tua
          3. Organisasi mitra PAUD yaitu : IGTKI, HIMPAUDI, GOPTKI, Forum PAUD, Konsorsium   PAUD, Muslimat NU, Aisyiyah, KOWANI, Dharma Wanita, TP-PKK
          4. Dunia usaha maupun instansi terkait: Perguruan Tinggi, Akademisi, Praktisi    maupun LSM

o    Gugus PAUD merupakan kumpulan dari 3 – 8 lembaga PAUD yang berdomisili dalam area terdekat. Pembagian area menjadi sangat relatif, tergantung pada letak geografisnya.

o    Kelompok Kerja Guru (KKG) PAUD merupakan program kerja Gugus sebagai wahana bengkel kerja guru-guru anggota Gugus.

o    Kelompok Kerja Kepala/Pengelola (KKK/P) merupakan program kerja Gugus sebagai wahana bengkel kerja Kepala/Pengelola lembaga PAUD yang menjadi anggota Gugus.

o    Pusat Kerja Gugus (PKG) PAUD Kecamatan merupakan kumpulan Gugus yang ada di wilayah kecamatan.

o    Kelompok Kerja Taman Kanak-Kanak (KKTK) Kecamatan merupakan program kerja PKG sebagai bengkel kerja yang membidangi program Taman Kanak-Kanak.

o    Kelompok Kerja Kelompok Bermain (KKKB) Kecamatan merupakan program kerja PKG sebagai bengkel kerja yang membidangi program Kelompok Bermain.
o    Kelompok Kerja Taman Penitipan Anak (KKPA) Kecamatan merupakan program kerja PKG sebagai bengkel kerja yang membidangi program Taman Penitipan Anak.

o    Kelompok Kerja Satuan PAUD Sejenis (KKSPS) Kecamatan merupakan program kerja PKG sebagai bengkel kerja yang membidangi program Satuan PAUD Sejenis.

o    PAUD Inti adalah Lembaga PAUD yang tercatat sebagai anggota gugus yang dipilih dan disepakati untuk mengkoordinasikan kegiatan gugus pada kurun waktu tertentu.

o    PAUD Imbas adalah lembaga-lembaga PAUD anggota gugus.

o    Penilik PAUD adalah pejabat yang bertugas melakukan pemantauan, penilaian, dan pembinaan pada satuan pendidikan nonformal, khususnya program PAUD;

o    Pengawas adalah pejabat yang bertugas melakukan pemantauan, penilaian, dan pembinaan pada satuan pendidikan formal anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah;

o    Pengelola PAUD adalah pengelola satuan pendidikan mengelola satuan pendidikan pada PAUD formal atau nonformal;



       Menjadikan wahana pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan PAUD dalam hal:

    Pengembangan dan inovasi pembelajaran PAUD
    Peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan dalam rangka peningkatan mutu layanan  anak usia dini sesuai dengan tahap perkembangannya.
    Optimalisasi sumber belajar, sarana/prasarana dan potensi lingkungan untuk peningkatan, pengembangan dan eksistensi anggota Gugus PAUD.
    Peningkatan komunikasi yang efesien dan efektif antar anggota komunitas Gugus PAUD, Gugus dengan orang tua dan masyarakat.
    Fasilitasi terhadap akses fasilitas sumber-sumber pembelajaran dari lingkungan dan pemerintah.
         
         Pembiayaan Program Gugus PAUD
       Pembiayaan program PKG PAUD merupakan salah satu bagian vital untuk mendukung pelaksanaan program kerja PKG PAUD. Pembiayaan PKG PAUD dapat diperoleh dari:

Pemerintah
       Pemerintah melalui dana dekonsentrasi memfasilitasi dukungan operasional untuk kegiatan PKG PAUD.

Partisipasi dari Gugus PAUD
       Bentuk, besar dan frekuensi partisipasi Gugus untuk mendukung terselenggaranya program kerja PKG ditentukan secara musyawarah dan diketahui oleh Pembina.

      
       Manfaat Bagi Pemda:
§  Meningkatkan APK PAUD daerah sekaligus berdampak pada peningkatan APK Nasional
§  Menjadi dasar alokasi dana APBD untuk menunjang kebutuhan operasional pembelajaran di lembaga PAUD.

         Manfaat Bagi Lembaga PAUD
  • Meningkatkan jumlah layanan anak
  • Memperlancar proses pembelajaran PAUD yang lebih baik
  • Mendukung peningkatan mutu layanan PAUD

         Manfaat Bagi Masyarakat/Orang Tua
  • Terbantunya beban pembiayaan operasional pendidikan PAUD bagi anak
  • Terjaminnya keberlangsungan layanan PAUD bagi anak-anaknya.
     
    Besarnya dana BO-PAUD setiap anak Rp.300.000,- (tiga ratus ribu rupiah).
      
  Tiap lembaga mendapatkan dana bantuan minimal untuk 15 anak dan maksimal untuk 50 anak.
      
      
Dana bantuan  tersebut dipergunakan untuk:
o    Penyelenggaraan Proses Pembelajaran, seperti pembelian bahan  habis pakai,     buku-buku acuan untuk Pendidik, buku bacaan anak, ATK, dan  transport Pendidik/Pengasuh maksimal 25%,

o    Peningkatan gizi atau PMT (Pemberian Makanan Tambahan) maksimal 10%,

o    Pemantauan/Deteksi Tumbuh Kembang  dan Kesehatan Anak, seperti honor Dokter Kunjung, alat-alat DDTK, pembelian obat-obatan ringan, kotak P3K maksimal 15%.

o    Pengadaan sarana dan media pembelajaran dalam dan luar ruangan seperti rak mainan, matras untuk tidur anak(pada Lembaga TPA), loker, meja dan kursi, almari, serta APE maksimal 20%.

o    Koordinasi antar Pendidik melalui organisasi profesi, kelompok kerja guru, Gugus, dll, maksimal 25%.

o    Pengurusan akreditasi lembaga PAUD maksimal 10%.

o    Bantuan biaya masuk dan biaya administrasi anak maksimal 15%.

Komposisi sebaran setiap komponen penggunaan dana disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lembaga.

       Sifat Bantuan
Bantuan Operasional Pendidikan Anak Usia Dini bersifat bantuan terbatas, sehingga belum semua anak yang tercatat di lembaga PAUD mendapatkan  dana. Penentuan penerima dana Bantuan Operasional PAUD ditetapkan berdasarkan penilaian terhadap proposal yang diajukan oleh lembaga PAUD.

 Karakteristik Lembaga Calon penerima dana Bantuan Operasional PAUD memenuhi ketentuan  berikut:
§  Memiliki Akta Pendirian Lembaga dari notaris dan Surat Ijin Operasional Penyelenggaraan Program PAUD dari Dinas Pendidikan Setempat.
§  Memberikan layanan PAUD dalam bentuk Taman Kanak-Kanak/Taman Penitipan Anak/Kelompok Bermain/Satuan PAUD Sejenis(Pos PAUD/PAUD Terintegrasi Lembaga Keagamaan).
§  Menyelenggarakan pembelajaran minimal 4 kali dalam satu minggu @ 3 jam. Dibuktikan dengan jadwal kegiatan harian.
§  Melayani anak usia dini minimal 15 anak.



§  Terlaksananya pengelolaan program    PAUD di  pusat dan daerah.
§  Adanya peningkatan lembaga  PAUD yang berakreditasi.

Besarnya dana bantuan dalam rangka penyiapan akreditasi lembaga PAUD  sebesar Rp. 8.500.000 (delapan juta lima ratus ribu rupiah) dengan penggunaan sebagai berikut:

§     Biaya penyusunan program pembelajaran (Kurikulum) mengacu Permen no. 58 tahun 2009

§     Sarana – prasarana pembelajaran

§     Peningkatan mutu ketenagaan

§    Penerima dana bantuan wajib mempertahankan     keberlangsungan program sehingga mandiri dan berkembang dengan menggali sumber-sumber pembiayaan yang sah.


§    Dana Bantuan dalam rangka penyiapan akreditasi sebagai dana stimulan bagi masyarakat yang peduli pendidikan.


§    Bagi lembaga PAUD yang mengalami kemajuan pesat sehingga dapat menjadi percontohan bagi lembaga lainnya.
§ 


PENGERTIAN
       Akreditasi adalah kegiatan penilaian terhadap kelayakan program dalam satuan pendidikan berdasarkan kriteria yang bersifat terbuka (UU RI No.20/2003).

TUJUAN
    Tujuan akreditasi PNF adalah untuk menentukan kelayakan program dalam satuan pendidikan non formal atas dasar Standar Nasional Pendidikan dengan
    kriteria yang bersifat terbuka


      Pelaksanaan akreditasi terhadap program dalam satuan PNF (termasuk lembaga PAUD) akan memberi manfaat, antara lain untuk:

§  meningkatkan mutu program dan satuan PNF;

§  memanfaatkan semua informasi hasil akreditasi sebagai umpan balik dalam upaya memberdayakan dan mengembangkan kinerja satuan PNF

3. mendorong satuan PNF agar selalu berupaya meningkatkan mutu program dan lembaganya secara bertahap, terencana, dan kompetitif di tingkat kabupaten/kota, propinsi, regional, nasional, bahkan internasional;

4.  memperoleh informasi dan data yang handal dan akurat dalam rangka
     pelaksanaan bantuan dan program PNF yang memperoleh dukungan dari
     pemerintah dan masyarakat

    Pelaksanaan akreditasi PNF pada tahun 2010 adalah 560 program dan satuan (lembaga) PNF yang tersebar di 33 provinsi.

    Akreditasi dilakukan pada 3 satuan PNF (PKBM, PAUD, Lembaga Kursus, ) dan 14 program PNF yang memiliki ijin operasional penyelenggaraan PNF.


     
Disampaikan oleh:
Direktur Pembinaan PAUD
Dr. Erman Syamsuddin
Pada Orientasi dan Sosialisasi PAUD
Kabupaten Cianjur
Galaxy Resort, 23 – 24 September 2011

Untuk lebih lengkapnya silahkan unduh di sini.


TERIMAKASIH


Baca selengkapnya >>